Bagaimana MOV memberi nilai akurat dalam Manajemen Investasi TI?

Bagaimana Measurable Organizational Value MOV dapat memberikan penilaian yang lebih akurat dalam manajemen investasi teknologi informasi?

MOV didesain untuk dapat memberikan analisis yang lebih mendalam, dan juga dapat dijadikan pedoman dalam menghitung ROI dalam suatu organisasi.

Dalam MOV terdapat beberapa step atau proses dalam pengukuran suatu value dalam organisasi, dalam proses yang pertama

  • Mengidentifikasi area yang berpotensial : seperti strategic, costumer, financial, operational, social, dan sebagainya.
    Setelah diidentifikasi maka suatu organisasi dapat menentukan prioritas saat ingin melakukan investasi dengan harapan meningkatkan kinerja organisasi sebesar besarnya dan mengeluarkan cost yang sekecil kecilnya.

  • Mengidentifikasi nilai yang diinginkan pada suatu proyek IT.
    Nilai yang dimaksud disini harus dapat menjawab pertanyaan

    1. Apa yang diinginkan organisasi untuk dilakukan lebih baik?
    2. Apa yang diinginkan organisasi untuk dilakukan secara lebih cepat?
    3. Apa yang diinginkan organisasi untuk dilakukan lebih murah
    4. Apa yang diinginkan organisasi untuk dilakukan lebih dari yang dilakukan sekarang?
  • Menentukan matric yang sesuai agar target yang ingin dicapai dapat lebih dipahami seluruh pihak, dapat digunakan untuk menjelaskan kepada stackholder, dapat juga digunakan untuk mengevaluasi saat proyek telah selesai dibuat/dikerjakan.

  • Menetapkan waktu MOV dicapai. Agar semuanya terukur dan dapat dipertanggung jawabkan.

  • Verifikasi kepada stackholder. Pada akhirnya yang menentukan suatu proyek berjalan adalah stackholder, pemegang kekuasaan. Mereka yang akan menilai apakah seluruh investasi ini sesuai dengan pandangan mereka, sesuai dengan pemikiran mereka dan sebagainya.

Dengan beberapa step yang ada di dalam MOV ini, suatu proyek dapat secara gamblang diukur dan diidentifikasi yang nantinya mempermudah stackholder dalam mengenali dan memahami pentingnya suatu investasi yang akan dilakukan ke organisasi.

MOV mengukur keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek dalam hal dampak yang diinginkan proyek, yang dapat dinyatakan dalam batasan finansial atau non finansial. Setiap MOV adalah ukuran yang disepakati dan diverifikasi yang mencerminkan nilai hasil proyek berdasarkan tujuan organisasi. Tidak seperti mengevaluasi sebuah proyek berdasarkan ROI, MOV digunakan untuk mengevaluasi sebuah proyek dalam hal nilai bisnisnya.

Marchewka menyajikan enam langkah proses untuk mengembangkan proyek MOV:

Langkah 1: Identifikasi area dampak yang diinginkan. Salah satu caranya adalah dengan menyesuaikan kriteria dari BSC dan juga isu seputar risiko dan return.

Langkah 2: Identifikasi nilai proyek yang diinginkan. Jawab 4 pertanyaan untuk membantu menentukan nilai:

  • Lebih baik: apa yang ingin dilakukan organisasi dengan lebih baik?
  • Lebih cepat: apa yang ingin dilakukan organisasi lebih cepat?
  • Lebih murah: apa yang ingin dilakukan organisasi lebih murah?
  • Apakah Lebih Banyak: Apa yang ingin dilakukan organisasi lebih dari sekarang?

Langkah 3: Kembangkan metrik yang sesuai. Mengembangkan metrik yang menyediakan arahan tim, menetapkan ekspetasi, dan menyediakan sarana untuk mengevaluasi kesuksesan proyek ini pada masa yang akan mendatang.

Langkah 4: Tetapkan kerangka waktu untuk mencapai MOV. Ingatlah bahwa penyelesaian yang dijadwalkan bukanlah hal yang sama dengan kerangka waktu yang disepakati untuk mencapai MOV.

Langkah 5: Verifikasi dan dapatkan persetujuan dari para Stakeholder. Ini adalah tes untuk memastikan bahwa MOV akurat dan realistis.

Langkah 6: Ringkaskan MOV dengan pernyataan atau tabel yang jelas dan ringkas, . Ini akan membantu untuk mendapatkan kesepakatan dan verifikasi akhir, memberikan arahan kepada tim, dan menetapkan ekspetasi yang lebih eksplisit.

Agar MOV Lebih Akurat

  • MOV didefinisikan pada awal proyek dan memberi masukan yang penting untuk proses screening dalam kerangka manajemen portofolio. Ini juga mendukung perencanaan proyek dan pengambilan keputusan secara rinci selama eksekusi.

  • Setiap keputusan proyek harus dibuat setelah mempertimbangkan pengaruhnya terhadap nilai organisasi yang dapat diverifikasi dan terukur.

  • Stakeholder harus menyetujui nilai MOV selama proses perencanaan proyek sehingga mereka dapat fokus pada hasil yang dibutuhkan selama siklus hidup proyek. Setiap pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan dalam menetapkan satu atau lebih MOV yang paling sesuai dengan tujuannya.

Jadi, Setiap MOV harus bisa diverifikasi. Jika kegiatan proyek berkontribusi terhadap hasil yang diinginkan, atau keuntungan yang sudah disepakati, proyek dianggap berhasil.

Referensi


Measureable Organizational Value adalah tujuan dan indikator kesuksesan dari sebuah proyek. Tidak sebatas hanya pada fokus keuangan saja, MOV juga mampu membuat indikator kesuksesan dan tujuannya berdasarkan hal lain selain berupa uang. Terutama sebagian besar investasi pada teknologi informasi tidak dapat dinilai hanya dari profit yang didapat dibanding kan dengan pengeluarannya. Penggunaan teknologi informasi memiliki banyak tujuan, meskipun tujuan utama investasi akan selalu sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan tetapi keuntungan yang bisa didapatkan tidak dapat dihitung atau intangible.

Contohnya saja investasi pembuatan sistem informasi untuk pegawai administrasi kepegawaian. Tentunya profit yang didapatkan bukanlah dari berkurangnya penggunaan kertas dan alat tulis atau pengurangan sumber daya manusia. Keuntungan dan tujuan yang diharapkan adalah semakin kurangnya ada human error dalam pembukuan, terintegrasinya data sehingga data yang ada valid, atau bahkan mempermudah dalam dokumentasi dan penyimpanan file penting.

Agar penilaian tetap dapat diukur tingkat kesuksesannya MOV haruslah dapat diukur, menyediakan value terhadap organisasi, disetujui dan dapat diverifikasi.


Keakuratan yang dimaksud oleh MOV disini pada dasarnya berkaitan pada hasil tahap verifikasi pada MOV itu sendiri. Dimana indikator-indikator yang akan diverifikasikan, sebelumnya telah disepakati oleh stakeholder saat MOV itu dibuat. Menyebabkan MOV yang telah dibuat nilainya akurat dan sesuai dengan keadaan dilapangan. Ditambah lagi dengan kemampuan MOV yang mampu mengcover intangible value membuat keakuratan nilai yang dihasilkan saat verifikasi MOV menjadi sangat baik

sumber