Bagaimana mengingat sesuatu yang telah dipelajari ?

mengingat sesuatu yang telah dipelajari

Mempelajari sesuatu sering dianalogikan sebagai mengisi air dalam ember. Ember akan tetap mampu menampung air selagi airnya belum penuh. Ibaratnya, ember adalah otak kita dan air adalah ilmu.

Bagaimana mengingat sesuatu yang telah dipelajari ?

1. Buatlah Istana Pikiran

Istana ingatan berdasarkan dari ide yang berkenaan dengan ingatan kita tentang ruang lebih besar dari ingatan yang berkenaan dengan spesifik kata atau objek.
misalnya : buatlah list pada apa yang anda lihat hari ini, buatlah ingatan tentang barang yang sudah kalian lihat. misalnya, anda melihat susu yang tumpah di ruang tamu dan ditutupi dengan sehelai kain, saat anda di taman, anda memotret wanita yang sedang duduk sambil membaca buku.

2. Pikirkan tentang adegan

Kita mengkondisikan ingatan seperti layaknya kamera yang merekam suatu gambar. Apa yang kita lihat tidak bisa langsung di print, layaknya seperti fotografi. Ini dinamakan “Menyandi”.

Alasan kita sering salah menaruh barang seperti kunci kita, dompet, handphone dan mobil karena kita menampung banyak versi dari memori tersebut. Pikirkan berapa kali anda memarkirkan mobil atau menaruh kunci anda disuatu. otakmu sudah menyimpan ribuan dari memori tersebut. Berjalannya waktu, dan memori tersebut mulai memudar.
Untuk meningkatkan daya ingat, anda harus bisa mengingat kembali. Di lain waktu saat anda menaruh kuncimu, cobalah untuk mengingat kejadian itu dengan seksama di kepalamu.

Buatlah catatan dimana tempat anda meletakkan kunci itu, apakah itu terbuat dari besi, kayu atau beton? Biru atau merah? Apakah ada gambaran atau suatu objek yang dekat yang bisa anda ingat-ingat.

3. membentuk hubungan emosional

Memiliki rasa ikatan yang kuat dengan objek atau suatu tempat bisa membantu kita untuk bisa lebih mengingat detail tentang objek tersebut.

Di beberapa penelitian dari Harvard dan MIT membandingkan antara bagaimana orang lebih mudah mengingat suatu gambar atau mengingat suatu warna dari beberapa kotak. Secara keseluruhan, kebanyakan orang lebih mampu untuk mengingat detail tentang photo daripada mengingat sebuah warna dari kotak. Para peneliti menilai bahwa banyak orang yang menghubungan suatu photo dengan perasaan atau kenangan meraka, maka dengan demikian menjadikan memori tersebut menjadi lebih tajam.

4. Mencoba Metode Mnemonic

Jika anda ingin mengingat suatu urutan tertentu, cobalah untuk membuat singkatan yang berasal dari huruf awal dari kata tersebut. Contohnya seperti warna pelangi MeJiKuHiBiNiU (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu).

Metode ini memudahkan untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

5. menyambungkan hal baru ke hal yang sudah lama.

Misalnya saat anda belajar tentang cara menghitung jari-jari lingkarang itu lebih mudah diingat daripada menhitung luas bola. Sebenarnya jika disambungkan-sambungkan, bola memiliki pola dasar lingkarang. Sehingga luas bola hanya dengan luas lingkaran dikali 4 saja.

Dengan cara seperti itu kita bisa mengingat luas bola dengan cepat karena menyambungkan dengan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. Serta bisa lebih lama mengingat luas lingkaran.

sumber :

Faktanya periset memperkirakan bahwa kita kehilangan 90% dari semua hal yang kita pelajari segera setelah mempelajarinya. Ketika pikiran kita mulai menyerap informasi baru, ada sedikit waktu sebelum informasi tersebut menjadi tidak berguna bagi kita. Karena beberapa alasan, otak kita terus-menerus dalam proses melupakan. Sebagian besar rincian yang Kita pelajari hilang untuk Kita dalam waktu singkat, karena otak Kita hanya memiliki ruang terbatas. Dan otak Kita sebenarnya tidak tahu bagaimana menentukan secara detail apakah akan bermanfaat bagi Kita di lain waktu, jadi otak hanya akan melupakannya.


Sepanjang proses belajar Kita membuat waktu untuk memastikan bahwa Kita akan mengingat informasi yang ingin Kita ingat dengan beberapa cara berikut :

1. Kesalahan dalam belajar
Artikel diterbitkan setiap hari tentang bagaimana sistem pendidikan dunia cacat, karena berbagai alasan. Mungkin komponen paling mendasar yang hilang dari sistem ini adalah proses belajar itu sendiri. Kita tidak belajar bagaimana belajar. Tulisan dan angka diberian kepada kita, dan kita diminta menghafalnya dengan hafalan. Kita tidak diberi tahu tentang proses belajar dan apa yang terjadi dalam proses itu, bagaimana otak melakukan informasi ke ingatan dan cara mengingatnya.

Padahal rangkaian yang berkaitan dengan proses pembelajaran untuk mengingat dan mengabugkan tulisan atau angka di otak kita merupakn cara yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan kita mengingat.


2. Memotivasi untuk Ingat
Bila Kita tertarik dengan topik, Kita lebih cenderung mengingat apa yang telah Kita pelajari. Jadi carilah ketertarikan didalam topik yang akan kita pelajari dan buatlah alasan mengapa kita harus mepelajarinya. Jika Kita sudah memiliki semangat untuk mempelajarinya, maka Kita tahu alasan kita ketika datang untuk belajar. Hal ini akan menjadikan kita tidak pua jika hanya sedikt mempelajarinyaitu sebagai dorongan akan rasa penasaran kita akan banyak yang harus dipelajari di dunia ini.


3. Konsentrasi
Konsentrasi menggunakan banyak kekuatan otak, dan memberi sinyal pada pikiran Kita untuk memperbaiki suatu proses atau subjek ke dalam memori jangka panjang Kita. Perhatian Kita harus terbagi, dan fokus Kita harus datang secara alami. Jika Kita lelah atau terganggu, maka sangat sulit bagi pikiran Kita untuk melakukan informasi ke dalam memori. Siapkan ruang tenag tanpa gangguan saat Kita menjalani proses belajar Kita, dan Kita akan lebih mungkin mengingat detail yang telah Kita pelajari.


4. Ganti cara belajar dengan diskusi
Ketika Kita mencoba untuk belajar dan mengingat sesuatu, mendengar dan membaca adalah cara yang kurang efektif dibandingkan dengan bentuk pembelajaran lainnya, seperti diskusi kelompok. Degan berdisusi Kita harus berkonsentrasi, menganalisis informasi yang kita pelajari dari pendengaran dan penglihatan sederhana, menyatukan pendapat dari banyak pemikian, dan dengan diskusi otomatis kita juga harus membaca untuk menganalisis banyak informasi.


5. Memperbanyak pengulangan
Kita harus menantang pikiran kita untuk mengingat kembali apa yang telah Kita pelajari. Hal ini memungkinkan ingatan kita tidak hanya menunjukkan bahwa itu berhasil tetapi proses itu sendiri meningkatkan kemampuan Kita untuk mengumpulkan informasi yang telah Kita pelajari. Menurut para ahli, ada banyak sekali waktu yang terbaik untuk kapan harus mengingatnya.

Solusi paling sederhana: pelajari lagi setelah satu jam, dan ketiga kalinya setelah 24 jam. Kita akan kehilangan apa yang telah kita pelajari dengan cepat, jadi pelajari lagi dalam waktu satu jam. Selain itu, setelah seharian berlalu Kita mungkin lupa informasi jika Kita tidak memeriksanya.
Pada dasarnya kita memiliki memiliki kalkulator yang menentukan waktu terbaik untuk menguji ingatan ingat Kita.


6. Ambil Istirahat
Berikan waktu tubuh & pikiran Kita untuk bersantai. Idealnya, pembelajaran harus dilakukan dalam satu siklus. Sayangnya setiap orang berbeda, jadi tidak ada jumlah ajaib menit atau jam yang harus Kita pelajari. Rata-rata, seorang individu dapat tetap fokus pada tugas selama sekitar 45 menit, jadi ini adalah angka yang bagus untuk memulai. Bagi beberapa orang, lamanya waktu belajar mungkin lebih lama lagi. Sewaktu Kita menjalani proses, perhatikan isyarat mental dan fisik untuk menyempurnakan panjang waktu belajar Kita.


7. Belajar Sebelum Tidur & Setelah Bangun
Waktu terbaik untuk belajar atau metinjau kembali informasi yang telah kita pelajari, tepat sebelum Kita tidur dan tepat saat Kita bangun tidur. Sebelum Kita tidur dan setelah bangun tidur, otak Kita mengeluarkan zat kimia yang dirancang untuk membuat ingatan Kita lebih konkret. Di lain waktu, pikiran terus menyegarkan isi memori jangka pendek Kita (menyebabkan Kita melupakan banyak hal). Juga di siang hari, pikiran Kita dipenuhi dengan informasi konstan, jadi tidak banyak ruang untuk sesuatu yang baru.


8. Teliti, Hubungkan, dan Penjelasan
Belajar bukan aktivitas statis. Otak Kita mencoba membuat hubungan antara informasi yang Kita pelajari dan apa yang sudah Kita ketahui. Jadi, cari lebih dalam pada proses dan buat koneksi. Misalnya, jika Kita belajar tentang aliran udara dan prinsip Bernoulli, bandingkan pengetahuan Kita tentang aliran laminar dalam air untuk mendapatkan lebih lanjut info baru yang Kita pelajari. Demikian pula, dengan memeriksa proses tugas, atau rincian informasinya, Kita membiarkan otak Kita memahami dengan lebih baik tentang apa yang Kita pelajari. Sekali lagi, jangan hanya melihat fakta dan figur.

Kembangkan pengetahuan tentang rincian dan prosesnya, sehingga memberikan otak Kita kerangka kerja untuk pembelajaran Kita. Apalagi saat Kita menghubungkan informasi dengan apa yang sudah Kita ketahui, maka pikiran Kita akan mengingat kesamaan-kesamaan tersebut dalam proses.


9. Ajarkan Apa yang Telah Kita Pelajari
Guru membuat kesalahan. Ketika mereka gagal atau melakukan kesalahan, mereka harus belajar memperbaiki kesalahannya. Dan kesalahan itu bagus. Penelitian menunjukkan bahwa ketika Kita melakukan kesalahan saat mengajar, kita harus kembali dan memeriksa pekerjaan kita, yang membiasakan Kita dengan proses tugas lebih lanjut, hal ini lebih mungkin mengingat informasi di lain waktu. Karena pengajaran membutuhkan banyak konsentrasi, otak Kita akan berusaha penyerapan memori Kita ke tingkat tinggi. Jadi ajarkan apa yang telah Kita pelajari.


10. Memaksa untuk ingat
Semua orang akan mengatakan bahwa flash card (sebuah kartu berisi sejumlah kecil informasi, disiapkan untuk dilihat, sebagai bantuan untuk belajar) adalah cara terbaik untuk mengingat sesuatu. Dan mereka benar. Dengan memaksa otak kita untuk mengembalikan apa yang kita pelajari melalui ingatan, otak kita harus berkonsentrasi untuk mendapatkan informasi itu ke dalam kesadaran kita.


11. Mengulang, Mengulang, Mengulang
Mengulangi suatu aktivitas, proses, atau detail dapat membantu Kita mengingatnya. Jika Kita memasukkan apa yang ingin kita ingat ke dalam aktivitas sehari-hari, secara eksponensial Kita lebih mungkin untuk mengingatnya.

Contohnya : masukkan nomor telepon sebuah kartu berisi sejumlah kecil informasi, disiapkan bagi siswa untuk dilihat, sebagai bantuan untuk belajar. Kita ke dalam kata sandi Kita untuk mengakses komputer kita (mis., DoctorMark5236798). Jika keadaan darurat muncul saat kita perlu mengingat jumlahnya, kita tidak perlu mencari-cari melalui buku telepon. Intinya, dengan melakukan tugas setiap hari, kita tidak akan memiliki masalah dalam menyatukan informasi saat kita membutuhkannya.


12. Tetap Sehat
Makanlah dengan benar dan tetap bugar, kesehatan mental kita bergantung padanya. Kapan pun Kita kelaparan atau mengalami dehidrasi, pikiran Kita tidak teratur, atau jika tidak, itu bisa mendorong kita ke dalam keadaan panik karena kelaparan. Karena itu, pertahankan diet yang stabil. Hindari makanan yang mengandung gula tinggi karena akan menyebabkan penyakit. Mengkonsumsi terlalu banyak kalori bisa membuat kita merasa lesu, jadi jauhkan makanan olahan. Sebagai gantinya, banyak makan dan daging tanpa lemak agar otak Kita tetap sehat.

Berolahraga secara teratur juga. Latihan kardiovaskular yang baik meningkatkan aliran darah dan sistem kekebalan tubuh Kita, yang membantu mengembalikan energi mental Kita untuk belajar lebih banyak.


13. Renungkan Apa yang Telah Kita Pelajari
Luangkan hanya 15 menit untuk merefleksikan apa yang Kita pelajari di penghujung hari Ini, hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri kita dalam proses belajar saat kita mengingat kembali informasi tersebut. Kita akan bersemangat untuk kembali belajar keesokan harinya, berusaha lebih keras dalam aktivitas kita dan apa yang Kita pelajari.


Apakah kalian masih ingat 13 tips diatas, mungkin ada yang sudah lupa kembalilah ke atas untuk membaca ulang itu cukup mudah sekarang tapi kita mungkin tidak selalu memiliki waktu itu. Jika Kita memasukkan trik ini ke dalam kebiasaan belajar Kita, Kita akan melihat peningkatan kemampuan Kita untuk mengingat kembali apa yang telah Kita pelajari.

Sumber : http://www.lifehack.org/articles/productivity/13-tricks-help-you-remember-what-youve-learned.html (diakses pada tanggal 1 September 2017)