Bagaimana peran "Human Resource Management" di dalam manajemen risiko di suatu organisasi / perusahaan ?

organisasi

Kita semua tau bahwa dalam melakukan manajemen risiko diperlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan, lalu bagaiman peran “human resource” itu sendiri dalam melakukan manajemen risiko di suatu perusahaan?

Setiap organisasi atau perusahaan selalu melakukan yang terbaik untuk mendapatkan omset sebanyak mungkin. Human Resource Management (HRM) berperan sangat pentingnya dalam menguntungkan organisasi atau perusahaan. Jika tidak diterapkan dengan baik, maka berbagai risiko manajemen sumber daya manusia mungkin akan terjadi di organisasi atau perusahaan.

Berikut hal yang terjadi jika Human Resource Management dalam manajemen risiko di suatu organisasi atau perusahaan kurang baik:

  • Efektivitas dan Efisiensi Menurun Drastis
    Jika struktur organisasi saja sudah tidak jelas dan karyawan tidak dipekerjakan sesuai keahliannya, maka efektivitas dan efisiensi perusahaan akan menurun drastic. HRM lah yang berperan dalam mengenali kompetensi setiap karyawan di perusahaan. Jika dirasa ada kesalahan peletakan posisi, HRM pula yang akan melakukan pengaturan atau penempatan ulang. Tujuannya tentu saja agar semua SDM di perusahaan dapat bekerja pada jabatan atau pekerjaan sesuai kemampuan demi memberi kontribusi maksimal bagi perusahan.

  • Tidak Ada Struktur Organisasi yang Jelas
    Salah satu tugas paling dasar yang umumya dilakukan oleh tim HRM adalah merancang struktur organisasi beserta tugas masing-masing pihak. Hal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan karena tim HRM harus melakukannya berdasarkan keterampilan dan kompetensi masing-masing karyawan. Dengan begitu, mereka bisa menempatkan karyawan di divisi yang tepat.

  • Pengeluaran Perusahaan Membengkak
    Sebuah perusahaan pasti memiliki alasan tertentu untuk merekrut karyawan baru. Namun, sebelum itu, tim HRM pasti akan terlebih dulu melakukan perombakan di dalam SDM sesuai peraturan yang berlaku, misalnya melaksanakan promosi, pemindahan jabatan, pensiun, hingga memberhentikan karyawan lama. Dengan melakukan perombakan, biaya-biaya yang berhubungan dengan pengadaan karyawan pun dapat ditekan. Jika perombakan tersebut dilakukan dengan tepat, bukan tidak mungkin perusahaan tidak akan membutuhkan karyawan baru.

  • Kesejahteraan Karyawan Akan Terganggu
    Umumnya, tim HRM juga bertanggung jawab mengelola pemberian gaji dan bonus untuk karyawan. Tim HRM jugalah yang akan dituju apabila karyawan memiliki pertanyaan seputar gaji dan bonus. Misalnya, seorang karyawan sakit dan tidak paham bagaimana asuransi kesehatan dari perusahaan bisa digunakan. Maka kemungkinan besar ia akan bertanya ke tim HRM. Ketika ada karyawan yang tidak mendapat gaji dengan jumlah sesuai, ia juga pasti akan bertanya ke tim HRM. Apabila tidak ada HRM yang baik dan karyawan merasa diabaikan, hal tersebut bisa menimbulkan efek negatif pada kesejahteraan karyawan sehingga kinerjanya pun menurun.

  • Sistem Pengelolaan Masalah yang Kacau
    Merekrut karyawan baru berarti harus siap dengan segenap risiko yang mengikutinya, mulai dari perbedaan pendapat hingga kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. Tim HRM lah yang bertanggung jawab menangani hal-hal tersebut. Cara penanganan HRM dapat berpengaruh pada kondisi finansial, yang masih berhubungan dengan dampak pada poin nomor tiga. Misalnya, seorang karyawan melayangkan komplain tentang isu keselamatan karena ia baru saja mengalami kecelakaan kerja.

Referensi: publication.petra.ac.id/index.php/akuntansi-bisnis/article/download/4183/3834

Sumber daya manusia memiliki dua peran dalam manajemen risiko. Pertama, orang adalah sumber risiko, misal Kekurangan karyawan, orang yang melakukan pekerjaan yang ceroboh, karyawan yang menolak mengambil tanggung jawab tambahan. Kedua, orang penting dalam menangani risiko, misalnya orang yang menggunakan kecerdikan mereka untuk memecahkan masalah tak terduga, karyawan yang rela bekerja ekstra untuk kebaikan organisasi, seorang karyawan utama yang mendesain ulang pekerjaannya sendiri untuk menghindari penundaan yang tidak perlu dalam menyelesaikan pekerjaan, atau Karyawan membujuk seorang teman berbakat untuk melamar posisi dalam bisnis.

Sumber daya manusia mencakup lebih dari sekadar pegawai tetap. Mereka mencakup semua staf manajemen dan tenaga kerja, anggota keluarga dan bukan keluarga, orang purna waktu dan paruh waktu, dan karyawan musiman dan sepanjang tahun.
Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam bisnis usaha dari semua ukuran. Orientasi dan materi pelatihan sebanyak satu orang untuk 20 orang karyawan. Bisnis dengan hanya dua orang bisa mengalami konflik serius yang membahayakan kelangsungan dan kesuksesan bisnis.

Pakar risiko secara tradisional berfokus terutama pada penyebab risiko yang penting seperti cuaca, penyakit dan bencana alam, dan cara untuk mengatasi risiko tersebut. Manajemen risiko hanya sedikit memperhatikan sumber daya manusia dan bencana sumber daya manusia seperti perceraian, penyakit kronis, kematian akibat kecelakaan, atau dampak hubungan interpersonal terhadap bisnis dan keluarga. Termasuk sumber daya manusia dalam manajemen risiko mencerminkan fakta bahwa orang-orang fundamental untuk mencapai tujuan usaha. Sumber daya manusia mempengaruhi sebagian besar keputusan produksi, keuangan, dan pemasaran. Orang dapat membantu atau menghalangi apa yang telah direncanakan oleh manajer.

Antarmuka Manajemen Sumber Daya Manusia / Manajemen Risiko

Seperti risiko, sumber daya manusia meluas dalam bisnis. Manajemen sumber daya manusia paling efektif bila terintegrasi dengan pengambilan keputusan di seluruh bisnis. Hal ini menyebabkan pengakuan bahwa setiap keputusan produksi, keuangan, dan pemasaran memiliki komponen atau pengaruh manusia. Pilihan mana yang dibuat, bagaimana keputusannya dilakukan, tindak lanjut dan pemantauan tergantung pada orang. Mengisolasi tim manajemen dan masalah karyawan dari manajemen produksi, keuangan, dan pemasaran membuat orang frustrasi dan menimbulkan risiko yang tidak perlu dalam perusahaan bisnis.
Untuk memahami sepenuhnya bagaimana manajemen sumber daya manusia dan manajemen risiko saling terkait, seseorang harus memahami manajemen sumber daya manusia. Ini adalah kepegawaian, pelatihan, pengembangan, motivasi, dan pemeliharaan karyawan untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif juga membantu karyawan mencapai tujuan karir mereka.

Manajemen sumber daya manusia adalah proses yang dapat dipecah menjadi beberapa aktivitas spesifik: analisis pekerjaan, penulisan uraian tugas, perekrutan, orientasi, pelatihan, interaksi pengusaha / karyawan, penilaian kinerja, kompensasi, dan disiplin. Pengertian kegiatan ini membantu menjelaskan hubungan antara sumber daya manusia dan risiko. Kegagalan untuk berhasil melaksanakan kegiatan ini meningkatkan risiko dan menghukum bisnis dengan tidak memanfaatkan apa yang dapat dikontribusikan rakyatnya.

Kegiatan pertama adalah job analysis dan writing job description. Analisis pekerjaan adalah menentukan tugas dan keterampilan persyaratan pekerjaan dan jenis orang untuk mengisinya. Penekanannya adalah pada apa yang dibutuhkan usaha daripada pada siapa yang ingin dipromosikan atau siapa yang bisa dengan mudah dipekerjakan. Mempekerjakan adalah kegiatan pengelolaan sumber daya manusia berikutnya. Tujuan perekrutan adalah untuk setiap pekerjaan dengan seseorang yang dapat berhasil dalam posisi. Di pasar kerja yang sangat ketat saat ini, perekrutan merupakan salah satu kegiatan sumber daya manusia yang paling sulit. Posisi tersebut harus dijelaskan secara hati-hati dan kreatif kepada calon pelamar. Dari antara kumpulan pelamar, orang harus dipilih dengan hati-hati jika mereka dan atasannya memiliki hubungan yang sukses.

Kegiatan selanjutnya setelah perekrutan adalah orientasi dan pelatihan. Orientasi mensosialisasikan orang baru terhadap bisnis. Ini mengenalkan mereka pada misi bisnis, sejarah, dan budayanya. Ini memberi mereka informasi penting untuk memulai dengan baik. Pelatihan dan pengalaman memberi pengetahuan kepada karyawan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan agar berhasil dalam posisi.

Kesimpulan

Manusia dan risiko sama pentingnya dengan usaha, seperti cuaca, harga. dan teknologi. Sumber daya manusia harus berhati-hati jika manajer memiliki pemahaman penuh tentang sumber risiko mereka dan alternatifnya untuk menangani risiko.

Paradigma manajer, pemahaman tentang manajemen sumber daya manusia, dan keterampilan sumber daya manusia menentukan keberhasilan yang akan mereka dapatkan dengan orang-orang. Seperti manajemen risiko lainnya, menyalahkan orang lain karena kekurangan manajemen tidak memecahkan masalah dan juga tidak terbebas dari masalah.

Kabar baiknya adalah para manajer dapat menjadikan manajemen sumber daya manusia sebagai salah satu kekuatan mereka. Hasilnya akan lebih baik manajemen risiko, manajemen lebih efektif, dan kepuasan yang lebih besar

Referensi:

Risiko Human Resource Management didefinisikan sebagai kemampuan pegawai untuk menjalankan sasaran perusahaan. Untuk memahami dan mengelola dengan baik perlu mengidentifikasi, menghubungkan, dan mengukur variabel kunci dari risiko terhadap pengendalain bisnis untuk memberi informasi kepada manajemen sebagai pedoman dalam mengambil tindakan. Maka kompetensi yang perlu dimiliki oleh eksekutif Human Resouce Management adalah mengidentifikasi dan mengelola Human Resource.

Manajemen risiko perusahaan terbagi menjadi 2 kategori yaitu risiko bisnis dan risiko finansial. Risiko finansial adalah yang berkaitan dengan cara perusahaan untuk mendanai aktifitasnya dalam berusaha. Sedangkan risiko bisnis mencakup seluruh elemen perusahaan yang di luar dari risiko finansial, yakni mengenai upaya menjalankan bisnis. Risiko Human Resource Management merupakan sebuah bagian signifikan dari risiko bisnis. Dengan rata-rata pengeluaran untuk Human Resource mencapai hampir 50% dari biaya operasional dan hal yang terkait pegawai menempati daftar paling atas dalam potensi ancaman bagi suksenya strategi perusahaan, maka risiko yang terkait sangatlah kritikal dan harus diselesaikan dengan seefektif mungkin. Jadi dalam Enterprise Risk Management, Human Resource management merupakan bagian yang amat sangat penting.

Ada 4 poin dari manajemen risiko di bidang Human Resource Management yang perlu ditanamkan dengan baik dalam sebuah perusahaan agar terwujudnya tujuan dan sasaran strategis perusahaan. Menurut standar yang ada yaitu ISO 31000, perusahaan harus menjamin bahwa mereka mampu mewujudkan sasaran perusahaan dalam hal sumberdaya dan pengetahuan. Maka perusahaan harus memiliki metodologi terstruktur dalam mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan risiko serta mengelolanya dengan baik.

Referensi
http://humancapitaljournal.com/manajemen-risiko-sdm/