Bagaimana Peran “Risk Leadership” dalam Penerapan Manajemen Risiko di Organisasi ?

Risk Leadership merupakan hal yang sangat krusial dalam penerapan manajemen risiko dalam sebuah organisasi. Hal ini dikarenakan Risk Leadership memiliki peran penting dalam menjaga ekspektasi yang baik mengenai manajemen risiko dari Dewan Komisioner dan Dewan Direktur.

Jelaskan bagaimana Peran “Risk Leadership” dalam penerapan Manajemen Risiko di organisasi ?

Risk Leadership yang handal dibutuhkan dalam penerapan Manajemen Risiko di organisasi karena peran penting nya berikut ini ;

  • Dapat mempercepat proses pembentukan Manajemen Risiko di suatu organisasi, sehingga akan lebih terkontrol dan terarah

  • Merupakan salah satu faktor utama suksesnya penerapan Enterprise Risk Management (ERM), hal ini penting mengingat ERP diterapkan dalam setting strategi, dan mencakup organisasi secara keseluruhan, didesain untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang mempengaruhi suatu organisasi, untuk memberikan jaminan yang cukup pantas berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi

  • Dapat memastikan profil risiko agar tidak melebihi/masih di dalam selera risiko (risk appetite) organisasi, sehingga memberikan batas yang jelas tentang jumlah risiko suatu organisasi yang dapat diterima, sehingga mampu memberikan arahan yang jelas kepada manajemen selaku pelaksana.

  • Menjaga efektivitas dan efisiensi proses Manajemen Risiko, ini sangat penting karena risiko – risiko baik yang dalam kendali organisasi (internal) maupun diluar kendali organisasi (eksternal) dapat diidentifikasi dengan baik.

  • Dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya penerapan Manajemen Risiko

  • Secara proaktif meyakinkan baik pihak manajemen maupun operasional dalam menunjukkan bagaimana Manajemen Risiko bukan hanya sekedar melakukan assessment dan pelaporan, namun juga memberikan value pada perusahaan

  • Mampu membawa informasi yang tepat dalam waktu yang tepat untuk sebuah entitas yang tepat. Kemudian, informasi tersebut harus memberikan pengambil keputusan atau pemilik risiko untuk memiliki pilihan tentang keputusan apa yang harus diambil dalam waktu tertentu

  • Menjaga semangat tim Manajemen Risiko untuk melakukan live research dalam teknik, governance, dan proses Manajemen Risiko; dan

  • Mendorong terbangunnya budaya risiko dalam perusahaan.

Referensi :
www.crmsindonesia.org
www.multiglobalunity.com
www.tatakelola.co

PENERAPAN “RISK LEADER” DALAM ORGANISASI

I used to think that running an organization was equivalent to conducting a symphony orchestra. But I don’t think that’s quite it; It’s more like jazz. There is more improvisation. -Warrem Bennis

Melalui organisasi, kita berlatih dan dituntut untuk mampu mengolah diri dengan benar, baik secara naluriah maupun fitrah, sehingga kahir menjadu pribadi yang memiliki integritas. Sehingga dengan berorganisasi, kita akan terasah dan terlatih untuk hidup berjamaah atau bekerja sama dengan orang lain. Nah, dalam kebersamaan dalam organisasi itulah, akan terbentuk ecara alami manusia yang sempurna dalam arti psikologi. Yakni, manusia yang mampu dan tahu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan dia harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama.

Namun, berhasil atau tidaknya sebuah organisasi juga snagta ditentukan oleh berbagai komponen dalam sebuah organisasi. Salah satu komponen penting dan menentukan keberhasilan tersebut adalah pemimpin. Para pemimpin yang baik itu dibentuk tidak dilahirkan, Jadi, jika ingin dan mau, kita dapat menjadi seorang pemimpin yang efektif.

Terdapat satu masalah yang sering muncul berhubungan dengan Risk Leadership. Dalam impelemntasi ERM, terkadang ada suatu perbedaan pendapat di antara para pimpinan suatu organisasi yang mendukung penerapan ERM dengan yang tidak mendukung penerapan ERM. Perbedaan pendapat ini dapat terjadi antara pimpinan di tingkat grup, fungsi dan divisi. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya koordinasi yang kurang baik dalam implementasi ERM.

Oleh karena itu, dalam diskusi juga diangkat pembahasan mengenai beberapa kompetensi yang perlu dimiliki oleh para Risk Leader untuk mencapai efektivitas penerapan ERM di organisasi diantaranya yaitu :

  • Seorang Risk Leader harus banyak berkonsultasi dengan berbagai pihak yang memiliki perbedaan perspektif, latar belakang, dan pengetahuan untuk memprediksi, menilai dan mengelola risiko.
  • Seorang Risk Leader haruslah orang yang memiliki karakter yang baik, yang memiliki integritas, keberanian, dan kebijaksanaan, serta sadar akan keterbatasan dirinya.

Leadership adalah kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain - John C Maxwell (The 360 Degree Leader)

SUMBER :

Peran Risk Leadership pada Sebuah Organisasi

Di hampir semua industri, organisasi menghadapi tantangan yang sulit dalam merespons perubahan yang cepat, dan risiko yang meluas secara global. Dalam usaha untuk mengurangi atau mengelola risiko ini, manajer risiko eksekutif berusaha untuk mengembangkan program manajemen risiko yang efisien yang berakar pada semua aspek budaya perusahaan. Risk Leadership menjadi faktor penentu sukses atau tidaknya penerapan Enterprise Risk Management (ERM). Risk Leadership dianggap hal yang sangat krusial dalam penerapan manajemen risiko. Hal ini dikarenakan Risk Leadership memiliki peran penting dalam menjaga ekspektasi yang baik mengenai manajemen risiko dari Dewan Komisioner dan Dewan Direktur.

Pada umumnya dalam organisasi telah mempekerjakan individu berpangkat tinggi untuk memberikan koordinasi keseluruhan dari semua aspek manajemen risiko dalam sebuah organisasi. Semua manajer adalah manajer risiko dan memiliki kemungkinan mengemban risiko di dalam wilayah tanggung jawab mereka sendiri, namun sebagian karena penyebaran tanggung jawab ini, telah muncul suatu fungsi “Risk Leader” spesifik di banyak organisasi untuk mengkoordinasikan, menginspirasi, dan memimpin dengan baik dalam merespons risiko.

Risk Leadership yang baik menyambut berbagai pendapat dan sudut pandang yang berbeda. Karena ini, mereka menyadari potensi risikonya dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi dan lebih bijak. Mereka memiliki integritas, keberanian dan kebijaksanaan. Mereka berhati-hati dan sadar akan keterbatasan mereka. Dengan demikian, mereka sensitif terhadap risiko merugikan pemegang saham mereka melalui investasi yang kurang sehat. Mereka memastikan bahwa setiap keputusan yang mereka buat atau tindakan yang diambil oleh perusahaan mereka pada akhirnya akan baik bagi perusahaan mereka, pemegang saham dan pelanggan mereka.

Kebijakan dan prosedur untuk memprediksi, mengevaluasi dan mengelola risiko adalah penting. Tetapi jika para pemimpin tidak mengajukan pertanyaan yang tepat, jika mereka tidak mencari keragaman pendapat dan perspektif, dan jika mereka tidak bertindak dengan integritas, peraturan ini sama saja tidak berarti. Dan bila itu terjadi, kesalahan konsekuensi ada pada kepemimpinannya.

Untuk mendapatkan nilai terbaik dari program manajemen risiko perusahaan, manajer risiko harus memastikan posisinya dipahami dan diintegrasikan ke seluruh perusahaan. Upaya mereka akan sangat dihargai oleh para pengambil keputusan eksekutif, ketika teknik risiko dapat diterjemahkan ke dalam bahasa keuangan yang sama. Dengan membangun dialog risiko ini ke dalam budaya perusahaan, mendidik manajemen tentang masalah risiko dan kontribusi departemen manajemen risiko, dan menerima tugas yang sulit namun memberikan nilai tambah, manajer risiko dapat membuktikan pentingnya jabatan tersebut. Pada akhirnya, manajer risiko harus mengembangkan strategi untuk mendapatkan tempat duduk di meja eksekutif, sehingga memasukkan mereka ke dalam diskusi strategis terkait risiko.

“Anda tidak bisa mengendalikan orang melalui kebijakan, prosedur dan peraturan. Anda hanya bisa melakukannya melalui budaya manajemen risiko yang kuat dan integritas mutlak di semua pemimpin.”

Referensi :

Progress always involves risk; you can’t steal second base and keep your foot on first - Frederick Wilcox

Risiko merupakan halangan untuk mencapai tujuan. Risiko di dalam organisasi perlu dicegah untuk membuat suatu perubahan, dan kemajuan bagi suatu keberlangsungan organisasi. Peran pemimpin di dalam organisasi diperlukan untuk mencegah dan menanggulangi sebuah risiko. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan “Risk Leadership” untuk mengambil dan menghadapi risiko. Kemampuan yang harus dilakukan oleh pemimpin untuk meningkatkan kemampuan “Risk Leadership”, di antaranya :

  • Kemampuan menghadapi “zona nyaman” (comfort zone)
    Berlindung di dalam zona nyaman adalah sebuah kesalahan di dalam organisasi. Perilaku berlindung terhadap zona nyaman menyebabkan organisasi tersebut terlambat dalam mengambil keputusan kritis, sehingga organisasi tersebut akan terjebak dalam berbagai permasalahan. Oleh karena itu, peran pemimpin dibutuhkan untuk mengambil risiko demi kemajuan organisasi dalam menangkap peluang-peluang baru.

  • Kemampuan mengambil “tantangan” (challenges)
    Seorang pemimpin harus berani mengambil berbagai tantangan dengan perhitungan yang matang untuk mendapatkan berbagai manfaat bagi organisasi.

  • Kemampuan membuat “inovasi” (innovation)
    Kreativitas dan inovasi diperlukan dalam mewujudkan tujuan organisasi dengan mengatasi berbagai risiko yang ada. Inovasi diperlukan untuk mencari cara baru untuk mewujudkan tujuan yang ingin diraih organisasi.

  • Kepercayaan diri (confidence)
    Kepercayaan diri bagi pemimpin diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan sulit dalam menanggulangi resiko-resiko yang timbul.

Seorang pemimpin terkadang memiliki beberapa hambatan dalam penerapan Risk Leadership di dalam organisasi. Penerapan Risk Leadership dalam mencegah dan menanggulangi seluruh risiko di dalam organisasi perlu diimbangi dengan menyelaraskan visi, misi dan tujuan organisasi. Oleh karena itu, apabila pencegahan dan penanggulangan risiko menyelaraskan dengan visi, misi, dan tujuan organisasi, maka beberapa hambatan dalam penerapannya dapat diminimalisir.

Referensi


mantap bray

Secara umum, Manajemen Risiko telah memungkinkan organisas iuntuk mengambil keputusan yang lebih baik di berbagai tingkat, dari tataran penetapan strategi keseluruhan oraganisas, hingga ke pengambilan keputusan yang bersifat operasional.

Dengan informasi risiko yang tepat dan akurat, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih baik, sehingga dapat secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan performa bisnis secara keseluruhan.

Dengan kemampuan mengantisipasi berbagai risiko, sebuah organisasi menjadi lebih lincah baik dalam meminimalisasi efek negatif maupun meraih kesempatan yang muncul. Hal ini menjadikan Manajemen Risiko sebuah kemampuan strategis yang akan sangat dibutuhkan oleh berbagai oraganisasi.

Disinilah peranan pemimpin didalam sebuah organisasi dalam mengelola risiko didalam sebuah organisasi, seorang pemimpin hendaknya memiliki kemampuan risk leadership yang matang sehingga risiko yang mungkin terjadi dapat diatasi.

Peranan risk leadership adalah sebagai berikut:

  • Melakukan perubahan pada organisasi sebagai reaksi atas potensi ancaman yang ditimbulkan oleh faktor eksternal ataupun internal organisasi.

  • Dapat mengambil keputusan dengan perhitungan yang tepat sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan organisasi.

  • Kemampuan pemimpin disetiap bidangnya untuk memberikan penilaian terhadap risiko – risiko yang telah diidentifikasi. Tujuannya adalah agar setiap risiko berada pada prioritas yang tepat.

  • Risk Avoidance, Mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan yang dapat menyebabkan risiko terjadi

  • Risk Reduction, Mengambil tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak atau keduanya, biasanya melalui pengandalian di bagian internal perusahaan/organisasi

  • Risk Acceptence, Tidak mengambil tindakan apapun untuk menganggulangi risiko, melainkan menerima risiko tersebut terjadi

Referensi :

https://sis.binus.ac.id/2017/12/18/langkah-langkah-dalam-proses-manajemen-risiko/
http://www2.crmsindonesia.org/sites/default/files/Survey_Manajemen_Risiko_2016%20CRMS_%20Indonesia.pdf
http://www.xerofi.co.id/risk-leadership.html

Sebuah organisasi pasti akan selalu berhadapan dengan risiko selama mereka tetap beroprasi. Pertanyaan mengenai resiko seperti :

  • Risiko apa yang dihadapi?
  • Apa yang harus dilakukan?
  • Apa dampak dari sikap yang diambil kepada organisasi?

Akan muncul secara terus menerus dan tidak akan pernah usai.

Risk Leadership dibutuhkan oleh organisasi untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang ada diatas dimana melalui risk leadership akan muncul aksi yang telah dipikirkan dengan mempertimbangkan manfaat dan resiko dari aksi yang diterapkan. Seorang leader harus memiliki keberanian untuk memilih risiko tepat disaat yang tepat serta kemampuan untuk menjaga keutuhan dari tim. Keputusan yang diambil seorang leader bukan berarti keputusan yang populer dikalangan organisasi bisa jadi keputusan yang diambil walaupun memiliki tujuan yang baik kepada organisasi bisa saja membuat anggota tim tidak nyaman. Jika memang keputusan yang diambil salah leader harus mempunyai kemampuan untuk membuang ego yang ia miliki dan mengakui kesalahan yang telah ia buat. Leader tidak akan takut dalam menghadapi masalah yang ada namun bukan berarti ia tidak memikirkan dampak konsekuensi dari masalah yang ada. Leader yang menyambut tantangan dan dapat belajar dari pengalaman yang telah ia alami akan mampu menghadirkan solusi bagi organisasi dalam menghadapi risiko yang ada.

referensi :


https://erm.ncsu.edu/library/article/risk-manager-strategic-leadership
https://www.stthomas.edu/risk_leadership/knowledgebuilding/whatisriskleadershiparticle/
https://iveybusinessjournal.com/publication/the-role-of-leadership-in-managing-risk/