Bagaimana peran pemanfaatan teknologi dalam usaha pelestarian makhluk hidup?

Di era globalisasi, penggunaan teknologi semakin canggih, segala bentuk kegiatan pasti dihubungkan dengan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) termasuk pengelolaan lingkungan hidup. Bagaimana peran pemanfaatan teknologi dalam usaha pelestarian makhluk hidup?
IPTEK

  1. Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Disamping itu juga sangat mungkin menyatukan saluran pembuangan di kamar mandi atau WC ke dalam sistem Biogas. Di daerah yang banyak industri pemrosesan makanan antara lain tahu, tempe, ikan pindang atau brem bisa menyatukan saluran limbahnya kedalam sistem biogas, sehingga limbah industri tersebut tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

  2. Biopori atau yang biasa disebut dengan teknologi lubang resapan biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Selain itu kelebihan dari biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan, karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan mengandung mineral mineral yang diperlukan oleh kehidupan.

Ringkasan

https://kitarespect.wordpress.com/iptek/pemanfaatan-teknologi-dibidang-lingkungan/