Bagaimana menggunakan algoritma dalam kehidupan sehari-hari?

Algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan. Sehingga, algoritma pemrograman adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritma, logika, bahasa pemrograman, dan pada banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.

Bagaimana menggunakan algoritma dalam kehidupan sehari-hari ?

Sebelum masuk dalam pembahasan penggunaan algoritma dan pemograman diluar penerapannya sebagau pembuat software, kita harus memperhatikan cakupannya terlebih dahulu. Diluar penerapannya sebagai pembuat software bisa berarti banyak hal atau dapat dikatakan sebagai penerapan dalam keseharian atau dapat membuat pekerjaan-pekerjaan kita lebih mudah.

Algoritma diketahui sebagai langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Ada yang mengatakan bahwa di kehidupan sehari hari kita selalu melakukannya, contohnya dalam hal kecil saja seperti membuat sandwich pasti ada langkah-langkahnya, seperti menyiapkan bahan bahan lalu memotong sayur dan seterusnya. Jika algoritma digunakan secara terus menerus itu menjadi suatu kebiasaan dan tugas pembuat algoritma menjadikan suatu kebiasaan itu unik dengan bumbu-bumbu rahasia seperti sandwich ala American pasti berbeda dengan sandwich biasa karena seorang chef pasti punya cara tersendiri untuk menampilkan menu makanannya terlihat lebih indah menarik dan lezat.

Banyak juga contoh lain seperti mandi, membuat surat, membuat kopi, tata cara makan dan lain lain. Nah sudah terbukti bahwa algoritma dan pola pola itu ada disekitar kehidupan kita tinggal kita saja menyikapinya apakah akan runtut dengan algoritma yang sudah ada atau menghias algoritma menjadi sesuatu yang berbeda. Atau dapat digunakan dalam penghitungan suatu kalkulasi seperti dalam binary kita bisa memanfaatkan suatu algoritma. Dan juga dalam algoritma kita bisa melatih suatu pengambilan keputusan yang bersifat tiba-tiba.

Pemograman merupakan suatu cara untuk membuat suatu sistem ataupun proses dengan menggunakan bantuan komputer. Dapat di definisikan sebagai penggunaan operasi dalam penggunaan suatu aktifitas yang mengerjakan sesuatu didalamnya, seperti aplikasi. Dalam pemograman tergantung orangnya sendiri karena pola pikir setiap orang berbeda-beda.

Diutamakan menggunakan pemograman dengan computational thinking karena menyelesaikan masalah dengan cara CT, dan keduanya itu berkesinambungan. Dalam pemograman kita bebas membuat sesuatu apapun yang kita inginkan dan apapun caranya, karena kita creator/builder kita yang membangun. Untuk dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari saya rasa hanya olah pikir dalam pembuatan programlah yang digunakan untuk kehidupan sehari hari dan mengatasi permasalahan permasalahan yang ada. Ada pepatah “Find the easiest way to fix it”.

Referensi :
https://www.quora.com/How-do-I-use-algorithms-and-data-structure-in-real-life
https://www.quora.com/What-are-some-real-life-applications-of-dynamic-programming
https://www.quora.com/How-can-we-use-programming-in-our-daily-life

Secara sederhana algoritma adalah urutan langkah-langkah yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas tertentu (tidak hanya komputer yang menggunakan algoritma, manusia juga dapat menggunakannya).

Banyak hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari kita yang menggunakan algoritma. Untuk menunjukkan bahwa algoritma tidak hanya digunakan dalam Ilmu Komputer tetapi merupakan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah.

Contoh sederhana adalah algoritma membuat kopi, yaitu yang pertama menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti kopi,gula, gelas. Kemudian masuk ke step-step pembuatannya yaitu panaskan air smapi mendidih, sambul menunggu air mendidi masukkan bubuk kopi dan gula ke dalam gelas. Setelah air mendidh tuang air ke dalam gelas, segelas kopi nkmat sipa dihidangkan.

Untuk mebuat suatu algoritma untuk meneylesaikan masalah sehari-hari kita maka kita perlu untu mencari solusi dari maslah tersebut. Dari kumpulan solusi-siolusi itu dibuatlah suatu algoritma yang rapi dan sistematis agar memudakan kita untuk mengerjakan algoritma.

Pembuatan solusi masalah tidak serta merta langsung jadi, tetpi juga melaui penelahaan yang mendalam. Hal ini untuk dapat memahami apa solusi terbaik dari permasalan ini.

sumber :
https://www.quora.com/What-are-the-best-application-of-algorithms-in-real-life

Sebelum membicarakan tentang manfaat lain algoritma selain untuk membuat aplikasi, mari bahas mengenai algoritma itu sendiri. Algoritma berasal dari kata Algorism yang berarti proses menghitung. Kata Algorism berasal dari nama penulis buku Arab terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khuwarizmi. Beliau terkenal sebagai Bapak Aljabar. Al Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Aljabar wal muqabala, yang artinya Buku Pemugaran dan Pengurangan.

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis peyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Algoritma adalah uruta logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.

Pada dasarnya terdapat tiga buah struktur dasar yang menyusun suatu dasar algoritma. Ketiga struktur dasar tersebut adalah :

  1. Sekuensial (runtutan)
    Pada struktur sekuensial, langkah-langkah algoritma dikerjakan secara berurutan.

  2. Seleksi
    Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi (pengambilan kepurusan).

  3. Pengulangan
    Pengulangan menyatakan suatu tindakan atau langkah yang dijalankan beberapa kali.

Selain untuk membuat atau merancang program, proses semacam algoritma sebenarnya dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja jika Anda membaca resep masakan, selain bahan-bahan yang digunakan, Anda juga akan melihat prosedur untuk membuat masakan. Prosedur dalam resep seperti itu sebenarnya menyatakan semacam algoritma. Prosedur itu merupakan suatu urutan yang memandu orang untuk melakukan suatu proses.

Namun ada perbedaan antara algoritma dan prosedur. Prosedur biasanya bersifat global dengan mengasumsikan bahwa manusia telah mengetahui rincian langka-langkah tertentu.

Mari kita menuju ke contoh real nya saja. Berikut adalah algoritma untuk membuat mie instan.

  1. Siapkan mie goreng instant
  2. Apakah mie instant ada?
  3. Jika tika tidak, beli di warung
  4. Jika ada buka kemasan mie instant
  5. Keluarkan mie beserta bumbu-bumbunya
  6. Siapkan piring
  7. Lihat kondisi piring, jika kotor dicuci dulu
  8. Jika bersih siap digunakan
  9. Buka bumbu-bumbunya
  10. Letakkan didalam piring
  11. Siapkan panci
  12. Lihat kondisi panci, jika kotor dicuci dulu
  13. Jika bersih panci dengan air secukupnya
  14. Letakkan panci diatas kompor
  15. Nyalakan kompor
  16. Tunggu hingga air mendidih
  17. Jika sudah mendidih, masukkan mie
  18. Tunggu hingga mie matang
  19. Setelah mie matang, matikan kompor
  20. Siapkan saringan, lihat kondisi saringan jika kotor dicuci dulu
  21. Tuang mie ke saringan, tunggu sampai airnya tiris
  22. Masukkan kedalam piring
  23. Siapkan sendok dan garpu, lihat kondisinya jika kotor dicuci duu
  24. Jika bersih aduk mie menggunakan sendok dan garpu
  25. Mie goreng siap dihidangkan

Dan masih banyak contoh-contoh penerapan algortima dalam kehidupan sehari-hari