© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Mengetahui Potensi Diri Sendiri dan Memaksimalkannya?

Potensi Diri

Manusia ditakdirkan dan dilahirkan dengan kemampuan dan sifat yang berbeda pada tiap-tiap individunya. Kesamaan antar individu pun sangatlah jarang maka manusia sering diungkapkan mempunyai ke-unikannya masing-masing dengan perbedaan setiap individu kita sering bertanya-tanya apa kemampuan atau potensi diri kita sendiri.

Umumnya individu melihat idolanya dan terinspirasi seperti yang idolanya lakukan. Seperti orang yang mengidolakan lionel messi, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mahir menjadi pesepakbola profesional.

Namun ternyata bermain bola bukanlah potensi atau kemampuan sebenarnya, maka ia akan kalah dari orang yang mempunyai potensi pada bidang sepak bola. Maka kita harus mampu mengidentifikasi atau mengetahui potensi diri kita sendiri yang telah diberi oleh tuhan yang maha esa.

Yang dimaksud dengan ketahui dirimu potensi sendiri adalah kemampuan kita untuk mengetahui kemampuan atau potensi diri yang bisa dipakai untuk mengembangkan dan melakukan sesuatu hal yang baik.

Dengan kita dapat mengetahui potensi diri, kita dapat melakukan setiap hal dengan usaha yang maksimal. Pada saat itulah anda memiliki pola pikir harus mengerjakan setiap hal dengan maksimal dan menghasilkan hasil yang bagus.

Mengetahui potensi diri tidaklah datang dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya nilai dari diri kita. Seperti keluarga, pertemanan, tempat bekerja, lingkungan sekolah/perguruan tinggi, momen-momen krusial, agama, musik yang didengar, teknologi, dan budaya.

Faktor-faktor tersebut dapat membentuk nilai atau memunculkan potensi dalam diri anda.
Mengetahui potensi diri atau nilai yang penting dari diri anda sendiri adalah sangat penting karena dengan begitu kita dapat lebih percaya diri dalam melaksanakan setiap tugas dalam hidup kita.

Kita juga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menunjang karier atau hidup kita. Dengan begitu kinerja kita dapat terlaksana dengan maksimal dan dinilai bagus oleh atasan. Potensi atau talenta yang dapat meningkatkan kinerja hidup kita adalah hasil atau produk dari pengalaman belajar dan pengalaman hidup kita sehari-hari yang sudah kita refleksikan.

Ada beberapa alasan kenapa kita harus mengerjakan sesuatu yang maksimal dan baik, seperti :

  1. Untuk membantu dalam perjalanan karir
  2. Menginspirasi orang sekitar
  3. Mendapat pujian dari orang lain
  4. Karena bekerja untuk kemuliaan
  5. Karena anda dapat menonjol diantara yang lain dalam lingkungan anda
  6. Menjadi contoh yang baik untuk anak sendiri
  7. Karena takut akan kegagaglan
  8. untuk mengembangkan kemampuan pada masa depan

Jika anda tidak mengerjakan dengan maksimal, maka anda bekerja pada dibawah standar , berkompromi dengan standar maka menjerumuskan anda untuk membuat kebiasaan dan sikap untuk menampilkan performa di bawah standar.

Jika mengutip perkataan Martin Luther King, Jr. , seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan peraih Penghargaan Nobel Perdamaian

“ jika seseorang menjadi penyapu jalan, maka ia harus menyapu jalan seperti Michelangelo melukis, Beethoven memainkan musik, atau Shakespeare menulis puisi. Seseorang itu maka menyapu jalan dengan maksimal maka penghuni surga dan bumi akan mengatakan, disini hidup penyapu jalan yang sangat hebat dan melakukan pekerjaaanya dengan seluruh kemampuanya.”

Contoh tokoh yang merefleksikan ia telah mengetahui potensi dirinya dan melakukan usaha yang terbaik untuk memperoleh kesuksesaan adalah :

Bill gates.

Pada tahun 1973 saat Bill Gates menjadi mahasiswa universitas Harvard fakultas hukum. Sebenarnya bill gates mampu menjalani kuliah hukumnya dengan baik namun, perhatiannya tetap condong kepada dunia komputer.

Meskipun ia menjalani kuliah tanpa kendala, ia merasa bosan dan memilih drop out dari harvad dan berkolaborasi dengan Allen teman semasa SMAnya untuk melamar pada perusahaan komputer Honey-well sebagai pembuat program, tindakan itu tidak lain untuk menjadi batu loncatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak sendiri.

Dengan usaha yang tidak pernah lelah dan mengerahkan segala usaha dan sumberdaya yang ia miliki, ia bisa mendirikan perusahaan yang sangat besar bernama Microsoft.

Mark Zuckerberg

Saat Zuckerberg masuk Harvard, Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa online karena harvard tidak menyediakan fasilitas tersebut pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Namun setiap kali ia menawarkan diri membuat direktori itu, Harvard menolaknya. Meski ditolak ia selalu mencari cara untuk mewujudkannya.

Proyek pertamanya adalah CourseMatch yang memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain di website tersebut. Suatu malam di tahun kedua ia kuliah di Harvard, Zuckerberg menyabotase data mahasiswa Harvard dan memasukkannya ke dalam website yang ia buat bernama Facemash. Sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang di situ.

Dalam tempo empat jam sejak ia meluncurkan webiste itu tercatat 450 orang mengunjungi Facemash dan sebanyak 22.000 foto mereka buka. Pihak Harvard mengetahuinya dan sambungan internet pun diputus. Zuckerberg diperkarakan karena dianggap mencuri data.

Seharusnya kapok, Zuckerberg membuat situs baru bernama facebook, makin lama pengguna situs facebook semakin meningkat, awalnya sebatas mahasiswa Harvard lama kelamaan merambah siswa SMU setempat. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat zuckerberg terjebak dalam kesibukan yang parah dan memutuskan berhenti dari kuliahnya di Harvard. Dan kini Facebook menjadi perusahaaan IT yang super besar.

Makna dari contoh tokoh yang tahu dimana kemauan dan potensi dalam dirinya ditambah usaha untuk mengerjakan dengan maksimal dan sepenuh hati maka kita dapat meraih hasil yang maksimal dan dapat dikenang dengan indah walau dengan penuh pengorbanan saat dalam prosesnya.

Referensi :

  1. https://betterlifecoachingblog.com/2011/07/04/why-you-should-always-do-your-best/
  2. https://amandustena.wordpress.com/2010/05/15/mengenal-potensi-diri-dan-manfaatnya-dalam-kehidupan-kita-sehari-hari/
  3. http://www.aswanblog.com/2013/04/kisah-motivasi-perjalanan-karir-bill.html

Endra K Pihadhi (2004: 6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang
terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi diri yang dimaksud disini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah.

Manusia memiliki beragam potensi diantaranya adalah sebagai berikut (Nashori, 2003) :

  1. Potensi Berfikir
    Manusia memiliki potensi berfikir. Seringkali Allah menyuruh manusia untuk berfikir. Logikanya orang hanya disuruh berfikir karena ia memiliki potensi berfikir. Maka, dapat dikatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk belajar informasi-informasi baru, menghubungkan berbagai informasi, serta menghasilkan pemikiran baru.
  2. Potensi Emosi
    Potensi yang lain adalah potensi dalam bidang afeksi/emosi. Setiap manusia memilki potensi
    cita rasa, yang dengannya manusia dapat memahami orang lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan.
  3. Potensi Fisik
    Adakalanya manusia memilki potensi yang luar biasa untuk membuat gerakan fisik yang efektif dan efisien serta memiliki kekuatan fisik yang tangguh.Orang yang berbakat dalam bidang fisik mampu mempelajari olah raga dengan cepat dan selalu menunjukkan permainan yang baik.
  4. Potensi Sosial
    Pemilik potensi sosial yang besar memiliki kapasitas menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain. Kemampuan menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain didasari kemampuan belajarnya, baik dalam dataran pengetahuan maupun ketrampilan.

Cara Mengembangkan Potensi Diri

Untuk mengembangkan potensi diri manusia harus mampu mendayagunakan kreativitas yang dimiliki seseorang. Perlu diketahui bahwa setiap orang mempunyai potensi untuk kreatif walaupun berbeda tingkat kreativitasnya. Jika melongok sejarah orang-orang besar dunia, mereka begitu kreatif sejak awal massa kremaja-kremaja. Kreativitas yang dikembangkan sejak
dini membuktikan talenta yang brilian.

Suatu hal yang perlu diingat, bahwa kreativitas tidak muncul begitu saja, namun membutuhkan kondisi yang merangsang terutama dorongan dari diri seseorang sendiri, dukungan dan manfaatkan fasilitas lingkungan. Jika memiliki kecerdasan yang baik dan didukung dengan kreativitas yang tinggi, seseorang semakin mahir mempergunakan kecerdasan secara efektif dan mampu menghasilkan gagasan yang luarbiasa secara tepat. Kreativitaslah yang memunculkan bakat seseorang beserta kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Dengan kata lain, kreativitaslah jalan bagi seseorang untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri seseorang yang sesungguhnya kini bergantung pengetahuan, bagaimana mengembangkan menjadi pribadi yang baik
(Surya, 2010).

Steven Covey menyatakan cara menumbuhkan potensi diri dan kunci sukses seseorang adalah dengan melakukan tujuh kebiasaan, yaitu :

  1. Bertanggung jawab pada diri sendiri
  2. Tentukan sendiri mana yang penting bagi anda
  3. Kerjakan apa yang sudah diprioritaskan
  4. Anggap diri anda berada dalam situasi cooperation (kerjasama) dan lakukan yang terbaik
  5. Pahami orang lain maka orang lain akan memahami kita
  6. Cari solusi yang lebih baik
  7. Tantang diri anda sendiri secara berkesinambungan

Potensi dan kemanpuan seseorang dapat ditumbuh kembangkan dengan melakukan kebiasaan- kebiasaan yang baik. Kebiasaan baik tentunya sangat banyak, seperti yang dilakukan oleh Steven Covey. Dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui berbagai kebiasaan baik dan tentunya akan lebih baik jika kebiasaan tersebut kita laksremajaan dalam segi kehidupan (Saputra, 2007).

Ada beberapa cara untuk mengetahui, menilai atau mengukur dengan akurat berbagi kelebihan dan kelemahan seseorang untuk menggunakan dan mengoptimalisasikan diri sebagai berikut:

  1. Introspeksi diri
    Individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya, apa yang
    telah ia capai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung dan apa yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif bila individu bersikap jujur, terbuka pada dirinya sendiri, mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.
  2. Masukan dari orang lain
    Dalam cara ini seseorang meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang dirinya dari orang lain. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perilaku seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu, berinteraksi dengannya. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki diri.
  3. Tes Psikologi
    Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan/ kemampuan intelektual (kemampuan analisa, logika berpikir, berpikir kreatif, berpikir numerikal), potensi kerja (vitalitas, sumber energi kerja, motivasi, ketahananterhadap stress kerja), kemampuan sosiabilitas (stabilitas emosi, kepekaan perasaan, kemampuan membina relasi sosial) dan potensi kepemimpinan tingkah laku.