Bagaimana pandangan pokok dan pemikiran tokoh-tokoh sosialisme?

Sosialisme

Tentunya sebuah ideologi dapat disarikan pandangan pokoknya dari pemikiran tokoh-tokohnya. Bagaimana pandangan pokok dan pemikiran tokoh-tokoh sosialisme yang Anda ketahui?

Pemikiran Tokoh-Tokoh Sosialisme


Gagasan atau ide-ide sosialisme adalah gagasan yang menarik perhatian banyak cendekiawan di Eropa sekitar abad 18-20. Terdapat beberapa tokoh-tokoh pemikir sosialisme yang berpengaruh di masa itu, di antaranya adalah :

  • Francois-Emile Babeuf
    Babeuf merupakan orang pertama yang menyuarakan cita-cita sosialisme dan akan menjadi acuan kaum sosialis garis keras. Francois Noel Babeuf merupakan anggota klub kaum Jakobin dari fraksi radikal dalam revolusi di Perancis. Babeuf mempermaklumkan perang kaum miskin melawan kaum kaya. Nilai tertinggi bagi pengikut Babeuf adalah kesamaan. Mereka mencita-citakan “republik orang-orang sama”. Merekalah yang pertama kalinya menyuarakan tuntutan-tuntutan inti komunisme kemudian hari seperti sosialisasi alat-alat produksi dan kediktatoran proletariat. Produksi harus diatur bersama, hak milik pribadi dihapus, setiap orang diberi kegiatan sesuai dengan bakat dan kemampuannya, tanah harus dinasionalisasi, tetapi diserahkan kepada kaum tani untuk digarap (Magnis Suseno, 2001). Para pengikut aliran Babeuf ini meyakini jika sistem ini dilakukan maka segala keburukan umat manusia dapat terselesaikan.

  • Robert Owen
    Robert owen adalah seorang ahli ekonomi serta pengusaha yang manusiawi dan sosial. Ia berpendapat bahwa tatanan industrial, sistem keuangan, upah dan pendidikan perlu direformasi karena dengan begitu ia meyakini reformasi itu tidak hanya menguntungkan kaum buruh namun juga kaum kapitalis sendiri. Menurut Owen watak manusia bukan tanggung jawabnya sendiri, melainkan ditentukan oleh lingkungan sosialnya. Sumber segala malapetaka sosial adalah ketidaktahuan, terutama mengenai kodrat manusia (Magnis Suseno, 2001). Saat orang mengerti bahwa kebahagiaan dapat dicapai jika ia mengusahakan kebahagiaan orang lain, maka ia akan menyetujui perbaikan-perbaikan sosial yang diperlukan. Owen meyakini bahwa dengan keadaan sosial yang baik maka akan membentuk manusia-manusia yang baik pula.

    Reformasi pendidikan harus juga disertai dengan reformasi sistem kerja. Para pengusaha sendiri berkepentingan agar buruh-buruh mereka dapat hidup secara manusiawi. Saat kehidupan buruh lebih baik maka itu juga akan menguntungkan para pengusaha karena para buruh dapat membeli lebih banyak hasil produksi.

  • Blanqui
    Louis Auguste Blanqui (1805-1881) adalah seorang revolusioner yang hendak mencapai cita-cita sosialisme melalui pemberontakan kaum buruh (Magnis Suseno, 2001). Latar belakang pemikiran Blanqui terbentuk dari Jakobinisme dan Babouvisme. Blanqui berpendapat bahwa revolusi dapat berhasil jika ditunjang dengan organisasi revolusioner.

    Aliran Blanquisme merupakan pemberontakan rakyat yang terorganisir yang hasilnya adalah kediktatoran rakyat, yang akan mengambil alih kekuasaan kaum kaya dan mewujudkan kesamaan. Blanquisme ingin mencapai kemenangan sosialisme melalui pemberontakan bersenjata kelompok-kelompok kecil sebelum mayoritas rakyat berkembang menjadi proletariat industri.

  • Piere-Joseph Proudhon
    Proudhon menyadari bahwa reformasi masyarakat mendasarkan pada ilmu ekonomi. Meskipun Proudhon tidak menyukai kondisi sosial masyarakat akibat perbedaan kelas, ia menolak komunisme dan sosialisme negara. Ia berpendapat bahwa ada sebuah tatanan masyarakat “alami” dan bahwa manusia sejak kelahirannya memiliki hak-hak azasi tertentu: yaitu hak atas kebebasan, kesamaan, dan kedaulatan pribadi. Hak-hak itu diperkosa dalam sistem ekonomi kapitalisme yang dikuasai persaingan dan menghasilkan ketidaksamaan dan penghisapan (Magnis Suseno, 2001).

    Proudhon sebenarnya tidak menolak dengan hak milik pribadi namun ia menolak terhadap orang yang dapat memperoleh kekayaan tanpa bekerja. Proudhon tidak suka dengan segala pemberontakan dan pemogokan. Proudhon khawatir bahwa kekerasan terhadap pemilik modal akan menghasilkan kediktatoran dan anarki serta makin mempertajam pertentangan kelas. Proudhon hanya ingin menghapus hak milik besar yang menurutnya dianggap diperoleh dari hasil penghisapan, sedangkan produsen kecil boleh tetap memegang miliknya karena diperoleh dari hasil pekerjaannya sendiri.

    Yang perlu dihapus adalah utang dan bunga atas utang. Untuk itu perlu didirikan bank-bank rakyat. Dari mereka produsen kecil dapat memperoleh kredit tanpa bunga. Para produsen kecil saling menukarkan produksi lewat koperasi menurut nilai produk yang mereka tentukan oleh waktu kerja yang masuk (Magnis Suseno, 2001). Oleh karena pemikirannya tersebut maka Proudhon termasuk tokoh yang diperhitungkan di kalangan anarkisme.

Pandangan Pokok Sosialisme


Sebetulnya tidak mudah untuk merangkum berbagai pandangan dari tokoh-tokoh sosialisme guna menemukan pandangan sosialisme yang sejati. Namun berikut ini adlaah rangkuman pandangan pokok atau ciri-ciri pandangan sosialisme yang dapat disarikan dari beberapa tokoh.

  • Sosialisme beranggapan bahwa pemilikan bersama merupakan cara hidup yang paling baik, dengan sedikit hak milik atau tidak ada hak milik sama sekali.

  • Sosialisme tidak menyukai adanya hak milik pribadi karena hak milik pribadi membuat manusia egois dan menghancurkan keselarasan masyarakat yang alami.

  • Sosialisme menginginkan pengorganisasian produksi oleh negara sebagai saran untuk menghapus kemiskinan dan penghisapan orang kecil.

  • Sosialisme menyerukan persamaan hak bagi semua lapisan, golongan, dan kelas masyarakat dalam menikmati kesejahteraan, kekayaan dan kemakmuran.

  • Sosialisme menginginkan pembagian keadilan dalam ekonomi

  • Tugas negara adalah mengamankan sebanyak mungkin faktor produksi untuk kesejahteraan seluruh rakyat, dan bukan terpusat pada kesejahteraan pribadi.

  • Sosialisme menganggap bahwa negara adalah lembaga di atas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih.

  • Sosialisme menganggap bahwa kapitalisme memiliki sifat yang jahat, yaitu: kapitalisme menghasilkan sistem kelas; kapitalisme adalah sistem yang tidak efisien; dan kapitalisme merusak sifat manusia karena cenderung membuat orang berlaku kompetitif, tamak, egois, dan kejam.

  • Nilai-nilai utama dalam sosialisme adalah kesamaan, kerja sama, dan kasih sayang.

  • Produksi dilakukan atas dasar kegunaan dan bukan untuk mencari keuntungan semata-mata.

  • Persaingan yang kompetitif digantikan dengan perencanaan.

  • Setiap orang bekerja demi komunitas dan memberi kontribusi pada kebaikan bersama sehingga muncul kepedulian terhadap orang lain.

Inilah beberapa karakter sosialisme yang dapat dirangkum dari pemikiran beberapa tokoh sosialisme. Sosialisme berusaha untuk merealisasikan gagasan di atas dalam level realitas melalui berbagai tindakan, baik tindakan politik maupum tindakan ekonomi, dalam bentuk sistem ekonomi sosialis.