Bagaimana narkotika dapat mengganggu perekonomian Indonesia?

Indonesia masih menjadi sasaran utama sindikat narkotika internasional. Peningkatan peredaran narkotika yang cukup signifikan dari tahun ke tahun menjadi indikator semakin besar pula konsumen yang menjadi target pasar narkotika di Indonesia.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dampaknya sangat melebar, tidak hanya dapat mengganggu kesehatan si korban, tetapi juga merugikan sektor ekonomi negara. Terbukti karena pengaruh narkoba membuat seseorang menjadi malas, temperamen, tidak berpikir logis, dan cenderung melakukan tindakan yang di luar akal sehat, bahkan bisa membahayakan nyawa orang itu sendiri. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingginya peredaran narkoba di Indonesia secara nyata mengganggu perekonomian, khususnya tingkat produktifitas para pemuda yang kerap dijadikan sasaran empuk pasar narkotika.

Sebagai solusinya, melakukan penyuluhan anti narkoba ke berbagai perusahaan karena di sana terdapat banyak pekerja yang memerlukan wawasan mengenai bahayanya penyalahgunaan narkoba. Sedangkan, untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba diperlukan waktu yang cukup untuk memahami dan mencernanya dari narasumber yang kompeten. Untuk perekonomian yang kuat maka sumber daya manusianya juga harus dilindungi, salah satunya dengan mencegah mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pekerja dari berbagai profesi.