Bagaimana mengajarkan kepada siswa kemampuan Computational Thinking ?

Berpikir komputasional

Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Berpikir komputasi ditujukan untuk menyelesaikan masalah, bukan hanya untuk masalah seputar ilmu komputer, melainkan juga untuk menyelesaikan beragam masalah. Setiap orang pada saat ini dituntut untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional.

Bagaimana mengajarkan kepada siswa kemampuan Computational Thinking ?

Computational Thinking (CT) sekarang ini sudah menjadi dasar dari pemikiran yang baru dan harus dipahami. Computational Thinking tidak hanya diperuntukan bagi beberapa kalangan seperti seorang programmer, melainkan harus diterapkan pada setiap orang. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas sedikit apa yang dimaksud dengan Computational Thinking. Computational Thinking adalah sebuah proses berpikir yang sistematis dan logis yang dipergunakan untuk mencari sebuah solusi dari masalah yang dihadapi.

Computational Thinking terbagi menjadi beberapa langkah yakni Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Perancangan Algoritma. Computational Thinking tidak hanya berfokus pada disiplin ilmu tertentu seperti Pemrograman, melainkan juga merambah pada semua displin ilmu di dunia. Computational Thinking mampu membantu kita dalam hal menyelesaikan sebuah masalah kompleks yang dihadapi secara lebih mudah dan efektif. Dengan Computational Thinking membantu otak untuk terbiasa berfikir secara kreatif, logis, dan terstruktur.

Lantas bagaimana mengajarkan kemampuan Computational Thinking pada setiap individu terutama pada peserta didik ? Kemampuan Computational Thinking dapat diajarkan jika setiap pendidikan formal maupun informal menerapkan konsep Computational Thinking itu sendiri. Konsep Computational Thinking adalah begaimana setiap masalah yang dihadapi dapat dipecahkan secara lebih mudah dengan menerapkan langkah-langkah secara terstruktur yakni dekomposisi hingga perancangan algoritma. Penerapan konsep pada setiap kasus atau disiplin ilmu menjadi kuncinya, sehingga peserta didik mampu terbiasa dalam hal computational thinking.

Semakin peserta didik terbiasa dalam hal Computational Thinking maka kemampuannya berpikir akan meningkat dalam beberapa hal. Seperti dalam hal kemampuan mengidentifikasi data, menganalisa data, berpikir algoritma (sekumpulan langkah terurut), dan generalisasi solusi.

Sumber:

http://blog.stephenwolfram.com/2016/09/how-to-teach-computational-thinking/

Computational thinking saat ini digadang-gadang akan menjadi pemikiran masa depan. Pemikiran yang berawal dari orang-orang yang berprofesi sebagai programmer saat ini sudah tidak memandang profesi lagi. Doktor, pengacara, guru, petani, atau apapun pekerjaannya sudah harus mengenali apa itu computational thinking. Dalam bidang ilmu apapun kita juga dituntut untuk berpikir secara computational thinking.

Oleh karena itu, berpikir secara computational thinking lebih baik diajarkan sejak dini atau sejak anak-anak. Pada usia belia otak manusia akan cenderung lebih mudah menyerap informasi yang didapat. Seorang anak kecil yang dibiasakan sesuatu akan selalu mengingatnya dalam jangka waktu yang lama hingga puluhan tahun. Sehingga membiasakan sejak dini untuk berpikir secara computational thinking sangat dianjurkan.

Cara mengajarkannya pun dapat dilakukan dalam hal-hal sederhana di kehidupan sehari-hari. Contoh kasusnya seperti saat kita mau sarapan. Saat sarapan misal kita memilih menu nasi dan telur mata sapi. Lalu orang yang kita ajari kita suruh untuk membuat langkah-langkah dalam membuat sarapan pagi dengan menu tersebut. Tentu kita mulai dengan mananak nasi setelah itu dilanjutkan dengan menggoreng telur mata sapi. Kita juga bisa menggunakan contoh kasus lain seperti: langkah-langkah mandi, langkah-langkah berangkat sekolah, dan langkah-langkah lainnya. Dengan melatih otak untuk berpikir seperti ini maka otak akan terbiasa berpikir secara sistematis, logis, dan juga kreatif.

Selain itu cara belajar terbaik adalah dengan cara mengajari. Nilai lebih yang anda dapatkan ketika anda mengajari seseorang untuk berpikir secara computational thinking anda juga akan berpikir seperti itu bahkan lebih kompleks dari cara berpikir yang anda ajarkan karena mengajar memang tak semudah diajarkan.

Referensi:
http://blog.stephenwolfram.com/2016/09/how-to-teach-computational-thinking/

Belajar mengajar biasanya dilakukan dengan seorang guru atau dengan seorang yang lebih berpengalaman, namun belajar Computational Thinking (CT) bisa diajarkan dengan orang-orang yang sudah berfikir secara CT. Di negara maju sejak dini atau masih SD sudah diajarkan CT di sekolahnya ini yang membuat para calon pemimpin bangsanya yang akan maju terus.

Berikut adalah cara mengajarkan Computational thining :

  1. Belajar langsung dengan orang-orang professional.
    Kebanyakan orang-orang professional di dunia ini sudah berfikir secara Computational Thinking ini dikarenakan merak ingin menjadi lebih baik lagi dan memikirkan masa depan dengan matang. Dengan belajar dengan orang-orang yang sudah berfikir dengan CT kita dapat mengambil pengalaman dan ilmu tentang CT dari orang-orang tersebut.

  2. Sering sering membaca tentag hal yang berbau Computational Thinking.
    Dengan membaca segala Sesutu hal yang kit abaca dapat langsung disimpan dalam memory otak kita. Orang-orang yang sudah berfikir dengan Computational Thinking sering sekali membaca karena membaca adalah sumber terbesar ilmu. Membaca bisa dari mana saja sumbernya misalnya, buku, majalah, koran, webbook, dan lain-lain.

  3. Melihat lalu difikirkan secara kritis.
    Orang-orang kabanyakan berfikir secara kritis nah dengan melihat suatu hal kita dapat mengingatnya dengan mengingatnya kita dapat berfikir tentang apa yang kita lihat tadi. Setelah difikirkan lalu kita coba pikir lagi lalu apa yang kita bisa perbuat dengan hal yang kita lihat itu.

  4. Belajar dari pengalaman dan kesalahan.
    Pengalaman pasti ada dalam setiap diri orang, dari pengaam itu kita dapat sesuatu yang berharga. Belajar lagi dari pengalam yang sudah kita alami lalu kita evaluasi lagi pengalaman tersebut begittu pula kesalahan yang telah kita buat. Jangan mengulang lagi kesalahan kita dan buat lebih baik lagi. Dengan belajar dari pengalaman kita dapat berfikir secara Comptational Thinking