Bagaimana pengendalian penyakit Echinococcosis?

kambing
anjing

(Rizky Aulia) #1

image

Gejala klinis penyakit pada hewan kurang spesifi k, hanya diare, sesak nafas dan lemah. Demam dan rasa nyeri otot pada manusia dapat berakibat fatal. Kelainan post mortem tidak banyak menunjukkan kerusakan jaringan, umumnya terdapat ascites bila hati terinfeksi, enteritis, kerusakan pada paru, serta kerusakan di tempat yang ada kistanya.


(Muhammad Anton) #2

PENGENDALIAN

1. Pengobatan

Bedah Penghapusan Kista hidatidosa

  1. efektif tetapi berisiko, tergantung pada lokasi, ukuran, dan fase kista

  2. perlu kemoterapi untuk mencegah recurrence b. Kemoterapi

Albendazole

  1. Dosis 10 mg/kg BB setiap hari atau 2x400mg selama 4 minggu, pengobatan diulangi (sampai 12 kali).

  2. Dosis tubuh sehari-hari berat 40mg/kg, 3xsehari, selama 3-6 bulan

PAIR Pengobatan

  1. Tusuk, aspirasi, injeksi, respirasi

  2. Menyuntikkan zat protoscolicidal menjadi kista

Obat :

  1. Arecoline hydrobromide peroral dengan dosis 1-2 mg/kg berat badan,

  2. Arecoline Acetarsol peroral dengan dosis 1 mg/kg berat badan,

  3. Dichlorophen peroral dengan dosis 200 mg/kg berat badan,

  4. Yomesan peroral dengan dosis 50 mg/kg berat badan.

2. Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan

Infeksi penyakit hidatidosa pada manusia dapat dicegah melalui pemberian pemahaman tentang risiko dan tindakan pencegahan terhadap penyakit ini secara tepat. Dalam upaya mencegah kelanjutan siklus hidup penyakit pada peternakan dan rumah potong hewan, maka sebaiknya tidak memberikan jeroan mentah sebagai pakan anjing dan memberlakukan prosedur pemeriksaan daging secara menyeluruh. Selain itu, tindakan kebersihan sangat penting dilakukan, seperti mencuci tangan sebelum makan, memasak bahan makanan hingga matang, dan memakai pakaian pelindung dan sarung tangan bila diperlukan untuk menghindari kontak dengan bahan makanan yang tercemar feses.

Strategi pengendalian dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, yang mencakup peningkatan akses terhadap diagnostik, pengobatan, pendidikan, akses terhadap air bersih, memperbaiki sanitasi dan inspeksi daging.

Program yang lebih spesifik ditujukan untuk menghilangkan E. granulosa secara langsung dengan menggunakan obat cacing untuk membunuh cacing pita, dan mengendalikan populasi anjing liar.

Pencegahan dilakukan dengan menjaga anjing terinfestasi serta menghindarkan tertelannya telur cacing secara tidak sengaja, mencegah anjing memakan inang antara. Sedangkan untuk melindungi manusia terhadap infeksi kista, antara lain, perlu meningkatkan kebersihan perseorangan, menjaga kondisi anjing tetap bersih, dan tidak memelihara anjing yang terinfestasi. Melakukan pemeriksaan daging secara rutin terhadap adanya kista cacing Echinococcus pada saat pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH), dan memasak daging dengan cara merebus sampai mendidih selama 30 menit atau membekukan daging pada suhu -35 °C selama 24 jam, disertai penyuluhan pada masyarakat/konsumen.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf