© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana mengatasi sikap apatisme masyarakat ?

apatis

Dalam beberapa kasus, sikap apatis baik individu maupun kelompok banyak dijumpai di wilayah perkotaan dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang menciptakan sikap apatisannya karena melindungi harta, tahta dan wilayahnya. Banyak sekali permasalahan sosial yang timbul karena tindakan apatis. Bagaimana pandangan anda tentang sikap apatisme ini ?

Saya mengartikan apatisme sebagai sikap ketidakpedulian. kbbi menyebutkan, apatis - acuh tidak acuh, tidak peduli, masa bodoh; kita tidak boleh acuh terhadap usaha pembangunan pemerintah.

Bahkan kbbi saja mengisyaratkan masyarakat agar tidak apatis terhadap apa yang dilakukan pemerintahnya. demokrasi dan reformasi memang merasuki masyarakat untuk berpikir lebih terhadap orang yang akan memimpinnya.

Seharusnya kita harus peduli dengan pemerintahan ini, karena tanpa pemerintah negara juga mngkin tidak bisa berjalan secara baik seperti saat sekarang. Mungkin pemerintah bersikap acuh karena masyarakat yang juga acuh terhadap mereka

Apatisme: Sebua Perspektif Politik

etett

  • Sebagai negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, Indonesia tentu sulit memiliki kendala tersendiri dalam mendengarkan aspirasi masyarakatnya. Wilayah yang begitu luas membuat beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah pelosok, jadi sulit dijangkau. Alhasil, masyarakat yang jauh dari ibukota pun justru jadi bersikap apatis terhadap pemerintahan dan isu-isu politik yang ada. Apatisme adalah suatu sikap di mana tidak adanya simpati dan antusiasme terhadap sebuah objek. Apatis juga bisa diartikan sebagai sikap cuek atau tidak peduli. Jadi dapat dikatakan bahwa apatisme politik adalah rendahnya simpati dan antusiasme terhadap perkembangan politik yang berujung pada sikap tidak peduli.

  • Apatisme memang bukan barang baru dalam panggung perpolitikan Indonesia. Apatisme politik sudah ada sejak dulu namun baru mulai dibahas ketika masa reformasi dimulai. Hingga kini apatisme politik tetap menjadi suatu hal yang masih layak untuk dibahas. Apalagi saat ini merupakan era informasi di mana setiap orang bebas mengakses informasi dan bebas menyuarakan pendapat di media sosial. Meskipun sekarang adalah eranya keterbukaan informasi, tapi masih banyak orang Indonesia yang tidak paham dengan situasi politik di Indonesia. Lebih parahnya lagi, bukan hanya orang awam saja yang tidak paham dengan politik tapi bahkan kalangan terpelajar seperti mahasiswa pun kadang tidak paham dengan perpolitikan di Indonesia.

  • Saat menghadapi pesta pemilu saja, banyak anak muda yang memutuskan untuk golput. Hal itu berarti mereka enggan untuk turut berpartisipasi dalam proses politik yang berjalan di Indonesia. Padahal satu suara saja bisa menentukan nasib bangsa ke depannya. Jika semua orang berpikiran sama, maka akan seperti apakah wajah politik Indonesia di masa depan Seseorang yang bersikap apatis terhadap politik dan pemerintahan juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Ada beragam dalih yang membuat seseorang memutuskan untuk golput. Tidak kenal terhadap calon dan rasa kecewa terhadap politik menjadi dalih yang paling kuat mendorong tumbuhnya sikap apatis. Bagaimana mungkin rakyat mau memilih calon pemimpin yang tidak mereka kenal? Bagaimana mungkin rakyat akan memilih calon pemimpin yang pernah membuat mereka kecewa? Jika tidak ada pilihan lain, maka golput dianggap sebagai jalan terbaik.

  • Kondisi parlemen Indonesia saat ini memang belum layak dikatakan ideal. Pasalnya masih banyak yang hal yang perlu dibenahi, salah satunya adalah tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin berkurang akibat ulah dari parlemen sendiri. Banyak warga Indonesia yang kecewa dengan kinerja parlemen, khususnya masyarakat kelas bawah yang dalam hal ini selalu paling dirugikan. Tingginya kasus korupsi di Indonesia juga menjadi salah satu faktor utama hilangnya kepercayaan masyarakat akan kinerja parlemen. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat memang bukanlah perkara mudah. Tapi bukan berarti tidak ada usaha. Salah satu upaya yang paling mudah dilakukan oleh pemerintah sebenarnya adalah transparansi karena itulah yang diinginkan masyarakat. Keterbukaan arus informasi tentu akan sangat memudahkan parlemen untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan adanya tranparansi, maka masyarakat bisa dengan mudah mengakses apa saja yang berkaitan dengan parlemen sehinngga mereka juga bisa tahu bagaimana kondisi parlemen Indonesia saat ini.

  • Salah satu hal terpenting dari adanya transparansi adalah masyarakat akan menganggap diri mereka dilibatkan langsung dalam politik. Mereka akan senang karena memiliki kebebasan untuk bisa menyampaikan langsung aspirasinya pada parlemen. Dengan begitu, parlemen akan bisa menjalin kedekatan dengan masyarakat sehingga masyarakat pun semakin mengenal parlemen. Hal ini tentu baik untuk mencegah timbulnya sikap apatis. Apatisme politik masyarakat Indonesia tidak hanya didasari oleh tindakan personal melainkan sudah menjadi sikap umum. Hal ini menandakan adanya opini dalam benak masyarakat mengenai proses politik itu sendiri. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, politik adalah sesuatu yang buruk. Ketika ditanya mengenai perihal politik maka akan ada beragaman tanggapan mulai dari yang berbicara sekenanya hingga yang mengeluarkan pandangan kritis.

  • Jika dilihat sekali lagi, maka adalah sesuatu yang wajar manakala masyarakat menganggap politik itu buruk dan kotor. Pasalnya hal itu tidak terbentuk dengan sendirinya. Setiap hari masyarakat mengkonsumsi berita dari media massa sementara ada banyak sekali kasus korupsi yang justru mencoreng wajah politik Indonesia. Jadi, bukan salah masyarakat sepenuhnya jika anggapan tersebut kemudian muncul ke permukaan. Perlu diketahui bahwa dalam hal ini, parlemen semestinya bertugas membersihkan wajah perpolitikan di Indonesia. Parlemen harus menarik simpati masyarakat Indonesia bukan hanya melalui pencitraan yang ditampilkan di televisi melainkan aksi nyata. Karena sejatinya parlemen adalah sebuah forum publik di mana masyarakat seharusnya bebas menyampaikan aspirasinya. Tapi kembali lagi, tidak semua masyarakat Indonesia paham dengan hal tersebut.

  • Apatisme politik tidak bisa dipandang remeh mengingat Indonesia adalah negara demokrasi di mana masyarakat bebas menyampaikan pendapatnya terhadap penguasa. Maka dari itu, partisipasi masyarakat sangat diperlukan demi tercapainya Indonesia yang sejahtera. Disadari atau tidak apatisme politik bisa memberikan dampak buruk bagi masyarakat ataupun pemerintah. Selama masyarakat umum bersikap pasif, apatis, dan teralihkan oleh konsumerisme atau kebencian dalam sekam, penguasa akan berbuat sesuka hati dan mereka yang dapat bertahan akan dibiarkan untuk merenungkan akibatnya. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh parlemen adalah sesuatu yang mulia. Hal itu dikarenakan parlemen adalah wakil rakyat yang telah mendapatkan amanah besar dari rakyat. Hanya saja ada segelintir orang yang tega merusak nama baik dari parlemen dan politik. Maka dari itu, dibutuhkan pembenahan kinerja demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja parlemen Indonesia.

  • Untuk mencapai parlemen yang ideal maka pembenahan terhadap nilai dan etika harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memunculkan tradisi dan budaya baru sehingga tercipta gerakan sosial yang mampu menumbuhkan suatu perspektif baru. Jika selama ini persepsi masyarakat terhadap politik sangat buruk, maka persepsi bahwa politik itu baik harus diciptakan. Apatisme politik hanya mungkin diatasi dengan cara membentuk kepemimpinan yang jujur, adil, kredibel dan berdedikasi tinggi. Karena jika tidak maka akan mengakibatkan buruknya kinerja parlemen yang berujung pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap penguasa. Maka dari itu, orang-orang yang duduk di kursi penguasa haruslah orang yang baik dan ahli di bidangnya.

  • Percaya atau tidak, kepemimpinan yang baik mampu mencegah sikap apatis. Orang tidak akan bersikap apatis jika pemimpinnya mampu memberikan inspirasi bagi setiap anggotanya. Demikian halnya parlemen di Indonesia. masyarakat tidak akan bersikap apatis jika parlemen mau mendengar aspirasi mereka, mau merangkul mereka dan lebih dekat dengan mereka. Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, hendaknya untuk lebih memahami tentang kondisi politik di Indonesia. Hindari bersikap apatis dan tanamkan kepedulian terhadap gerakan politik di Indonesia. Bersikap apatis sama sekali bukan identitas bangsa Indonesia karena kemerdekaan tak akan pernah direbut jika masyarakat Indonesia bersikap apatis.

Sumber: Chomsky, Noam. 2016. Who Rules the World?. Yogyakarta: Bentang Pustaka