Bagaimana pendapat Anda tentang budaya "hedon" saat ini?


(Widya Agusty Bintari) #1

Bagaimana pendapat Anda tentang budaya masa kini yang lebih mementingkan status tanpa memikirkan akibat dari keputusan yang telah diambil?


(Audrey Chyara) #2

Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang mencari kesenangan seperti, banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang membeli barang-barang yang berharga mahal. Perilaku hedonisme saat ini sudah sangat melekat pada sebagian masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang tinggal dikota-kota besar. Dimana perilaku hidup seperti ini bersifat negative karena hanya mementingkan kenikmatan, kesengan dan kepuasaan yang semuanya bersifat duniawi.
Pendapat saya tentang budaya “hedonis” yang sedang menjamur di kalangan masyarakat adalah wajar-wajar saja selama masih dalam batasannya karena setiap manusia pasti hidup untuk mencari kesenangan dan kepuasan, karena itu merupakan dasar sifat manusia. Contohnya pada saat ini kemajuan teknologi informasi telah menawarkan berbagai macam gaya hidup kepada masyarakat terutama kepada generasi muda/remaja. Tetapi dibalik budaya hedonis ini membuat kita sebagai manusia menjadi manusia yang terus merasa kurang setiap saat, karena ingin terus membeli barang-barang yang sebenarnya bukan prioritas utama kita.
Tetapi jika memilih gaya hidup hedonis ini sesungguhnya tidak akan pernah membawa kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup. Bagi yang sudah terkena dampak hedonis segeralah ubah perilaku tersebut, karena sesungguhnya kebahagiaan itu sebenarnya berada pada hati dan jiwa disetiap individu, saatnya bagi kita menumbuhkan akhlak dan kembali kepada jalan Illahi , tumbuhkan juga rasa kepedulian pada sesama dan juga buanglah sifat mementingkan kepentingan individu.


(Aisha Damayanti) #3

Hedonisme adalah pandangan yang menjadikan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Karena tujuannya adalah kepuasan dan kesenangan hidup di dunia, semuanya kemudian diukur dengan kebendaan berupa harta, uang dan semua yang tampak dari luanya saja. Akhirnya cara berfikirnya bagaimana agar punya harta yang banyak lalu hidup jadi senang dan bahagia. Tidak peduli dengan tujuan-tujuan yang mulia. Yang penting puas, yang penting senang, tidak peduli dengan yang lain. Sedangkan orang atau individu yang menganut pandangan ini disebut sebagai hedonis atau hedon. Gaya hidup seperti ini dipandang bebas dan berani. Celakanya, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi khususnya remaja. Bebas dan berani, dianggap cool.

Ketika orang menjadi hedon akan ada nilai-nilai luhur kemanusiaan yang luntur dan hilang. Misalnya, orang seperti ini kepekaan sosialnya akan luntur karena ketika berinteraksi secara sosial yang diperhitungkan adalah untung ruginya. Mereka akan menjadi sangat tidak peduli. Akibatnya ketika ada orang yang membutuhkan uluran tangan, mereka enggan menolong karena tidak mau rugi.


(Double Win Yusuf Rais) #4

Hedon sendiri memiliki arti berlebihan. Jika kita memakai logika, hal yang di lakukan secara berlebihan akan mengakibatkan suatu kecenderungan yang tidak baik terhdapa seseorang yang melakukan hedonisme ini. Mengakibatkan suatu yang yang sebetulnya sudah tercukupi malah mendapat hasil dalam tingkat berlebih.
Seperti contoh, anda lapar dan memiliki banyak keinginan untuk makan ini dan itu dan sebagainya. secara spontan diri anda melakukan tanggapan hal semacam itu wajar, akan tertapi jika tidak terkontrol maka dapat diperkirakan akan menimbulkan suatu hal yang berlebihan


(Nadya Rahmasari) #5

Menurut saya, Budaya “Hedon” adalah budaya yang mungkin harus dihindari. Makna dari budaya “Hedon” sendiri adalah pandangan seseorang yang bertujuan untuk bersenang-senang dan menikmati materi yang ada sehingga menghasilkan suatu rasa kepuasan tersendiri bagi seseorang yang melakukannya. Budaya ini pun kebanyakan yang melakukannya adalah murid SMA atau mahasiswa/i yang sebagian besar belum mempunyai penghasilan sendiri. Selain itu, budaya hedon di Indonesia, khususnya dikalangan remaja, sepertinya sudah menjadi ajang adu gengsi antar remaja. Penjelasan tersebut sudah dapat menjelaskan bahwa, budaya hedon yang sedang marak ini, harus dihilangkan agar kesenjangan sosial di masyarakat tidak terlihat dan dapat dijngkau oleh siapa saja.