Bagaimana Penerapan Psikodiagnostik dalam Bidang Pendidikan?

psikodiagnostik

Psikodiangnostik adalah bentuk pemeriksaan psikologis yang dilakukan dengan teknik-teknik dan alat ukur tertentu berkualitas standar untuk menemukan sifat-sifat dasar dari perilaku atau kepribadian seseorang.

Berikut adalah beberapa kasus dalam bidang pendidikan yang membutuhkan psikodiagnostik :

  1. Anak yang mengalami hambatan dalam pelajaran matematika

Dalam kasus ini, maka akan dilakukan beberapa tes. Tes yang dibutuhkan adalah sesuai dengan diganosa awal, yakni inteligensi yang belum memadai. Pada awal tes akan diberikan tes inteligensi pada siswa yang mengalami hambatan tersebut.

Tes inteligensi akan menunjukkan apakan terdapat kesulitan pada sub tes yang diujikan seperti kemampuan numerik. Apabila mengalami kesulitan, maka dapat dilakukan sebuah konsultasi atau observasi untk menangani masalah tersebut. Apabila masih mengalami hambatan, maka kita bisa melihat dari sisi yang lain, misalnya situasi belahar, metode belajar dan cara belajar yang sesuai.

Bila tidak sesuai, maka dapat dilakukan pengubahan cara mengajar, mengubah situasi belajar dan memberikan beberapa alternatif bagaimana cara belajar yang efektif. Setelah melakukan serangkaian tes, harus dilakukan tes uji pelajaran matematika sehingga kita bisa mengetahui apakah proses-proses tadi sudah benar-benar berhasil.

  1. Anak yang tidak memiliki motivasi belajar

Seorang anak dengan nilai yang rendah dalam belajar, dapat diartikan ia memiliki kecerdasan yang rendah sehingga sulit menerima pelajaran atau mungkin saja ia tengah mengalami ciri – ciri depresi terselubung, ciri – ciri depresi berat, ciri – ciri depresi ringan atau gejala lainnya.

untuk menjawab pertanyaan ini, maka akan diberikan tes inteligensi. Ternyata hasilnya sungguh memuaskan. Kemudian, psikolog memberikan tes kepribadain ataupun motivasi dalam belajar. Dari tes tersebut, diperoleh siswa memiliki motivasi rendah dalam belajar. Dari sini, seorang guru harusnya bukan malah memberikan niai buruk karena tidak mampu, namun harusnya memberikan minat dan motivasi belajar agar memiliki dorongan belajar yang baik.

  1. Penjurusan dalam minat pendidikan

Pada beberapa kasus, penjuruan minat pendidikan menjadi sesuatu hal yang rumit dan sering menjadi penyebab permasalahan antara orang tua dan anak. Untuk kasus ini, psikolog dapat melakukan wawancara keinginan, tujuan atau harapan siswa atau bisa juga dengan tes minat. Dengan melakukan tes minat pada anak tersebut akan diketahui jurusan pendidikan yang diinginkan.

  1. Seleksi masuk pendidikan lebih tinggi

Psikodiagnostik juga dapat dilakukan untuk menentukan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apabila tempat sangat terbatas dengan jumlah siswa yang banyak, maka harus diadakan seleksi bagi calon. Contoh yang paling mudah adalah seleksi masuk SMP, SMU dan perguruan tinggi.

  1. Kenakalan remaja di sekolah

Kenakan remaja di sekolah menjadi salah satu fenomena saat ini. Guru BP sering disibukkan di sekolah untuk menangani siswa yang bermasalah. Psikodiagnostik bidang pendidikan dalam kasus ini menerapkan sisten wawancara dan konseling dalam menemukan penyebab masalah kenakalan tersebut. Kemudian dilakukan intervensi bila memang diperlukan. Dengan metode ini, remaja akan sembuh dengan cara meningkatkan kepercayaan diri dan menerapkan cara menyikapi hidup dengan bijak.