© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana melatih sense of urgency?

Urgensi (Urgency) – Bekerja membutuhkan ketegasan, respon cepat, tindakan cepat. Ketepatan dan kecepatan ini akan teraplikasi dalam situasi kritikal yang menuntut keputusan on the-spot yang dibuat dengan penilaian yang baik. Bekerja akan menghadapi berbagai tenggat waktu penting yang harus dipenuhi tepat waktu.

5 Likes

Daftar di bawah ini memberikan 20 ide yang dapat digunakan untuk membantu menciptakan rasa urgensi.

  • Bangun sendiri strategi Anda sendiri untuk meningkatkan rasa urgensi.
  • Tidak menunjukkan kepanikan, stres atau kehilangan kontrol.
  • Membuat keputusan cerdas dengan keyakinan dan bertindak dengan cepat.
  • Mengidentifikasi hambatan dan menghilangkannya.
  • Membangun budaya fokus pada hasil (bukan fokus pada beban tugas).
  • Memahami pentingnya membangun rasa urgensi.
  • Memperjelas konsekuensi dari kelambanan.
  • Mengidentifikasi apa yang bermanfaat.
  • Mengidentifikasi penyebab puas dan menghilangkannya.
  • Tumbuhkan urgensi melalui bahasa tubuh
  • Mendorong dan menawarkan bantuan. Tidak mengomel, menindas, atau mengancam.
  • Cari alasan untuk merayakan keberhasilan sekecil apapun dan meluaskan keberhasilan itu.
  • Memberi pujian secara pribadi. Gunakan kecerdasan emosi Anda untuk bekerja.
  • Menyepakati tenggat waktu sesuai tindakan.
  • Fokus kepada diskusi yang jelas, singkat, padat dan sesuai dengan agenda.
  • Fokus langsung kepada poin utama dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Hilangkan basa-basi.
  • Kejar target pribadi dan arahkan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
  • Bantu dengan arahan dan dorongan agar target tetap tercapai.
  • Tingkatkan ketertarikan dari orang lain.

Kotter menyatakan bahwa true sense of urgency sangat langka dimiliki manusia.

Dalam bukunya, A Sense of Urgency. Kotter menjelaskan bahwa sense of urgency yang sebenarnya masih sangat langka dimiliki orang lain terutama hal ini bukan merupakan hal yang alami. Hal ini harus diciptakan dan dibuat. Jadi tugas memimpin tim pada transformasi di tingkat manapun umumnya membutuhkan kemampuan untuk menciptakan suasana urgensi yang dapat merangkul seluruh tim, dan pada waktunya membawa prestasi dan keuntungan bersama.

Kotter ditawarkan empat taktik dasar untuk membangun rasa urgensi dalam lingkungan apapun:

  1. Bawa hal bermanfaat dari luar
    Budaya “kita tahu yang terbaik” mengurasi rasa urgensi; jadi bantu manusia melihat kesempatan dari luar.

  2. Berperilaku dengan rasa urgensi setiap hari
    Manajer dan pemimpin harus menjalankan apa yang dikatakan dan memimpin dengan contoh.

  3. Cari kesempatan dalam situasi krisis
    Situasi krisis dapat menjadi alat yang berharga untuk menerobos rasa puas.

  4. Atasi penolakan
    Kenali mereka yang selalu bekerja keras untuk menghambat perubahan.

Kotter dan jajak pendapat Gallup menunjukkan, rasa urgensi merupakan hal yang langka. Hal ini menjadi penyebab mengapa para pemimpin perlu meningkatkan dan mengatasi kenyataan hal yang jelek dan buruk bukan merupakan alat transformasi yang baik. Sebaliknya, hal itu adalah penyebab utama kegagalan.

Sebagian besar orang yang berjuang untuk bekerja secara independen dengan rasa urgensi membutuhkan dukungan. Dukungan untuk membantu mereka merasa bertanggung jawab dan berkomitmen untuk mencapai tujuan mereka, yang pada gilirannya memicu rasa urgensi dalam pekerjaan mereka.

Jadi pemimpin harus menantang diri untuk membawa perubahan ini dalam hati dan pikiran rakyat - dan tidak duduk kembali menyatakan bahwa orang-orang di sekitar mereka tidak termotivasi. Kemampuan untuk menggerakkan orang untuk secara aktif terlibat dengan rasa urgensi memainkan peran penting dalam memisahkan para pemimpin modern yang sangat efektif dari yang lain.

Sumber

3 Likes

Mengembangkan A Sense Of Urgency menurut Brian Tracy

  • Luangkan Waktu untuk Berpikir dan Membuat Rencana

Orang yang sangat produktif meluangkan waktu untuk berpikir, merencanakan dan menetapkan prioritas. Mereka kemudian memulai dengan cepat dan kuat terhadap tujuan dan sasaran mereka. Mereka bekerja terus, lancar dan terus menerus dan tampaknya pergi melalui sejumlah besar pekerjaan dalam periode waktu yang sama bahwa rata-rata orang dihabiskan bersosialisasi, membuang-buang waktu dan bekerja pada kegiatan bernilai rendah.

  • Masuk ke “Arus”

Ketika Anda bekerja pada tugas-tugas pada tingkat tinggi dan terus menerus, Anda benar-benar dapat masuk ke dalam sebuah kondisi mental yang luar biasa yang disebut “aliran.” Hampir setiap orang pernah mengalami ini pada beberapa waktu.

  • Menjadi Lebih Siaga dan Sadar

Anda benar-benar berfungsi pada level yang lebih tinggi dari kejelasan, kreativitas dan kompetensi. Anda lebih sensitif dan sadar. wawasan dan intuisi Anda, fungsi dengan presisi yang luar biasa. Anda melihat keterkaitan orang dan situasi di sekitar Anda. Anda sering datang dengan ide-ide brilian dan wawasan yang memungkinkan Anda untuk bergerak maju bahkan lebih cepat.

  • Mengembangkan Rasa Urgensi

Salah satu cara Anda dapat memicu keadaan ini arus adalah dengan mengembangkan “rasa urgensi.” Ini adalah dorongan batin dan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan dengan cepat dan bisa dilakukan dengan cepat. dorongan dari dalam ini adalah ketidaksabaran yang memotivasi Anda untuk segera pergi dan terus berjalan. Sebuah rasa urgensi terasa sangat banyak seperti balap melawan diri sendiri.

  • Buat “Prasangka Aksi”

Anda mengambil tindakan daripada berbicara terus-menerus tentang apa yang akan Anda lakukan. Anda fokus pada langkah-langkah spesifik yang dapat Anda ambil segera. Dengan menggunakan teknik ini Anda berkonsentrasi pada hal-hal yang dapat Anda lakukan sekarang untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan dan mencapai tujuan yang Anda inginkan.

  • Latihan Aksi

Berikut adalah dua hal yang dapat Anda lakukan segera untuk menempatkan ide-ide ke dalam tindakan:

  1. Pertama, pilih salah satu tugas utama yang dihadapi Anda dan meluncurkan ke segera. Jangan ragu. Bergerak cepat.

  2. Kedua, mulai melakukan setiap pagi, hal pertama ini, sampai menjadi kebiasaan.

2 Likes

Untuk menciptakan rasa urgensi, kita harus melakukan empat hal dengan baik:

  1. Activate.
    Seringkali masalah sebenarnya adalah keberanian. Titik kepastian yang mutlak tidak pernah datang. Ini adalah kesalahan untuk menganggap bahwa hal itu. Sebaliknya, urgensi mengharuskan kita mengaktifkan cepat untuk membuat keputusan. Lakukan sesuatu!
    Seperti pepatah lama, “lebih mudah untuk mengarahkan objek yang bergerak.” Jika kita telah membuat keputusan yang salah, kita dapat menyesuaikan. Tetapi jika kita menunggu terlalu lama, kita melewatkan kesempatan seluruhnya.

  2. Accelerate
    Urgensi membutuhkan lebih dari aktivasi. yaitu kita harus mulai dengan cepat, tetapi kita juga harus berhati-hati.

  3. Achieve.
    Kita harus mencapai apa yang menjadi tujuan kita, dengan begitu kita akan selalu berwaspada dan meningkatkan rasa urgensi kita terhadap apa yang menyangkut dengan tujuan kita.

  4. Assess
    Urgensi tidak mengesampingkan penilaian. Bahkan, menuntut hal itu. Jika kita akan mendapatkan lebih cepat untuk menghasilkan hasil, kita harus menilai apa yang bekerja dan apa yang tidak.

Selain itu, ada hal khusus yang dapat membuat kita leih merasa terdesak (sense of urgency) , yaitu :

  • Merespon lebih cepat terhadap apapun yang membutuhkan respon kita contohnya email seseorang mengenai pekerjaan.

  • Mencapai ke titik dengan cepat dan bersikeras bahwa orang lain melakukan hal yang sama.

  • Siaga/berhati-hati akan sesuatu hal.

  • Jangan menunda apa yang harusnya dikerjakan. Lakukan lah sekarang.

referensi : https://michaelhyatt.com/creating-a-sense-of-urgency.html

2 Likes

Cara CEPAT dan JITU melatih "Sense of Urgency"


Dilansir dari humorthatworks.com, ada beberapa cara agar seseorang dapat meningkatkan “ a sense of urgency” nya, yaitu :

  1. Atur waktu yang pendek dari deadline. Cara termudah untuk menciptakan rasa urgensi adalah dengan menetapkan deadline (tenggat waktu) yang singkat dan tentunya Anda akan memberikan waktu untuk mengerjakan pekerjaan tersebut secara cepat.
  2. Membuat Komitmen Umum. Berkomitmen untuk memberikan proyek atau pekerjaan Anda pada atasan, rekan atau bahkan pembaca Anda jika Anda memiliki sebuah blog. Dengan melakukan sesuatu untuk orang lain, Anda tentu akan cenderung untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda karena Anda-lah yang bertanggung jawab.
  3. Jadwalkan sebuah hari yang sibuk. Anda akan lebih produktif jika memiliki hari yang bebas dari kewajiban apapun kecuali pekerjaan Anda. Sangat penting untuk memastikan Anda tidak menjadwalkan terlalu banyak kegiatan sekaligus. Dengan keseimbangan yang tepat, Anda masih dapat memiliki semuanya yang dilakukan dalam rasa urgensi yang tinggi.
  4. Ambil istirahat. Salah satu langkah yang paling penting dan sering diabaikan untuk menjadi lebih efisien adalah beristirahat. Meskipun Anda ingin memenuhi deadline, tetapi Anda juga perlu waktu untuk memulihkan diri dan bersantai. Meskipun stres tidak selalu buruk, namun hal tersebut juga tidak baik akibatnya dalam jangka panjang.

_Sumbe_r : http://www.humorthatworks.com/learning/creating-a-sense-of-urgency/

1 Like

Menurut Earlytorise, mereka menyebutkan ada “7 spot a true sense of Urgency”

  1. Tim Winning: Orang dengan rasa urgensi yang kuat akan cepat mengidentifikasi isu-isu kritis dan membentuk tim yang kuat yang memiliki komitmen untuk perubahan yang ambisius bahkan ketika anggota tim sudah bekerja keras.

  2. Visi dan Strategi: tim yang kuat dan berkomitmen mengatur upaya untuk menemukan strategi yang cerdas dan membayangkan hasil jangka panjang ketika berhadapan dengan isu-isu penting.

  3. Komunikasi: tim yang memiliki urgensi yang tinggi merasa perlu untuk terus-menerus mengkomunikasikan visi dan strategi mereka kepada orang-orang yang tepat.

  4. Kewenangan: Mereka dengan rasa urgensi yang kuat akan memberikan keweaganan kepada orang lain yang didedikasikan untuk membuat visi menjadi kenyataan dengan menghapus penghalang di jalan mereka.

  5. Kemenangan Jangka Pendek: Tim dengan urgensi yang tinggi akan merayakan kemenangan jangka pendek dan membuat mereka terlihat untuk masuk ke organisasi.

  6. Pantang Menyerah: Setelah sukses kecil atau besar, tim dengan kesadaran urgensi tidak akan pernah membiarkan anggota mereka tergelincir kembali. Sebaliknya, mereka memperluas usaha dan berusaha untuk melakukan perbaikan.

  7. Membuat Menjadi Tetap: Tim dengan kesadaran urgensi merasa meliki kewajiban untuk memastikan menemukan cara perubahan ketetapan dengan menggabungkan perubahan ke dalam struktur organisasi, sistem, dan yang paling penting adalah budaya.

sumber: http://www.earlytorise.com/7-ways-to-spot-a-true-sense-of-urgency/

1 Like

Kehidupan tanpa sense of urgency bagai sayur tanpa garam. Urgensi sendiri dapat dibuat dengan dua cara yaitu dengan cara yang dipaksakan melalui peristiwa eksternal dan cara lainnya diciptakan dari dalam.

Hidup dengan urgensi memiliki beberapa keuntungan seperti meningkatkan kadar produktivitas karena memaksa anda untuk bekerja lebih cepat dan berpikir lebih cepat juga. Dengan urgensi mendorong anda untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif. Karena dengan ada tenggat waktu pada sebuah tugas, mengharuskan anda berpikir lebih keras dan merangsang anda untuk berpikir out of the books.

Terlebih lagi di dunia kerja kelak anda akan dituntut oleh berbagai tugas yang datang bersamaan selain dari tugas kantor juga ada tanggung jawab lain seperti mengurus rumah, mengurus anak, dan lain-lain. DIsinilah anda akan merasa harus melatih sense of urgency anda sedini mungkin.

Berikut terdapat empat cara untuk membangun sense of urgency menurut Adam Sicinski.

Membangun visi untuk masa depan, visi disini dapat berupa pernyataan yang memotivasi anda untuk hidup dengan tujuan yang jelas. Anda dapat bertanya kepada diri anda sendiri seperti:

  • Apa visi hidup saya?

  • Apa yang ingin saya capai pada akhir?

  • Akan menjadi orang macam apa saya kelak?

Setelah anda bertanya pada diri anda sendiri, anda dapat mejelaskan lebih detail tentang apa yang akan anda capai, dan mengharuskan anda untuk melakukannya. Disini anda dapat memodifikasi visi anda menjadi tantangan, anda dapat memulai dengan tantangan jangka pendek. Sebagai contoh, pada awal tahun baru anda dapat menuliskan resolusi hidup anda selama satu tahun kedepan.

Memecah tujuan anda ke beberapa bagian kecil, setelah anda memiliki tujuan yang telah anda tuliskan diatas, sekarang anda perlu untuk memecah ke beberapa bagian. Disini anda dapat menjelaskan tahap tahap apa saja agar tujuan tersebut tercapai. Sebagai contoh, saya memiliki tujuan di akhir tahun untuk memiliki toko online sendiri. Disini saya akan membagi ke beberapa bagian yaitu akan mencari supplier produk untuk toko saya, membuat website untuk mengenalkan toko ke dunia luar, melakukan transaksi jual beli, dan menarget penghasilan dalam beberapa periode. Dan jika diperlukan anda dapat membuat target yang lebih kecil lagi sehingga dapat mendetail.

Temukan alasan kenapa harus diteruskan, hal ini sangat penting untuk menguatkan keyakinan anda dalam menjalankan visi anda. Semakin kuat aladan anda untu bergerak maju maka semakin besar urgensi yang anda ciptakan untuk diri anda sendiri. Selain itu pikirkan juga konsekuensi apabila anda tidak mencapai visi anda tersebut.

Buatlah hadiah dan hukuman, setiap pencapaian yang anda capai, anda berhak untuk mendapatkan hadiah. Namun apabila anda gagal, anda berikan hukuman untuk diri anda sendiri. Hal ini sangat penting untuk anda termotivasi untuk mencapai tujuan anda.

Namun, bagaimana bila anda adalah seseorang yang telah mengenal urgensi namun tidak konsisten untuk menjalankannya? Berikut ada 12 ide untuk melatih sense of urgency anda di kehidupan sehari-hari.

  1. Buat target waktu dan batas waktu di setiap tugas anda.
  2. Buat semangat yang konsisten dalam setiap kegiatan anda, anda harus belajar untuk mengelola energi yang dibutuhkan dalam sehari, mengatur waktu dan jadwal kegiatan apa saja dalam sehari. Hal ini membantu anda untuk fokus dan bergerak maju terus.
  3. Kembangkan spirit untuk berkompetisi, hal ini membuat anda tetap waspada, prima dan siap untuk merespon ancaman dan memanfaatkan peluang yang mungkin timbul. Sehingga akan membuat anda selalu menjadi yang terdepan.
  4. Hilangkan aktivitas yang tidak perlu, pertimbangkan kondisi tubuh, keuangan, dan waktu. Pikirkan keuntungan dan kerugian apabila akan melakukan sesuatu.
  5. Pikirkan apa yang dapat saya lakukan sekarang, jangan biarkan diri anda berlama-lama menganggur, sebisa mungkin gunakan waktu anda untuk produktif.
  6. Gunakan imajinasi anda untuk menciptakan urgensi, ketika anda bertugas, anda dapat berimajinasi apa yang akan terjadi kedepannya. Langkah apa yang harus segera saya ambil. Hal ini dapat memotivasi anda untuk terus bekerja dan mengembangkan diri anda sendiri.
  7. Tetap fokus pada hasil dan batas waktu
  8. Ketika anda mengerjakan sesuatu pikirkan nilai kesenangan jangka panjang serta imbalan yang akan anda peroleh apabila anda menyelesaikan
    tugas anda.
  9. Hargai waktu anda, dengan seperti itu anda akan memprioritaskan sesuatu yang memilki nilai keuntungan tinggi untuk anda.
  10. Tantang diri anda untuk melebihi batas terbaik yang telah anda capai kemarin. Sehingga pikirkan “Hari ini saya harus lebih baik dari hari kemarin”.
  11. Setelah anda bekerja sangat keras untuk hasilterbaik, kini saatnya anda untuk luangkan waktu istirahat. Anda dapat menikmati istirahat untuk merefresh pikiran dan tubuh anda.
  12. Jangan menunda, karena dengan menunda satu pekerjaan saja maka anda juga menunda pekerjaan anda seluruhnya.

Without a sense of urgency desire loses its value. - Jim Rohn

Situasi yang mendesak tak jarang menciptakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Pencapaian yang besar biasanya dicapai dengan pengembangan sense of urgency dan ketepatan hal yang dilakukan. Sense of urgency sangatlah penting untuk bersaing dan mempertahankan diri dari segala situasi.

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan ketika ingin mencapai suatu tujuan adalah menganggap tidak penting sense of urgency dalam diri mereka dan orang lain. Dalam kepemimpinan, komunikasi urgency menggambarkan kepemimpinan yang profesional.

Bagaimana cara mencipatkan sense of urgency?

Membuat Deadline Waktu

Tak satu pun dari kita mampu untuk menunda tujuan, mimpi maupun tanggung jawab. Deadline waktu menciptakan rasa urgensi yang membantu kita menyelesaikan sesuatu. Semua hal akan terasa lebih indah bila bisa dicapai sesuai dengan deadline waktu yang ditentukan.

Mengadaptasi Filosofi DO IT NOW!

Tidak peduli seberapa cerdas atau seberapa mampu Anda menyelesaikan sesuatu, jika Anda tidak memiliki rasa urgensi, SEKARANG adalah waktu untuk mulai mengembangkannya. Lakukan hal-hal yang harus dilakukan secepat mungkin dan lakukanlah sekarang. Karena seseorang tidak akan tahu apa hal yang terjadi kedepannya. Jadi lakukanlah sesegeran mungkin.

Kesempatan akan selalu ada di sekitar kita, tinggal sebagaimana kita mampu memanfaatkan hal itu dengan membangun sense of urgency.

Sumber : goalsguy

How To Create A Sense Of Urgency With Your Team

Menurut TIM CLARK ada banyak aspek yang mempengaruhi sense of urgency dari sebuah team. berikut adalah ulasan dari artikelnya

Ini “Antidote” dari Project Manager tentang Sense of Urgency:

Tanamkan kekuatan dari urgensi kepada teammu. Urgensi ini bukan lah sebuah kepanikan, kecemasan, tapi adalah sebuah kekuatan yang mendorong orang-orang untuk bergerak.

Dimulai dari rencana urgensi dari dirimu sendiri. dan sedikit uji coba pada diri sendiri. sebagai contoh, suatu hal yang mudah untuk melihat kekurangan dari urgensi orang lain, tapi kamu jarang melihat kekurangan dari urgensi pada dirimu. kamu berfikir terlalu lama tentang suatu project dan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan harus mulai dari mana. Buatlah suatu keputusan secepatnya dan sering agar team mu bisa melangkah maju. Akan terlihat mudah untuk mengubah arah apabila kamu terus bergerak dari pada hanya berdiam diri

Urgensi adalah sebuah pola pikir, bukan suatu proses. Dan terlalu banyak proses akan memperlambat suatu team. “Suatu perusahaan yang berkembang hari ini akan menjadi orang-orang yang menggeser budaya mereka dari kelambatan bisnis seperti suatu urgensi “ kutipan Michael hyat dalam internasional leadership blog.

Di dalam Creating a sense of urgency, hyatt mendeskripsikan 4 metode untuk menanamkan urgensi ke dalam suatu team :

  1. ACTIVE – Pointnya adalah keputusan yang mutlak tidak pernah datang. Sebaliknya kebutuhan yang bersifat urgensi dapat datang secara cepat, sehingga membuat kita untuk membuat suatu keputusan.

  2. ACCELERATE - Setelah kamu mulai, biarkan hal itu tetap berjalan, hyatt says. Untuk melakukan ini, temukan project management software untuk seluruh team. Dan gunakan alat ini untuk berkomunikasi dengan yang lain. Sebagai project manajer, tugasmu adalah menemukan hambatan dan membuangnya. Ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang kamu rencanakan sebuah software bisa memberikan fasilitas dengan memberikan visibilitas atas apa yang teammu lakukan.

  3. ACHIEVE – Buat atmosfer team yang outcome oriented. Bukan task focused. Jika kamu melakukan kebutuhan birokrasi tetapi tidak mencapai tujuan, berarti kamu telah gagal. Tentu saja, setiap orang mempunyai tugas masing-masing. Hasil adalah suatu tujuan. Sense of urgensi yang mempunyai hasil

  4. ASSESS – Untuk memproduksi hasil yang lebih cepat berarti mencari tau apa yang berfungsi apa yang tidak. Menghapuskan suatu tindakan yang bisa memperlambat teammu. Urgensi dalam tuntutan penilaian.

Pendekatan kerja untuk menciptakan “urgensi” dalam teammu adalah suatu energy yang bisa memotivasi teammu dan akan terus berlanjut

Kita perlu urgensi untuk memaksa kita dalam berkarir dan dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi juga dapat memicu kita untuk mengatasi bahwa kita tidak boleh menunda-nunda pekerjaan bahkan mengabaikannya. Jadi bagaimana kita mengembangkan dan melatih perasaan saat mendesak? Berikut adalah tiga cara untuk melatih dan mengembangkan sense of urgency menurut Stephanie Shirley, Owner of Bennis Public Relations, yaitu :

  1. Membuat deadlines.
    Deadline tidak hanya berlaku untuk tugas-tugas yang terkait dengan pekerjaan bisnis maupun yang berhubungan dengan akademik. Kita harus dapat menetapkan deadline dalam hal apa pun yang ingin kita capai. Misalnya, kita sudah lama ingin mengatur halaman penjualan untuk memperbaikinya, tetapi sesuatu yang lain lebih menjadi prioritas. Berikan diri kita deadline. ketika kita akan memilah apa yang akan kita jual misalnya, menandai item dengan harga dan mulai mengiklankan acara yang akan kita buat. Setiap deadline harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan alurnya. Jangan menggapkan remeh sebuah deadline. Kembangkan rasa urgensi untuk menyelesaikan tugas-tugas dan menghormati deadline, sebagaimana saat kita diberi deadline untuk menyelesaikan tugas oleh atasan kita.

  2. Mengembangkan Mentalitas “Lakukan sekarang!”.
    Beberapa tugas tidak memerlukan deadline karena bisa diselesaikan sekarang. Jika kita melihat sesuatu yang bisa dilakukan, lakukanlah saat kita punya waktu. Jangan meletakkannya pada daftar apa yang harus dilakukan (to do list). Ini adalah permainan pikiran kita, tetapi ketika kita terus menunda tugas yang sulit atau yang tidak kita inginkan, nantinya dalam pikiran kita itu hanya terus tumbuh lebih besar dan lebih besar lagi sampai tampaknya tidak mungkin untuk terselesaikan. Jangan pernah memberikan diri kita untuk menunda-nunda sesuatu. Kembangkan rasa urgensi dan mengerjakan tugas secepat mungkin, bila memungkinkan. Jika budaya seperti itu sudah dikembangkan kita akan mendapatkan hal-hal yang ingin kita capai dan seolah-olah memberikan energi pada kita untuk terus menerus menyelesaikan tugas sesuai pada deadline yang telah kita buat.

  3. Membuat dampak yang nyata.
    Cara terakhir untuk mengembangkan rasa mendesak adalah untuk menerima bahwa ada dampak karena kita tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang diberikan. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam pola pikir “Oh, tidak ada sesuatu buruk yang terjadi jika saya tidak menyelesaikannya hari ini”. Meskipun secara teknis hal ini mungkin benar. Misalnya, kita dapat menunda mengorganisir lemari kita sampai bulan depan, tapi selama satu bulan itu kita harus resiko dan kekacauan dalam hidup kita. Kita dapat terus mencari alasan untuk tidak mengikuti karir impian kita, tetapi nantinya kita hanya seperti menghukum diri kita sendiri untuk hidup dalam penyesalan. Itulah dampak ketika kita tidak dapat menyelesaikan urgensi yang nyata dalam kehidupan kita.

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, manajer harus menanamkan rasa urgensi ditempat kerja untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan. Dengan menciptakan lingkungan yang serba cepat, perusahaan dapat terus bergerak maju dan hanya berfokus pada pelanggan, produk bertingkat tinggi juga layanan. Pekerja yang berada pada lingkungan ini merupakan menjadi salah satu cara positif daripada dibandingkan rutinitas membosankan yang berulang ulang.

Management Style
Manajer dapat menjadi panutan positif bagi karyawan sehingga menunjukkan perilaku yang akan diikuti karyawan. Manajemen menetapkan standar seperti datang tepat waktu setiap hari dan tidak terlalu lama istirahat makan siang atau meninggalkan sebelum jam selesai kecuali untuk kepentingan bisnis ataupun alasan pribadi yang mendesak. Manajer dapat menanamkan respon yang cepat dengan cara cepat mananggapi email, panggilan telepon dan pesan. Mereka merupakan posisi pemimpin yang menciptakan suasana di kantor, menciptakan kecepatan utuk bergerak maju, dan memotivasi juga menginspirasi kerja keras serta loyalitas.

Meetings
Jadwal pertemuan dengan karyawan – satu-per satu apabila diperlukan—secara teratur sehingga manajer dan karyawan dapat mendiskusikan proyek saat ini dan masa depan sebagai sebuah tim. Menginstruksikan karyawan untuk memberikan gambaran singkat dari update proyek, tenggat waktu yang akan datang dan kekhawatiran lainnya untuk menjaga semua anggota tetap up-to-date serta bertanggung jawab satu sama lainnya. Jenis pertemuan yang menginspirasi lingkungan ini dan menjaga karyawan saat proyek perusahaan berjalan.

Group Projects
Tempatkan karyawan dalam tim untuk menginspirasi rasa urgensi dan akuntabilitas terhadap proyek-proyek, tenggat waktu dan tugas pekerjaan sehari-hari. Menetapkan tugas berdasarkan keterampilan karyawan dan deskripsi pekerjaan sehingga setiap orang dapat berkontribusi keterampilan terbaik yang dimiliknya, menjaga proyek terus bergerak maju dan diselesaikan secara cepat. Instruksikan tim karyawa untuk bertemu secara teratur mengenai proyek, membahas dan mengkaji, agar teus bergerak maju. Kelompok proyek memiliki ikatan pekerjaan bersama yang menginspirasi kerja keras satu sama lain karena tidak ada satu orang pun yang ingin mengecewakan tim

Training
Memastikan seluruh karyawan dilatih sesuai dengan kebijakan yang adapadaperusahaan, prosedur dan tugas pekerjaan yang diharapkan. Berinvestasi pada karyawan dengan mengirim mereka ke seminar pelatihan dan kursus pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Memberikan karyawan manual training yang direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas setiap hari seperti bagaimana melacak, menetapkan tenggat waktu pribadi, merampingkan proses, dan memprioritaskan tugas.

Incentive
Memberikan reward kepada karyawan dengan berbagai macam isentif yang dirancang untuk memotivasi kerja keras. Menetapkan tujuan dan sasarna untuk karyawan—secaraindividu maupun kelompok—dan memberi imbalan dengan misalnya makan siang bersama, plakat pribadi, dan bonus. Berikan sesuatu untuk diperjuangkan serta bekerja sama untuk menuju tujuan bersama.

Sumber : http://work.chron.com/create-urgency-office-6376.html

Menurut John Kotter permasalahan nomor 1 dalam organisasi ketika mencoba untuk melakukan perubahan adalah menciptakan sense of urgency. Kotter menyatakan bahwa kebenaran mengenai sense of urgency adalah langka karena hal tersebut bukan keadaan alami, namun dibuat dan diciptakan ulang.

Terdapat 4 cara untuk membangun sense of urgency, yaitu:

  1. Menghilangkan budaya “Kita mengetahui yang terbaik”. Dengan menanamkan budaya tersebut, kepuasan akan cepat tumbuh karena tidak melihat peluang eksternal dan bahaya. Ketika tidak memiliki sense of urgency, orang tidak cenderung untuk memperhatikan dengan baik.

  2. Membiasakan sikap urgensi setiap hari. Semakin banyak lingkungan yang berubah maka akan menciptakan kebutuhan untuk kewaspadaan dan kelincahan yang menuntut sense of urgency untuk dilakukan.

  3. Menemukan kesempatan dalam krisis. Krisis yang dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi alat yang baik agar tidak mudah merasa puas.

  4. Berhubungan dengan orang yang mempunyai jawaban atas situasi yang baik-baik saja dan mempunyai data sebelum bertindak.

Bagaimana Menciptakan Sense Of Urgency With Your Team

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seorang leader untuk menciptakan rasa urgensi :

  • Menunjukkan keseriusan komitmen senior leadership untuk perubahan yang akan datang

  • Berbagi setiap berita buruk dengan organisasi

  • Membutuhkan manajer dan karyawan untuk berbicara secara teratur kepada supplier, customer dan stakeholder untuk memahami kekhawatiran mereka secara langsung

  • Sharing data atau berbagi data kepada seluruh organisasi yang mendukung klaim bahwa diperlukan perubahan

  • Memastikan keputusan organisasi dan tindakan manajemen dalam perjanjian dengan perubahan komunikasi (walk the talk)

Untuk memimpin upaya perubahan dan kerja sama dari para stakeholder, langkah pertama pemimpin harus menciptakan rasa urgensi. Hal ini membutuhkan komunikasi yang jelas dan jujur .

Sumber : creating a sense of urgency

Sense of Urgency


Setiap perusahaan membutuhkan orang-orang yang beraktivitas dan berkreativitas. Hasil didapatkan ketika Anda punya orang-orang yang saling bekerja sama di perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Energi semacam ini datang dari rasa urgensi demi mencapai hasil. Tidak selalu mudah untuk menciptakan rasa urgensi ketika pekerjaan harus dilakukan sekarang.

Dalam beberapa industri, rasa urgensi adalah bagian dari struktur. Surat kabar, misalnya, harus mengisi halaman mereka setiap hari. Setiap pagi mereka mulai dari awal, dan reporter serta editor bekerja untuk
tenggat waktu tidak fleksibel. Namun dalam sebuah perusahaan teknologi, lebih sulit untuk menciptakan pola pikir yang mendukung gagasan bahwa segala sesuatu harus dilakukan secepat mungkin tanpa mengorbankan kualitas.

Tanpa rasa urgensi, proyek bisa berbaring. Sebuah proyek tidak selesai hari ini? Kita bisa mengatasi besok, atau minggu depan, bahkan bulan depan. Ketika suatu hal mendesaknya, sebuah perusahaan bisa kehilangan arah dan dapat menjadi rentan terhadap pesaing yang lebih dinamis.

Itulah mengapa saya yakin itu perlu untuk menciptakan rasa urgensi, bahkan jika itu buatan. Ini semua lebih diperlukan karena karyawan dan manajemen perusahaan tidak selalu melihat urgensi dengan cara yang sama. Pimpinan perusahaan dan dewan direksi harus mengambil pandangan jangka panjang. Saya
melihat rencana jangka panjang bagi perusahaan, dan karena mata saya tetap pada cakrawala yang lebih jauh, saya rasa urgensi sering berbeda dari karyawan kami.

Dalam kasus Klipfolio ini, kita melakukan dengan baik, tapi kami tidak bisa berpuas diri kita. Ada lebih banyak pendatang baru ke dalam persaingan, dan sementara kita tidak merasa panas dulu, kita harus memastikan bahwa kita terus bergerak dan meningkatkan. Itulah yang manajemen butuhkan, yaitu rasa urgensi. Ini tugas kita untuk berbagi visi dan mengatur kecepatan.

Rasa urgensi harus dirasakan oleh semua orang dalam organisasi. Beresonansi dengan karyawan, itu harus bermakna. Karyawan harus memahami visi untuk perusahaan dan melihat tantangan di cakrawala, termasuk pesaing.

Tanpa perasaan, tanpa tujuan yang ditetapkan, tanpa waktu dan pengertian kami untuk bekerja sebagai sebuah tim, akan ada sedikit insentif bagi setiap orang untuk bekerja sama. Dan tanpa orang menarik bersama-sama, itu tidak mungkin kita akan bertemu target kami.

Allan Wille adalah co-founder, presiden dan CEO dari Klipfolio. Dia juga seorang desainer, seorang ayah pengendara sepeda yang optimis dan tegas.


Sumber: https://www.klipfolio.com/blog/creating-a-sense-of-urgency

Gallup’s 2013 State of The American Workplace Report menyatakan bahwa hanya 30% karyawan yang berkomitmen mengerjakan tugasnya dengan baik. 50% hanya sekedar memberikan waktu mereka dalam perkerjaan, sedangkan 20% sisanya sangat tidak memuaskan dan memberikan dampak buruk ke yang lainnya.

Gallup membagi karyawan menjadi tiga kategori

  1. Karyawan yang terikat.
    bekerja dengan passion serta mempunyai ikatan yang kuat dengan perusahaan sehingga akan berusaha semampunya untuk memberikan inovasi dan membuat mau perusahaan

  2. Karyawan yang tidak terikat.
    karyawan yang bekerja tanpa ada tujuan. Mereka memberikan waktu mereka untuk pekerjaan tapi tanpa semangat dan gairah.

  3. Karyawan Aktif yang tidak terikat.
    Sangat tidak bersemangat saat berkerja, dan bisa merusak perusahaan.

Seorang Karyawan yang termasuk dalam golongan ke dua dan ke tiga merupakan karyawan yang tidak dibutuhkan untuk sukses. Membutuhkan kemampuan pemimpin untuk merubah kategori dua dan tiga menjadi kategori yang pertama.

Dibawah ini merupakan idea yang bisa dilakukan untuk membantu membuat rasa keterdesakan

  • Rancang sendiri strategi untuk meningkatkan rasa urgensi.
  • Jangan panic, stress maupun kehilangan control.
  • Buat keputusan yang pintar dan cepat.
  • Cari tau apa yang meghambat dan segera hilangkan.
  • Menyadari pentingnya membangun rasa urgensi.
  • Mengidentifikasi hal – hal yang berguna dan membuang yang tidak.
  • Focus kepada tujuan
  • Membantu dan menawarkan bantuan. Hindari marah, menindas atau mengancam.
  • setuju dengan dealine

Sumber : https://enterprisersproject.com/article/2014/8/20-ways-create-sense-urgency

Tak satu pun dari kita mampu untuk menunda tujuan, mimpi atau tanggung jawab kita. Target waktu dapat menciptakan rasa urgensi yang membantu kita menyelesaikan sesuatu.
Tidak peduli seberapa cerdas atau mampu seseorang, ia harus memiliki rasa urgensi seperti . SEKARANG adalah waktu untuk mulai mengembangkannya.

Menciptakan rasa urgensi dapat membantu dengan mengganti tanda tanya dengan tanda seru!

Surat tertulis? Menulis hari ini!
Teman lama Anda sudah lama ingin berhubungan kembali dengan anda? Mendapatkan Koneksi hari ini!
Permintaan maaf yang sudah terlambat? Maaf untuk hari ini!
Anda sudah berbicara dengan penulis tentang buku itu? Mulailah menulis hari ini!
Anda sudah membuat kunjungan? Buatlah hari ini!
Anda akan memulai bisnis suatu hari nanti? Mulailah hari ini!
Anda akan mengikuti perlombaan? Mulailah berlatih hari ini?
Kapan anda mulai berolahraga? Mulailah berolahraga hari ini!
Bahasa apa yang anda pelajari? Mulailah belajar hari ini!
Alat musik apa yang selalu ingin dimainkan? Mulailah bermain hari ini!

Berikut adalah tujuh cara untuk menciptakan rasa urgensi:

  1. Mengakui pentingnya membangun rasa urgensi.
  2. Memilih penyebab rasa puas.
  3. Mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan tingkat urgensi.
  4. Diskusikan dengan semua pihak yang terkait.
  5. Mengambil tindakan dan tetap fokus.
  6. Memantau kemajuan dan menyesuaikan di mana dan kapan diperlukannya.
  7. Ulangi, memperkuat dan mengingatkan diri sendiri dan orang lain dari batas waktu.

Jika anda percaya bahwa bisnis secara umum menjadi lebih kompetitif, maka anda juga harus percaya bahwa anda membutuhkan itu lebih dari diri sendiri. Cara terbaik untuk melakukannya adalah untuk menciptakan rasa urgensi dalam semua tujuan dan rencana.

Sumber : http://www.goalsguy.com/Monster/tips_3.php

5 Tips untuk Membuat Rasa Urgensi Ketika Anda Menulis dan Mengirim Email

  1. Tetapkan Deadline
    Tidak ada yang menyampaikan rasa urgensi cukup seperti Deadline. Memperkuat batas waktu dalam mengerjakan sesuatu seperti mengirim email

  2. Gunakan Waktu Dengan Baik
    Gunakan kalimat yang memberikan makna tentang waktu seperti " kesempatan terakhir," atau “hanya tersisa satu hari”. Anda juga dapat menggunakan sebuah stopwatch dalam email Anda dan seluruh media sosial untuk memperkuat rasa urgensi. Mengirim pengingat terakhir di jam-jam terakhir tawaran juga bisa efektif.

  3. Buat Permintaan dengan Kelangkaan
    Cara alternatif untuk berkomunikasi dengan pembaca Anda tanpa bergantung pada tenggat waktu adalah untuk menekankan atau menciptakan rasa kelangkaan, misalnya “Dapatkan sebelum itu hilang,” “hanya 5 tempat tersisa,” atau “persediaan terakhir.”

  4. Berikan Penjelasan yang Jelas
    Setelah Anda menarik perhatian pembaca, tidak memberikan mereka dengan terlalu banyak teks, karena rata-rata pembaca tidak memiliki perhatian untuk itu. Sebaliknya, menjaga inti dari pesan Anda sehingga pembaca fokus pada judul Anda, poin-poin penting dan panggilan untuk bertindak.

  5. Gunakan Clear, Direct Call-to-Action
    Tidak peduli seberapa baik ditulis email Anda, blog atau posting sosial adalah jika pembaca Anda tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan. buatlah semuanya dengan jelas dan mudah dimengerti.

Menurutku akal dan urgensi merupakan 2 hal yang berkaitan dalam hidup. Akal adalah daya pikir, daya upaya, daya usaha.Sedangkan urgensi adalah keharusan yang mendesak, hal yang penting. Jadi jika kita mengambil benang merahnya maka saya bisa memberi arti kalau akal dan urgensi mempunyai pengertian suatu daya pikir yang mengharuskan kita untuk berpikir dalam hal yang mendesak.

Para ilmuwan muslim yang mengungkapkan jika tujuan penciptaan manusia adalah tidak lain dengan mengenali Tuhan dengan pengetahuannya. Dalam suatu ayat dalam Al-Qur’an Allah berfirman yang dapat kita pahami, bahwa siapa yang memiliki pengetahuan, apapun pengetahuan itu pasti tidak sama dengan yang tidak memilikannya. Ilmu pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan yang bermanfaat, yang menjadikan seseorang mengetahui sesuatu hakikat sesuatu lalu menyesuaikan diri dan amalnya dengan pengetahuan itu.

Allah memerintahkan agar manusia senantiasa berpikir dan menggunakan akalnya dalam memecahakan persoalan hidup yang dialaminya serta mencari ilmu kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Serta manusia diperintahkan Allah untuk mengembara kemana saja dalam mencari ilmu pengetahuan, karena setiap bangsa diberikan keistimewan berbeda-beda oleh Allah SWT.

Orang yang terlatih akalnya dan bisa mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan menjadi orang yang tangguh mentalnya, tahan dalam menghadapi ujian. Karena dengan degan akal pikirannya manusia menemukan rahasia dan hikamh dibalik kesulitan yang dihadapi.

referensi : http://datarental.blogspot.co.id/2015/09/urgensi-konsep-akal-menurut-islam.html

dikutip dari laman How to Manufacture a Sense of Urgency

Semua orang pasti pernah mengalami hal yang namanya menunda apa yang ingin dikerjakan. Ini adalah kebiasan buruk dan kita semua berusaha untuk mengatasinya. Saat kita memiliki waktu luang, terkadang kita malas mengerjakan pekerjaan kita. Setelah seminggu kita mengabaikan pekerjaan tersebut, kita tersadar saatnya mengerjakannya atau pekerjaan kita tidak akan terselesaikan. Kita mengerjakan secepat yang kita bisa seperti orang ‘gila’ saat deadline tiba.

Ada beberapa cara yang dapat anda gunakan untuk menciptakan rasa urgensi, bagaimana melawan penundaan, dan meraih banyak pekerjaan yang terselesaikan:

  1. Beritahu semua orang
    Dalam pikiran kita sebenarnya kita sudah tahu seberapa lama tenggat waktu kita saat mengerjakan sesuatu dan terkadang kita tahu kapan harus diselesaikan. Jadi jika anda benar-benar ingin mengerjakan suatu pekerjaan anda lebih cepat, anda perlu menciptakan tekanan untuk melakukannya. Salah satu cara terbaik adalah dengan beritahu orang lain bahwa anda akan menyelesaikan pekerjaan anda sesuai tenggat waktu. Semakin banyak orang yang tahu, semakin kuat kebutuhan untuk menyelesaikan sesuai deadline anda.

  2. Biarkan orang lain yang memegang imbalan anda sepenuhnya
    Katakan anda memiliki tujuan tapi anda juga menginginkan untuk keluar berbelanja. Anda tidak bisa membiarkan diri anda menikmati kesenangan itu kecuali tujuan anda tercapai. Tentu saja diri kita sendiri bukanlah pemegang kontrol terbaik, itu sebabnya kita membutuhkan orang lain yang mengatur imbalannya adalah kunci pada strategi ini. Semisal anda menginginkan sepatu baru, silahkan beli saja, namun anda tidak benar-benar bisa memilikinya terlebih dahulu sampai anda meraih tujuan anda.

  3. Persingkat waktu pengerjaan dari yang seharusnya
    Hal ini merupakan cara yang sederhana namun efektif. Alih-alih memberikan diri anda cukup waktu untuk memenuhi tujuan anda, dimana kebanyakan tetap saja masih melakukan penundaan, lakukan sebaliknya. Berikan diri anda lebih sedikit waktu dari yang seharusnya. Jauh lebih sedikit. Paksa diri anda kedalam keadaan urgensi, anda akan melakukan pekerjaan anda lebih cepat dari yang normalnya anda kerjakan. Saat anda sudah mulai melakukan pekerjaan anda, urgensi akan membawa anda lebih cepat dari yang anda pikirkan. Sebagai contoh, anda memiliki tenggat waktu pekerjaan selama seminggu, paksa diri anda untuk mengerjakan satu atau dua hari, atau bahkan dua jam. Anda akan terkejut mengetahui betapa anda dapat mengerjakan pekerjaan anda secepat itu.

  4. Bersainglah
    Pendekatan terakhir yang dapat membangun rasa urgensi adalah melakukan persaingan. Cari teman anda yang sama-sama mengerjakan tugas yang sama atau yang terkait lalu saling berbagi hasil yang anda capai secara teratur. Saat teman anda berada jauh di depan anda, anda pasti akan merasakan persaingan dan anda akan mengejar ketertinggalan anda. Gunakan hal itu semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan anda secepat yang anda bisa.

Ingat, rasa urgensi adalah kunci dimana jika anda membangunnya, anda bisa mengalahkan perasaan malas dan menunda-nunda pekerjaan anda.

Dikutip dari : Business Insider

Martin Zwilling mendefinisikan ada 6 langkah untuk melatih dan memaksimalkan sense of urgency yang dimiliki. Tentu tujuannya ialah agar kita tidak salah langkah dalam menentukan suatu keputusan.

Berikut adalah 6 langkah yang ditawarkan oleh Uncle Martin:

  • Pastikan perilaku anda sudah berdasarkan urgensi yang berjalan hari ke hari. Selalu tunjukkan bahwa tindak-tanduk anda beralasan pada suatu urgensi. Dalam rapat, interaksi, memo bahkan email. Pastikan orang lain bisa menyadari akan hal itu.

  • Secara konsisten menghargai urgensi. Urgensi adalah seperangkat pikiran dan perasaan, sebagaimana tekad kompulsif untuk bergerak dan menang.

  • Lakukan kegiatan yang tanpa henti ditujukan untuk menang. Pastikan tindakan Anda sangat waspada, dan terfokus pada kesuksesan. Pastikan untuk mendapatkan beberapa kemajuan setiap hari, dan terus-menerus mengurangi kegiatan yang sia-sia.

  • Cari Motivasi. Carilah data yang menarik, tentang individu tertentu, lewat video, website dan pesan penting lain yang ada di belahan bumi lain. Usahakan untuk menghubungkan aktivitas internal dengan kejadian eksternal dan tantangan yang kini ada diluaran sana.

  • Ambil kesempatan dalam kesempitan. Pikirkan krisis sebagai peluang yang memiliki potensi, dan bukan sebagai masalah mengerikan yang secara otomatis harus disingkirkan.

  • Pastikan anda siap menangani urgency-killer.