Bagaimana perbedaan product roadmap tipe date-based, theme-based, dan teknologi?

Product roadmap yang dibuat oleh suatu perusahaan ternyata terdiri dari beberapa tipe, antara lain date-based, theme-based, dan technology. Bagaimana membedakannya?

Product roadmap atau bisa disebut peta jalan produk dalam Bahasa Indonesia adalah garis besar dari jalannya sebuah produk yang akan datang dalam timeframe atau jangka waktu tertentu.

Sebuah product roadmap mencakup:

  • Tema
  • Jangka waktu peluncuran
  • Deskripsi fitur-fitur yang akan dibangun
  • Masalah yang akan diselesaikan dengan fitur-fitur

Product roadmap menyelaraskan visi produk dengan stakeholder eksternal produk. Stakeholder adalah orang-orang dengan keminatan aktif pada produk atau perusahaan Anda, termasuk investor, pelanggan, tim internal, dan dewan direksi.

Product roadmap menjawab hal-hal seperti:

  • Apa hal yang akan dilakukan setelah ini?
  • Apa kemampuan masa depan yang dimiliki oleh produk?
  • Masalah apa yang akan diselesaikan?
  • Fitur apa saja yang akan tersedia di peluncuran berikutnya?

Tujuan product roadmap:

Visi
Tanpa visi, peluncuran akan terlihat tidak jelas. Product roadmap memberi para stakeholder sebuah visi yang merupakan gambaran besar tentang apa yang akan dicapai.

Strategi produk
Product roadmap menyediakan hal-hal dalam mengeksekusi strategi produk. Strategi produk menjelaskan produk akan dijual kepada siapa dan masalah apa yang akan diselesaikan untuk mereka. Product roadmap menjelaskan bagaimana Anda akan melakukannya. Peta jalan menetapkan rencana untuk rilis yang akan datang, dan fitur apa saja yang akan disertakan. Road map bersifat spesifik sehingga secara nyata dapat menyelaraskan organisasi dengan strategi produk.

Big Picture Context
Product roadmap menyediakan gambaran besar dari fitur-fitur yaitu dengan memberikan latar belakang masing-masing fitur dan bagaimana itu berhubungan dengan tujuan yang lebih besar. Tanpa konteks, produk bisa tampak seperti dibangun tanpa tujuan.

Product roadmap juga merinci kapan fitur tertentu akan dibangun, dan dalam rangka apa. Contohnya, jika Anda membangun customer management tool dengan fitur impor kontak, fitur itu akan menjadi penting untuk tema yang lebih besar yaitu “working with other tools.” Dengan sendirinya, itu tidak memiliki banyak pengaruh.

Product roadmap memungkinkan orang untuk melihat gambaran yang lebih luas terhadap kemana Anda akan mengarah. Jika stakeholder internal maupun eksternal tidak bisa melihat arah tujuan, mereka bisa tidak percaya bahwa Anda akan mencapai tujuan Anda.

Tipe-tipe product roadmap:

Data-based roadmap
Data-based product roadmap memberi garis besar rilis yang akan datang berdasarkan tanggal. Hal ini sulit untuk dipertahankan dan tidak memperhitungkan perubahan dalam perencanaan yang terjadi secara alami dalam bisnis.

Investor lebih memilih date-based roadmap karena dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang akan Anda berikan saat itu.

Kiat-kiat untuk date-based roadmap yang efektif:

  • Buat garis besar hanya proyek besar
  • Berkomitmen untuk event tertentu saja, dan jangan menambahkan item yang tidak Anda yakini dapat Anda berikan dalam jangka waktu yang ditentukan.
  • Jika waktu menipis, pastikan bahwa Anda memiliki fleksibilitas dalam deliverable items yang lebih kecil.
    Contoh:
    date-based

Theme-based roadmap
Theme-based roadmap menguraikan tema atau sasaran produk dalam jangka waktu tertentu. Tema atau sasaran didasarkan pada masalah yang Anda rencanakan untuk dipecahkan. Tema ini memberi tahu stakeholder tentang masalah apa yang akan Anda selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Theme-based roadmap cenderung memiliki lebih sedikit rilis dan lebih banyak tujuan keseluruhan yang akan dipenuhi.
Contoh:
theme-based

Technology roadmap
Untuk membuat produk baru atau mengembangkan produk yang ada, Anda perlu membangun blok bangunan teknis. Rilis yang diuraikan dalam roadmap mungkin tidak menghasilkan fitur yang berhadapan dengan pelanggan, tetapi akan memberikan landasan yang diperlukan untuk melakukannya di masa depan.
Technology roadmap cenderung dilakukan bersama dengan roadmap lainnya, terutama jika item teknis harus dilakukan sebelum fitur-fitur digunakan oleh pelanggan.
Contoh:
technology

Bagaimana mengembangkan product roadmap?

  1. Input kepada product roadmap:
    Input (atau ide) untuk product roadmap dapat berasal dari beberapa sumber berbeda, dan mungkin datang dengan jangka waktu tertentu yang perlu Anda pertimbangkan.
  2. Memvalidasi input pada product roadmap:
    Dengan memeriksa dan memvalidasi input, Anda akan memastikan input tersebut relevan untuk product roadmap Anda.
  3. Menggunakan product roadmap secara efektif:
    Menggunakan product roadmap secara efektif akan membantu Anda mencapai tujuan kunci Anda.
  4. Memprioritaskan product roadmap:
    Jika input pada product roadmap telah divalidasi, Anda dapat memprioritaskan informasi dan langkah-langkah berikutnya.

Referensi: