Bagaimana peran teknologi dalam pembaruan dunia musik?

Bagaimana peran teknologi dalam pembaruan dunia musik?

Bagaimana peran teknologi dalam pembaruan dunia musik?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Litbang Kompas diketahui bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah gaya hidup generasi muda, termasuk cara dan kebiasaannya dalam menikmati musik. Kondisi tersebut tergambar dari hasil jajak pendapat Harian Kompas yang diselenggarakan pada Agustus 2015. Sedikitnya ada satu persen dari 734 responden yang berhasil terjaring dalam jajak pendapat ini yang mengaku masih mendengarkan musik melalui perangkat pemutar kaset atau CD. Mayoritas responden kelompok muda lebih terbiasa menikmati musik melalui internet, baik dengan cara mengunduh maupun mendengarkan langsung secara streaming. Tidak kurang dari 62% dari 734 responden mengaku biasa mengunduh lagu dalam format digital di internet dan sekitar 15% lainnya mengakses melalui streaming musik pada situs YouTube.

Dalam penelitian Putry et al. (2018) Peran teknologi dalam pembaruan musikal ditelaah melalui dua lagu. Lagu pertama ialah Akad dari Payung Teduh yang diproduksikan oleh Payung Teduh & Seraya Creative Studio. Video musik lagu Akad dipublikasikan melalui YouTube pada 4 September 2017 dengan jumlah penonton sebanyak 72.459.016. Lagu Akad merupakan bagian dari album Ruang Tunggu yang dipublikasikan dalam bentuk musik digital melalui Spotify, iTunes, JOOX, Deezer, dan Amazon. Payung Teduh mendirikan label rekaman sendiri dengan menaungi seluruh proses industri, mulai dari penciptaan hingga pemasarannya secara mandiri. Sementara itu, pengcoveran lagu Akad oleh Mas Paijo dipublikasikan melalui situs YouTube pada 7 September 2017 dengan jumlah penonton sebanyak 3.312.389. Mas Paijo adalah seorang cover creator yang mengawali karirnya pada situs YouTube sejak 21 Juli 2017 dengan total video yang ia unggah sebanyak lima belas video dan telah ditonton secara keseluruhan sebanyak 5.457.084 kali sejak ia mengawali karirnya.

Pembahasan selanjutnya ialah lagu Pamit dari Tulus yang diproduksikan oleh
TulusCompany; sebuah label rekaman indie yang didirikan oleh Tulus beserta kakaknya, Riri Muktamar pada tahun 2010 (https://www.situstulus.com/biografi/ diakses pada 6 Mei 2018). Lagu Pamit dipublikasikan melalui YouTube pada 27 Februari 2016 dengan jumlah penonton sebanyak 33.206.807 (https://www.youtube.com/watch?v=G2-ZC9NpDBg diakses pada 5 Mei 2018). Lagu ini merupakan bagian dari album Monokrom yang dijual dalam bentuk digital, yaitu pada JOOX, iTunes, Spotify, dan Deezer sejak 26 Februari 2016. Kemajuan teknologi dimanfaatkan oleh TulusCompany dalam menghasilkan karya musik, salah satu contoh pada proses perekaman lagu Pamit. Menurut berita dari website resmi Tulus, diketahui bahwa proses perekaman lagu Pamit beserta penggarapan video musiknya dilakukan di dua lokasi: Bandung-Indonesia dan Praha-Republik Ceko.

Perubahan identitas dalam segi teknologi ini direlasikan dengan unsur kenamaan
yang dimiliki Payung Teduh dan Tulus dengan pemasaran karyanya pada ruang yang luas kemudian mengalami perbanyakan melalui versi cover dengan ruang pemasaran jauh lebih sempit tetapi masih mendapatkan apresiasi publik. Lagu Akad dengan jumlah penonton sebanyak 72.459.016 pada versi orisinal dan 3.312.389 pada versi cover serta lagu Pamit dengan jumlah penonton sebanyak 33.206.807 pada versi orisinal dan 98.257 pada versi cover. Hal ini menandai bahwa kedua lagu tersebut dikenal luas serta memiliki banyak penggemar, pun demikian dengan versi covernya meski tidak ditonton dalam jumlah yang sama besar.

Referensi

Putry, Dessyratna et al… 2018. Perubahan Identitas Musik Pop pada Versi Cover di Indonesia. Jurnal Invensi. Vol. 3 (2) : 1-15.