Bagaimana Pendapat Kalian Tentang Bullying Berkedok "Hanya Bercanda"?

AKU CUMA BERCANDA KOK!

Halo Youdics!
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak”) adalah suatu bentuk penindasan/kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang merasa lebih kuat atau berkuasa sekali atau secara terus menerus terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti.

Tau kah kamu kasus bullying yang saat ini sedang viral di dunia maya?
Ya, saat ini sedang ramai berita bullying yang terjadi kepada inisial MS saat ia bekerja di KPI.
MS ini akhirnya mengungkapkan kasus bullying yang dialaminya, saat ini dari pihak kepolisian sedang memanggil nama-nama yang MS ungkapkan, namun, apa yang terjadi setelah itu?
Ada salah satu pelaku bullying yang ingin melaporkan balik korban dengan tuduhan pencemaran nama baik dan para pelaku pun tidak merasa perbuatannya salah karena mereka hanya beniat bercanda.

“Itu keterlaluan orang pelaku melakukan itu bilangnya bercandaan padahal korban merasa itu bukan bercanda bahkan itu menghancurkan psikis dia masa begitu bercanda.”

Sering kita jumpai juga di kehidupan nyata maupun media sosial, banyak sekali kasus-kasus bullying yang terjadi, mereka berdalih bahwa mereka hanya melakukan bercandaan dan sering kali mereka melakukan pembelaan terhadap dirinya dengan menggunakan kata-kata: “gausah baper dong, kan bercanda” “aku cuma bercanda, gausah diambil hati!” padahal seseorang yang dibercandainya merasa sakit hati, tersinggung, dan sedih.

Bukankah bercandaan yang baik itu bercandaan yang dapat diterima dan tidak menimbulkan sakit hati? Bagaimana pendapat kalian mengenai Bullying yang bertopeng bercanda? dan berikan pendapatmu bagaimanakah bercanda yang baik?

REFERENSI:

https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8e022-januari-ratas-bullying-kpp-pa.pdf
Tak Merasa Melakukan Bullying dan Hanya Bercanda, Terduga Pelaku Pelecehan di KPI Pusat Sebut MS Hanya Mengada-ada, Begini Komentar Pedas Kuasa Hukum Korban )

Bercanda yang baik, menurut saya adalah ketika candaan tersebut dinikmati dan dianggap lucu oleh semua partisipan dan tidak ada yang tersakiti oleh candaan tersebut. Jika ada yang sakit hati dengan candaan tersebut, menurut saya, candaan itu sudah keterlaluan dan tidak bisa lagi disebut sebagai candaan. Terutama jika sudah meranah kepada kekerasan fisik. Sayangnya, diluar sana masih banyak yang menjadikan candaan sebagai alibi dari perbuatan perundungan atau penindasan.

1 Like

menurutku, perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. pelaku bullying ini selalu merasa dirinyalah yang hebat dan terbaik sehingga dia bisa berbuat sebebas yang dia mau, menindas orang-orang yang dianggap tidak aktif dan interaktif. menganggap bahwa perbuatannya hanya hal kecil dan tidak berpengaruh apa-apa. padahal jika dia merasakan hal yang sama seperti korban bullying, belum tentu dia bisa menanganinya dengan baik.

Juga dalam konteks apapun pasti ada batasannya. bercanda yang sudah melibatkan kekerasan fisik, menyinggung korban hingga terkena masalah psikis inilah yang paling parah dan harus dihentikan. bercanda yang baik adalah semua pihak ketawa bukan hanya salah satu pihak saja. tapi jika bercanda seperti rosting untuk menyinggung orang yang memiliki masalah apalagi yang merugikan orang menurutku sah-sah saja agar pelaku yang merugikan orang ini sadar bahwa perbuatannya banyak yang dirugikan juga banyak yang tidak senang serta agar dia bisa mengubah perbuatannya.

1 Like

Ya, saya setuju dengan pendapat kakak, jika ada seseorang yang merasa sakit hati itu sudah keterlaluan dan tikda bisa disebut candaan.

oiya kak, menurut kak @ClaudiaA bagaimana sih agar orang yang melakukan perundungan tidak menjadikan candaan itu sebagai alibi atau dia berlindung dari topeng “hanya bercanda”?

Ada salah satu drama korea yang aku tonton, dan dalam dialog salah satu peran bilang bahwa “kita bisa menyebut itu bercanda atau bermain ketika kita sama-sama menikmati candaan atau permainan tersebut” dan aku setuju. Ketika seseorang sedang bermain atau bercanda namun pihak lawan merasa dirugikan, itu bukan sekedar bercanda. Pelaku bullying benar-benar krisis akan moral apabila dirinya berlindung dibalik topeng “hanya bercanda, gausah baper”. Menurut aku dengan melihat kronologi tindakan bullying yang dilakukan MS bukan sekedar bercanda, bahkan sangat tidak manusiawi. Sebagai manusia, kita harus memanusiakan manusia, bercanda lah sewajarnya agar sekiranya orang yang diajak bercanda tidak merasa dirugikan

1 Like

Menurut saya, agar :hanya bercanda" tidak dijadikan alibi dari perundungan oleh pelaku, setiap orang harus punya kesadaran masing-masing tentang apa itu perundungan dan akibatnya. Lingkungan dan didikan individu juga berpengaruh. JIka sudah ditanamkan dari kecil bahwa kita harus menjaga sikap terhadap orang lain dan dijelaskan bahwa perundungan itu tidak baik. Maka, kita tidak akan melakukan perundungan dan menggunakan “hanya bercanda” sebagai alibi karena kita tahu itu perbuatan yang salah.

1 Like

Menurut saya, malah tidak ada istilah bercanda dalam sebuah tindakan bullying. Bullying adalah bullying dan itu adalah tindakan yang tidak terpuji dan membuat orang yang mengalaminya merasa sangat tidak nyaman. Bercanda dan bullying itu sendiri adalah dua hal yang sangat berbeda, yang akan tetapi seperti yang sudah dikatakan oleh @ClaudiaA candaan itu sendiri sering dijadikan alibi dari perbuatan perundungan dan penindasan terhadap orang lain. Padahal, hal seperti itu sudah terlampau batas dan harus segera dihentikan.