Bagaimana menurutmu antara jurusan IPA dengan jurusan IPS di sekolah?

Kamu mau masuk jurusan apa pas di SMA? Aku mau masuk jurusan IPS. Lah kok IPS? IPS itu jurusan untuk orang malas dan bodoh. Kalau kamu pilih jurusan IPS, awas nanti ketularan jadi anak malas. Ambil IPA aja bergengsi dan orgnya cerdas cerdas kok. Baik lagi.

1553436006-meme-dagel

Perkataan ini sering sekali kita dengar, mau dari orang tua, guru, teman, sahabat, kerabat, saudara, bahkan orang lain atau masyarakat sering mengatakan hal tersebut, saat seseorang yg masuk ke sekolah menengah atas (SMA). Mereka mengagap anak IPA itu adalah kumpulan anak yg baik, cerdas, pintar, berprestasi, taat sama guru, rajin beribadah, sopan, lembut, dan bijak. Pokoknya yg terbest dan selalu dipandang positif oleh masyarakat. Sedangkan anak IPS, lebih dikenal sebagai anak bandel, malas, bodoh, tukang buat keributan dan keonaran, sering tawuran, melawan guru, ribut di kelas, sering bolos dan tukang pembully dan sering membuat kekerasan di sekolah. Apakah itu fakta?.Saya sangat menentang pernyatan tersebut!

Alasan saya adalah anak IPA apakah semua smart? Dan anak IPS semua bandel? Tidak ! Kalau dilihat dari fakta pelajaran ipa sih ya pelajaran yg mendukung ke matematika. Ada banyak pelajaran dari jurusan IPA yg memakai metode matematika seperti fisika, kimia,dan peminatan matematika. Lalu jika anak IPA lebih banyak hitung-hitungan haruskah dipandang cerdas? Jadi anak IPS yg belajar ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah itu tidak dipandang smart ? Sebenarnya menurut saya. Yg menentukan kepintaran itu bukan dari jurusan nya. Semua jurusan bagus tidak ada yg tidak bagus. Krn bisa menghasilkan hasil yg bermanfaat bagi manusia kelak di masa depan.Seperti manfaat sosiologi jika dipelajari akan bermanfaat di lingkungan sekitar dan bisa memecahkan masalah sosial di lingkungan masyarakat. Dan manfaat ekonomi yaitu kita semakin ahli dalam berbisnis ataupun berdagang berkat ilmu ekonomi. Dan geografi untuk meramal cuaca dan suhu, iklim, bencana sehinga bisa berwas was. Bukan ilmu ipa saja yg berguna, tapi ilmu ips juga tak kalah saing.

Mari coba renungkan jika semua manusia di bumi ini semua memilih IPA dan benci IPS. Terbayang? bagus kah jika dunia ini semua masyarakat hanya ahli di ilmu IPA dan tidak ada ahli di bidang ilmu sosial. Siapa yg akan memecahkan masalah sosial, berbisnis yg baik, hukum dan politik yang teratur dan bijak kalau bukan dari ilmu IPS. Apakah IPA belajar ilmu politik, hukum, sejarah, ekonomi? Bukannya mereka hanya fokus ke bidang IPA. Kita manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.

Jika semua manusia bisa melakukan apa saja dan tidak ada kekurangan apakah dia bisa dikatakan sebagai mahkuk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa? Bukan nya Tuhan memberikan kita keunggulan dan kelebihan dan juga kekurangan agar kita bisa menyeimbangkan kehidupan di dunia ini. Semua ciptaan Tuhan memiliki kekurangan. Dan kekurangan sesorang tersebut bisa ditutup oleh seseseorang yg ahli bidang itu. Sehingga tercipta lah kerja sama dan saling ketergantungan. Krn manusia mahluk sosial. Dan dia tak bisa hidup jika tak ada manusia yg menolongnya, saling terikat, dan selalu bersama.

.

Jadi ,dari kesimpulan saya.Semua mahluk memiki kepintaran yang berbeda-beda. Jadi jika ada sang anak yg ingin masuk jurusan IPS berkat dia ahli di bidang IPS. Seharusnya orang tua mendukung sang anak dan meyakinkan sang anak jika jurusan yg dia pilih sesusai dengan bakat dan kepintaran nya. Jangan pilih jurusan karena gengsi dan ikut teman -teman. Tapi ikutilah kata hati nurani dan pengenalan bakat mu apakah aku cocok di jurusan ini / tidak cocok. Jika iya silakan masuk dan tingkatkan bakat prestasi mu di jurusan tersebut dan membanggaan ke dua orang tuamu.

IPA-vs-IPS

Jika di antara anak IPA dan IPS siapa sih yg unggul? Menurut saya semua jurusan itu sama sama unggul dan memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi tidak perluh dibandingkan atau di jelek-jelekan . Dan pelajaran IPS ada kok yg memakai matematika. Contoh Ekonomi, geografi, matematika, akutansi. Begitu juga dengan IPA, ada kok yang menghafal seperti menghafal rumus kimia, fisika dan biologi. Dan ke 2 jurusan ini juga ada kok mempresentasekan materi pembelajaran dan juga melakukan penelitian. Dan tentu di setiap kelas ada siswa yg pintar dan rajin. Gk malas semua ya !

Ayo bangun sifat toleransi dan persahatan dan saling menghargai dan tolong menolong.Bersatu kita teguh ,bercerah kita runtuh. Jangan ada sifat perpecahan,nnti kita yg akan hancur juga. Jangan ada yang menjelek- jelekan jurusan ya!

Nah kalau kamu??. Gimana pandangan mu terhadap 2 jurusan tersebut?.

“AYO BERDISKUSI DENGAN SEHAT DAN BIJAK. DAN TETAP BERPEGANG TEGUH DENGAN NILAI PANCASILA DAN NKRI!!!”

10 Likes

Menurut saya opini yang terbangun selama ini tentang anak anak yang berasal dari jurusan ipa lebih cerdas dibanding dengan anak anak yang berasal dari jurusan ips itu hanyalah sebuah stereotip. Mereka hanya melihat kecerdasan antara dua jurusan ini dr sisi IQ (Intelegensi Question) saja. namun perlu diketahui bahwa kecerdasan seorang anak juga harus dilihat dr sisi EQ (Emotional Question). Bahkan jika dilihat dari pilihan jurusan yang dipilih anak anak setelah lulus SMA mereka yang berasal dari jurusan ipa lebih memilih jurusan yang berbau ips di perguruan tinggi.

2 Likes

@Vilda_Oktavia. Betul bu… kebanyakan anak sma itu pas kuliah ambil jurusan ips seperti ekonomi, akutansi, politik, hukum, manajemen. Itu disebabkan peluang perkerjaan ips itu lebih mudah dan jauh lebih luas lagi daripada ipa. Kalau kita lihat ya bu, jika kita ambil dari kesimpulan… misal nya adalah jurusan ekonomi. Kita tau kalau ilmu ekonomi adalah ilmu bisnis dan keuangan. Dalam hal tersebut, para dosen pun mengajarin para Mahasiswa untuk bisa menjadi pengusaha sukes dan pedagang sukes. Tentu itu dari ilmu ips.

Atau kalau kita lihat ya bu seperti jurusan ilmu politik… ya tentu kan bu kalau politik itu bisa jadi dpr,mpr,ketua legislatif,politisi. Tentu menjadi profesi tersebut harus ahli dalam sosiologi atau ilmu sosial kan bu. Tentu peluang anak ilmu ips lebih luas daripada ipa dari segi profesi.

Anak ipa mungkin bisa menjadi ahli kimia, dokter, guru, dosen, dll. Walau begitu… anak ipa juga bisa jadi org sukes tak kalah dengan ips. Tergantung rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan Tuhan selalu membuat hal yg paling baik dari kita,bahkan lebih baik dari pikiran kita sendiri ya bu…

1 Like

@Vilda_Oktavia. Kalau berdasarkan pernyataaan ibu yg kecerdasan emosional. Itu artinya dia tau cara mengendalikan diri, emosi, menilai, mengolah dirinya sendiri terhadap lingkungan sekitar nya dan dari ilmu psikologi. Ada mengungkapkan 3 pokok kecerdasan emosional.

  1. Mengola dirinya sendiri.
    2.mampu merespon dan bernegoisasi dengan org lain secara emosional
  2. Menggunakan emosi untuk memotivasi .

Dan walau begitu, ilmu moral / sikap lah yg penentu semua nya. Jika manusia tidak bermoral tapi pintar,itu sama saja bohong. Krn bisa saja dia menggunakan kepintarannya untuk melakukan tindakan kriminalitas. Seperti membajak akun media sosial org,bergabung dgn teroris,menggunakan kemampuan bela diri ny untuk. Menghajar org,menciptakan bom biologi untuk membunuh 1 org kota (termasuk org yg tak bersalah),politisi atau mentri yg korupsi,penyuapan,dan pelecehan,bahkan penghinaan terhadap negara indonesia,menggunakan bhs inggris ny untuk bersekolompok dgn pembunuh dan pengedar narkoba dari negara lain, agar rencana membunuh semakin baik dan bisa menyebarkan narkoba agar mendapat untung untuk diri sendiri, bukan org lain dll…

Semua itu adalah contoh org berpendidikan dan pintar, tapi tidak bermoral. Jadi percuma dia pintar jika tak ada moral. Maka ilmunya itu seperti diibaratkan melukis di atas air. Dan tentu melukis di atas air, tulisannya hilang, sehingga tidak ada seni dan keindahan.

Tapi coba bagi org yg berilmu dan bermoral. Dia akan membuat ilmu seperti menulis di atas batu. Yg artinya ilmu yg dia terimah akan dia bagikan ke org banyak,agar bermanfaat untk nya,dan org lain…

“Jadi, walah pintar, tapi kita juga harus bermoral dan religius”.

4 Likes

Menurut saya pribadi, sebuah jurusan dibuat sesuai dengan kebutuhannya.

Jika kamu menyukai eksak, kamu bisa mengambil jurusan IPA dan sesuai dengan cita - cita karirmu kedepan. Jika apa yang kamu sukai ternyata non eksak, kamu bisa memilih IPS dan mengambil konsentrasi ini jika dianggap sesuai untuk menunjang cita - cita karirmu ke depan dengan skill yang ditawarkan di masing - masing jurusan.

Referensi untuk penggambilan jurusan, bisa melalui test kepribadian dan test kecerdasan. Selalu optimis dalam jurusan apapun yang telah kamu pilih. Tetap semangat!

1 Like

@Rulin_Septa… wah makasih kak yaa sudah dibantu…

Ok, dari pernyataan kakak, saya setuju dengan kakak. Jika memilih jurusan itu harus sesuai keinginan dan sesuai cita cita. Jika ingin menjadi penguasa, dan pebisnis, hakim, jaksa, politisi, peneliti politik dan sosial, ya memang harus jurusan ips. Dan disitu akan diajarkan bagaimana trik agar bisa seperti cita cita di atas.

Tapi kadang banyak sekali siswa yg gengsi masuk di ips. Mereka bilang jka ips itu adalah jurusan yg tidak bagus dan dipenuhi oleh siswa bansel. Padahal tidak semua. Kasian jurusan ips dicap sebagai jurusan yg buruk. Sedangkan jurusan ipa selalu dipandang positif. Oleh karena itu,mereka gengsi masuk ke jurusan ips, dan malah pilih ipa.

Tapi, sayangnya, ketika di jurusan ipa, dia malah kepusingan setengah mati, krn pelajaran ipa yg tidak bisa masuk di akal nya, seperti pelajaran yg sulit itu fisika. Dan pas pula dia itu tidak ahli di matematika. tentu membuatnya menjadi orang yg tak bisa apa apa dan tak bisa berprestasi. Krn bakat dia bukan di ilmu ipa. Disini sudah salah jurusan berkat sifat gengsi berlebihan. Kita sebenarnya tidak boleh gengsi dalam memilih jurusan, atau pun jika gengsi itu jangan berlebihan. Harus stabil.

Setiap orang itu punya potensi masing masing. Jadi apakah dia masuk IPA ataupun IPS itu menyesuaikan dengan apa potensi orang yang bersangkutan.

1 Like

Menurut saya antara IPA Dan ips sama saja. Saya tidak terima dengan kata-kata anak ips itu orang bandal bodoh. Itu sangat Salah besar. Kenapa begitu? Karna mau jurusan apapun itu IPA atau ips, itu tergantung pada diri Kita sendiri, jika Kita ingin benar benar serius dalam meminati jurusan itu. Makanya semua nya akan berjalan dengan baik. Seperti saya sendiri, dulu saya dari jurusan IPA. Sedangkan sekarang saya berkuliah pada jurusan akuntansi yaitu jurasan ips, sementara dari SMA saya tidak pernah belajar akuntansi sama sekali, akan tetapi sekarang kuliah saya harus mampu belajar mulai dari dasar. Jadi intinya jika Kita meyeriusi jurusan apapun itu. Maka alhasil juga akan yang terbaikk😊

1 Like

memang benar, banyak yang menganggap bahwa anak IPS itu tidak se-smart anak IPA
padahal, kalau dilihat lagi. mata pelajaran mereka juga sama-sama susah
anak IPA, yang setiap hari ketemu praktikum dan penelitian di mata pelajaran fisika dan biologi
anak IPS, yang juga setiap hari ketemu hitung-hitungan rumit di mata pelajaran ekonomi, dimana menghitungnya pun juga membutuhkan ketelitian agar hasilnya benar

semuanya itu sama, sesuai porsinya masing-masing. jadi, jangan membeda-beda kan antara anak IPS dan IPA. semua nya itu sama
toh, nanti kalau kita kuliah. banyak anak IPA yang lintas jurusan mengambil jurusannya anak IPS. seperti di jurusan akuntansi, manajemen, dll

Jurusan kita SMA itu juga tidak menjamin kesuksesan kita, so. ayo kita semangat memperjuangkan impian kita masing-masing. keep fight guyss! dunia emang kerass :wink:

2 Likes

Betul… nnti kalau ingin masuk jurusan karena gengsi dan ikut ikut teman, ya dan pas pula jurusan ny tidak keahlian dia,dia akan merasa pusing sendiri di kelas,krn tidak ada 1 pun pelajaran yg dia mengerti .

Gengsi sih bisa,tapi ada tempat dan tujuan yg jelas. Kalau gengsi masuk jurusan ips krn di cap org sebagai anak bandel,tapi keahlian ny di bidang ips… aduhh kasian sekali…

Kalau menurut ku, masuk lah jurusan sesuai keinginan,bakat,dan impian mu pas besar. Bukan krn gengsi.

Makasij ya kak sudaj luangkan waktu untuk berkomentar. Saya setuju 100% sama kakak. Jika masuk jurusan itu harus sesuai kemampuannya. Jangan dipaksa atau dari perkataan org lain. Tapi masuk lah jurusan sesuai hati dan pikiran batin atau bisa disebut suara hati. Kadang kala ya kak suara hati itu memang tepat dan benar. Misal ny dalam hati nya ,dia ingin nabung agar nnti pas kuliah dia bisa memakai uang tabungan nya biar tak membebani org tua. Tapi, itu akan berdampak postif jika dia melaksanakan pikiran dan suara hati nya… cuma jika dia tidak percaya dan tidak mau menjalani isi pikiran hati atau suara hati nya,tentu hal yg ingin kuliha tidak bisa dicapai,apalagi jika org tua ny adalah org sederhana… tentu akan kesusahan sekali…

Jadi kalau dari kesimpulannya. Ikuti lah kata hati dan suara hati mu. Krn dia tau apa yg terbaik dan terbenar, bisa dibilang sih suara hati itu juga milik kita,so kalau milik kita ngapain harus dengar kata hati org… semua org beda beda pendapat dan suara hati nya. Dan jadikan itu sebagai keanekagaraman. Seperti keanekaragaman di indonesia. Dan itu salah satu keunggulan negara kita yg memiliki banyak tradisi,agama,suku,budaya,ras,dan termasuk juga jurusan dan keahlian,bahkan sikap seseorang juga beda beda. Ayo tinggikan rasa toleransi !..

Ok kak. Makasih ya sudah ikut berdiskusi. Mudah mudaha kakak mendapat kebaikan dari Tuhan . Amin

1 Like

Saya lanjut ya kak. Oo kakak waktu itu jurusan ipa dan pas kuliah ambil akutansi ya… hehehe kakak memang harus dari awal belajar akutansi. Dan akan mengenal dasar dasar akutansi dan ekonomi… coba kakak dari jurusan ips saat itu,pasti kakak tidak perluh mengulang lagi. Krn dasar dan materi akutansi dan ekonomi . Sudah diajarkan kak di sma. Tentu lebih mudah ya kak paham. Dan lebih banyak ilmu ny … krn dari sma,mereka sudah betul betul mengkuasai materi ny,sehingga pas dunia kuliah,mereka tak perluh lagi ribet ribet dan malah santai dan gk banyak pikiran . Belajar ini,belajar itu lah.

Ini salah satu kelebihan dari siswa sma yg ambil jurusan yg sesuai pas di dunia perkuliahan…

1 Like

Betul kak. Kadang kadang aku agak sedih jika dikatakan anak ips itu bodo bodo. Padahal gk semua. Banyak kok yg cerdas anak ips dan sukes. Tapi mau gimana lagi, itu udah di cap masyarakat. Entah siapa yg mencap iitu duluan . Hehhe :laughing::laughing:. Betul kak… walau ips ,tetap belajar matematika seperti ekonomi yg menghitung harga dan ouput ,penetua harga keseimbangan,elasistas penawaran,persaman akutansi,pecahan dll… dan geografi juga ada,seperti menghitung suhu,wilayah dan samudera. Dan anak ips tetap belajar matematika… bukan ipa saja yg belajar matematika,ips juga adaa. Sebenarnya sama saja. Sama sama bagus dan unggul. Tidak ada yg buruk. Dan lagian rumor anak ips tak belajar matematika salah total. Krn matematika itu adalah kunci kehidupanm dan di seluduh dunia selalu menerapkan sistem matematika. Dan yg paling dominan itu adalah juak beli . Dan tentu jual beli pakai tambah dan kudang bukan… ini membuktikan, apapun itu jurusan mu. Masih tetap pakai matematika dan kita tak akan bisa jauh dari dunia matematika.

Topik ini biasa menuai perdebatan wkwkwk.

Menurutku, kedua jurusan tersebut sama-sama baik. Siswa harus masuk ke jurusan yang sesuai dengan passionnya.

Untuk orang di luar jurusan tersebut, hendaknya jangan mendiskreditkan anak IPS. Karena sejatinya setiap orang punya jalannya masing-masing menuju kesuksesan. Setiap orang punya passionnya masing-masing.

Untuk orang di dalam jurusan tersebut, yuk lawan stigma yang beredar di masyarakat dengan perilaku dan bukti nyata. Jangan malah mewujudkan stigma negatif tersebut.

2 Likes

Mantap kak. Makasih ya sudah berkomentar. Iya betul jurusan ini sama sama baik, cuma kalau dari segi pengeliatan, masyarakat itu lebih memandang anak ips masih kalah jauh dgn ipa yg smart. Padahal kan mereka pintar di bidang yg berbeda. Kalau ada lebih dari 1 kepintaran, knp harus 1. Beraneka ragam akan mewarnai kehidupan dgn berbeda beda profesi dan keahlian. Ada yg jadi politisi, jadi jaksa, pengacara, hakim, penguasah, pengawai bank, guru, dosen, pengawai negri, pedagang, psikolog, detektif, polisi, tentara, nelayan, dokter, staff admistrasi, pengarang, penyanyi, pemusik dll. Semua itu kan beraneka ragam.

Tentu yg beraneka ragam tersebut dapat dijadikan keunggulan dan keindahan. Dan sayangnya,walau beragam. Indonesia ini kadang tak bisa nerimah perbedaan,selalu harus sejenis. Gk mau yg beragam. Krn hal tersebt muncul perdebatan, konfilik, dan tawuran. Sayang sekali indonesia ini.

Andai rakyak ny tidak seperti itu dan giat belajar dan berusaha. Pasti membuat negara Nkri ini menjadi negara maju dan berkembang. Dan kita juga sudah melaksanakn perintah dari pahlawan negara kita. Bahwa kita tidak boleh lagi dijajah. Krn di jajah kita akan mengalami perpecahan dan akan membuat kita lemah. Coba bersatu. Pasti kuat. Bagaikan ribuan sapu lidi yg diikat. Yg susah jika dipatahkan. Dan tentu kita sebagai rakyat juga harus pintar dan bijaksana dalam hal pengetauan dan teknologi. Dan tentu bisa menghalagi ada ny tantangan kebangsaan. Menurut tap MPR No . Vl tahun 2001. Tentang etika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tambahan ya kak , saya setuju agar kita melawan stigma yg beredar masyarakat : tidak diterimah nya seseorang pada suatu kelompok krn kepercayaan ny melawan norma yg ada. Itu dari ilmu ips sih (sosiologi ilmu masyarakat). Kita juga harus tetap dalam prinsip dan tidak mudah dijebak orang. Dan juga ber was - was dgn nama ya hoax. Tertuma hoax yg mengenai jurusan. Bilang jurusan ini itu lah. Kayak menjelek jelekan. Padahal gk semua yg dia katakan benar. Maka dari itu kita harus pandai yg mana berita yg asli dan yg mana yg hoax. Agar kita bisa menjalankan kehidupan kita di masa yg akan dtg dgn teratur dan benar. Dan tentu saat pemilihia jurusan di sma. Biar tidak ada salju (salah jurusan). Dan penyesalan.

hallo kak, boleh dibantu untuk komen di topikku juga?

tergantung kebutuhan saja dan mimpi yang di cita-citakan. memang stigma masyarakat dulu tidak bisa kita paksa untuk rubah, tapi yang menjalani hidup kan kita. kita tahu bagaimana jalur mimpi kita kedepannya, kita juga tidak bisa hanya memuaskan satu pihak saja. yang terpenting adalah bagaimana kita enjoy serta bertanggung jawab atas segala pilihan yang kita buat

1 Like

Ya betul ,kita juga harus enjoy dalam kehidupan ini. Jgn tergesa gesa . Krn yg tergesa tega itu peluang kegagalan lebih tajam daripada org yg enjoy.

Contoh : misal ny pas ujian, kamu tergesa gesa ingin meyelesaikan nya agar cepat pulang, sehingga keesokan harinya kamu diberitau nilai kamu sangat buruk. Itu disebabkan krn sifat tergesa gesa. Beda lagi cerita jika ada seorang anak yg enjoy dan santai,teliti saat ujian,so nilai ujian ny predikat A. Itu berkat ketelitian dan enjoy.

Begitu juga jika pilih jurusan. Enjoy aja, jgn terburu buru. Dan lihat kamu bakat ny dimana. Agar mendapat hasil yg terbaik. Santai,jgn tergesa gesa dalam memilih jurusan.terapkan sikap ketelitian dan pengenalan diri yg baik dan benar.

Lalu setiap apa yg kita perbuat, ya tentu harus berani dan tegas kita tanggung. Krn yg melakukan hal tersebut kan kita. Jadi ngapain salah salahkan org lain. Jika itu kesalahan dari diri kita sendiiri maka perluh kita tanggung jawab. Ini bukti bahwa kita adalah manusia bermatabat.

Sama sama kak.
Jadi intinya, apapun pilihan Kita, jika Kita menjalani nya dengan baik, maka hasil nya juga akan baik🤗

1 Like

Ya kak, dulu saya jurusan IPA sewaktu SMA, akan tetapi sekarang jurusan saya diperkuliahan yaitu jurusan akuntasi, awal memilih memang saya agak merasa takut, akan tetapi setelah saya lewati, saya jalani ternyata asik Dan menyenangkan juga. Jadi apapun pilihan Kita, jika Kita Rasa itu Yang terbaik Dan Kita menjalani dengan tekun Dan baik, maka hasil nya juga akan memberikan yang terbaik :hugs:

1 Like