Bagaimana perusahaan merencanakan perencanaan managemen risiko

images

Semua proyek mempunyai berbagai macam elemen risiko. Perusahaan menggunakan manajemen risiko sebagai alat dan teknik untuk memantau dan melacak kejadian yang berpotensi mempengaruhi hasil proyek. Dengan perencanaan risiko yang baik perusahaan dapat menghindari kemungkinan terburuk serta mendapatkan hasil maksimal

  1. Risk Identification
    Idenfikasi risiko apa yang akan muncul sehingga setelah projek berjalan tim sudah mengetahui resiko apa yang bakal dihadapi. Untuk dapat benar-benar mengidentifikasi semua risiko, tim dapat menggunakan metode kategori penentuan awal yang dapat menimbulkan risiko ini, misalnya risiko proyek, risiko perusahaan, risiko bisnis, risiko anggaran, risiko sistem, risiko masyarakat, risiko tujuan bisnis, dan lain-lain.
  2. Analyzing and Evaluating Risks
    Risiko yang telah diidentifikasi akan di analisa untuk mengetahui seberapa sering resiko itu terjadi atau seberapa besar dampak yang akah dirasakan oleh perusahaan saat risiko itu muncul secara nyata. Jangka waktu risiko terjadi bisa dibagi menjadi sering, kemungkinan besar terjadi, terkadang, jarang, dan kemungkinan besar tidak terjadi. Sementara dampak dapat dibagi menjadi 5 buah rating yaitu sangat parah, parah, sedang, kecil, dan dapat dihindari
  3. Risk Response
    Setelah diketahui frekuensi dan dampak risiko maka perusahan harus mengambil sikap yang diambil untuk setiap risiko yang dihadapi. Perusahaan bisa menghindari, mengoper risiko ke perusahaan lain, menerima risiko, atau mitigasi.
  4. Monitoring and Reviewing Risks
    Selama projek berjalan tim akan memonitor resiko dan merivew tentang resiko yang dapat terjadi. Seiring berjalanya projek maka resiko yang dihadapi dapat bertambah atau berkurang sehingga tim harus siap untuk menghadapi risiko untuk menghindari kegagalan projek.

referensi :

https://www.phe.gov/about/amcg/contracts/Documents/risk-management.pdf