Bagaimana Sejarah Badminton?

Badminton, atau bulu tangkis. Siapa yang tidak tahu cabang olahraga yang kerap mengharumkan nama Indonesia ini?

Mengenai asal-muasal badminton, para ahli sepakat bahwa permainan ini dimulai pada sekitar tahun 1600-an di Inggris. Permainan ini sangat sederhana dan pada waktu itu bernama Battledore and Shuttlecock (atau alat pemukul dan shuttlecock). Aturannya, dua orang saling berhadapan pada jarak tertentu sambil membawa alat pemukul dari kayu. Kemudian mereka saling memukul bola dari wol sebanyak mungkin tanpa harus jatuh ke tanah.

Kemudian pada tahun 1800-an tentara Inggris yang sedang bertugas di India menemukan sebuah permainan serupa dengan Battledore and Shuttlecock namun versi India ini menggunakan net (jaring pemisah) di antara kedua pemain. Permainan ini sangat populer di India dengan sebutan Poon atau Poona.

Kemudian pada abad yang sama, permainan Battledore and Shuttlecock dilengkapi net diadopsi dan populer dengan cepat di Inggris. Seorang bangsawan bergelar Duke of Beaufort dari Inggris adalah orang yang dikenal berjasa memberi nama permainan ini sebagai ‘Badminton’, yang kita kenal hingga kini.

Kemudian tepatnya pada bulan Maret tahun 1898 di sebuah kawasan bernama Guildford di Inggris, diselenggarakanlah sebuah turnamen badminton terbuka pertama di dunia bernama ’All England’. Sedangkan federasi internasional untuk cabang olah raga badminton bernama International Badminton Federation (IBF) dibentuk pada tahun 1934 beranggotakan Inggris, Wales, Irlandia, Skotlandia, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis. Kemudian tahun 1936 India turut bergabung.

Organisasi tersebut kemudian berganti nama menjadi Badminton World Federation (BWF) dan bertahan hingga kini. Kejuaraan pertama yang diprakarsai oleh IBF yaitu turnamen Piala Thomas (Thomas Cup) yang diadakan pada tahun 1948. Dalam ajang Olimpiade, badminton termasuk cabang yang tergolong baru. Badminton mulai dimasukkan dalam cabang olahraga Olimpiade pada tahun 1992 di Barcelona, Spanyol.

Sumber: