Bagaimana peran Teknologi Informasi dalam Peningkatan Kinerja Organisasi ?

Pentingkah teknologi informasi dalam sebuah organisasi? Dan apa hubungannya dengan peningkatan kinerja organisasi? Apa ada contoh atau studi kasus yang membuktikan peningkatan kinerja organisasi dengan teknologi informasi?

Sistem informasi memiliki peranan yang begitu besar di dalam operasional manajemen organisasi untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi serta keberhasilan strategi organisasi (Laudon & Laudon, 2000). Sedangkan di era globalisasi informasi, penggunaan teknologi informasi dapat menciptakan keunggulan strategis organisasi (O’Brien, 1996), yaitu mendukung operasional organisasi, komunikasi kepada internal dan eksternal, melakukan pemantauan kegiatan kompetitor, pengambilan keputusan manajerial serta lingkungan yang cepat berubah membuat organisasi bisa berinovasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan di lingkungan. Selain teknologi informasi yang berkembang harus dibarengi dengan keinginan organisasi secara proaktif memanfaatkan perkembangan ini dan upaya untuk menciptakan peluang bisnis baru.

Penerapan teknologi informasi dengan tujuan untuk memenangkan persaingan bisnis pada organisasi organisasi, perlu mempertimbangkan kompetensi bisnis dalam ketersediaan profesional teknologi yang memiliki pengetahuan bisnis dan teknologi. Kompetensi ini mencerminkan pengetahuan tentang bisnis dalam setiap dimensi dan menggambarkan kemampuan para profesional dalam pengambilan keputusan yang memberikan solusi.

Secara umum, keputusan investasi teknologi informasi diambil dengan pertimbangan jangka pendek (Tallon, 2004). Teknologi informasi juga mampu untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja organisasi organisasi dalam jangka menengah maupun panjang (MacFarlan, et al., 1983; Neumann, 1992). Berbagai penelitian menemukan kecenderungan pada berbagai organisasi untuk melakukan investasi pada aplikasi strategik, terutama dalam aplikasi yang berhubungan langsung dengan konsumen (Tallon, et al., 2000). TI akan membawa organisasi pada kondisi yang menguntungkan yaitu kemudahan memasuki pasar, diferensiasi produk, dan cost efficiency (Kettinger et al, 1994). Dengan kemudahan tersebut maka organisasi akan mampu meningkatkan kinerjanya. Jadi pengunaan TI secara strategik akan mampu membawa organisasi meningkatkan profitabilitas. Berbagai penelitian yang dilakukan setelah tahun 1995 menunjukkan bahwa terapa teknologi informasi akan berpengaruh besar terhadap kinerja organisasi organisasi (Hann & Weber, 1996; Gates, 1997; Franklin, 1997; Vlosky, 1999; Tam, 1998; Garvin, 1998; Bhatnagar, 2002; Kohli & Devaraj, 2003; Guo, et al., 2006).

Kinerja organisasi yang bagus pada akhirnya menghasilkan beberapa hasil karya yang dinikmati kemudian menghasilkan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Keunggulan bersaing yang telah diraih perusahaan seharusnya dapat terus dipertahankan karena dengan adanya keunggulan makin banyak kompetitor yang memperhatikan titik lengah perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus terus konsisten dalam menjaga keunggulannya (Russell & Millar 2014). Keunggulan bersaing dapat juga dilihat dengan melalui evaluasi pelanggan yang dapat diciptakan perusahaan melalui fasilitas-fasilitas pelayanan yang dapat menampung segala macam keluhan atau saran yang ditujukan konsumen untuk perusahaan demi perbaikan menuju yang lebih berkualitas. Pengaturan strategi yang baik menjadi kunci kesuksesan bagi perusahaan untuk dapat menjadi yang terdepan dengan adanya antisipasi dalam persaingan pasar (Tarabieh, et al., 2015).

Komponen kinerja organisasi adalah kinerja pasar dan kinerja keuangan yang dapat dan laba atas investasi dan laba bersih untuk kinerja keuangan. Dimensi lebih lanjut dalam pengukuran kinerja yang berdasarkan sumber data kinerja. Data primer yang dikumpulkan langsung dari perusahaan ke sekunder Data yang dikumpulkan dari sumber eksternal dan database. Dalam kepuasan pelanggan, jumlah keluhan, penjualan dan pangsa pasar untuk kinerja pasar. Singkatnya, kinerja organisasi adalah membangun multi dimensi mulai dari kinerja keuangan atau kinerja pasar di perusahaan sempit untuk kinerja organisasi di luasnya. Kinerja organisasi harus diukur secara subjektif bila memungkinkan untuk memeriksa pengaruh bahwa orientasi pelanggan dan layanan tambahan memiliki lebih dari itu (Tarabieh, Saaed M.Z A, 2015).

Contoh studi kasus peranan teknologi informasi dalam kinerja organisasi adalah yang terjadi pada Amazon. Awalnya hanya bermula dari menjual buku secara online, Amazon.com merambah penjualan beragam produk lainnya mulai dari CD musik, pakaian serta penggunaan teknologi berbasis layanan komputasi awan (cloud computing). Amazon juga dinilai berhasil dalam membentuk pangsa pasar e-book reader dan e-book dengan diluncurkannya Kindle, e-book reader yang laris.
Satu hal lagi Amazon selain fokus kepada produk juga fokus kepada layanan pelanggan. Situs Amazon.com yang “user friendly” dan kaya fitur (review produk, saran produk terkait) menjadi toko tempat belanja yang unik. Dengan costumer service Amazon yang handal dan pengiriman barang yang kilat menjadikan Amazon.com mampu “menjaring” banyak pelanggan loyal.

Amazon.com secara berkala melaksanakan “A/B experiments” yang merupakan pengujian atas halaman web dengan memberikan versi berbeda dari satu halaman pada satu waktu tertentu kepada pengunjung situs web. Amazon melakukan 200 sampai 300 eksperimen setiap harinya dan juga memonitor aktivitas yang dilakukan pengunjung/ pelanggan Amazon dapat memberikan kontribusi teknologi informasi terhadap perusahaan sehingga mempengaruhi kinerja perusahaan yang sangat baik dan juga dengan “teknologi one-click” dinilai mampu melakukan “quantum leap” mengenai cara bisnis retail modern. Penggabungan teknologi internet, layanan pelanggan dan sistem suplai juga dinilai yang sangat efisien (Wagenugraha, 2011).

Kita lihat sekarang sudah banyak perusahaan retail seperti yang menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu kebutuhan primer. Bisa dibilang semua perusahaan retail. Perusahaan yang menengah ke bawah pemanfaatannya memang tidak semaksimal perusahaan menengah ke atas karena keterbatasan biaya modal atau sumber daya. Tetapi walaupun mereka hanya menggunakan media sosial untuk memasarkan, itu juga termasuk bagian pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan pemanfaatan tersebut pelanggan tidak hanya dari wilayah sekitar tapi bisa seluruh negeri bahkan luar negeri. Berbeda dengan perusahaan yang masih memasarkan lewat media cetak atau pun sekedar dari mulut ke mulut. Pendapatan yang dihasilkan tidak sebanding dengan usaha mereka memasarkan dengan cara konvensional di era teknologi informasi seperti saat ini.


DAFTAR PUSTAKA

Adietya, Kaisar. Analisis Pengaruh Teknologi Informasi dan Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi. Diambil dari: http://eprints.undip.ac.id/49162/1/JURNAL_TESIS-Kaisar.pdf (Diakses pada 09 September 2017).

Laudon, K… Dan Laudon, J… 2000. Management Information Systems: Organization And Technology in the Network Enterprise Sixth Edition. Amerika: Prentice Hall.

Purwanto, Eko, dkk. 2011. Kinerja Perusahaan Terkait dengan Teknologi Informasi, Lingkungan dan Kompetensi. Diambil dari: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=254082&val=6848&title=Kinerja%20Perusahaan%20Terkait%20dengan%20Teknologi%20Informasi,%20Lingkungan%20dan%20Kompetensi (Diakses pada 09 September 2017).

Setiawati, Ira. 2007. Peran Teknologi Informasi dalam Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Sebagai Sarana Peningkatan Kinerja Perusahaan. Diambil dari: stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-2-no-1-47-55.pdf (Diakses pada 09 September 2017).

1 Like

Teknologi informasi pada dasarnya adalah merupakan sinergi dari suatu sistempengolahan data dan sistem telekomunikasi secara elektronik atau sering juga disebut sebagai perpaduan antara komputer dan komunikasi. Kemampuan dari teknologi ini telah merubah suatu organisasi yang desainnya tidak lagi ditentukan atau dibatasi oleh batas-batas horizontal, vertikal atau batas dari luar yang diterapkan oleh struktur yang ditentukan sebelumnya, yang selanjutnya oleh Jack Welch dibentuk organisasi yang demikian dikenal dengan istilah organisasi tanpa batas (Robbins & Coulter, 1999).

Menurut Chaizi Nasucha dalam Sinambela (2012:186) kinerja organisasi didefinisikan sebagai efektifitas organisasi secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan yng ditetapkan dari setiap kelompok yang berkenaan melalui usahausaha yang sistematik dan meningkatkan kemampuan organisasi secara terusmenerus untuk mencapai kebutuhannya secara efektif.

Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis Teknologi Informasi senantiasa diselaraskan dengan Rencana Perusahaan, agar setiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :

  • Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.

  • Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.

  • Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Perusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.

Penerapan teknologi informasi dengan tujuan untuk memenangkan persaingan bisnis pada organisasi organisasi, perlu mempertimbangkan kompetensi bisnis dalam ketersediaan profesional teknologi yang memiliki pengetahuan bisnis dan teknologi. Kompetensi ini mencerminkan pengetahuan tentang bisnis dalam setiap dimensi dan menggambarkan kemampuan para profesional dalam pengambilan keputusan yang memberikan solusi.

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Carmona dan Gronlund (2003) bahwa faktor-faktor yang diduga akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi adalah
(1) kepemimpinan,
(2) pemanfaatan teknologi informasi,
(3) implementasi struktur organisasi.

Keuntungan dan Kerugian Teknologi Informasi dalam peningkatan kinerja organisasi, seperti berikut :

Keuntungan :

  1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
  2. Semakin maraknya pengguna teknologi informasi , akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
  3. Informasi yang di butuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.

Kerugian :
Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi , pornoaksi, dan kekerasan semakin mudah.

Contoh Studi Kasus:

PENGARUH KETERLIBATAN MANAJEMENDAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA ORGANISASI MELALUI KNOWLEDGE TRANSFER

(Studi Pada Satuan Kerja Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia)
BPK mencanangkan penggunaanSistem Manajemen Kinerja (SIMAK) pada bulan Desember 2007. SIMAK merupakan aplikasi sistem manajemen kinerja berbasis Balanced Score Card (BSC) yang bekerja secara onlinepada tingkat satuan kerja (Eselon II) dan berfungsi untuk memonitor, mengevaluasi, dan mengukur pencapaian kinerja BPK secara keseluruhan (BPK-Wide) dan masing-masing satuan kerja dikaitkan dengan pencapaian tujuan strategis dalam Renstra dan Rencana Implementasi Renstra 2011-2015. Berdasarkan Laporan SIMAK BPK RI 2012, Indikator Kinerja Utama Satuan kerja di BPK RI hampir seluruhnya belum memenuhi target. Kinerja yang tidak tercapai terutama pada Sasaran Strategis 2 (SS.2) yaitu bidang pemeriksaan yang merupakan core bisnis pada satuan kerja

Penelitian mengenai hubungan langsung Knowledge Transfer terhadap kinerja organisasimasih belum banyak ditemukan. Sebagian besar penelitian dilakukan untuk mencari pengaruh Knowledge Transfer terhadap kinerja antar perusahaan bukan di dalam perusahaan. Misalnya, penelitian Gupta dan Govinda rajan (2000) mengenai hubungan Knowledge Transfer dan kinerja antara anak perusahaan dengan perusahaan induknya, Bresman et al (1999) menggunakan kedua data kuesioner dan data studi kasus untuk studi proses Knowledge Transfer dalam akusisi internasional (yaitu, transfer dari yang diakusisi untuk pengakusisi dan dari pengakusisi untuk yang diakusisi). Hakanson dan Nobel (2000) meneliti transfer teknologi timbal balik dari R & D asing ke perusahaan lokal. Para peneliti yang mengkaji hubunganantara TI dan kinerja organisasi menemukan beberapa hasil yang beragam (Edward, 2007). Misalnya Lai, Ngai, and Cheng (2005) yang melakukan penelitian pada 1.500 perusahaan dalam industri logistik di Hong Kong menyatakan bahwa Teknologi Informasi memberikan berbagai keuntungan meliputi waktu respon yang cepat, meningkatkan pelayanan konsumen, meningkatkan persaingan, mengurangi kesalahan, meningkatkan kendali data, mengurangi kertas kerja, mengurangi tenaga manusia, dan lebih menginformasikan keputusan. Sama halnya dengan Morikawa (2004) yang melakukan survey kepada 1.800 perusahaan di Jepang dan menemukan hubungan positif antara TI dan profitabilitas perusahaan. Chowdhury (2003) menganalisis hubungan antara TI dan kinerja perusahaan di negara Asia dan Pasific Basin menggunakan analisis berdasarkan profitabilitas dan menemukan bukti yang kuat untuk mendukung kontribusi positif terhadap investasi TI. Meskipun hasil penelitian yang disebutkan sebelumnya mencoba menyimpulkan bahwa penggunaan TI dapat meningkatkan kinerja keseluruhan perusahaan, penelitian lain menunjukkan hubungan negatif antara TI dan kinerja organisasi. Misalkan, Peslak (2003) menemukan hubungan negatif antara TI dan produktivitas tingkat perusahaan. Devaraj and Kohli (2000) meneliti 8 RS selama 3 tahun dan menemukan bahwa TI tidak menghasilkan profitabilitas organisasi kecuali di area tertentu.

Sumber :
Robbins, Stephen P., and Mary Coulter., “Management”, (Terjemahan), Sixth Edition.
Prentice-Hall., Inc., 1999.
Christhoper. Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Organisasi Di Dalam StrukturOrganisasi Perusahaan. Diambil dari : https://christhoper.wordpress.com/ (Diakses pada 13 April 2011)

Candra Ningsih. Pengaruh Keterlibatan Manajemen Dan Teknologi Informasi Terhadap
Kinerja Organisasi Melalui Knowledge Transfer (Studi Pada Satuan Kerja Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Diambil dari : https://ejournal.undip.ac.id//

Purwanto, Eko, dkk. 2011. Kinerja Perusahaan Terkait dengan Teknologi Informasi, Lingkungan dan Kompetensi. Diambil dari: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=254082&val=6848&title=Kinerja%20Perusahaan%20Terkait%20dengan%20Teknologi%20Informasi,%20Lingkungan%20dan%20Kompetensi2