Bagaimana Proses Diagnosis Gizi?

image

Diagnosis gizi didefinisikan sebagai “identifikasi dan memberi nama problem gizi yang spesifik dimana profesi dietisien bertanggung jawab untuk menangani secara mandiri”. Identifikasi adalah menemukan masalah gizi pada individu atau kelompok , dimana setiap masalah gizi akan diberikan nama sesuai dengan label atau kodenya. Poblem gizi adalah masalah gizi yang aktual yang terjadi pada individu dan atau keadaan yang berisiko menjadi penyebab masalah gizi. Maksud menangani secara mandiri adalah, bahwa seorang dietisien mempunyai kewenangan untuk menetapkan masalah gizi, menentukan penyebab dan membuktikan gejala dan tandanya. Bagaimana Proses Diagnosis Gizi?

Diagnosa gizi berbeda dengan diagnosis medis, baik dari sifatnya maupun cara penulisannya. Diagnosa gizi merupakan gambaran keadaan masalah gizi atau risiko/ potensi masalah gizi yang terjadi pada saat ini, dan dapat berubah sesuai dengan respon pasien, khususnya terhadap intervensi gizi yang didapatkan. Sementara diagnosa medis lebih menggambarkan kondisi penyakit atau patologi dari suatu organ tertentu atau sistem tubuh dan tidak berubah sepanjang patologis atau kondisi penyakit tersebut masih ada. Contoh : problem diagnosis gizi : NI 5.8.4 asupan karbohidrat yang tidak konsisten diagnosis medis : diabetes mellitus tipe 2.

Tujuan Diagnosis Gizi
Diagnosis gizi ditujukan untuk menjelaskan dan menggambarkan masalah gizi spesifik yang ditemukan pada individu, faktor penyebab atau etiologi, serta dibuktikan dengan adanya gejala/tanda yang terjadi pada individu.

Keterkaitan diagnosis gizi dengan pengkajian gizi
Diagnosis gizi merupakan rangkuman masalah gizi, dimana seluruh data yang dikumpulkan pada pengkajian gizi diolah dan diidentifikasi menjadi informasi . Informasi inilah yang akan menjadi input pada proses menetapkan dignosis gizi. Berdasarkan hal tersebut peran pengkajian gizi sangatlah penting dalam penetapan diagnosis gizi. Kelengkapan data dan ketepatan identifikasi terlihat sangat berkaitan dengan tepatnya penentuan diagnosis gizi.

Agar diagnosis gizi yang ditentukan tepat, maka :

  1. Pertama: data pengkajian gizi harus tersedia lengkap untuk mendukung penetapan diagnosis gizi.

  2. Kedua: pengkajian gizi yang dilakukan harus spesifik agar dapat memperlihatkan perbaikan.

  3. Ketiga pengkajian gizi dapat menjadi sign dan symptom untuk menunjukkan problem dan etiologi yang ditetapkan.

Untuk mempermudah pemahaman keterkaitan diagnosis gizi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
image

Pernyataan Diagnosis Gizi
Pernyataan diagnosis gizi merupakan rangkaian kalimat yang saling berkaitan antara komponen Problem dengan Etiologi serta Etiologi dengan Sign/Symptom . Pernyataan Problem dengan Etiologi dihubungkan dengan kata “berkaitan dengan“, sedangkan komponen etiologi dengaqn sign/symptom dihubungkan dengan kata “ditandai dengan”. Pernyataan lengkap diagnosis gizi ditulis dengan susunan pola kalimat sebagai berikut:
image
Komponen diagnosis gizi terdiri dari Problem §, Etiology (E) dan Signs & Sypmtoms (S) dan disingkat menjadi P-E-S.

  1. Problem ( P )
    Menggambarkan apakah masalah gizi pasien/klien dimana dietisien bertanggung jawab untuk memecahkan secara mandiri. Berdasarkan masalah tersebut dapat dibuat:
  • Tujuan dan target intervensi gizi yang lebih realisistis, dan terukur

  • Menetapkan prioritas intervensi gizi

  • Memantau dan evaluasi perubahan yang terjadi setelah dilakukan intervensi gizi.

  1. Etiology (E)
    Menunjukkan faktor penyebab atau faktor-faktor yang mempunyai kontribusi terjadinya problem §. Dapat pula dipastikan mengapa terjadi masalah gizi. Faktor penyebab dapat berkaitan dengan patofisiologi, psikososial, lingkungan, perilaku, kebiasaan makan dan sebagainya. Mengingat banyaknya faktor yang berkaitan dengan masalah gizi tersebut maka penetapan etiologi ini harus dilakukan secara ber hati-hati, dan bila masalahnya kompleks dapat dilakukan secara tim. Dengan demikian faktor penyebab yang diidentifikasi benar-benar merupakan faktor penyebab utama. Etiologi ini merupakan dasar dari penentuan intervensi apa yang akan dilakukan.

  2. Signs dan Symptoms (S)
    Merupakan pernyataan yang menggambarkan besarnya atau kegawatan kondisi pasien/klien. Signs umumnya merupakan data objektif, sementara symptoms atau gejala merupakan data subjektif. Data signs dan symptoms diambil dari hasil pengkajian gizi yang dilakukan sebelumnya, serta untuk mengetahui bagaimana masalah yang terjadi. Signs dan simptoms yang ditetapkan merupakan dasar untuk monitoring dan evaluasi.

Pernyataan diagnosis gizi yang baik apabila memenuhi syarat-syarat dibawah ini:

  • Sederhana, jelas dan ringkas.

  • Spesifik untuk pasien/klien atau kelompok tertentu.

  • Berkaitan dengan satu masalah pasien/klien atau kelompok yang berkaitan dengan gizi.

  • Akurat berkaitan dengan penyebabnya (etiologi).

  • Berdasarkan data pengkajian gizi yang akurat dan dapat dipercaya.

Contoh penulisan diagnosis gizi:

Kelebihan asupan energy § berkaitan dengan konsumsi makanan tinggi lemak dengan porsi besar (E) ditandai dengan asupan energi lebih dari 1000 kkal dari yang dianjurkan dan kenaikan berat badan 6 kg dalam 18 bulan terakhir (S).

Hal yang kritis dalam diagnosis gizi adalah memilih dan menetapkan diagnosis yang spesifik, serta menetapkan pernyataan diagnosis gizi yang tepat. Oleh karena itu setelah pernyataan ditentukan, seorang dietitisien dapat mengetahui ketepatan pernyataan diagnosis gizi dengan melakukan evaluasi dengan pertanyaan berikut ini:

  • P - Apakah dietisien dapat memperbaiki atau memecahkan? (baik pada individu atau kelompok).

  • E- Apakah etiologi yang ditetapkan adalah benar-benar akar masalah? (dapat diatasi oleh dietisien atau berdasarkan sign & symptom).

  • S- Apakah sign dan symptom dapat mengukur bahwa masalah yang spesifik tersebut dapat diperbaiki?

KATEGORI TERMINOLOGI DIAGNOSIS GIZI


Academy of nutrition and dietetetics mengelompokkan masalah gizi menjadi 4 kategori yang disebut domain, yaitu domain asupan(NI), domain klinis (NC) dan domain perilaku – lingkungan (NB). Kemudian berkembang domani ke empat yaitu tidak terdapat diagnosis gizi (NO). Setiap domain menggambarkan suatu karakter yang unik dari masalah-masalah yang mempunyai kontribusi terhadap kesehatan dengan terminology tertentu dan terbagi menurut kelasnya.

1. Domain Asupan (Intake)
Domain ini adalah masalah gizi utama § yang berkaitan dengan ketidak sesuaianasupan energi, makanan peroral, zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) serta asupan cairan baik enteral maupun parenteral. Selain itu juga asupan substansi bioaktif seperti suplemen, makanan fungsional dan alkohol. Domain asupan terdiri dari 10 kelas dan beberapa sub kelas dengan pengertiannya sebagai berikut.
image

Contoh Diagnosa Gizi Domain Asupan/Intake (NI)

  • Keseimbangan energi
    NI-1.4. Asupan energi tidak adekuat § berkaitan dengan mual dan muntah (syndrome uremia) yang ditandai dengan asupan energi 40% kebutuhan (S).

  • Asupan Makanan melalui oral
    NI-2.1 Inadekuat oral intake § yang berkaitan dengan pengetahuan yang kurang (E) yang ditandai hanya mau menghabiskan makanan ½ dari makanan yang dihidangkan (S).

  • Asupan Cairan
    NI-3.2 Kelebihan asupan cairan § berkaitan dengan berkurangnya pengeluaran urine melalui ginjal (E), ditandai dengan adanya udeme dan kenaikan berat badan 2 kg dalam 3 hari (S).

  • Zat bioaktif
    NI-4.3 Kelebihan alcohol § berkaitan dengan kecanduan alkohol (E) ditandai dengan asupan 12 oz perhari (S).

  • Zat Gizi
    NI-5.3 Kekurangan energy protein § berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap makanan (E) ditandai dengan kebiasaan asupan energy 60% dan protein 45%, IMT 16,5 kg/m2 dan albumin 4,5 gr/dl (S).

2. Domain Klinis

Domain ini adalah masalah gizi utama § yang berkaitan dengan ketidak sesuaian asupan energi, makanan peroral, zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) serta asupan cairan baik enteral maupun parenteral. Selain itu juga asupan substansi bioaktif seperti suplemen, makanan fungsional dan alkohol. Domain asupan terdiri dari 10 kelas dan beberapa sub kelas dengan pengertiannya sebagai berikut.
image

Contoh Diagnosis Gizi Domain Klinis (NC)

  • Fungsional
    NC-1.1 Gangguan menelan § berkaitan dengan gejala sisa stroke (E) ditandai sering tersedak pada saat makan (S).

  • Biokimia
    NC-2.2 Perubahan nilai lab terkaitb gizi § berkaitan dengan perubahan fungsi endokrin (E) ditandai dengan kadar gula darah sewaktu 250 gr/dl (S).

  • Berat Badan
    NC-3.3 Overweight § berkaitan dengan kelebihan asupan energi (E) ditandai dengan IMT 28 kg/m2.

3. Domain Perilaku – Lingkungan (NB)
Kondisi lingkungan seperti pengetahuan,perilaku, budaya,ketersediaan makanan di rumah tangga dan lainnya dapat mempengaruhi asupan zat gizi. Termasuk dalamnya masalah yang berkaitan dengan pengetahuan dan kepercayaan; aktifitas fisik; keamanan makanan dan akses makanan. Domain perilaku – lingkungan mempunyai 3 kelas, sebagai berikut.
image

Contoh Diagnosis Gizi Domain Perilaku – Lingkungan (NB) Pengetahuan dan kepercayaan

  • NB-1.5 Gangguan pola makan § berkaitan dengan pengetahuan ibu yang kurang ditandai bayi mendapat makanan padat mulai umur 2 bulan (S).
  • NB-1.3 Ketidak siapan melakukan diet atau perubahan pola makan § berkaitan

4. Domain Lain : (NO)

International Dietetics & Nutrition Terminology (IDNT) Reference Manual mengembangkan domain saat ini tidak ada diagnosis gizi. Domain ini didefinisikan sebagai tidak munculnya masalah gizi terkini karena adanya intervensi gizi, hasil dari pengkajian gizi (NO-1.1).

LANGKAH PENETAPAN DIAGNOSIS GIZI


Dalam merumuskan diagnosis gizi, dietisien menggunakan kemampuan berpikir kritisnya untuk menemukan pola dan hubungan antar data dan kemungkinan penyebab dari problem gizi, melalui langkah langkah sebagai berikut.

  1. Mengelompokkan dan analisa data pengkajian untuk menetapkan diagnosis gizi.

  2. Memilih diagnosis gizi.

  3. Identifikasi data yg belum lengkap untuk menetapkan diagnosis yang lebih pasti.

  4. Gunakan signs dan symptoms dari masalah.

  5. Identifikasi diagnosis gizi yang prioritas.

  6. Identifikasi akar masalah sbg dasar intervensi gizi.

  7. Identifikasi signs – symptoms dapat dikoreksi, diminimalkan, atau dapat dimonitor/ diukur perkembangannya.