Bagaimana pembagian otak kanan dan kiri mempengaruhi Gaya Belajar?

otak

Otak kiri sering dideskripsikan memiliki kemampuan dominan dalam hal hitungan atau matematika, sedangkan otak kanan identik dengan kreativitas. Otak dianggap memiliki dua bagian karena organ tubuh ini punya dua belahan, yang masing-masingnya memiliki perbedaan.

Coba cermati kalimat-kalimat berikut.

“Kamu tuh tipe otak kanan, kayaknya emang lebih cocok masuk IPS”

“Anak IPA itu dominan otak kiri”

“Pengen sih belajar piano, tapi gue kan anaknya otak kiri ya, kayaknya ga bisa deh kalo disuruh belajar musik dan seni gitu”

Kalimat-kalimat di atas seakan-akan mencoba mengkotak-kotakan, membentuk stereotyping yang menggerus harga dan kepercayaan diri, hingga menghambat potensi seseorang. Padahal kita tahu, kesuksesan itu adalah resultan dari usaha keras dan konsisten serta mindset yang positif.

Parahnya, kalimat-kalimat di atas didasarkan atas konsep yang keliru. Dikotomi otak kanan-kiri lahir dari salah tafsir sebuah eksperimen sains terhadap otak (split brain experiment) di tahun 1960an. Walaupun ada distribusi kerja di masing-masing bagian otak, faktanya, otak kanan dan kiri kita tidak pernah terisolasi satu sama lain dan selalu bekerja sama ketika melakukan suatu kegiatan apapun.

References

https://www.zenius.net/blog/7384/mitos-sains-science