Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang memiliki "savior complex"?

077041300_1576403755-Dampak-Victim-Blaming-bagi-Kesehatan-Mental-Shutterstock_1389377444

“savior complex” adalah tidakan meolog berlebihan. mereka akan melakukan apapun untuk membantu orang lain, bahkan sampai mengorbankan urusan sendiri. Padahal belum tentu orang rersebut benar - banar perlu pertolongan atau bahkan tidak ingin ditolong.

Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang memiliki “savior complex”?

references:

saya kurang tahu apakah orang yang memiliki savior complex ini sama dengan people pleaser apa tidak, tetapi menurut saya sejenis ya.

menurut saya orang-orang seperti itu perlu untuk mengontrol dirinya sendiri, dan perlu banyak belajar terkait cara menolak permintaan orang lain kepadanya. Terutama dalam proses bekerja, jangan selalu mengiyakan sesuatu yang sebenarnya bukan bagian dari job desk nya.

saya memiliki beberapa teman yang seperti ini, dan menurut saya mereka selalu di tindas oleh orang-orang disekitarnya karena perbuatannya sendiri. Seringkali saya melihat mereka mengerjakan tugas orang lain padahal orang lain tersebut lagi haha hihi ke cafe bersama teman-temannya (bukan suatu hal yang urgent menurut saya). Selain itu, karena ia melakukan pekerjaan orang lain tersebut juga membuat mereka harus bergadang setiap harinya demi menyelesaikan job desk mereka sendiri.

oleh dari itu, jika kalian memiliki teman dekat yang termasuk kedalam kategori itu saran saya diberitahu dan dikasih solusi saja, karena jika mereka terus-terusan seperti itu juga tidak baik. tak jarang mereka juga sampai sakit bahkan opname karena terlalu bekerja keras dan tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.

Savior complex. Saya rasa sudah jarang dijumpai di sekitar kita, meskipun beberapa orang masih memiliki karakter ini. Menurut saya, berbuat kebaikan seperti menolong memang perlu dilakukan demi terciptanya kehidupan yang harmonis. Namun, jika harus sampai mengorbankan kepentingan sendiri, itu namanya bukan menolong lagi.

Orang-orang yang memiliki savior complex ini saya rasa akan cenderung dimanfaatkan oleh orang terdekatnya atau teman-temannya untuk kepentingan mereka sendiri. Anehnya, bahkan dirinya sendiri tidak sadar akan hal tersebut dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Dia tidak sadar bahwa dirinya sedang menjadi sasaran empuk segala beban yang bukan miliknya. Yang membuat saya heran adalah saat dia tahu bahwa sikap menolong yang dilakukannya akan membuat jadwal hariannya berantakan, tapi dia tetap keukeuh dalam membantu orang lain sampai tuntas.

Menurut saya, orang-orang yang seperti ini membutuhkan bantuan orang terdekat untuk menyadarkan dirinya agar tidak terlarut atau terlalu out dalam hal ‘membantu’ orang lain karena sikap yang demikian kadang rentan untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dan seperti yang dikatakan oleh kak Tika bahwa dirinya harus belajar untuk mulai mengatakan ‘tidak’ bagi hal-hal yang diluar kewajibannya.