Bagaimana Penanganan Infeksi Akibat Virus dan Bakteri?

Bagaimana Penanganan Infeksi Akibat Virus dan Bakteri?

Antibiotik umumnya diresepkan untuk penyakit akibat bakteri yang tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Pasalnya, pemberian antibiotik berlebih atau tidak tepat justru bisa menjadikan bakteri resisten atau kebal.

Virus tidak dapat menggandakan diri bila tidak berada di dalam sel hidup. Oleh karena itu, penanganan infeksi akibat virus umumnya cukup dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Cara itu dapat berupa memperbanyak minum air, cukup beristirahat, mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen, hingga suntik vaksin.

Pengobatan antivirus mungkin dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan seperti pada kasus HIV/AIDS. Meski begitu, tingkat efektivitasnya masih terbatas dan cara pengobatan ini kerap dikaitkan dengan perkembangan mikroba resisten obat.

Awalnya tampak serupa, perbedaan virus dan bakteri ternyata cukup banyak. Perbedaan ini dapat dilihat dari ukuran, cara reproduksi, efeknya pada manusia, hingga cara pengobatan akibat infeksi kedua organisme ini.

Menerapkan hidup sehat, menyantap makanan matang dan bersih, rajin mencuci tangan dan menjaga kontak dengan orang yang sedang sakit dapat menjadi beberapa langkah yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari infeksi akibat virus maupun bakteri.

Bila terlanjur terkena infeksi, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Ingat, penanganan sedini mungkin memberikan hasil terbaik!