Bagaimana proyek yang menggunakan MOV dapat membantu mempengaruhi tujuan dan strategi organisasi?

Measurable Organization Value

Measurable Organization Value (MOV) merupakan tujuan keseluruhan yang ingin dicapai dari suatu proyek dan mengukur kesuksesan proyek tersebut(Billows 1996; Smith 1999).

Bagaimana proyek yang menggunakan MOV dapat membantu mempengaruhi tujuan dan strategi organisasi?

Measurable Organizational Value atau yang disingkat dengan MOV adalah istilah yang diperkenalkan oleh Jack Marchewka sebagai alternatif tools untuk melakukan Evaluasi terhadap nilai dari investasi yang dikenal selama ini dengan sebutan ROI. Marchewka mendefinisikan MOV ini sebagai tujuan keseluruhan proyek dan sebagai ukuran kesuksesan. Jadi MOV secara implisit menyatakan sebuah proyek harus dapat diukur, memberikan nilai bagi organisasi, sudah disepakati dan dapat diverifikasi.

Karena itulah sebuah proyek yang pengerjaannya menggunakan MOV akan sangat mempengaruhi gagal atau suksesnya suatu proyek yang akan dikerjakan oleh organisasi. Dengan bantuan MOV organisasi dapat memutuskan apakah suatu proyek akan dikerjakan dengan melihat dari nilai-nilai yang ada pada MOV.

Referensi

Tujuan atau visi misi merupakan landasan utama dalam organisasi, sehingga projek yang akan dibuat harus sesuai dengan tujuan dari organisasi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut organisasi pasti memiliki strategi-strategi bisnis untuk mewujudkan tujuan organisasi. Strategi strategi ini dapat dikembangkan melalui bussiness case yang merupakan dasar dari pembuatan projek, yang diharapkan projek ini akan membantu organisasi untuk mendapatkan tujuan nya.

Tahapan awal dalam pembuatan bussines case adalah melakukan indentifikasi Measurable Organization Value (MOV). Profesor Jack Marchewk mengatakan bahwa tujuan dari MOV adalah untuk mengukur keberhasilan dari proyek. Namun Jack Marchewk juga mengatkan bahwa MOV merupakan fondasi awal dan utama dalam pembangunan sebuah proyek. Jika perusahaan telah membuat sebuah MOV maka fondasi awal dalam pembuatan projek sudah terbentuk. Fondasi awal pembentuk ini salah satunya adalah scope (batasan), schedule (timeline), budget (biaya) dan quality (kualitas).

image

Scope atau batasan yang diidentifikasi pada MOV dapat menjadi dasar organisasi untuk membuat strategi untuk mewujudkan projek yang akan dibangun. Dengan menggunakan Scope maka organisasi akan mengerti batasan-batasan projek agar tidak melenceng dari tujuan awal organisasi dibuat. Jika scope ini tidak diidentifikasikan maka pembuatan projek akan keluar batas dan dapat membuat organisasi mengeluarkan biaya dan tenaga lebih.

Waktu merupakan musuh besar dalam pembuatan projek, seorang top manajemen akan meminta penyelesian projek dapat dilakukan segara. Untuk melakukan menejemen waktu ini maka dibutuhkannya schedule atau jadwal pembuatan projek, akan sangat sulit jika projek dikerjakan tanpa adanya menejemen waktu, bisa saja projek tersebut molor dan bisa saja projek tersebut terlalu cepat untuk dikeluarkan.

Strategi juga berhubungan dengan biaya, perusahaan akan berusaha bagaimana biaya dapat diminimalisir, dengan MOV yang mengidentifikasi biaya akan membuat perusahaan dapat mengatur bagaimana strategi untuk medapatkan biaya tersebut.

Pada tahap akhir MOV akan menjadi lembar nilai apakah projek yang digarap dalam bussines case tersebut dapat berjalan atau tidak, dengan melakukan penilaian ini maka akan ada bukti kauntitif. Jika dalam penilaian MOV dinyatakan tidak berhasil maka dapat disimpulkan bahwa projek tersebut gagal dan organisasi dapat mengerti faktor penyebab kegagalan itu berdasarkan fondasi awal yang telah dibentuk. Kedepannya organisasi akan membuat strategi baru untuk mewujudkan tujuan awal dari perusahaan.

Referensi :

MOV (Measurable Organizational Value) digunakan untuk memotong biaya pengeluaran ,mengembangkan operasi bisnis dan meningkatkan kualitas komunikasi.

MOV akan mempelajari Unsur-unsur proyek yang memberi nilai bagi organisasi. Contoh dari nilai proyek yang baik adalah kenyamanan karyawan untuk dapat mengakses aplikasi dan dokumen kantor yang terkait dari mana saja.

Sebelum menentukan MOV perusahaan harus mempertimbangkan Visi dan strategi perusahaan yang mencakup berbagai hal berikut:

MOV mengatur semua keputusan dan proses untuk mengatur proyek TI dan berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi pencapaian proyek. Dengan kata lain, proyek tidak akan bisa direncanakan dengan benar maupun dievaluasi kecuali tujuan dari proyek didefinisikan secara jelas dan dimengerti. Organisasi tidak harus menjalankan proyek yang tidak terhubung dengan jelas ke seluruh tugas.

Capture

Rantai nilai TI yang digambarkan pada Gambar diatas menunjukkan bahwa tujuan organisasi mengarah atau mendefinisikan strategi organisasi. Pada gilirannya, sebuah organisasi yang dapat diukur proyek nilai kemudian mendukung strategi organisasi ini. Pemetaan ini menunjukkan bagaimana tujuan proyek sesuai dengan strategi dan sasaran organisasi. Di akhir proyek,pencapaian aktual proyek dapat dibandingkan dengan MOV yang nantinya digunakan untuk menentukan apakah proyek itu berhasil Jika proyek ini selesai (yaitu, apakah itu bertemu atau melebihi MOV nya), maka orang bisa melihat secara eksplisit bagaimana proyek tersebut akan mendukung organisasi.

Jadi kesimpulannya proyek membantu MOV mempengaruhi tujuan dan strategi organisasi melalui peran sebagai pembanding dengan MOV yang akan menunjukkan apakah dengan tujuan dan strategi organisasi yang sekarang, proyek sudah selesai dengan maksimal atau tidak.

Referensi:

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, MOV (Measurable Organizational Value) sangat mempengaruhi tujuan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam mencapai tujuan tersebut, sebuah perusahaan atau organisasi memerlukan strategi organisasi (organizational strategy) yang dapat dihasilkan dari Proses Manajemen Strategi.

Proses Manajemen Strategi adalah metode dimana manajer menerapkan strategi yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Proses Manajemen Strategi juga mencantumkan langkah-langkah apa yang harus diambil manajer untuk menciptakan strategi yang lengkap dan bagaimana menerapkan strategi itu dengan sukses di perusahaan atau organisasi.

Ada 5 komponen proses yang tersebar di seluruh tahap perencanaan strategis, antara lain:

  • Initial Assessment
    Titik awal dari proses adalah penilaian awal perusahaan atau organisasi. Pada tahap ini, manajer harus mengidentifikasi pernyataan visi dan misi perusahaan atau organisasi dengan jelas. Komponen ini berfokus pada apa yang perusahaan atau organisasi inginkan. Tanpa memvisualisasikan masa depan perusahaan atau organisasi, para manajer tidak akan tahu kemana mereka ingin pergi dan apa yang harus mereka capai. Visi adalah tujuan akhir bagi perusahaan atau organisasi dan arahan bagi para pegawainya.

  • Situation Analysis
    Ketika perusahaan atau organisasi mengidentifikasi visi dan misinya, manajer harus menilai situasi pasar saat ini, termasuk mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal perusahaan atau organisasi dan menganalisis pesaingnya. Keuntungan dari analisis situasi yaitu dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi perusahaan atau organisasi dan memiliki gambaran situasi perusahaan atau organisasi lain yang jelas di pasar.

  • Strategy Formulation
    Analisis situasi yang sukses diikuti dengan adanya tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang menunjukkan peningkatan posisi persaingan perusahaan atau organisasi dalam jangka panjang juga. Komponen ini bertindak sebagai petunjuk untuk pemilihan strategi yang spesifik. Manajer dapat memilih di antara banyak alternatif strategis, tergantung pada tujuan perusahaan, hasil analisis situasi dan tingkat strategi yang dipilih.

  • Strategy Implementation
    Pada komponen ini, keterampilan manajerial lebih penting daripada menggunakan analisis. Komunikasi dalam implementasi strategi sangat penting karena strategi baru harus mendapat dukungan di seluruh perusahaan atau organisasi untuk implementasi yang efektif. Bahkan rencana strategi terbaik pun harus diimplementasikan dan hanya strategi yang dijalankan dengan baik yang menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan atau organisasi.

  • Strategy Monitoring
    Implementasi harus dipantau agar bisa sukses. Karena kondisi eksternal dan internal yang terus berubah, manajer harus terus meninjau kedua lingkungan tersebut melalui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman baru yang mungkin timbul. Jika keadaan baru mempengaruhi perusahaan atau organisasi, manajer harus segera melakukan tindakan korektif. Elemen kunci dalam pemantauan strategi adalah mendapatkan informasi yang relevan dan tepat waktu mengenai perubahan lingkungan dan kinerja perusahaan atau organisasi, dan jika perlu melakukan tindakan perbaikan.

https://www.strategicmanagementinsight.com/topics/strategic-planning-process.html