© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Mengasah Kemampuan Memecahkan Suatu Masalah (Problem Solving Abilty)?

Soft Skill yang sangat dibutuhkan saat ini atau masa mendatang adalah problem solving ability.

Problem solving ability adalah kemampuan untuk mengidentifikasi lalu memberikan beberapa solusi alternative untuk masalah yang dihadapi dan memilih pilihan atau keputusan yang terbaik atau kemampuan untuk mengidentifikasi komponen sistem yang menyebabkan kesalahan, serta pilihan yang tersedia untuk memecahkan masalah itu dan menyelesaikan tugas.

Tahapan problem solving menurut para ahli memiliki beberapa langkah yang pendapatnya saling berbeda satu sama lain tetapi memiliki kesimpulan atau inti yang tidak beda jauh dan dapat diringkas menjadi 5 langkah pokok yaitu :

  • Menemukan permasalahan,
  • Identifikasi permasalahan,
  • Merancang beberapa alternative hipotesis,
  • Membuat penilaian dan keputusan mengenai hipotesis yang akan digunakan dan
  • Evaluasi diikuti pengujian solusi.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk problem solving terdapat tiga langkah atau konsep secara general yang telah terbukti keberhasilannya, yakni :

  1. Mengidentifikasi masalah secara tepat. Secara konseptual suatu masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara kerja secara actual dan target kinerja yang diharapkan. Berdasarkan konsep yang ada, seorang problem solver professional harus lebih dahulu untuk mampu mengetahui sejauh mana tingkat kinerja actual saat ini serta kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita dan kapan waktu pencapaian target kinerja itu.

  2. Menentukan sumber dan akar penyebab masalah. Apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan atau menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Membuat Solusi masalah secara efektif dan efisien.

Adapun langkah-langkah membuat solusi masalah yang efektif dan efisien yaitu:

  1. Mendefinisikan masalah secara tertulis.

  2. Membangun diagram sebab akibat yang dimodifikasi untuk mendefinisikan akar penyebab masalah dan penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun dapat diperkirakan.

  3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram sebab aibat sedangkan penyebab yang tidak dapat diperkirakan didaftarkan pada sebab akibat itu secara tersendiri.

  4. Mendefinisikan tindakan atau solusi yang efektif melalui pencegahan munculnya kembali penyebab-penyebab itu, tindakan yang diambil harus ada dibawah pengendalian kita dan memenuhi tujuan dan target kinerja yang ditetapkan.

  5. Menerapkan implementasi atau tindakan-tindakan yang diajukan.

Selain langkah-langkah diatas, ada juga langkah-langkah dalam problem solving yang sangat sederhana yaitu kesadaran akan adanya masalah, merumuskan masalah, mencari data dan merumuskan hipotesa-hipotesa tersebut kemudian menerima hipotesa yang benar. Akan tetap problem solving itu tidak selalu mengikuti urutan yang teratur, melainkan dapat meloncat-meloncat antara beberapa langkah tersebut.

Pada dasarmya metode problem solving ini menekankan pada penemuann dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Dan mengapa memiliki Problem solving ability ini penting adalah karena metode ini mendorong kita untuk berpikir secara ilmiah, praktis, intuitif dan bekerja atas dasar inisaitf sendiri,menambah keterampilan dalam menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganilisisnya untuk diteliti kembali hasilnya, meningkatkan potensi intelektal serta menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka.

Selain itu, penerapan problem solving juga memiliki beberapa kelebihan antara lain:

  1. Melatih kita untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah secara realistis.
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

[details=Referensi]* https://disnawati.wordpress.com/

3 Likes

Kemampuan mengatasi masalah adalah kemampuan melakukan identifikasi maslah dan memberikan solusi sesuai dengan pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya. disini akan akan dijelaskan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah lebih efektif.

1. MENGERTI MASALAH
a. Pendefinisian masalah dengan jelas : langkah ini memang terasa sepele, namun langah inilah yang paling vital. Jika kamu tidak mngerti masalah yang sedang dihadapi, maka solusi yang kamu berikan menjadi tidak efektif secara menyeluruh. Untuk menyelesaikan masalah kamu harus melihat bagaimana masalah itu muncul dari berbagi sudut panadang.

b. Pendefinisian secara objektif : apa yang ingin kamu capai, apa yang ingin kamu ketahui, dan jangan memandang suatu masalah hanya dari satu sisi, lihat dari semua sudut pandang.

c. Kumpulkan informasi secara sistematik : pendefinisian masalah dan tujuan diarengi oleh bayak fakta yang kamu dapatkan tentang maslaah yang akan mempermudah penyelesaian masalah. Kumpulkan data, bertanya pada yang ahli atau orang-orang yang berhubungan dengan masalah. Setelah data didapat kita harus menatanya. Cobalah untuk membuat pendahuluan, padatkan da ringkas informasi tersebut. Dan lebih baik jika kita dapat memetakannya dalam chart.

1. MERANCANG RENCANA
a. analisis informasi : Langkah pertama untuk menemukan solusi adalah untuk melihat data yang telah kamu kumpulkan tentang masalah dan menganalisis penting tidaknya. Ketika kamu menganalisis kamu akan mencari relasi antar informasi untuk lebih memahami situasi keseluruhan. Mulai dengan data yang mentah, terkadang informasi perlu dipecah agar lebih gampang di atur dan rengking relevansinya.
b. Genelalisasi kemungkinan solusi : Langkah berikutnya adalah mengeneralisasinya solusi yang berpotensi. tanyalah diri sendiri bagaimana masalaah tersebut dapat terjadi dan kamu juga dapat bertanya kepada orang lain apa yang akan dilakukan bila menemukakan masalah tersebut.
c. Evaluasi solusi dan pilih : setelah kamu menganalisis data mentah dari masalah. pada beberapa kasus ini dapat berarti mengetest skenario atau eksperiment atau pada kasus lain membuat simulasi untuk melihat konsekwensi dari solusi.

3. mengimplementasi rencana
a. Implementasi dari solusi : Ketika kamu sudah memilih solusi terbaik, lakukan implementasi. Namun, kamu juga masih harus memikirkan masalah yang bisa saja terjadi, terutama jika kamu tidak menstrukturkan masalah seara benar.
b.Review dan evaluasi hasil keluaran : setelah meng implementasikan solusi, kamu harusmemonitor dan mereview hasil. periksa apakah solusi bekerja dengan baik dan mencapai tujuan yang kamu inginkan.
c.Atur ulang jika dibutuhkan : pemecahaan masalah bekerja dalam daur yang berulang. banyak potensial solusi yang harus dievaluasi karena solusi akan sering datang dengan pemecahan masalah yang lebih baik.

4. Asah kemampuan

a.Lakukan olahraga mental : seperti badan otak untuk menyelesaikan harus diasah agar mendapat banyak asupan untuk menyelsaikan banyak masalah, salah satunya adalah banyak belajar membac isu-isu terkini dan masalah sosial.

SUMBER : http://www.wikihow.com/Improve-Problem-Solving-Skills

1 Like

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita hidup beriringan dengan masalah dimana kita harus menghadapi dan memecahkan masalah tersebut , dan setiap ada masalah yang datang kita pasti harus berfikir bagaiman cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut dan dilaksanakan dengan cepat. Pemecahan dalam masalahpun mudah jika kita mengetahui bagaiamana cara pendekatan efektif dalam memecahkan masalah .

Dan berikut adalah 5 langkah dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah :

  1. Menentukan masalah secara rinci sebelum mencoba menyelesaikannya
    Coba berpikir sejenak tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang ada dengan memahami baik masalah yang terjadi,dan mengerti bagaimana harus menyelesaikan masalah dengan baik sehingga menghasilkan solusi yang tepat

  2. Penawaran satu dari dua solusi tegas
    Dimana kita harus memiliki beberapa solusi dari setiap masalah yang kita hadapi , tetapi kita harus memfilter solusi terbaik yang kita punya untuk diberikan kepada klien , karena jika terdapat banyak solusi itu akan membingungkan dan membuat bimbang klien anda.

  3. Memprioritaskan langkah-langkah dan tindakan
    Jika seseorang telah mantap dalam mengambil solusi tersebut maka pastikan langkah yang dicapai tepat waktu

  4. Melaksanakan rencana langkah demi langkah
    Setiap rencana dan keputusan yang anda ambil lalu di eksekusi anda bisa tandai proses atau langkah yang sudah anda tempuh

  5. Mencari cara yang lebih baik dalam memperbaiki ide dalam pemecahan masalah, agar terhindar dari masalah di masa depan
    Dengan mengasah terus kemampuan dalam menyelesaikan masalah, anda bisa memperbaiki kemapuan anda menjadi lebih baik. Semakin efektif juga anda menyelesaikan masalah nilai yang anda dapatpun akan semakin baik lagi.

sumber : https://www.fastcompany.com/3034396/5-ways-to-hone-your-problem-solving-abilities-and-become-an-expert-in-your-field

1 Like

Setiap manusia pasti akan dihadapkan dengan yang namanya masalah. Sebuah masalah tidak hanya kita temui saat memecahkan soal matematika atau sains dibangku sekolah, tetapi juga sampai perkuliahan bahkan sampai saat ini pun, kita akan dihadapkan dengan yang namanya masalah. Masalah sendiri merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan harus dihadapi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan dalam segala aspek di kehidupan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada diri kita.

  • Memiliki kerangka pikiran yang sehat. Ketika kita dihadapkan dengan suatu masalah, cobalah untuk tidak panik dan tetaplah berpikir positif.

  • Jaga emosi. Menjaga emosi tidaklah mudah. Tetapi dengan keadaan emosi pula, kita tidak dapat memecahkan masalah, melainkan memperbesar permasalahan yang sedang dihadapi. Ingatlah bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

  • Tahu kapan seharusnya kita berbicara dan kapan kita tidak harus membicarakan permasalahan itu.

  • Tentukan masalah dengan jelas. Pastikan bahwa anda benar-benar mengerti apa permasalahan yang sedang dihadapi. Coba renungkan dengan mengajukan perrtanyaan seperti apa masalah sebenarnya, siapa dan apa yang bisa membantu memecahkan masalah ini.

  • Identifikasi akar penyebab permasalah tersebut. Pikirkan mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Cobalah untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

  • Sebisa mungkin kumpulkan banyak fakta. Kumpulkan informasi berdasarkan bukti bukan dengan perasaan. Lakukan observasi apa yang benar dan lihat apakah ada ide untuk membenarkan apa yang salah.

  • Solusi brainstorm. Kita bisa menanyakan pendapat orang lain terkait masalah tersebut atau dapat melakukan pertemuan dengan anggota tim untuk membahas cara penyelesaian masalah yang ada dengan mengumpulkan gagasan-gagasan mereka. Ingat, sudut pandangan seorang individu biasanya berbeda dengan pandangan individu lain.

  • Membuat keputusan sesegera mungkin. Menunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama menunda dalam hal penyelesaian masalah. Menghindari masalah dapat menyebabkan masalah yang lebih besar atau masalah tersebut terbagi menjadi beberapa masalah lainnya.

  • Menetapkan tanggung jawab dan tugas masing-masing individu dalam resolusi. Hal ini dapat membantu kita untuk mengatur dan merencanakan langkah-langkah apa saja yang dibutuhkan untuk solusi. Selain itu, memastikan kita untuk tidak beralih dan fokus terhadap hal-hal yang tidak memiliki keterkaitan dengan masalah.

  • Menetapkan standar untuk mengukur kemajuan dan/atau deadline untuk resolusi. Dengan cara ini, kita dapat melihat dan memantau hasil kerja kita. Apabila dalam beberapa hari tidak terjadi kemajuan, maka berhentilah karena itu hanya akan membuang-buang waktu anda.

  • Mengambil tindakan yang berfokus pada solusi. Pilih solusi anda dan buatlah rencana tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah.

  • Apabila tidak dapat menemukan solusi, ulangi kembali tahap untuk mendefinisikan permasalahan tersebut. Ketika permasalahan yang kita hadapi tidak bisa diselesaikan, biasanya penyebabnya karena kita tidak mengidentifikasi masalah tersebut dengan jelas.


Sumber: http://www.lifehack.org/articles/productivity/the-simplest-ways-improve-your-problem-solving-skills.html

2 Likes

Problem solving atau pemecahan masalah merupakan sebuah kemampuan diri yang sangat diminati . Sehingga banyak dari pengusaha banyak menggunakan sebuah pemecahan masalah dari calon karyawan dalam penilaiannya.

Dalam bukunnya Curious, Ian Leslie mendefinisikan dua jenis masalah teka - teki dan misteri. Teka-teki merupakan menemukan informasi yang telah hilang dan bersifat pasti. Sebuah teka - teki kebanyakan memiliki pertanyaan yang jelas akan tetapi tetap membingungkan dan tampak kompleks tetapi sebenernya mereka adalah sama.

Sedangkan misteri menurut Leslie adalah pertanyaan - pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara definitif karena jawabannya saling terkait satu sama lain dan kompleks. Dengan ketidakjelasan dan keambiguan maka belum ada metode yang dapat diterapkan dalam memecahkan misteri . Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan :

  1. Practice solving mysteries
    Dengan berlatih memecahkan misteri akan lebih mudah menganalisa dan menemukan masalah yang ada dan mengetahui jalan memecahkan misteri tersebut .

  2. Learn as much as you can about as many topics as you can
    Terkadang sebuah misteri terkait dengan banyak topik atau sumber pengetahuan , maka dari itu mempelajari banyak topik dapat membantu dalam memecahkan misteri tersebut sehingga dapat meilhat masalah tersebut dalam berbagai padangan ilmu pengetahuan .

  3. Make connections.
    Banyak dari misteri merupakan sebuah hubungan atau koneksi antara beberapa pengetahuan yang menurut kita terkadang tidak relevan tetapi ternyata itu berhubungan , maka dari itu membuat koneksi antara beberapa topik atau ilmu pengetahuan bisa dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah . Sebagai contoh aplikasi yang dikembangan oleh steve jobs menggambungkan antara pengetahuan kaligrafi kedalam sistem operasi apple.

  4. Read books about mysteries, problem solving, and even mystery novels
    membaca buku tentang misteri , pemecahan masalah juga diperlukan untuk menambah wawasan . bukan hanya itu membaca novel misteri juga diperlukan karena terkadang didalamnya terdapat prinsip - prinsip dasar dalam pemecahan masalah yang dikemas dalam sebuah cerita kehidupan sehari - hari sehingga akan lebih mudah dipahami , Contohnya seperti novel sheclock Holmes.

  5. Solve simpler mysteries first.
    Berfokus pada masalah - masalah yang sederhana terlebih dahulu dari pada langsung fokus pada masalah yang berat dan kompleks sehingga malah membuat anda menghiraukan masalah - masalah sederhana yang sebenarnya dapat anda selesaikan terlebih dahulu.

  6. Adopt a problem-solving mindset
    Banyak dari permasalahan - permasalahn yang ada cara mengatasinya sudah tercontoh dalam lingkungan sekitar kita , maka lebih peka terhada lingkungan sekitar kita dapat pula meningkatkan anda dalam menilai hidup , bekerja dan hal sederhana yang anda lakukan.

  7. Learn about design thinking
    Tentang sebuah pemikiran desain singkat untuk ide - ide dasar desain. Dalam memecahkan masalah terdapat fitur penting adalah pengguna akhir dalam pikiran. Dalam memecahkan masalah anda harus mengetahui untuk siapa dan apa kebutuhan mereka dalam pemecahan masalah tersebut dan memberikan solusi terbaik pada mereka.

SUMBER :

Keterampilan yang mungkin sangat dibutuhkan adalan keterampilan satu ini, yaitu kemampuan memecahkan suatu masalah. Mengapa begitu? karena di dunia ini selalu muncul saja masalah mulai dari ringan sampai yang kompleks. Kemampuan ini sangan di cari bila mampu menyelesaikan masalah secara efisien tanpa ada kesulitan. Sayangnya hampir semua orang mengalaminya meskipun masalah nantinya terselesaikan. Namun ada beberapa cara yang untuk perencanaan dan penataan yang membantu dalam prosesnya.

Berikut terdapat pendekatan menyelesaikan masalah. Pendekatan ini secara umunya dirancang untuk memecahkan masalah. Berikut ulasannya:

  1. Identifikasi masalah
    tahap awal ini sangan jelas, tetapi sering membutuhkan lebih banyak pemikiran dan analisis. Apakah benar-benar terdapat masalah di keseluruhannya? lalu bagaimana dapatkan menfinisikan masalahnya dengan benar? dan lainnya. Dengan mendefinisikan masalah ini, kita tidak akan hanya memahami tetapi juga dapat berkomunikasi situasinya ke orang lain.

  2. Penataan/susunan masalah
    Dalam langkah ini adalah tahap dimana periode pengamatan berlangsung. Memeriksan dengan hati-hati. Fakta dan mengembangkan gambaran masalah harus jelas.Semua tentang informasi lebih lanjut tentang masalah akan meningkatkan pemahaman pengamat. Lalu mulai mencari fakta dan analisisnya sebagai gambaran jelasnya. Tidak lupa penghalangnya juga. Pada tahap ini penting jika masalah yang bersifat kompleks

  3. Mencari kemungkinan solusi
    Dari informasi yang di dapat pada dua fase awal. Dari gambaran atau kerangka masalah mulai dipikirkan solusinya. Saar situasi kelompok, harus sering dilakukan brain-storming. Hal ini membiarkan tiap anggota bebas mengeksperikan pandangannya pada solusi yang memungkinkan. Dalam organisasi wajar, orang yang memiliki keahlian berbeda di area yang berbeda sangat berguna. Karena itu mendengar pandangan dari masing-masing pihak saling diskusi

  4. Membuat keputusan
    Tahap ini paling susah dalam memecahkan masalah. Dari langkah sebelumnya akan dilihat setiap solusi yang potensial dan hati-hati menganalisnya. Beberapa solusi munkin tidak dapat dilakukan kan ada masalah lain(kendala). Masalah lainnya yang timbul bisa dari kendala waktu dan anggaran.Hal ini yang di bilangrumit karena terkadang dengan mencoba memecahkan masalah bisa menimbulkan masalah lebih banyak. Hal ini sangat diperlukan kreatif dan ide-ide inovatif. Lebih lanjutnya bisa di pelajari disini.

  5. Pelaksanaan/penerapan
    Tahap ini melaksanakan/bertindak atas solusi yang dipilih(dari hasil langkah sebelumnya yaitu membuat keputusan). Selama pelaksanaan mungkin timbul lebih banyak permasalahan, terutama jika identifikasi masalah (langkah pertama) dan penataan masalah (langkah kedua) tidak dilakukan sepenuhnya.

  6. Pemantauan/ mencari umban balik
    Tahap terakhir ini berkaitan dengan memeriksa proses itu berhasil atau tidak. Hal ini dapat dicapai dengan memantau dan mendapat umpan balik dari orang-orang yang di pengaruhi oleh perubahan yang terjadi. Lalu, pada bagian ini adalah langkah bagus untuk tetap mencatat hasil dan masalah lainnya yang terjadi.

Sekian dari saya, jika ada kesalahan mohon maaf. Karena kamipun sedang belajar juga. Terima kasih

Referensi disini

Problem solving adalah proses mengidentifikasi suatu masalah dan menentukan serta menerapkan solusi untuk masalah tersebut. Dalam hidup, masalah akan terus dating silih berganti. Maka dari itu, soft skills yang satu ini sangat penting di tiap pekerjaan.

  • Sebelum kita bisa memecahkan masalah, kita harus mengakui bahwa masalah itu pasti ada, maka dari itu kita harus selalu jeli.

  • Perhatikan segala sesuatu di sekitar anda. Jadilah orang yang sensitive pada hal-hal yang dirasa tidak benar dan hasil tidak sesuai ekspektasi. Contoh: Meningkatnya ketidakhadiran pegawai dan menyebabkan turunnya hasil penjualan.

  • Sekali kita menemukan masalah, kita harus melakukan analisa. Cari tahu bagaimana kita bisa menyelesaikannya dan apa kendalanya.

  • Solusi tidak hanya 1. Kita juga harus bisa memikirkan solusi alternative ataupun solusi yang sudah pernah kita lakukan ketika menghadapi masalah yang sejenis.

  • Setelah semua solusi di list, saatnya kita berpikir kritis untuk menentukan solusi manakah yang terbaik.

  • Lalu implementasikan best solution yang telah dipilih. Tidak berakhir disini, kita juga harus melakukan pengawasan terhadap tindakan yang kita lakukan, apakah bekerja dengan baik atau tidak. Jika tidak, maka kita harus mengimplementasi solusi yang lain.

SUMBER

Setiap hari manusia akan dihadapkan dengan sebuah permasalahan untuk dipecahkan. Namun itu akan lebih mudah jika sadar bahwa permasalahan adalah hanya sebuah pilihan. Tidak ada hal yang menakutkan dari sebuah permasalahan selain harus membuat sebuah keputusan.

Menurut Zoe B dalam artikelnya yang menjelaskan bagaimana meningkatkan soft-skill dalam memecahkan masalah, yaitu:

• Fokus pada sebuah solusi, bukan pada permasalahan
Ketika hanya terfokus pada sebuah permasalahan, secara tidak sengaja hanya akan memberikan sugesti negatif sehingga akan terfikirkan emosi negatif di otak yang tidak memberikan solusi yang positif. Tetap tenang adalah kuncinya. Hal itu membantu untuk mengakui permasalahan dan dilanjutkan untuk fokus ke pola pikir berorientasi solusi di mana terus tertuju pada hal yang bisa dilakukan bukan berlama-lama pada sebuah kesalahan.

• Memiliki pikiran yang terbuka
Selalu mencoba dan berpikiran semua bisa menjadi kemungkinan sebuah solusi walaupun awalnya tampak konyol. Sangat penting tetap berpikiran terbuka untuk meningkatkan pola pikir kreatif yang dapat memicu solusi potensial. Tidak merasa rendah diri dengan sebuah solusi bodoh yang dimiliki.

• Melihat permasalahan secara netral
Tidak melihat sebuah permasalahan sebagai hal yang menakutkan karena jika demikian. Sebuah masalah memberitahu bahwa ada sesuatu tidak bekerja dan diharuskan untuk mencari jalan baru di sekitar itu. Jika takut akan masalah maka pola pikir akan selalu berpikiran negatif dan memblokir setiap solusi potensial yang bermunculan.

• Berpikir lateral
Mencoba untuk mengubah pendekatan dan pandangan dengan cara yang baru. Walaupun dengan melakukan pendekatan yang konyol, segar, dan unik biasanya dapat merangsang solusi yang baru dan segar.

• Menggunakan bahasa yang meciptakan kemungkinan
Dengan menanamkan pada pikiran kita kata-kata yang memotivasi seperti halnya bagaimana jika, bayangkan jika, dan lain-lain. Hal tersebut berfungsi untuk berpikir kreatif dan mendorong solusi.

• Menyederhanakan segala sesuatu
Manusia memiliki kecenderungan untuk membuat hal-hal menjadi lebih rumit. Coba menyederhanakan masalah dengan cara generalisasi. Menyederhanakan dengan menghapus semua detail dan kembali pada dasar.

7 Langkah Efektif untuk Memecahkan Masalah di Tempat Kerja

Orang-orang cenderung menghindar ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Terkadang juga mereka takut akan masalah yang akan datang. Alasan kenapa kita selalu menganggap masalah itu sebagai masalah adalah karena masalah harus diselesaikan dan kita tidak tahu bagaimana mencari solusi yang terbaik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu melatih problem-solving :

1. Identifikasi Masalah
Memperjelas masalah apa yang sedang dihadapi. Ketika dihadapkan dengan suatu masalah cari tahu apa yang menyebabkan masalah tersebut dan apa dampaknya. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda terhadap masalah yang ada.

2. Memahami Kepentingan Semua Orang
Ini merupakan langkah paling penting yang sering hilang. Solusi terbaik adalah salah satu yang memenuhi kebutuhan dan kepentingan semua orang. Saatnya untuk aktif mendengarkan hilangkan perbedaan untuk sementara dan mulai untuk mendengarkan satu sama lain untuk saling memahami.

3. Daftar/List Solusi yang Mungkin
Saatnya melakukan brainstorming. Kemudian membuat daftar solusi yang memungkinkan. Sehingga nanti akan memudahkan memilih solusi yang terbaik.

4. Mengevaluasi Solusi
Apa kelebihan dan kekurangan dari setiap solusi yang telah ada didaftar solusi lakukan secara jujur!.

5. Memilih Solusi
Pilih solusi yang paling baik dan seimbang.

6. Dokumen perjanjian
Jangan hanya mengandalakan memori. Menuliskannya akan membantu anda berpikir melalui semua rincian dan implikasi.

7. Sepakati kontinjensi, monitoring, dan evaluasi.
Kondisi bisa berubah. Buat perjanjian kontingensi tentang keadaan di masa mendatang. Menciptakan peluang untuk mengevaluasi perjanjian dan pelaksanaannya.

sumber : http://www.mediate.com/articles/thicks.cfm
penulis : Tim Hicks

Pemecah masalah yang baik adalah para pemikir yang baik. Tidak terlalu mendramatisir suatu hal dan tidak terlalu emosional saat menghadapi suatu masalah. Mereka biasanya menganggap suatu masalah sebagai sebuah tantangan dan pengalaman hidup dan mencoba untuk berdiri diatasnya. Para pemecah masalah yang baik menggunakan logika dan intuisi yang ada untuk menemukan solusi. Mereka menggunakan hal-hal ini untuk menggali banyak informasi yang dapat membantu mereka memecahkan masalah yang ada. Selain itu mereka memiliki pemikiran yang terbuka namun skeptis secara logika. Michelle Roya Rad, seorang psikolog professional, memaparkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemecah masalah yang baik:

  • Mereka lebih fokus pada cara untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi daripada memikirkan bagaimana ingin membuktikan pada setiap orang bahwa mereka benar.

  • Mereka melihat sebuah masalah sebagai suatu tantangan dan mencoba belajar dari masalah-masalah tersebut.

  • Mereka dapat membedakan kapan saat untuk berpikir secara sistematis dan kompleks dan kapan saat untuk memikirkan solusi yang mudah

  • Tidak berpikiran sempit terhadap masalah yang dihadapi dan mencari cara untuk memperluas pilihan-pilihan yang ada untuk memecahkannya.

  • Mereka paham masalah seperti apa yang sedang terjadi sehingga untuk mencari pemecahannya bisa tepat sasaran.

  • Mereka bisa menghindari masalah yang mungkin akan terjadi. Mereka menghindari konflik, situasi yang membuat frustasi. Mereka lebih dari seorang pemikir positif sehingga secara alami mereka dikelilingi dengan banyaknya positif dan energi untuk menjadi produktif.

Mereka dapat memikirkan skenario terburuk dan menemukan solusinya. Ketakukan hanya akan membuat logika dan intuisi kurang baik dan keputusan yang akan dibuat menjadi kurang produktif.

Menjadi seseorang yang dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi membawa keuntungan tersendiri. Konflik yang dibiarkan begitu saja bisa berbahaya sehingga mau tidak mau kita harus dapat berpikir kritis untuk menemukan sebuah solusi. Sayangnya tidak dimiliki secara alami oleh setiap orang. Jika anda ingin menyelesaikan masalah secara efektif, anda harus menguasai beberapa ciri esensial berikut.

dikutip dari halaman https://www.illumine.co.uk/2013/12/what-traits-should-you-improve-in-yourself-to-be-a-good-problem-solver/, hal pertama yang dapat dilakukan adalah kita harus melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang. Jangan pandang dari satu sisi dengan sudut pandang tunggal saja. Anda harus menggali sampai akar permasalahan dan berpikir penyebab masalah itu dari berbagai sudut pandang. Hal ini dapat membuat analisis anda menjadi lebih mudah dan memunculkan solusi yang lebih efektif.

Hal kedua, anda dapat menghubungkan masalah yang sedang anda hadapi sekarang dengan masalah yang pernah anda hadapi di masa lalu. Pengalaman membuat seseorang menjadi lebih baik, begitu pula dengan pemecah masalah yang baik. Dengan menghubungkannya ke masalah masa lalu anda yang tampak serupa, menemukan solusi akan terasa lebih mudah karena anda telah belajar dari masa lalu anda.

Kemudian anda bisa menggabungkan masalah-masalah yang pernah anda hadapi. Ketika suatu masalah membutuhkan jawaban, anda memerlukan kemampuan ketrampilan komunikasi verbal yang baik sehingga anda dapat menemukan pola dimana masalah tersebut pernah muncul.

Jangan menghakimi. Hal ini penting. Saat seseorang menceritakan masalah mereka kepada anda, tentu saja mereka tidak suka disalahkan atas masalah yang sedang mereka hadapi. Jadi jangan menghakimi sebelum anda mendengarkan secara keseluruhan masalah mereka dan menemukan detail penting yang terkait dengan masalah tersebut. Anda harus bersikap positif dan visualisasikan masalah tersebut dengan menempatkan anda pada posisi orang tersebut sebelum memberikan solusi.

Memiliki ketrampilan komunikasi verbal itu sangatlah penting. Setengah dari masalah yang anda hadapi akan dengan mudah ditemukan solusinya jika anda memiliki ketrampilan tersebut. Anda akan menjadi sensitif terhadap perasaan orang lain. Ini merupakan salah satu ciri yang penting yang harus anda miliki untuk memecahkan masalah. Berkomunikasi memberikan gambaran bahwa setiap orang itu unik sehingga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman yang mungkin dapat terjadi. Seiring ketrampilan berkomunikasi, memiliki ketrampilan mendengarkan akan menjadi penting juga untuk dapat memahami sudut pandang orang lain.

Menangani masalah

Menangani konflik personal

  1. Hindari perilaku yang membuat situasi semakin buruk
  2. Pahami tentang apa masalah sebenarnya
  3. Cobalah untuk melihat dari perspective lain
  4. Pastikan merekan merasa dihormati dan dilayani
  5. Bicarakan itu
  6. Menemukan jalan tengah

Menangani masalah yang bukan dari seseorang

  1. Tetaplah tenang
  2. Dapatkan banyak informasi yang kamu bisa
  3. Mengevaluasi kemampuan apa yang anda punyai
  4. Memetakan apa yang terjadi
  5. Siapkan untuk beraksi
  6. Berkomunikasilah dengan seseorang

Menangani banyak masalah

  1. Lepaskanlah sesuatu yang tidak bisa anda rubah
  2. Bersiaplah untuk membuat beberapa pengorbanan
  3. Berhentilah menunda-nuda
  4. elesaikan hal-hal satu langkah dalam satu waktu
  5. Minta pertolongan kepada orang lain
  6. Perhatikan diri anda sendiri untuk mendapat suatu pencerahan

referensi : http://www.wikihow.com/Handle-Problems

MENGGUNAKAN PEMECAHAN MASALAH YANG KREATIF

Semua orang mempunyai suatu masalah. Entah itu besar maupun kecil, banyak maupun sedikit. Tentu dengan adanya masalah, orang akan otomatis mencari cara untuk menyelesaikan (memecahkan) masalah tersebut. Namun, banyak orang berusaha memecahkan masalah namun dengan cara-cara yang tidak efisien atau tidak kreatif. Sehinga bukan menyelesaikan masalah tersebut, namun justru menambah masalah menjadi rumit. Orang perlu berpikir kreatif dalam pemecahan masalah dan berpikir berbeda.

Creative problem solving (CPS) adalah sebuah cara untuk menyelesaikan masalah ataupun mengidentifikasi kentungan, ketika cara yang konvensional gagal. Hal tersebut, membuat anda untuk mencari prespektif baru dan mendatangkan solusi yang inovatif, sehingga anda dapat merumuskan rencana yang tepat untuk mencapai tujuan.


  • Kenapa memakai CPS?

Berurusan dengan rintangan dan tantangan merupakan bagian rutin dari kehidupan kerja, dan mengatasi nya tidak selalu mudah. Untuk meningkatkan produk, layanan, komunikasi, dan keterampilan interpersonal anda, perlu adanya dorongan berpikir kreatif dan menemukan solusi inovatif.

CPS membantu anda memisahkan ide “divergent” dan “convergent” dan membantu menyelesaikannya. Berpikir divergen adalah proses menghasilkan banyak solusi potensial dan kemungkinan, atau dikenal sebagai brainstorming. Sedangkan berpikir konvergen adalah evaluasi pilhan-pilhan tadi dan memilih satu solusi yang terbaik . Sering kali, kita menggunakan kombinasi dari dua cara tadi untuk mengembangkan ide-ide atau solusi baru. Namun, menggunakan mereka secara bersamaan dapat menghasilkan keputusan yang tidak seimbang atau bias.


  • Prinsip inti dari CPS

Prinsip inti dari CPS ada 4, yaitu:

  • Pemikiran divergent dan convergent harus seimbang. Kunci dari sebuah kreatifitas adalah belajar mengidentifikasi dan menggunakan pemikiran divergent dan convergent secara terpisah, dan tahu kapan menggunakan nya.

  • Ajukan masalah layaknya ketika bertanya. Ketika anda mengutak atik sebuah masalah dan menjadikan nya tantangan dengan pertanyaan-pertanyaan open-ended, akan meciptakan banyak solusi.

  • Menunda atau menangguhkan keputusan. Maksudnya ketika sebuah kelompok melakukan brainstorming, hindari memutuskan solusi secara awal yang cenderung akan menutup kemungkinan solusi-solusi lain. Sebaliknya, ada waktu yang tepat dan dibutuhkan untuk memutuskan ide-ide selama tahap konvergensi.

  • Fokus terhadap “Ya,dan”, daripada “tidak,tapi”. Bahasa anda ketika mengemukakan sebuah pendapat maupun informasi sangatlah berpengaruh. “ya,dan” membuat orang menjadi percaya diri akan pendapat nya, dan mau untuk berbagi ide. Sedangkan “tidak,tapi” membuat sebuah diskusi menjadi cepat berakhir, bahkan membuat ide-ide sebelumnya tak bernilai.


  • Cara menggunakan
  1. CLARIFY

    Explore the Vision
    Identifikasi tujuan Anda, apakah itu sebuah keinginan atau tantangan. Hal ini adalah langkah pertama yang penting karena mudah untuk menentukan nya, tidak benar, bahwa anda benar tahu apa masalahnya. Namun, Anda mungkin telah melewatkan sesuatu atau telah gagal untuk memahami masalah ini sepenuhnya.

Gather Data
Setelah anda tahu dan paham masalah tersebut, Anda dapat mengumpulkan informasi tentang hal itu dan mengembangkan pemahaman yang jelas tentang itu. Buat catatan yang terperinci seperti siapa dan apa yang terlibat, semua fakta yang relevan, dan semua hal.

Formulate Questions
Bila Anda telah meningkatkan kesadaran Anda akan tantangan atau masalah yang sedang dihadapi, ajukan pertanyaan dan Tambahkan ke catatan pribadi anda, yang akan menghasilkan solusi. Pikirkan tentang hambatan yang mungkin Anda hadapi dan peluang apa saja yang ada.

  • IDEATE

Explore Ideas
Buatlah ide-ide yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tantangan yang sudah anda identifikasi di langkah 1. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk solusi yang sudah anda coba sebelumnya, pikiran kita cenderung untuk kembali ke pola berpikir kebiasaan yang menghentikan kita dari memproduksi ide-ide baru. Namun, ini adalah kesempatan untuk menggunakan kreativitas Anda.

  • Develop

Formulate Solutions
Ini adalah tahap konvergen CPS, di mana Anda mulai fokus mengevaluasi semua solusi yang sudah anda buat. Menganalisis semua solusi potensial, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kriteria. Putuskan juga apakah anda dapat menerapkannya dengan sukses atau tidak. Selanjutnya, pertimbangkan bagaimana Anda dapat memperkuat mereka dan menentukan mana yang terbaik dan sesuai.

  • . Implement

Formulate a Plan

Setelah Anda memilih solusi terbaik, saatnya untuk melakukan aksi. Mulai dengan mengidentifikasi sumber daya dan tindakan yang tepat guna penerapan solusi yang anda pilih. Berikutnya, komunikasikan rencana Anda dan pastikan bahwa setiap orang yang terlibat memahami dan menerimanya.


Lakukan hal-hal di atas di kehidupan sehari-hari!

Pernahkah menghadapi suatu masalah yang Anda pikir itu hal yang mudah untuk diatasi? Mungkin atasan Anda meminta Anda untuk mengurangi pengeluaran di departemen Anda, tetapi Anda tidak bisa menentukan langkah yang tepat tanpa mengorbankan sesuatu di tempat kerja anda
.
Cobalah mengikuti langkah pertama dari proses CPS, dan identifikasi sebuah masalah secara jelas. Selanjutnya, kumpulkan data. Kemudian, Anda dapat mengeksplorasi ide-ide dilanjutkan dengan solusi. Akhirnya, jalankan aksi dan buat solusi Anda menjadi kenyataan.

John Michael Morgan menyatakan bahwa tergantung pada seberapa besar suatu tantangan, biasanya ada efek panik yang terjadi. Kepanikan ini menyebabkan pada pemikiran yang tertutup. Padahal sebuah pemikiran yang terbuka sangatlah penting untuk penyelesaian masalah yang kreatif.

Untuk pendekatan cara meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah, kita harus mengganti pendekatan kita untuk menyelesaikan masalah. Berhenti mencari jawaban yang benar dan mulailah mencari pertanyan yang tepat. Ubah sudut pandang kita terhadap suatu masalah. Berhentilah bertanya “kenapa ini terjadi pada saya?” mulailah bertanya “apa yang bisa saya dapatkan dari permasalahan ini?” atau “bagaimana saya bisa memanfaatkan kondisi ini?”

Ketika kita mulai menanyakan pertanyaan yang berbeda, kita juga akan mulai berpikir jawaban yang berbeda pula. Lebih banyak pertanyaan yang kita tanyakan lebih baik. Berbagai pertanyan dari sudut pandang yang berbeda akan memberikan kita solusi yang tidak kita duga.

Pertanyaan-pertanyaan kita tidak perlu kompleks, malahan, semakin sederhana semakin baik. Intinya daripada mencari jawaban yang benar, lebih baik berfokus pada pertanyaan yang tepat. Selama ini kita terlalu serting menghabiskan waktu mencari jawaban yang benar untuk pertanyaan yang salah.

Berikut usaha yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah.

Prosedur dalam pemecahan telah dijelaskan Rebori dalam Rahayu (2008) sebagai berikut:

  1. Menemukan adanya masalah
    Ketika seseorang mampu menggambarkan masalah, ia akan mengetahui situasi yang sebenarnya berdasarkan fakta yang ia temukan.

  2. Mengidentifikasi dan menemukan penyebab utama dari suatu masalah
    Untuk dapat memecahkan suatu masalah diperlukan kemampuan identifikasi dan kemampuan menganalisis penyebab dari permasalahan tersebut.

  3. Menghasilkan beberapa alternatif solusi
    Pada tahapan ini dihasilkan lebih dari satu solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

  4. Menentukan alternatif solusi
    Setelah didapatkan beberapa solusi alternatif, kemudian dipilih solusi terbaik untuk memecahkan masalah.

  5. Mengembangkan suatu rencana tindakan
    Perencanaan tindakan dilakukan untuk mengetahui keefektifan dari solusi yang dipilih.

  6. Penerapan
    Setelah membuat perencanaan tindakan, dilakukan penerapan solusi yang dipilih untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Proses pemecahan masalah juga telah diungkapkan oleh Berry Beyer dalam Nasution (1999), yaitu:

  1. Merumuskan masalah atau soal
  • Menyadari adanya problem atau persoalan
  • Melihat maknanya
  • Mengusahakan agar masalah itu dapat dikendalikan
  1. Mengembangkan jawaban sementara (hipotesis)
  • Meneliti dan mengklasifikasi data yang ada
  • Mencari hubungan, membuat tafsiran yang logis
  • Merumuskan hipotesis
  1. Menguji jawaban sementara
  • Mengumpulkan data/bukti
  • Menyusun data/bukti
  • Menganalisis data/bukti
  1. Mengembangkan dan mengambil kesimpulan
  • Mengevaluasi hubungan antara bukti dan hipotesis
  • Merumuskan kesimpulan
  1. Menerapkan kesimpulan pada data atau pengalaman baru
  • Menguji dengan bukti baru
  • Membuat generalisasi tentang hasilnya

Sedangkan Polya dalam Warli (2006) mengemukakan bahwa dalam pemecahan masalah memuat empat langkah fase penyelesaian yaitu:

  1. Memahami masalah
    Siswa tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah dengan benar, bila tidak memahami masalah yang diberikan.

  2. Merencanakan penyelesaian
    Fase ini sangat bergantung pada pengalaman siswa dalam menyelesaikan masalah, semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan siswa lebih kreatif dalam menyusun rencana penyelesaian masalah.

  3. Menyelesaikan masalah sesuai rencana
    Bila penyusunan rencana telah dibuat, selanjutnya dilakukan penyelesaian masalah sesuai rencana.

  4. Melakukan pengecekan kembali
    Dan fase terakhir ini adalah melakukan pengecekan atas apa yang telah dilakukan mulai dari fase pertama sampai fase ke tiga.

Menurut Gagne dalam Ruseffendi (1991), dalam pemecahan masalah biasanya ada 5 langkah yang harus dilakukan, yaitu:

  • Menyajikan dalam bentuk yang lebih jelas.
  • Menyatakan masalah dalam bentuk yang operasional (dapat dipecahkan).
  • Menyusun hipotesis-hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.
  • Mengetes hipotesis dan melakukan kerja untuk memperoleh hasilnya (pengumpulan data, pengolahan data, dan lain-lain), hasilnya mungkin lebih dari satu.
  • Memeriksa kembali (mengecek) apakah hasil yang diperoleh itu benar, atau mungkin memilih alternatif pemecahan yang terbaik.

Langkah-Langkah Problem Solving


Langkah-langkah problem solving yang dikemukakan oleh Gray yang dipergunakan ada 6 langkah :

1. Mengerti Masalahnya

Kesadaran ini penting, agar ada dorongan kuat untuk memcahkannya supaya dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah ini menandai permulaan penyelidikan ilmiah.

2. Mengumpulkan Keterangan atau Data

Apabila sebuah problem telah dimengerti, maka perlu mendapatkan tentang hal yang bersangkutan dengan problem itu. Mungkin sudah ada orang lain yang telah pernah memecahkan problem itu. Apabila demikian tidak perlu masalah itu dipecahkan. Penyelidikan hanya diulangi apabila hasil yang didapat meragukan, atau apabila kondisi-kondisinya telah berubah.

3. Menformulasikan atau Pemecahan Masalah yang Mungkin

Apabila suatu hipotesis nampaknya tidak dapat diharapkan, maka ia meninggalkan penyelidikan literatur dan melanjutkan langkah-langkahnya.

4. Mengevaluasi Hipotesis

5. Jika hipotesis tidak dapat berhasil, maka perlu kembali penyelidikan literatur.
Tetapi apabila percobaan berhasil, maka dapat diteruskan ke langkah berikutnya.

6. Pembuatan eksperimen

Ketika seorang cendikiawan membuat hipotesis untuk memecahkan suatu permasalahan, biasanya ia akan melakukan pengujian terhadap hipotesis tersebut dan mendiskusikannya berdasarkan informasi dan data yang ia miliki. Pengujian itu untuk mengkonfirmasi kesesuaian dan keabsahannya dalam memecahkan masalah. Kadang ia mendapatkan bahwa hipotesis yang dibuat tidak sesuai dengan sebagian informasi dan data yang dimilikinya. Lalu ia pun membuang hipotesis itu dengan alasan tidak tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Lalu ia membuat hipotesis lain, mengkaji dan mendiskusikannya pada hipotesis terdahulu, kadang akhirnya juga dibuang kembali.

Proses ini berulang-ulang hingga akhirnya samapi pada hipotesis yang bisa diterima serta sesuai dengan informasi dan data yang dimilikinya. Ia melihat bahwa hipotesis tersebut tepat untuk memecahkan masalah. (Najati : 2008)

7. Kesimpulan

Apabila suatu problem telah dipecahkan, maka ahli yang telah memecahkan itu harus membuat laporan. Ini merupakan review dari prosedurnya, juga kesalahan-kesalahan yang dibuat harus dituliskan. (Mustaqim : 1991)

Langkah-langkah lain yaitu menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi dasar untuk problem solving adalah sebagai berikut:

  • Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah.
  • Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
  • Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.
  • Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa-hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.
  • Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan. (Sanjaya: 2011)

Kemudian Partowisastro sebagaimana yang dikutip oleh Saiful Akhyar Lubis, beliau mengatakan bahwa ada 6 (enam) langkah yang harus diempuh dalam pemecahan masalah (problem solving), yaitu :

1. Rapport

Di dalam perjumpaan pertama, konselor seharusnya mengadakan hubungan baik dengan klien, konselor harus menunjukkan kerjasama yang optimal, mengusahakan sebaik mungkin dan dapat mengatasi hambatan-hambatannya dengan cara memperlihatkan kepribadiannya yang sebenarnya. Wawancara pembukaan ini sangat besar artinya untuk pertemuan berikutnya. Sebagai peinsip umum, pertemuan-pertemuan dengan klien sebaiknya sendirian. Dengan hadirnya orang lain, kontak yang sudah dipupuk itu akan mengalami gangguan yang dapat menutup sifat terbuka dari klien, kecuali pada dua situasi yaitu dalam menghadapi anak kecil yang masih malu-malu,diperlukan kehadiran orang tua.

2. Anamnese

  • Oto-anamnes : Keterangan-keterangan yang didapat dari klien sendiri.
  • Alo-anamnese : keterangan-keterangan tentang klien yang didapat dari sekitarnya, seperti orang tua, saudara, dan teman.
  • Hetro-anamnese : keterangan-keterangan yang didapat dari klien dan orang lain brsama-sama.

3. Pemeriksaan

Diperlukan pelbagai macam metode berbetuk wawancara, pertanyaan- pertanyaan lisan maupun tertulis dengan alat bantu lainnya.

4. Analisa dan Integrasi

Analisa dan integrasi dari hasi-hasil nomor 1,2, dan 3.

5. Penentuan sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya masalah.

6. Therap

Cara-cara penyehatan kembali atau penyelesaian problem- problem yang dihadapi klien. Theraphy dapat juga merupakan hasil pemeriksaan seara deskriptif, yaitu kesimpulan dari pemeriksaan disusun dengan singkat disertai saran-saran serta prognosanya. (Lubis : 271)
Inilah langkah-langkah yang biasanya diambil oleh seorang pemikir dalam memecahkan maslah. Kita juga melakukan langkah-langkah tersebut untuk menyelesaikan masalah kita sehari-hari.