Bagaimana Mengatasi Malas Belajar?

images (17)

Pernahkan kalian merasa sangat enggan untuk me-review kembali materi yang kalian dapat di bangku sekolah maupun perkuliahan? Jangankan membaca, menyentuh buku pun rasanya sangat berat. Malas belajar menjadi permasalahan yang pasti dihadapi semua pelajar maupun mahasiswa. Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita dituntut untuk terbiasa dengan pembelajaran daring yang mungkin sudah sangat membosankan bagi sebagian orang.

Jika durasi malasnya berkepanjangan, hal ini tentu akan menjadi masalah besar. Apabila mendekati pekan ujian. Kita akan kewalahan untuk mempelajari semua materi dalam waktu yang sangat singkat sebab kita malas untuk mempelajarinya jauh-jauh hari. Ini dapat berpengaruh pada penilaian rapor bagi pelajar maupun IPK bagi mahasiswa.

Lantas, apa saja yang harus kita lakukan agar terhindar dari kemalasan belajar?

Menurut saya mengatasi masalah malas dalam belajar dapat dilakukan dalam beberapa cara

  • Mulailah dengan hal yang kita sukai
  • carilah tempat yang nyaman untuk belajar
  • buatlah jam wajib belajar, tidak perlu terlalu lama namun fokus
1 Like

Sepengalaman aku nih ya, aku tulis dulu alasan kenapa bisa malas belajar. Contohnya, aku jadi malas belajar karena aku kebanyakan main sosmed, kebanyakan main yang akhirnya waktu belajar aku jadi capek dan menimbulkan kebiasaan buruk lagi yaitu menunda waktu.

Setelah kita tau penyebab kita malasa belajar, lalu kita mencari solusi. Karena alasan aku adalah kebanyakan main sosmed, maka aku harus membagi waktu. Mencari waktu yang sekiranya memang aku enjoy untuk belajar dan review materi. Sekalian mengenali gaya belajar aku bagaimana sih.

Ketika sudah menemukan hal tersebut, aku mencari motivasi belajar. Motivasi belajar itu harus lebih besar dari alasan aku main sosmed. Kadang motivasinya au tempel di dinding meja belajar agar aku bisa baca tiap waktu.

Kalau sudah, memikirkan target belajar. target belajar jangan yang banyak banyak. boleh lah 15 menit dahulu, lalu ada reward 5 menit istirahat, lalu dilanjutlagi 15 menit, reward 5 menit. Kalau sudah menikmati, hari selanjutnya bisa ditambah waktu produktifnya lagi. Begitu terus dan diulang ulang.

Memang sih pasti di pertengahan bakal ada rasa malas, hal itu wajar. Tapi motivasi kita pasti lebih tinggi daripada alasan malas kita kan? Yuk semangat! :partying_face:

Kalau menurut aku malas itu hal wajar yang sering dialami, namun jangan keseringan kita bermalas-malasan apalagi dalam belajar. Kalau sepengalaman saya dalam mengatasi malas belajar itu kaya gini:

  1. Cari tempat yang sekiranya bisa menjadi motivasi buat belajar
  2. Jangan lupa siapkan air minum dan beberapa snack
  3. Bisa nih sambil dengerin music favorit kalian, kalau bisa musik yang semangat
  4. Matikan gadget
  5. Motivasi diri dengan mengingat tujuan belajar itu untuk apa
    Dan banyak lagi cara-cara buat memotivasi belajar, dan itu semua tergantung ke diri sendiri. Kalau masih susah, harus dipaksakan karena belajar adalah hal yang baik
1 Like

Menurut saya secara pribadi, malas belajar memiliki banyak sekali faktornya; bisa karena ia tidak menemukan alasan untuk jatuh cinta pada suatu pelajaran yang sedang dipelajarinya, bisa juga karena paksaan dari orang-orang terdekat untuk mempelajari hal tersebut, bisa juga karena jeleknya managemen waktu yang dipunya sehingga tidak dapat membedakan mana yang harus menjadi prioritas dan mana saja yang tidak terlalu penting dan harus dikesampingan. Ini untuk factor dari internalnya.

Lalu bagaimana dari factor eksternalnya? Bisa karena fasilitas yang tidak mendukung, tidak adanya teman diskusi sehingga tidak begitu memahami dari banyaknya sudut pandang- jujur untuk saya pribadi cara ini sangat efektif untuk lebih memahami suatu hal.

Jadi, sebelum bertanya solusi yang tepat bagaimana untuk mengatasi malas belajar? Ketahui terlebih dahulu alasan kenapa kita malas belajar.

1 Like

Selama proses menempuh pendidikan hingga sampai pada jenjang perkuliahan seperti saat ini, saya mengakui bahwa terkadag muncul rasa “malas” untuk belajar. Terlebih lagi ketika materi pelajaran cenderung sulit untuk dipahami dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Tetapi setiap persoalan tentu memiliki solusinya masing-masing, sehingga persoalan tersebut pada akhirnya dapat dipecahkan. Menurut pengalaman saya sendiri, perasaan malah belajar tersebut dapat saya atasi dengan cara memotivasi diri sendiri. Memberikan motivasi pada diri sendiri adalah hal yang penting dilakukan bagi seorang pelajar. Dengan mengetahui jelas apa tujuan dan manfaat belajar, maka semakin tinggi motivasi dirinya dalam kesuksesan belajar. Selain itu faktor lingkungan adalah hal yang sangat penting. Kita harus mengenali lingkungan yang tepat, karena lingkungan yang mendukung dan suasana yang baik akan membuat kita nyaman dalam belajar.

1 Like

Tak dapat dipungkiri bahwa rasa malas kadang menghampiri secara tiba-tiba. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah terjeda oleh rasa malas hingga tugas lainnya pun berdatangan. Kalau terus menerus dibiarkan maka hal ini tidak baik untuk ke depannya. Adapun cara mengatasi rasa malas ini diantaranya dimulai dari mengetahui penyebab rasa malas tersebut. Jika malas karena tidak terlalu suka atau paham pada materi maka bisa mencari tahu sumber belajar lain yang mudah dipahami maupun bertanya pada teman yang sudah bisa. Jika malas karena sudah terlalu jenuh belajar maka bisa memberikan ruang sejenak atau pindah tempat belajar yang lebih menyenangkan. Setelah mengenali penyebab rasa malas kita akan bisa menemukan solusi yang tepat. Cara selanjutnya ialah dengan memunculkan faktor why. Cari tau mengapa kamu harus belajar saat itu juga, misalnya dengan mengingat impian di masa depan dan mengingat orang tua yang ingin dibahagiakan. Cari tau apa keuntungannya belajar saat itu juga, misalnya yaitu bisa istirahat lebih cepat, nonton film, dan bermain bersama teman. Cari tau juga apa akibatnya jika menunda terlalu lama, misalnya yaitu pekerjaan semakin menumpuk, manajemen waktu berantakan, dan hasilnya bisa kurang maksimal. Catatlah setiap hal yang memotivasi dan tempelkan di tempat yang sering dilihat. Setelah itu, mulailah membuat jadwal belajar namun tetap fleksibel asalkan target terpenuhi. Jangan lupa juga untuk memberikan jeda dengan melakukan hal yang menyenangkan sehingga belajar tidak menjenuhkan. Terakhir, lakukan evaluasi secara rutin. Jika rasa malas masih susah dihilangkan maka sebaiknya introspeksi kembali.

Tentu saja saya pernah merasa sangat malas untuk sekadar membaca materi suatu mata kuliah. Ada perasaan tertekan dan tidak betah padahal baru menyelesaikan satu paragraf di chapter awal buku tersebut. Pernah suatu ketika saking malasnya, saya tidak me-review apa yang diajarkan oleh dosen dan memilih untuk cari jalan cepat di internet. Menyesal? Oh ya jelas, tentu saja. Saya jadi harus mengulang materi tersebut saat semester selanjutnya demi mendalami pemahaman. Kerja double gara-gara malas baca materi.

Sejak saat itu saya menerapkan beberapa cara agar terhindar dari kemalasan belajar. Pertama adalah menjauhkan ponsel dari jangkauan. Misalnya saja saya sedang berada di meja belajar maka ponsel saya akan berada di ujung kasur dalam mode senyap. Lalu membuat daftar yang harus dilakukan pada hari itu. Hal-hal kecil yang saya tulis cukup membantu saya mengatasi rasa malas, karena muncul kebanggaan tersendiri ketika berhasil mencentang seluruh daftar. Ketika adalah menemukan motivasi. Motivasi belajar saya adalah, belajar dan kerjakan tugas ketika awal pekan supaya akhir pekanmu bisa diisi dengan menonton konten Stray Kids. Dan hal itu terbukti bisa membuat saya bangkit dan belajar.