Bagaimana penyebaran, proses terjadinya, dan deskripsi penyakit lalat cacing sekrup (Screw-worm fly)?

Penyakit ini disebabkan oleh Chrysomyia bezziana.

Deskripsi
Belatung ulat-ulat adalah parasit dari semua hewan domestik dan liar, burung dan manusia.

Lalat itu tidak ada di Australia. Namun demikian di Papua New Guinea dan Indonesia dan dianggap sebagai OPT eksotis paling serius yang mengancam industri peternakan Australia. Status ini disebabkan oleh kesulitan dalam pemberantasan yang membutuhkan penggunaan ekstensif pelepasan laki-laki steril, kisaran inang yang luas dan kerusakan pada produksi pangan Australia utara yang mungkin dari hama ini.

Ada dua jenis lalat sekrup-cacing. Cacing ulat dunia lama ( Chrysomyia bezziana ), endemik di negara-negara di utara Australia. Ditemukan di rawa-rawa pesisir Papua Nugini yang bersebelahan dengan Selat Torres dan di banyak wilayah Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Lalat cacing sekrup dunia baru ( Cochliomyia hominivorax ) ditemukan di daerah tropis benua Amerika. Telah diberantas dari negara-negara bagian selatan Amerika Serikat.

Proses terjadinya
Penyakit ini disebabkan ketika larva lalat (belatung) menggali ke dalam daging hidup dari inang dan memberi makan sampai matang dan mengantar tuan rumah ke kepompong di tanah. Lalat dewasa terbang bebas, lebih memilih lingkungan lembab yang hangat.

Lalat ulat betina tertarik pada setiap kotoran lembab pada hewan berdarah hangat seperti luka atau lubang tubuh alami. Lalat betina bertelur (biasanya antara 100 - 200) di tepi semua jenis luka seperti pusar hewan yang baru lahir, pengebirian atau luka yang menghanguskan, gigitan kutu, mata yang berjalan atau merek pengelupasan. Telur diletakkan di rakit di samping luka untuk memudahkan akses belatung saat menetas.

Larva menetas dalam waktu sekitar 12 jam dan menembus jaringan hidup di sekitar luka. Telur yang bertelur oleh lalat ulat-ulat lainnya didorong oleh keberadaan larva yang sudah ada di lukanya. Larva membuat liang berbau busuk berbau hingga 10-12 cm, ditandai dengan pencairan progresif, nekrosis dan perdarahan. Infeksi bakteri sekunder, toksemia dan kehilangan cairan berkontribusi pada kematian hewan.

Pengembangan larva selesai dalam 5-7 hari setelah mereka meninggalkan luka dan jatuh ke tanah. The larva pupate selama 2-60 hari tergantung pada suhu sebelum lalat muncul.

Kisaran suhu optimum untuk aktivitas terbang adalah 20-30ÂșC. Mereka tidak bertahan hidup pada suhu di bawah titik beku. Dalam suhu dan kelembaban yang optimal, siklus dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 hari.

Penyebaran
Lalat dapat bermigrasi saat orang dewasa terbang dari negara-negara ke utara atau ke kapal atau pesawat. Ada kemungkinan bagi belatung untuk berkembangbiak melalui luka yang ada pada hewan. Pengawasan yang ketat sangat penting.

Jarak rata-rata yang dapat dilalui perjalanan adalah 11km dan jarak terjauh adalah 100km dengan bantuan dari angin. Kelangsungan hidup lalat di tempat tujuan akan tergantung pada keberadaan hewan yang dapat mereka jumpai.

Ref: https://www.daf.qld.gov.au/business-priorities/animal-industries/animal-health-and-diseases/a-z-list/screw-worm-fly