Bagaimana pandangan anda tentang budaya merantau ?

Suatu post di 9gag mempertanyakan sesuatu yang sangat lumrah di negara kita, terlebih negara-negara Asia, yang mana seorang anak yang sudah beranjak dewasa apakah boleh meninggalkan orang tuanya dan hidup mandiri dengan kemampuannya sendiri.

Di negara-negara barat khususnya Eropa dan Amerika, meninggalkan kehidupan bersama orang tua dan menjadi mandiri adalah hal yang sangat biasa, bahkan hal tersebut menjadi sebuah kewajiban bagi anak-anaknya. Jadi, selepas mereka meninggalkan rumah, kehidupan mereka hanya bergantung pada diri mereka sendiri tanpa perlu mencari bantuan orang tua dan keluarga.

Bagaimana pendapat anda tentang tradisi ini? Bagaimana anda dan budaya anda memandang budaya merantau?

Bagi saya, tinggal bersama orang tua bahkan setelah menikahpun adalah maklum.

Setiap orang memiliki kemampuan finansial dan pandangannya terhadap keluarga masing-masing. Jika seseorang tersebut mampu dan mempersilahkan anaknya mencari kehidupannya sendiri, bukanlah masalah dan hal itu juga termasuk pembelajaran yang penting untuk anak anak menjadi mandiri.

Akan tetapi, bagi saya tinggal bersama orang tua saat kita dewasa adalah bentuk pengabdian diri kita pada orang tua yang telah membesarkan kita dari kecil hingga seperti sekarang. Maka, tidaklah menjadi hal yang memalukan bagi kita yang berusaha menemani orang tua kita di masa tuanya daripada mereka harus menghabiskannya berdua sendirian.

Bagi budaya Timur, hal ini terlihat sebagai bentuk rasa “sayang” dan “hormat” kita terhadap orang tua :grinning:

1 Like

Ya, budaya Timur ternyata sedikit berkontradiksi dengan budaya Eropa.

Di Finlandia, jika kita masih tinggal bersama orang tua hingga dewasa (maksimal 18 tahun) akan dianggap tidak menghormati orang tuanya. Itu dikarenakan tinggal bersama orang tua terlihat bagai membebani finansial dan sosial pada kehidupan orang tua.

Setiap anak-anak yang meninggalkan rumah diwajibkan mencari kerja mulai dari kerja yang sederhana seperti menjadi kasir supermarket atau menjadi customer service di sebuah restoran untuk membantu keuangan mereka sendiri. Dengan begitu, mereka mampu membiayai sewa apartemen atau mengontrak rumah.

Dari aspek lain, seperti kehidupan sosial, seksual dan cinta di umur 18-25 tahun yang merupakan umur aktif adalah masa rentan dan tinggal bersama orang tua membuat hal ini sulit. Orang tua di Finlandia menginginkan anak-anaknya menjadi mandiri dengan kehidupan mereka dengan membangun aspek aspek kehidupan mereka sendiri.

Dengan tinggal bersama orang tua di masa dewasa saja, kita dianggap kekanakan dan malas.

Mungkin setiap orang dalam keluarga memiliki opini masing-masing terhadap hal ini. Dan hal tersebut merupakan hak setiap orang untuk memutuskan untuk meninggalkan rumah atau tetap tinggal dengan orang tua.

Seperti yang dijelaskan oleh @sk8lintang bahwa tinggal bersama orang tua bahkan setelah menikah adalah hal yang lumrah. Apalagi jika orang tersebut merupakan anak laki-laki tunggal yang memiliki orang tua yang sudah sangat tua, saya rasa orang Indonesia akan lebih berat untuk meninggalkan dan akan lebih memilih untuk merawat orang tua mereka.

Di sisi lain, terdapat faktor-faktor seperti masalah finansial dan pekerjaan yang membuat seseorang harus keluar meninggalkan orang tuanya untuk bekerja.