Bagaimana penyebab dan gejala pada radang hati akut yang dialami kuda?

Sinonim radang hati akut antara lain Hepatitis equi acuta Serum disease, Theiler’s disease, Staggers, Secondary disease, Acute yellow atrophy, Postvaccinal hepatitis, Infectious hepatitis. Bagaimana penyebab dan gejalanya?

Penyebab
Beberapa kejadian dikaitkan dengan reaksi vaksinasi terhadap penyakit ensefalomielitis viral. Sebagian lagi dikaitkan dengan penggunaan serum kuda untuk anti serum seperti tetanus, radang limpa, pregnant mare serum, African horse sickness ataupun ensefalitis viral. Pada keadaan lain lagi radang hati akut tersebut terjadi tanpa adanya riwayat vaksinasi maupun penggunaan serum kuda sebelumnya. Ada pula dugaan bahwa penyakit hati ini disebabkan oleh suatu virus yang mirip dengan virus hepatitis B yang menyerang manusia. Dugaan lain pun diajukan yaitu adanya toksin yang terdapat di dalam pakan atau yang terdapat di dalam lingkungan kandang kuda penderita. Sampai saat ini percobaan untuk menularkan penyakit secara buatan belum pernah membuahkan hasil yang memuaskan (Panciera, 1969).

Gejala-gejala
Perubahan kelakuan yang bersifat syarafi merupakan gejala pertama yang diamati oleh pemilik kuda. Penyakit terjadi secara mendadak dengan penderita kehilangan nafsu makan, terlihat lesu, dan kemudian tiba-tiba dapat berubah menjadi beringas. Dalam hal demikian penderita berjalan kian kemari tanpa tujuan, menabrak benda-benda di depannya, hingga memberikan kesan kebutaan. Pada keadaan lain penderita mungkin menunjukkan gejala berputar-putar, menekankan kepalanya pada suatu obyek, pandangannya kabur dan berdiri gemetaran. Bila dipaksa berjalan, penderita menunjukkan gejala inkoordinasi.

Oleh adanya atoni saluran pencernaan, pasasi tinja juga mengalami hambatan. Kematian penderita, yang sebelumnya didahului oleh stadium koma hepatik, terjadi dalam waktu 12-48 gejala-gejala primer mulai tampak. Beberapa kuda memperlihatkan gejala yang lebih ringan, dan mungkin menunjukkan tanda-tanda kesembuhan setelah 4-5 hari. Namun demikian penderita tersebut tetap tampak dungu. Angka kematian penyakit pada kuda ini berkisar antara 25 sampai 89%.

Di samping gejala-gejala ensefalopati yang disebabkan karena meningkatnya kadar ammonia di dalam darah, gejala ikterus juga hampir selalu ditemukan. Hemoglobinuria akan ditandai dengan warna kemih yang coklat, atau bila ada hemolisis intravaskuler kemih berwarna merah gelap Pada kuda yang memiliki warna rambut putih akan memperlihatkan gejala fotodermatitis, yang sebelum nya didahului dengan gejala gatal atau pruritus. Rasa gatal tersebut kan dikurangi oleh penderita dengan jalan men bagian-bagian tubuh yang tidak berpigmen, termasuk mulutnya pada benda-benda keras dan kasar, hingga terjadi lecet-lecet (abrasi), yang lebih lanjut akan diikuti dengan kelayuhan jaringan kulit.

Referensi: Subronto. 1989. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.