Bagaimana pengaruh manajemen risiko dengan kesuksesan suatu proyek?

Manajemen menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2004) adalah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan,sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efektif dan efisien dan dengan melalui orang lain. Manajemen dapat dikatakan adalah sebuah seni dan ilmu. Sedangkan proyek adalah suatu kegiatan yang bersifat sementara, sudah ditetapkan waktu memulai dan mengakhirinya sehingga dapat mencapai sebuha tujuan yang dapat memberikan perubahan pada suatu perusahaan. Dalam suatu proyek tentu akan ditemukan berbagai risiko

Lalu bagaimanakah dengan manajemen risiko dalam sebuah proyek? Bagaimana pengarus manajemen risiko dalam memperoleh kesuksesan dalam sebuah proyek?

Manajemen Risiko telah menjadi bagian terpenting dari sebuah proses manajemen dari sebuah proyek. Sebenarnya Manajemen Risiko termasuk proses awal dari pengerjaaan sebuah proyek hampir 2 dekade terakhir ini (Loosemore, 2006). Risiko adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi cara kerja yang baik dalam proyek apabila dilakukan dengan cara yang benar. Dengan melakukan hal tersebut suatu proyek akan memiliki nilai kompetitif yang bagus dalam pengembangan, pemeliharaan dan mempertahankan tujuan proyek yang bagus kedepannya. Yang pada suatu saat sebuah proyek akan dapat dilihat lebih baik manajemennya pada pasar, apabila menerapkan manajemen risiko dengan baik.

Menurut saya manajemen risiko sangat diperlukan, penggunaan yang efektif terhadap manajemen risiko suatu proyek akan mempengaruhi proses pengerjaan suatu proyek kedepannya dan akan menambah kualitas pada proyek itu sendiri. Manajemen risiko merupakan aktivitas yang terukur dan harus sepadan dengan ukuran dan batasan suatu proyek. Manajemen risiko memerlukan dukungan manajemen tingkat atas agar tereleasikan dengan baik kepada seluruh anggota proyek. Salah satu diskriminator dari sebuah organisasi atau proyek yang sukses adalah penggunaan manajemen risiko untuk mengantisipasi kondisi, masalah, dan kenyataan negatif yang potensial. Proyek yang tidak efektif dipaksa untuk bereaksi terhadap masalah; proyek yang efektif mengantisipasi hal tersebut.

Referensi

Manajemen risiko menurut Fahmi (2010:2) adalah suatu bidang ilmu yang membahas tentang bagaimana suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis. Sementara itu proyek menurut Larson (2006:3) proyek adalah usaha yang kompleks, tidak rutin, yang dibatasi oleh waktu, anggaran, sumber daya, dan spesifikasi kinerja yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sebenarnya masih banyak lagi pengertian manajemen risiko maupun proyek menurut beberapa sumber, hanya pada dasarnya hampir sama.

Suatu proyek dilakukan untuk mencapai tujuan dan memperoleh keuntungan yang telah direncanakan. Pelaksanaan suatu proyek tidak terlepas dari adanya risiko. Sehingga diperulkan manajemen risko untuk menetapkan dan mengetahui ukuran permasalahan atau risiko yang mungkin muncul.

Berikut beberapa keuntungan penggunaan manajemen risiko dalam sebuah proyek

  • Membantu perencanaan
    Manajemen bermanfaat dalam menentukan daftar risiko internal dan eksternal. Pada kenyataan pada sebuah projek biasanya memiliki banyak potensi masalah yang perlu ditanggulangi sejak dini. Sehingga ketika dieksekusi nantinya tidak memakan banyak waktu, tenaga, dan uang. Manajemen risiko dapat membantu menemukan low risk yang biasanya hanya berpengaruh kecil atau tidak berpengaruh bagi dana, jadwal maupun performa proyek, moderate risk yang dapat menyebabkan penambahan biaya, ataupun perubahan jadwal, dan yang terakhir high risk yang biasanya mengakibatan peningkatan biaya yang signifikan hingga mengganggu jadwal pengerjaan.

  • Menghindari biaya membengkak
    Perencaan dalam suatu proyek tidak dapat menjamin bahwa sebuah proyek dapat berjalan tanpa masalah. Sehingga penting untuk mengidentifikasi risiko utama pada awal proyek. Sehingga dapat dapat menentukan langkah alternatif dan menghitung anggaran beserta anggaran cadangan alternatif yang mungkin saja digunakan.

  • Proyek dapat tepat waktu tanpa memakan biaya berlebih dan pengembalian investasi berlangsung cepat
    Ketika sebuah proyek terlambat, kemungkinan yang terjadi adalah dana proyek dipangkas, anggaran menggelembung, atau bahkan kombinasi dari keduanya sehingga dapat berisiko kehilangan investasi dan proyek yang ditinggalkan tersebut tidak memiliki nilai bagi perusahaan pengelolah proyek. Dalam hal ini manajemen risiko dapat menjadi sarana sehingga perusahaan dapat memastikan laba atas investasi. mengindari biaya berlebih berarti mempertahankan margin keuntungan. Bahkan ada kemungkinan kita dapat mengalokasikan dana berlebih atau sisa proyek untuk kelangsungan proyek lain.

  • Dapat memanfaatkan peluang dengan pengambilan risiko yang diperhitungkan
    Kemungkinan sukses lebih besar ketika mampu memperhitungkan risiko dengan tepat. Meningkatnya laba atas investasi, pengerjaan tepat waktu, dan anggaran tidak mengelembung, dapat memberikan keuntungan bagi pengelolah. Selain itu perhitungan risiko dapat menarik kepercayaan investor.

Selain beberapa kelebihan tersebut terdapat pula beberapa kerugian penggunaan manajaemen risiko yang harus diperhatikan, agar manajemen risiko yang diterapkan dapat memberikan dampat positif bagi proyek.
Berikut beberapa kekurangan atau kerugian penggunaan manajemen proyek

  • Perhitungan yang kompleks
    Melakukan penghitungan risio tanpa mengunakan alat hitung otomatis atau cara yang tepat dapat menghasilkan perhitungan yang kompleks tetapi tidak akurat.

  • Kerugian yang tidak dapat ditanggulangi
    Karena kesalahan penghitungan resiko dapat mengakibatkan proyek tidak sesuai ekspetasi sehingga menyebabkan kerugian perusahaan.

  • Membutuhkan waktu lama
    Proyek yang dilakukan dengan mengunakan manajemen risiko membutuhkan waktu untuk mengumpulkan informasi mengenai rencana strategis. Menyerahkan analisis risiko kepada sembarang orang dapat menyebabkan risiko baru bagi sebuah proyek. Sehingga penting dalam pemilihan sumber daya manusia.

Referensi

http://smallbusiness.chron.com/risk-management-important-project-success-56920.html

https://content.wisestep.com/advantage-disadvantage-risk-management/

http://www.bcs.org/content/ConWebDoc/16427

Untuk mencapai apa yang diharapkan dari suatu proyek, tim harus memiliki sejumlah strategi dan rencana. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu proyek, baik dari sisi manajemen waktu, manajemen sumber daya, manajemen biaya, hingga yang paling penting yaitu manajemen risiko. Manajemen risiko bertujuan untuk meminimalkan potensi masalah yang dapat menimbulkan dampak dalam pencapaian suatu proyek.

Ketekunan dan ketelitian merupakan salah satu keutamaan dalam manajemen risiko. Sebelum proyek dijalankan, semua risiko yang mungkin terjadi harus dianalisis satu per satu secara detail beserta cara apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi risiko tersebut. Dengan demikian, apabila terjadi risiko yang telah dipersiapkan sebelumnya, keberlangsungan suatu proyek tidak akan terganggu dalam cakupan besar dan stakeholder yang terlibat didalamnya sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Tahap-tahap dalam pelaksanaan manajemen risiko yaitu:

  1. Planning
    Yaitu perencanaan pengelolaan risiko yang mungkin terjad baik dari sisi operasional, logistik, maupun keuangan.

  2. Peparing
    Yaitu persiapan dari apa yang telah direncanakan, termasuk persiapan akan adanya keadaan darurat dan langkah apa saja yang akan diambil untuk mengurangi dampaknya.

  3. Measuring the result
    Yaitu mengukur dampak aktivitas manajemen risiko dengan risiko yang telah ditemukan.

  4. Evaluating the impact
    Yaitu menilai bagaimana risiko yang telah direncanakan yang mencakup sumber daya, waktu, biaya, hingga dampak dari mitigasi risiko yang telah dipersiapkan.

Dengan menganalisis manajemen risiko dalam pelaksanaan suatu proyek, maka akan memberikan keuntungan seperti:

  • Menghemat pengeluaran
  • Meningkatkan keunggulan kompetitif
  • Terhindar dari bencana besar
  • Penyelesaian proyek lebih pasti

Dengan adanya manajemen risiko dalam pengerjaan proyek, tentu saja dapat mempengaruhi keberhasilannya. Mempersiapkan mitigasi risiko dan bagaimana penanganan risiko yang mungkin terjadi baik dalam lingkup yang kecil maupun besar. Dengan demikian, pelaksanaan proyek akan lebih matang dan siap, penyelesaiannya bisa sesuai dengan jadwal, serta biaya yang dikeluarkan tidak melebihi anggaran.

Referensi

https://www.globalcompliancepanel.com/freeresources/risk-management-important-to-project-success
https://project-management.com/risk-management-an-important-part-of-project-management/

Manajemen risiko di dalam sebuah proyek sangatlah penting dan berpengaruh terhadap sebuah proyek karena dengan adanya manajemen risiko maka proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Manajemen risiko akan memprediksi dan menghitung seberapa besar potensi kegagalan sebelum terjadi dan yang berarti merupakan antisipasi kemungkinan terjadinya masalah dalam suatu proyek. Dengan harapan suatu proyek dapat berjalan lancar dan tepat waktu, cara yang tepat dilakukan adalah dengan menerapkan proses manajemen resiko yang sistematis yaitu (1) identifikasi risiko, (2) analisis risiko, (3) membuat rencana cadangan, (4) monitor dan kontrol risiko.

Manajemen risiko bukanlah berpikir pesimis mengenai keberhasilan suatu proyek, namun realistis dan memprediksi masalah yang kemungkinan akan ditemui. Tiap tiap resiko yang sudah teridentifikasi harus dianalisis dan dicarikan solusi dengan tepat.

Manajemen risiko yang baik menghasilkan berjalannya proyek yang tampaknya mudah dan banyaknya pekerjaan yang masuk ke dalam proyek berjalan dengan baik, seringnya manajemen resiko yang baik sering terjadi tanpa disadari, dan manajer proyek harus membuat pekerjaan timnya terlihat lebih mudah agar mencerminkan hasil dari proyek yang dikelola dengan baik.

Referensi

http://crm-indonesia.com/manajemen-resiko-dalam-perencanaan-proyek/
http://web.ipb.ac.id/~erizal/manpro/manajemen-risiko-proyek.pdf

Manajemen risiko menurut COSO adalah

a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, and manage risk to be within its risk apetite, to provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.

Manajemen risiko memiliki tujuan untuk meminimalisir dampak-dampak buruk atau negatif baik yang telah terdeteksi maupun tidak terduga. Manajemen risiko dapat memberikan pengaruh positif atau negatif pada suatu proyek. Manajemen risiko yang baik akan membuat proyek memiliki tingkat keberhasilan secara signifikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen risiko suatu proyek

  • Melakukan identifikasi, analisis dan memberikan penilaian risiko di awal proyek serta membuat rencana-rencana yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko.

  • Memberikan tanggungjawab lebih kepada pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk mengelola risiko.

  • Memastikan bahwa biaya penanganan risiko tidak lebih besar apabila dibandingkan dengan nilai proyek. Biaya yang digunakan untuk meminimalisir resiko lebih kecil atau selaras dengan berkurangnya risiko yang dapat terjadi.

Referensi

https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2010-2-00345-KA%20bab%202.pdf