Bagaimana Melatih Kemampuan Estetika Kita?

estetika

Estetis (Aesthetic) – Termotivasi oleh keseimbangan, ekspresi diri yang kreatif, kecantikan dan alamiah.

2 Likes

Sebuah ilmu mengenai keindahan, menangkut apresiasi keidaha alam , sastra, seni. Memiliki penilaian terhapap keindahan.
Tidak banyak individu-individu yang belum memiliki penilaian atau kemampuan menanggapi suatu keindahan,tak jarang banyak individu yang melihat sebuah karya seni dari sudut sempit tanpa tahu sejarah didalamnya.
Berikut adala beberapa tahap pengembangan estetis :

1. Accountive
Pada tahap ini setiap individu terbiasa untuk menceritakan suatu kisah-kisah atau mendeskripsikan sesuatu dengan cerita. Individu ini baik dalam pengamatan suatu benda atau karya seni dan akan di tuangan kedalam ulasan-ulasan mereka sebagai penilaian mereka yang didasarkan apa yang mereka ketahui dan sukai.

2. Konstruktif
Pada tahap ini individu lebih menilai sesuatu bergantung pada presepsi dan pegetahuan mereka sendiri,sehingga dapat mencitakan seni yang indah.

3. Klasifikasi
Pada tahap ini indvidu lebih menggolongkann karya seni yang telah dibuat sehingga dapat di terima oleh penikmat dengan baik.

4. Interpretasi
Di tahapan ini inidividu membuat karya seni berdasarkan sudut pandang penikmat seni, dengan cara berinteraksi langsung dengan para penikmat seni untuk menemukan unsur-unsur estetika Yanng akan dipakai. Dengan menerima feedback dari pemirsa seni akan mengembangkan sennni yang telah dibuat tersebit.

5. Re-kreatif
Di tahap ini individu membuat sebuah karya dengan semua kemampuan mereka yang berdasarkan ruang lingkup yang luas ,keterbukaan,sejarah,dll.

Dari tahapan diatas hanya dijelaskan berdasrkan pendekatan ilmiah, untuk Dapat di pelajari kembali. Namun para pelaku seni telah membuat karya-karya yang hebaat dengan menggunakan caranya masing-masing.

Referensi : http://emily-lessonsinlearning.blogspot.co.id/2009/08/stages-of-aesthetic-development-by.html

3 Likes

Secara umum seseorang yang termotivasi oleh estetika, maka kehidupannya akan lebih menyenangkan, harmonis, dan indah. Selain itu estetika memiliki peran penting untuk memotivasi seseorang. Misalnya adalah cinta, passion, dan obsesi sebagati motivator internal yang dapat mendorong seseorang untuk mengekspresikan apa yang dirasakan. Kesadaran visual dan sensorik terkadang juga mewakili nilai estetika yang kita miliki dan dapat menentukan siapa kita dan bagaimana kita bersikap.

Contoh penerapan estetika dalam kehidupan nyata ialah Steve Jobs, penemu dan CEO dari Apple. Sehari-hari ketika bekerja Steve Jobs hanya menggunakan baju turtleneck, celana jeans biru, dan sepatu abu-abu. Semua sangat sederhana seperti produk yang ia ciptakan, sederhana namun tetap indah untuk dilihat.

Setiap orang dapat menjadi seseorang yang termotivasi oleh estetika. Untuk para pegawai misalnya, kemampuan untuk mendekorasi tempat kerja menjadi nyaman dan indah sangatlah penting dan merupakan bagian dari motivasi estetika. Tetapi terkadang bagi seorang manajer yang tidak termotivasi oleh estetika, hal seperti itu dianggap membuang-buang waktu. Sehingga pegawainya menjadi merasa tidak nyaman, malas, dan kurang produktif.

Namun yang perlu diketahui, tidak semua motivasi estetik adalah keratif atau beda dari yang lain. Setiap orang memiliki pandangan estetika masing-masing. Dengan kata lain keterampilan untuk menciptakan sebuah keindahan tidaklah ditentukan oleh kemampuan seseorang tetapi yang menentukan adalah sejauh mana estetika itu menjadi dorongan dalam diri seseorang.

Sebenarnya setiap orang pasti termotivasi oleh estetika, karena tidak ada orang yang tidak menyukai keindahan tetapi banyaknya motivasi antara seseorang dengan orang lain berbeda.

Sumber ; success performance solutions

1 Like

Peran Kemampuan Estetika di Bidang Engineering

Pada zaman sekarang, bidang engineering dituntut untuk selalu berdampingan dengan kemampuan estetika. Kemampuan estetika bagi engineer sangatlah penting agar mereka dapat menciptakan produk yang sukses, indah dan inovatif. Munculnya gagasan tersebut dikarenakan masyarakat modern membutuhkan produk yang menggabungkan antara seni dan teknologi agar mereka tidak cepat bosan. Engineer yang mampu mengikuti tren serta menyeimbangkan antara kemampuan teknis dan jiwa seni, diyakini mampu memimpin dalam persaingan di dunia industri. Meskipun terkadang banyak profesi engineer yang merasa kesulitan dalam memahami estetika.

Estetika berasal dari bahasa Yunani aisthetikos yang berarti persepsi. Estetika berasal dari kemampuan manusia dalam memberikan persepsi terhadap suatu hal. Apa yang dapat manusia lakukan dengan persepsi? Persepsi dapat membantu dalam membedakan sifat-sifat seperti panas-dingin, halus-kasar, gelap-terang, dan lain-lain. Manusia selalu menggunakan persepsi untuk memahami lingkungan di sekitarnya.

Saat mendesain suatu objek, engineer memikirkan alternatif-alternatif pembeda yang dapat diimplementasikan pada objek tersebut. Hal-hal yang berbeda dapat menimbulkan persepsi customernya. Contoh, objek yang didesain dengan warna gelap dan berbentuk tajam akan menimbulkan reaksi rasa takut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa estetika muncul dari respon emosional terhadap sesuatu. Kemampuan estetika dapat membantu engineer untuk mengontrol kualitas objek yang dibuatnya. Kualitas memiliki ukuran tertentu berdasarkan persepsi dari masing-masing orang terhadap estetika. Kesuksesan produk tidak hanya diukur dari kesuksesannya dalam memberikan fungsi yang dibutuhkan namun juga dari segi keindahannya. Kemampuan estetika memainkan peran utama terhadap penerimaan publik terhadap suatu produk dan juga berperan penting dalam proses kreatif. Kreatif dapat dikatakan sebagai hal yang baru dan original. Ide kreatif tidak bisa muncul dari pemikiran konvensional. Untuk menjadi kreatif, seseorang perlu memikirkan tentang sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Anak-anak tidak dilahirkan dengan adanya ide-ide di dalam otak mereka, ide dapat muncul saat mereka belajar dari lingkungannya.

Sumber: Haakonfaste

Estetik sebagai Motivator Personal

Setiap orang memiliki motivasi masing-masing dalam hidupnya. Motivasi adalah alasan mengapa seseorang mau melakukan sesuatu hal. Banyak faktor yang bisa menjadi motivasi seseorang karena dianggap dapat menumbuhkan rasa kecintaan dan keinginan untuk mengerjakan suatu hal atau menjadi seperti yang diinginkan. Motivasi juga dapat tumbuh dari kecintaan seseorang terhadap seni, rasa dan keindahan alam yang dapat disebut juga sebagai motivasi estetik.

Estetic atau dalam bahasa Inggris adalah Aesthetic, merupakan cabang dari pilosopi yang berhubungan dengan keindahan, rasa, seni, dan juga apresiasi terhadap keindahan alam. Motivator estetik berarti mereka yang termotivasi oleh keindahan alam, seni dan rasa. Dengan adanya apresiasi terhadap keindahan, rasa, seni, dan alam, manusia akan termotivasi untuk mencari keseimbangan dan dapat memiliki kemampuan untuk melihat segala sesuatu dengan seni dan kreativitasnya. Dengan memiliki motivasi dari segi seni ini, manusia akan merasa cinta terhadap alam dan keindahan yang alami serta rasa yang pernah dilihat dan dirasakan.

Orang-orang dengan motivator estetik berfokus pada lingkungan sekitar. Mereka memiliki karakteristik yang disebut objective driving force yang berarti akan membuat keputusan berdasarkan fakta dan logika, dan tidak akan menimbulkan kegaduhan atau permasalahan yang kurang penting dilingkungannya. Mereka juga tidak termotivasi dengan lingkungan kantor yang mewah dan mereka dapat berkembang disituasi yang sulit. Hasil dari pemikiran dan keputusan mereka akan sangat logis dan baik.

Selain itu, mereka juga memiliki karakter yang disebut dengan harmonious driving force yang berarti mereka adalah orang-orang yang artistic, emotional dan berpikir secara subjektif. Mereka belajar dari pengalaman, dan sangat fokus kepada pekerjaan mereka, bagaimana cara memperindah lingkungan sekitar mereka, dan bagaimana caranya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain disekitarnya. Orang-orang dengan karakteristik ini termotivasi oleh kantor yang nyaman dan creative expression. Creative expression berarti mereka dibebaskan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka misalnya melalui musik, drama, dan seni.

Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki motivator estetik dari dalam diri kita. Dengan mencintai seni, musik, dan alam serta keindahannya, kita akan mampu memiliki karakteristik yang akan membangun diri serta emosional kita menjadi lebih baik. Dengan adanya perhatian terhadap lingkungan sekitar, kita juga dapat memustuskan sesuatu hal berdasarkan fakta yang ada serta lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan orang lain, sehingga timbul keharmonisan disegala sisi.

Referensi: https://blog.continuum.net/12-driving-forces-to-maximize-employee-productivity (No. 5 dan 6)

1 Like

##Pentingnya peranan ilmu estetika di sekolah
oleh Olga Denac

Setiap orang memerlukan pelajaran estetika untuk merangsang pengalaman dan perasaan dalam menikmati dunia yang rasional ini. Sekolah umum biasanya hanya mementingkan cara untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan anak menggunakan intelektual mereka, dimana disaat yang sama tidak memperdulikan bagaimana perasaan anak tersebut(emosi, perasaan, dll). Padahal sangat penting untuk mengajari anak dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak tersebut mampu bertindak dengan rasa proporsional, harmonis, dan penuh keindahan.
Beberapa tindakan yang harus diajarkan kepada anak-anak antara lain:

  1. Kemampuan untuk merasakan kualitas estetika— agar seorang anak mampu mengenali bentuk keindahan alam mereka harus terlebih dahulu mengenalinya. Inilah mengapa pembelajaran untuk merasakan keindahan merupakan tugas utama dalam pembelajaran estetika. Kemampuan untuk merasakan tidak hanya mencakup pengakuan emosional tetapi juga mental dan jenis pengetahuan tertentu. Setiap kali menemukan keindahan akan berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan ini.
  2. Kemampuan untuk mengalami kualitas estetika— kualitas estetika harus dialami sendiri oleh seseorang, yang berarti juga merasakan ketertarikan, kesenangan dan optimisme. Pengalaman yang dialami seseorang akan menciptakan sebuah seni yang unik dari dirinya. Unsur-unsur kognitif saat mengalami hal tersebut juga harus menyertakan nada emosional sehingga membentuk kesan dan pengalaman estetika yang tak terlupakan.
  3. Kemampuan berkreasi— sangat penting untuk menyertakan anak dalam kegiatan yang bisa mengembangkan kreativitas mereka. Ini bukan hanya tentang membangan kemampuan estetika dalam merasakan seni namun juga tentang kreativitas yang menyajikan budaya umum dalam kehidupan sehari-hari. As Wallbaum (1996) mengatakan "persepsi estetika seseorang tergantung pada hubungan antara dirinya dan seni, sehingga karya sendiri lebih penting dari pada memamerkan karya dan presepsi orang lain."
  4. Kemampuan untuk menilai kualitas estetika— untuk menilai sebuah keindahan yang muncul kita harus terbiasa dengan ciri khas dan gaya bahasanya. Pekerjaan ini merupakan hal umum dan tidak perlu profesional untuk melakukannya. Dalam proses ini seorang guru harus mengetahui berbagai macam ilmu, kemampuan, dan kriteria penilaian untuk membedakan keindahan, nilai estetika dan karya seni agar anak-anak dapat mengembangkan pondasi untuk menilai sebuah keindahan.

Menurut Robert Dietz semakin kita mengenal objek, maka penilaian kita akan estetika akan meningkat. Berbeda dengan orang yang inovatif. Orang inovatif bergerak dari suatu hal yang umum kemudian meningkatkan ke lebih spesifik. Ada banyak cara untuk meningkatkan estetika. Berikut adalah caranya:

  1. Bekerja sebaik mungkin dimana pun kita bekerja (desain web, mebel, arsitektur, periklanan, seni, dll.)
  2. Sebisa mungkin tunjukan diri kita ke berbagai industri seperti (desain grafis, arsitektur, seni pahat, pelukis, fashion, otomotif, dll.)
  3. Baca buku/blog yang membahas tentang tren modern saat ini
  4. Membuat, mensketsa, dan membangun sebanyak dan sebaik mungkin dari inspirasi kita (tidak “copas” (copy paste))
  5. Perhatikan warna, bentuk, skala, aliran, dan konteks objek, dll. Dengan memperhatikan kerincian tersebut, maka kita akan sadar manfaatnya bagi diri kita dan bahkan bagi orang lain

Visual Design untuk Meningkatkan Kemampuan Estetika


Pengetahuan tentang visual design masih sedikit. Kita tahu bahwa perasaan akan seni sudah melekat pada diri manusia, jadi dengan sedikit praktik kita bisa benar-benar mempelajari tentang komunikasi visual untuk meningkatkan kemampuan estetika, meskipun kita bukan seorang designer.

Berikut adalah 10 tips untuk mempelajari visual design yang akan meningkatkan kemampuan estetika kita:

1. Mencari inspirasi di mana saja

Ini adalah sesuatu yang secara harfiah dilakukan oleh designer tiap waktu. Inspirasi bisa datang padamu pada waktu yang tidak terduga; tidak hanya ketika sedang belajar tentang visual design, tapi bisa juga ketika sedang menonton film, membuka majalah, atau sedang berada dalam kemacetan.

Kreatifitas adalah bagian dari pemikiran kita. Jadilah seorang dengan pikiran terbuka, berpikir out of the box, suka memperhatikan sesuatu, dan selalu menganggap bahwa ada hal baik yang harus dilakukan. Hal ini akan mendorong imajinasi dan menjadikan kita lebih inovatif.

2. Ikuti Pendekatan “Less is More”

Bagi seorang yang bukan designer, dengan kemampuan dan pengetahuan design grafis yang kurang, biasanya akan mencoba apapun yang ditahui untuk mencoba mendesain apapun. Memang, kita akan membuat kesalahan dan mengalami kegagalan, tapi jangan biarkan kegagalan tersebut mengecilkan hari kita. Dari hal itu akan diperoleh sedikit demi sedikit ilmu tentang design. Design yang efektif adalah yang jelas dan seimbang. Jangan menyatukan elemen berbeda, tapi lapisi tekstur di atas atau melebihi yang lainnya.

3. Tahu bagaimana tekstur bekerja

Tekstur pada visual design didefinisikan sebagai karakteristik dari permukaan suatu benda yang bisa dirasakan dengan sentuhan. Ini bisa digunakan untuk memberi tekanan pada area yang akan menjadi titik focus kita dan membuatnya lebih dominan dari yang lain.

Terlalu banyak memberikan tekstur akan menciptakan ruang yang terkesan ‘ramai’ dan membuat mata menjadi lelah. Pertimbangkan rancangan yang disukai dan cari tahu bagaimana menggunakan tekstur yang benar.

4. Memanfaatkan Typography (Seni Tata Huruf)

Typrography adalah bagian penting dari visual design. Memilih jenis huruf yang tepat bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Huruf bisa membawa banyak maksud, tidak hanya bisa merubah isi pesan tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika merasa tidak nyaman, cobalah untuk bereksperimen dengan tipe huruf yang berbeda. Dan jangan ragu untuk bertanya pada seorang professional.

5. Perhatikan Warna

Warna memberi peran yang vital dalam membentuk hubungan emosi antara audience yang konten yang ditampilkan. Ada satu cara untuk mempelajari bagaimana menggunakan warna secara efektif: dengan membuka mata dan mempraktikkan. Lakukan percobaann dengan warna yang berbeda. Jangan lupa untuk mengecek bagaimana warna dan kontras di visual design dalam rangka membantu mempertegas atau memudarkan suatu elemen.

6. Gunakan whitespace dengan baik

Whitespace adalah ruang kosong antara gambar, grafik, teks, margin, dan elemen lainnya. Menggunakan whitespace secara efektif meningkatkan keterbacaan, merubah tiap halaman menjadi elegan dan nyaman bagi pembaca.

Meskipun namanya ‘white’ atau putih, bukan berarti warnanya harus putih. Pada kenyataannya warna putih lebih nyaman dan bisa menciptakan kesan bersih. Namun, hindari penggunaan whitespace yang terlalu banyak karena bisa membuat mata lelah.

7. Atur Keseimbangan dan Keselarasan

Visual design yang paling buruk pun bisa menjadi lebih baik dengan meletakkan semua bagiannya dalam keselarasan (harmoni). Keselarasan berarti bahwa semua unit saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain. Misalnya dengan menggunakan tipe gambar yang sama, dan tidak mengkombinasikannya (foto, clipart, huruf) dalam satu halaman.

Pikirkan untuk focus pada membuat irama yang mempengaruhi aliran pandangan dan membantu pergerakan mata. Serta gunakan pola yang sama, untuk mencapai kesatuan visual.

8. Pelajari penggunaan ukuran, skala, dan proporsi

Besar kecilnya, gelap terangnya, kuat lemahnya. Penggunaan yang terlalu banyak antara ukuran dan warna bisa menimbulkan kualitas visual yang salah. Pertimbangkan penggunan ukuran (dimensi dari objek), skala (ukuran relative dari objek-objek yang berbeda), dan proporsi (keselarasan dari skala) dalam memahami hubungan antar design yang berbeda dan menggunakannya untuk menggambar pada area yang diinginkan.

9. Memahami bagaimana dan kapan menggunakan ikon

Ikon yang tepat akan mengambil perhatian penonton dan meyakinkan mereka untuk mulai membaca. Gunakan ikon untuk memecah teks yang terlalu panjang, menambahkan informasi, serta menyampaikan dan mengkomunikasikan pesan secara lebih efektif.

10. Jadilah Orang yang Teliti

Visual designer yang bagus adalah yang memperhatikan semuanya detail yang ada, tidak peduli sekecil apapun itu. Perhatikan pada penempatan elemen, mengorganisir segala sesuatu, penggunaan warna dan kontras, dan sebagainya yang bisa membuat penonton masuk lebih dalam ke dunia yang kita ciptakan.

Referensi :

Meningkatkan kualitas estetika seorang anak

Menurut Farheen Effandi pada forum Aussie Child Care Network untuk meningkatkan kualitas estetika seorang anak yang sesuai dengan tahapan perkembangannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

Pengalaman visual dan seni, seperti:

  1. Menggambar dan melukis

  2. Pemodelan

  3. Pencetakan

  4. Konstruksi

  5. Kolase

Pengalaman musik dan suara, seperti:

  1. Mendengarkan musik dan bernyanyi

  2. Berpartisipasi dalam pembuatan musik dan bernyanyi

Pengalaman merepresentasikan sesuatu seperti:

  1. Menari

  2. Drama

Strategi untuk mendorong sikap kreatif dan kesadaran estetika pada anak-anak mungkin:

  1. Menyediakan lingkungan estetis

  2. Tampilan seni rupa yang berkualitas baik

  3. Kesadaran estetika model dan kreativitas

  4. Mendorong representasi visual dan ekspresi anak-anak

Pengalaman yang harus disajikan untuk merangsang rasa ingin tahu anak-anak dan belajar melalui:

  1. Mendorong aktif eksplorasi, eksperimentasi dan pembelajaran

  2. Memperkenalkan ide-ide dan pengalaman baru melalui pengalaman formal dan informal, baik yang direncanakan ataupun spontan

  3. Mendorong masukan program dari anak-anak

  4. Mendorong pemecahan masalah dan rasa ingin tahu

Berbagai pengalaman sesuai dengan tahapan perkembangan yang merangsang anak-anak untuk menjadi lebih imajinatif dapat disajikan melalui:

  1. Penciptaan ruang yang rapi - besar dan kecil

  2. Penyediaan berbagai bahan untuk merangsang imajinasi

  3. Penyediaan berbagai aksesoris

  4. Penyediaan berbagai bahan lintas-budaya

  5. Pantomim

Tips Untuk Meninkatkan Keterampilan Anda

Sejak lahir seorang manusia belum memiliki keterampilan. Keterampilan baru dimiliki seorang manusia dari seseorang yang mengajarkannya secara rutin dan terus menerus dan akhirnya seorang manusia tersebut bisa melakukannya sendiri. Dari penjelasannya tadi dapat disimpulkan bahwa seorang manusia yang ingin memiliki keterampilan perlu belajar dari seseorang dan perlu melatihnya.
Oleh karen itu, dalam artikel ini akan membahas tips yang membuat Anda dapat meningkatkan keteranpilan Anda dengan baik. Semoga membantu Anda dalam mengasah keterampilan. Berikut ini tips untuk meningkatkan keterampilan menurut Rafal Tomal:

1. Belajar mengidentifikasi desain dengan baik
Seorang desain harus mampu mengenali desain itu baik atau buruk untuk membuat suatu desain besar. Agar dapat mengenali dengan baik seorang desainer biasanya menggunakan pengalamannya. Semakin banyak pengalaman seorang desainer buat maka semakin cepat dan baik melihat desainnya.
Anda harus melatih diri untuk mengasah keterampilan setiap harinya. Intinya, Anda harus terus mengasah keterampilan yang Anda miliki dan belajar dari pengalaman agar desain yang Anda buat terlihat baik.

2. Belajar teori desain
Anda harus mempelajari teori desain untuk menemukan rasa apa yang sedang Anda kerjakan. Jangan terlalu fokus untuk mencapai elemen visual dalam desain Anda. Sebuah desain yang baik dimulai dari kepala kemudian dituangkan ke atas kertas.

3. Memiliki sandbox
Membuat tempat kerja untuk diri sendiri dimana Anda dapat melakukan hal-hal baru. Situs web Anda atau proyek pribadi Anda sendiri biasanya menjadi tempat yang bik untuk memulai biasanya.
Disini Anda dapt berpura-pura sebagai bos dan konsumennya. Bersenang-senanglah dengan itu dan menjadi kreatif. Jangan cepat puas dengan ide awal yang Anda miliki.

4. Meningkatkan gaya Anda
Mencoba menemukan gaya Anda sendiri, jangan bergantung terhadap kelompok. Pikirkan tentang gaya desain pribadi Anda sebagai merek dagang. Anda ingin orang untuk mengakui pekerjaan Anda dan pahala yang terbaik adalah ketika desainer lain mencoba untuk menyalin Anda. Ini menjengkelkan tetapi Anda bisa bangga pada diri sendiri.

5. Ajarkan orang lain apa yang Anda ketahui
Menulis artikel desain membantu untuk mengatur pikiran dan meninjau pengetahuan Anda sudah diperoleh. Selain itu, biasanya memerlukan beberapa penelitian dan contoh, yang bahkan dapat menyebabkan mengetahui topik yang lebih dalam dan lebih baik.

Referensi:

Tips Membentuk Kemampuan Estetika : Rangsang Panca Indra

Oleh : Adilla Widyandhana N.

Estetika adalah suatu ciptaan yang membutuhkan kreasi dari sang pencipta itu sendiri dengan cara unik dan berbeda dari setiap person. Untuk menajamkannya diperlukan pula kemampuan panca indra pada tubuh kita yaitu kemampuan dalam melihat, mencium, meraba, mendengar, mengecap.

Maka untuk menajamkannya diperlukan beberapa hal sebelum kita mulai merangsang indra anda. Sebelum itu mari kita siapkan :

  • Pulpen atau pensil

  • Kertas untuk mencatat dan sebuah lukisan

  • Alat lukis baik itu spidol atau crayon

  • Siap untuk membayangkan diri anda bagai berpetualang pada suatu tempat

  • Bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kemampuan estetika

Setelah menyiapkan semuanya maka kita siap untuk eksperimen. Ada baiknya hal ini dilakukan secara berkelompok. Lakukan langkah-langkah berikut

  1. Perhatikan gambar


    Perhatikan gambar berikut sebagai contoh minimal selama 3 menit, Pelajari dan gali informasi bagaimana bayangan yang terpancar dari lukisan ini

  2. Pemandangan
    Perhatikan lukisan ini selama 10 menit dan catat hal-hal penting yang ada pada lukisan ini. Kemudian bagikan dan diskusikan dengan anggota kelompok anda.

  3. Sentuhan
    Sampaikan apa yang anda rasakan saat meraba objek yang ada di dalam lukisan tadi. Apakah dingin, panas, halus atau halus? Kemudian sampaikan kepada kelompok.

  4. Bau
    Bayangkan kira-kira apa yang anda cium dalam lukisan tadi bila anda sedang berada pada pemandangan pada lukisan tersebut.

  5. Suara
    Kira-kira suara apa yang akan anda dengarkan ketika anda berada di dalam lukisan tersebut. Apakah berisik? Tenang? Kemudian suara apa lagi yang mungkin akan muncul di dalam pemandangan pada lukisan tersebut? Jika sudah dirasakan kemudian bagikan pada teman kelompok anda.

  6. Rasa
    Jika seandainya ada yang bisa anda rasakan dengan indera pengecapan, apa yang anda rasakan disana? Manis? Asin? Asam?

  7. Seni Visual
    Semua informasi yang anda dapatkan sekarang coba lukiskan kembali di kertas yang anda miliki.

  8. Seni Literasi
    Sekarang coba anda bentuk kembali lukisan yang telah anda buat dalam bentuk literasi (kata-kata). Sederhananya bisa anda tuangkan pada sebuah puisi yang menggambarkan keseluruhan dari lukisan yang telah anda rasakan tadi.

  9. Pertunjukan Seni
    Sekarang anda lakukan atraksi pertunjukan untuk menggambarkan lukisan yang telah anda buat. Dapat anda gambarkan dengan cara akting atau gerakan-gerakan yang mencerminkan lukisan tersebut.

Selamat mencoba dan bermainlah dengan kreatifitas anda.

Sumber : http://www.infobarrel.com/How_to_Develop_your_Aesthetic_Awareness:__Stimulating_Your_Senses

Mengapa diperlukan pengetahuan tentang estetika?

Menciptakan dan mengapresiasi seni adalah kegiatan yang masuk akal. Reaksi dan evaluasi tidak hanya diberitahukan oleh pikiran tapi dibatasi dan dipandu oleh berbagai macam standard.Seperti review musik dan itu mengandung karakter dari musik, apa yang muncul dan mengapa sebagai penilaian mengapa efek yang dihasilkan nya bagus, buruk atau biasa saja. kami sering merubah pikiran kami dengan pertimbangan yang ringan yang dibesarkan oleh orang lain dan kagum pada keahlian orang lain.

Demikian alasan pokok dari melatih estetika adalah anggapan bahwa setidaknya beberapa perselisihan dapat diselesaikan dan beberapa orang mengetahui lebih tentang aspek tertentu dari bidang estetika daripada yang lainnya, apakah itu indie rock, film atau daftar bacaan. apresiasi estetika juga merupakan kegiatan yang memiliki nilai yang tinggi.

Kami menikmati apresiasi estetika untuk kepentingan sendiri dan cenderung berpikir bahwa itu menarik dengan mengolah seni dipikiran kita untuk mengerti tentang dunia. Pesona kemewahan dari lukisan atau desain tidak dapat hanya menyita perhatian itu sendiri tetapi sebagai cara yang mana pekerjaan tersebut sangat ekspresif dan mempunyai pengertian yang dalam.
Itu sangat layak untuk mengerti kapan, dimana dan mengapa kami dapat dengan sah membuat penilaian seni yang kritis atau menuntutnya. Hal tersebut membuktikan keberhasilan untuk mempertimbangkan apa yang membuat perbedaan dan persamaan dalam kasus estetika yang membandingkan dengan area yang lainnya.

referensi : http://static1.1.sqspcdn.com/static/f/816567/20742803/1351093549310/kieran

Mengembangkan rasa estetika dalam keluarga

Kecenderungan akan kreativitas dan apresiasi estetika bisa jelas terlihat dari anak. Emosi pun demikian. Anak-anak sangat senang ketika menggambar suatu objek dengan pensil dan pensil warna. Hal ini merupakan bentuk dari ekspresi diri mereka, meskipun orang tua mungkin kesulitan untuk menemukan hal artistic dalam diri anaknya. Namun ingatlah bahwa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk mengembangkan kemampuan estetika dalam diri anak-anak.

Mengembangkan rasa estetika di sekolah

Sekolah yang menyemangati muridnya dalam hal ekspresi artistik, melukis dan berakting dinilai mampu mengembangkan rasa estetika dibandingkan sekolah lain yang hanya menitikberatkan pada pelajaran semata. Saat kelas 1 anak-anak akan mulai menggambar objek yang tidak jelas. Namun seiring berjalannya waktu saat mereka kelas 3 maka mereka akan mulai mampu untuk menggambar suatu objek model yang jelas. Dan pada tahap ini, mereka lebih bisa menerima komentar yang diberikan oleh gurunya. Komentar yang baik akan menyemangati mereka untuk meningkatkan hasil kerjanya, namun komentar yang bersifat “ekstrim” bisa jadi malah akan menurunkan semangatnya.

Mengembangkan rasa estetika saat remaja

Ekspresi artik dan rasa estetika pada tahap ini dipengaruhi oleh factor latar belakan keluarga, kemampuan yang diinginkan, watak orang tua dan guru, dan lain-lain. Mengajari anak remaja untuk mengapresiasi akan kecantikan sangat penting dalam fase ini. Memberikan mereka pengetahuan tentang galeri seni, bangunan-bangunan bersejarah bisa menjadi referensi.

SUMBER

Menggunakan estetika dalam cara biacara dan ide akan membuat kita lebih bisa berfikir kreatif dan kritis. Ada beberapa tahapan dimana kita bisa meningkatkan kemampuan estetika kita, antara lain :
1. Accountive
Dalam hal ini seseorang mampu menceritakan tentang apa mereka amati menggunakan panca indera. Pengamatan tersebut mengarah untuk memberikan nilai pada sebuah pendapat atau temuan yang sudah ada. Dengan demikian sesoarang akan memiliki pemikiran yang lebih kreatif karena melihat dari sisi lain dalam menilai sesuatu.
2. Konstruktif
Membangun sebuah kerangka kerja untuk diri sendiri, untuk menentukan nilai-nilai estetika dalam pengetahuan dan dunia social. Dengan membangun kerangka kerja tersebut, kita akan tahu rasa yang lebih realistis dan tahu apa yang lebih tepat diterapkan dalam suatu hal (baik dunia kerja, pendidikan, dll)
3. Klasifikasi
Meng-klarifikasi hal-hal kritis yang sudah ada untuk dijadikan bahan menentukan sebuah tindakan yang akan diambil. Dengan seperti itu maka pandangan terhadap keadaan yang sudah terjadi dan akan terjadi menjadi semakin luas.
4. Interpretive
Dalam hal ini untuk mendapatkan pemikiran yang estetis, kita harus melakukan pendekatan terhadap orang-orang yang akan mendapat efek dari pemikiran kita. Apakah keputusan yang kita ambil itu bisa diterima oleh orang lain atau tidak.
5. Re-creative
Dengan melihat kreatifitas orang lain, seharusnya kita bisa menciptakan pemikiran yang lebih baik. Hal ini akan menjadi kebiasaan jika kita terbiasa untuk berfikir estetis (kreatif). Memotivasi diri sendiri untuk berinovasi lebih akan membuat kita mempunyai pemikiran yang estetis.

REFERENSI : Aesthetic Development

Cara Melatih Estetika dalam Desain

  1. Imajinasi
    Anda harus bisa memvisualisasikan project sebelum memulai mengerjakannya. Miliki proses desain kreatif yang bisa anda ikuti. Lakukan penelitian, catat ide kalian dan kembangkan project tersebut. Kebutuhannya hanya perlu memahami project yang bisa anda gunakan untuk membuat gambaran. Semakin kreatif anda, semakin unik dan berestetika desain anda.

  2. Penglihatan sebagai keindahan
    Anda harus peka melihat keindahan apa saja yang anda lihat dengan mata kepala sendiri. Desain anda haruslah memenuhi target klien atau disenangi oleh orang-orang. Jika orang lain bisa memahami logo anda, mereka mungkin akan menginginkan layanan anda. Warna, pola dan desain dalam project haruslag menyenangkan dan nyaman dipandang oleh mata, dan pesan dari desain tersebit tersampaikan dengan efektif.

  3. Ketahui konsep grafis yang baik
    Anda harus mengetahui konsep dasar tentang pewarnaan, saturasi, pixel, kebutuhan dan sebagainya. Sebagai contoh, desain yang dibuat di Adobe Photoshop tidak bisa dibesarkan terlalu besar karena dasarnya titik (bitmap) bukan garis (vector). Anda juga harus mengetahui warna-warna apa saja yang digunakan oleh industri dan wilayah. Anda harus mengerti mengapa konsep yang sering digunakan harus dihindari. Anda juga butuh untuk memahami segalanya tentang typography, pixel dan seni vector.

  4. Original
    Siapapun yang sering menggunakan konten tiruan dan menyebutnya sebagai inspirasi bukanlah seorang graphic designer. Ingatlah bersamaan dengan kreatifitas, anda juga harus menjadi original.

  5. Tetaplah rendah hati
    Bukan hanya skill, tapi kualitas juga perlu. Tidak ada yang namanya “desainer terbaik”. Desain graffis adalah proses belajar dan setiap orng yang berfikir serba tahu adalah kesalahan. Semakin anda berfikir kalau anda adalah yang terbaik secara berlebihan, maka anda akan berhenti belajar. Jadilah rendah hati dan jangan mudah bangga dengan apa yang sudah kalian capai.

  6. Mau menerima kritik
    Setiap karya seni pasti memiliki kritiknya sendiri. Seniman dimanapun sering menerima kritik di karya mereka. Kritikan bukanlah masalah, selama kritikan tersebut bisa membangun. Keindahan di pandangan orang lain tidaklah sama, pasti ada opini yang berbeda. Klien anda mungkin memiliki opininya sendiri tentang desain yang ia sukai. Ingatlah, jangan memandang kritik sebagai hal yang negative. Itu hanya pendapat orang lain, jadi tanyalah kepada mereka bagaimana agar anda bisa membuatnya lebih baik.

Referensi: http://blog.logodesignguru.com/skills-graphic-designers-cannot-do-without/

Estetika dapat didefinisikan secara sempit sebagai teori keindahan, atau lebih luas lagi sebagai filosofi seni. Kepentingan tradisional dalam keindahan itu sendiri diperluas, pada abad kedelapan belas, untuk menyertakan luhur, dan sejak tahun 1950 atau lebih jumlah konsep estetika murni Dibahas dalam literatur telah berkembang. Secara tradisional, filsafat seni berkonsentrasi pada definisi, tetapi baru-baru ini belum fokus, dengan analisis yang cermat dari aspek seni terutama menggantinya. Filosofis Estetika disini Dianggap berpusat pada Ulasan ini zaman akhir perkembangan.

Sejauh ini yang paling menyeluruh dan berpengaruh dari teori awal adalah Immanuel Kant, menjelang akhir abad kedelapan belas. Oleh karena itu penting, pertama-tama, Kant mendekati subjek untuk memiliki beberapa rasa. Kritik dari ide-idenya, dan alternatif kepada mereka, akan disajikan kemudian dalam entri ini, tapi melalui dia kita bisa memenuhi beberapa konsep kunci dalam subjek dengan cara pengenalan.

Kant kadang-kadang dianggap sebagai formalis dalam teori seni; yang mengatakan, seseorang yang berpikir isi dari sebuah karya seni tidak menarik estetika. Tapi ini hanya bagian dari cerita. Tentu dia adalah seorang formalis tentang kenikmatan murni dari alam, tetapi untuk Kant sebagian besar seni yang tidak murni, karena mereka terlibat “konsep.” Bahkan kenikmatan bagian dari alam itu tidak murni, yaitu ketika konsep itu terlibat seperti ketika kita mengagumi kesempurnaan tubuh hewan atau batang tubuh manusia. Tapi kami kenikmatan, misalnya, pola sewenang-wenang abstrak dalam beberapa dedaunan, atau bidang warna (seperti dengan bunga poppy liar, atau matahari terbenam), menurut Kant, tidak ada konsep seperti dalam kasus tersebut, kekuatan kognitif bermain bebas. Dengan desain, seni terkadang mendapatkan penampilan yang lebih menarik.
Sumber : Aesthetic

Jika anda mengikuti rencana yang cermat, menerapkan kesabaran dan tekad, dan menghindari godaan umum yang selalu menjauh dari hasil yang positif, maka anda akan memiliki jalan karir yang hebat.

Tips berikut akan membantu Anda tetap di jalur karir anda, menjaga motivasi anda tetap tinggi, dan menjaga ide anda…

  1. Tahu apa yang akan anda masuki sebelum bertindak.
  2. Desain jalan karir sesuai yang anda harapkan, cepat lebih baik
  3. Jangan sering berpindah tempat kerja
  4. Belajar mencintai dari jabatan yang paling rendah.
  5. Jadilah seorang pemecah masalah, bukan pembuat masalah.
  6. Jadilah terbuka dan menerima metode baru, produk, rutinitas, dan aturan.
  7. Berinvestasi dalam kemajuan karir Anda sendiri.
  8. Bersabarlah!

sumber : http://www.americanspa.com/business/growing-your-esthetics-career-advice-professional-whos-been-there

Mengembangkan Estetika sejak dini

  1. Perencanaan dan menyediakan pengalaman estetika
  • Mulailah untuk mencari tahu dan memilih pengembangan visual, musik, dan peransang sensor (saraf) yang tepat kepada anak-anak dengan pengalaman seni.
  • Mulai memilah bahan-bahan yang tepat dan menarik bagi mereka
  • Sesuaikan tempat bermain dan bermain hal-hal yang mendukung estetika untuk anak-anak
  • Merencanakan strategi untuk mendorok kreatif dan kesadaran estetika anak-anak
  • Sadari ketertarikan anak-anak yang timbul secara spontan pengalaman anak-anak tersebut
  • Memikikar sebuah rencana pengalaman estetika dalam menanggapi ketertarikan yang muncul (kemanpuan dan minat anak)
  • Pengalaman estitaka yang di terapkan harus mendorong keanekaragaman termasuk keragaman budaya
  1. Belikan anak pengembangan yang kejadian sesungguhnya dan pengalaman bermain imajinasi.
  • Tempat bermain baik dalam ruangan dan luar ruangan memberikan anak-anak peluang untuk enjoy dan berimajinasi.
  • Dalam mengengambangkan masukan budaya dan menggambarkan keragaman kekeluargaan
  • Merencanakan mengembangkan yang pantas, mengundang perhatian, merangsang(peka), dan pengaman aman tentang keterlibatan kepekaan anak, ketertarikan dan menyukai pembelajaran
  • Menyediakan pengalaman untuk individu anak dan kelompok kecil bagi partisipasi anak dalam hal meniru, kejadian, dan berimajinasi dan memberikan dukungan orang tua.
  1. Mendukung anak untuk berpartisipasi pada ketertarikan seni
  • Ajak anak berbicara tentang kreasi mereka
  • Mambagikan antusian mereka untuk bekerja kreatif senang hati untuk rasa hormat dan apresiasi kreatif teman-temannya
  • Memberikan anak-anak peluang untuk diskusi dan mencari tau karya seni, desain, dan gambar.
  1. Memberikan anak berbagai pengalaman untuk mengembangkan kreasi, imajinasi, dan ekspresi mereka.
  • Memberikan berbagai pengalaman untuk merangsang kesadaran mereka dan untuk mengembangkan kreatifitas, imajinasi, dan ekspresi.
  • Menyediakan bahan dan pengalaman yang merangsang perbedaan pengertian dan promosi kesadaran tubuhnya
  • Mengenali, mengakui, menidaklanjuti, dan ikuti antusias anak dan rasa ingin tahunya.
  1. Lain-lainnya
  • Komunikasi yang efektif dengan anak
  • Gunakan sumberdaya dan kretifitas
  • Merangsang dan mendorong partisipasi anak
  • Menghargai media kreatif

Sumber : www.acas.edu.au
Mohon maaf jika ada kesalahan. Sekian dan terima kasih

Daya Imajinasi adalah bentuk dari renungan, ide ide dan pemikiran yang unik yang melebar melewati batas ambang nalar manusia, yang akhirnya hasil akhirnya menjadi sesuatu yang memilki nilai estetika tinggi yang awalnya diproses oleh otak menjadi sesuatu yang berbeda yang dapat dilihat oleh mata lalu dapat dinikmati oleh rasa (batin).
Berikut adalah cara meningkat daya imajinasi :

1.Melatih otak kiri dan kanan secara bergantian
Melatih keterampilan berfikir otak kecil melalui kecepatan dan ketepatan berhitung tanpa menggunakan kalkulator atau belajar menulis dengan menggunakan tangan kiri walaupun sebenarnya anda menulis biasanya hanya menggunakan tangan kanannya. setelah itu latihlah keotak kanan dengan cara menulis sebuah artikel atau sebuah kisah tanpa dibantu siapapun . melatih otak kiri dan kanan mampu meningkatkan daya imajinasi menjadi lebih tajam dan lebih kreatif.

2. Memanfaatkan intuisi atau insting alami dengan sebaik baiknya
Setiap manusia mempunyai insting atau intuisi dalam kadar yang berbeda beda. banyak manusia yang mampu menggunakan intuisinya dalam berkarya atau melakukan penemuan atau hal hal yang inovatif dan terbaru. tetapi tidak sedikit pula yang tidak mengasah intuisinya dengan baik sehingga tidak pernah memiliki kreatifitas dalam mengembangkan bakat dan minatnya.

3. Pandai mengendalikan suasana hati
Ketika seseorang sedang terserang rasa jenuh , rasa gelisah, kecewa dan sebagainya maka stres akan menyerang perlahan lahan yang membuyarkan daya konsentrasi anda dalam berfikir. membaca buku sesuai dengan kegemaran, bakat dan minat adalah salah satu cara terbaik untuk mengalihkan stres anda dan mengendalikan suasana hati agar tetap tenang. mamapu mengendalikan suasana hati berarti akan mempermudah seseorang berfikir secara positif dan mengembangkan pemikiran pemikiran yang baru.

4. Melatih permainan menyusun kata
Melatih otak agar lebih teliti dan sabar adalah kunci utama dalam meningkatkan daya imajinasi yang kuat. imajinasi hanya datang ketika seseorang mempunyai kesabran dan ketelitian dalam hal berfikir positif. melatih otak dalam menyusun kata lewat teka teki silang secarav teratur dapat menyehatkan sel sel otak dan mermperbaiki daya ingat secara simbolik.

5. Berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang orang kreatif
Bergaulah dengan orang orang kreatif yang mempunyai jiwa seni tinggi yang memiliki tujuan, kesamaan minat dan cara berfikir yang sama dalam hal mencari sesuatu dengan ide ide baru. sering berinteraksi dengan orang orang kreatif cenderung akan mengikat dan merubah cara berfikir orang lain pada jalan yang kreatif pula dan membuat orang orang didekatnya menjadi lebih pandai dalam hal berfikir lebih kreatif dan lebih pandai dalam hal memanfaatkan intuisi.

6. Mencoba mencari dan menyukai keterampilan baru
Seseorang yang selalu ingin tahu pada hal hal yang belum diketahuinya adalah kreatif. mencari sesuatu dan menyukai keterampilan baru yang menguntungkan dapat meningkatkan rasa semanagat dan mempertajam daya imajinasi untuk dikembangkan kearah yang lebih luas lagi.

7. Melatih mental agar lebih kuat
Ketika kegagalan melanmda hendaknya menerima kekalahan terseburt dengan lapang hati dan menjadikannya sebagai kemenangan yang tertunda. kegagalan bisa diperbaiki dengan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa kita adalah orang orang yang mempunyai keterampilan unik yang tidak semua orang memilikinya. keyakinan yang besar dapat meningkatkan imajinasi seseorang karena didalam keyakinan yang kuat terdapat sebuah kebanggaan dan ambisi yang harus dicapai.

8. Melatih ingatan agar selalu tajam
Ingatan yang tajam dan selalu tepat dapat diwujudkan dengan rajin mengkonsumsi makanan sehat yang banyak mengandung vitamin B kompleks. Viatamin tersebut mampu memperbaiki dan mencegah kerusakan sel otak , melancarkan peredaran darah dan pembuluh darah disekitar otak dan mempertajam memori otak ketika otak menangkap dan menyimpan informasi dari luar tubuh.
Otak yang sehat selalu dapat berfikir dengan positif dan lebih imajinatif. latihlah ketajaman ingatan otak anda dengan rajinmelatih berhitung dengan kecepatan dan ketepatan, membaca, menulis dan rajin menulis pada buku dengan jujur tentang apa yang tidak anda sukai atau sukai dalam kehidupan ini, tulis pula kelebihan dan kekurangan anda. kemudian bersyukurlah bahwa sesungguhnya banyak manusia yang lebih bodoh dan tidak mampu memanfaatkan aimajinasinya dibanding anda.

9. Berinteraksi dengan alam
Seseorang yang sering berinteraksi dan bersahabat dengan alam daya imajinasinya akan lebih terasah dan lebih sensitif. karena keindahan alam selalu mampu membuat pikiran seseorang menjadi lebih tenang. seringlah jalan jalan berekreasi pada tempat tempat yang menumbuhkan rasa bangga, rasa decap kagum dan rasa bersyukur pada sang pencipta. perasaan persaan tersebut mammapu meningkatkan daya imajinasai secara alami.

10. Melakukan olahraga yang teratur
Olahraga selalu dapat menyehatkaan aliran darah yang menuju otak. jika aliran darah mernuju otak selalu lancar maka akan membuat daya imajinansi seseorang akan selalu bertambah tajam dan selalu berkembang kearah yang lebih baik. olahraga mampu memecah lemak jahat dan menghancurkan aktifiitasc bakteri yang menghambat kinerja dan menyumbat pembuluh darah menuju otak yang biasanya justru memicu seseorang menjadi tak dapat berfikir dengan baik.

11. Melatih berbicara dengan bahasa yang baku
Melatigh menggunakan bahasa yang formal dengan tepat dan terus menerus dapat mengaktifkan jaringan sel otak menjadi lebih peka terhadap informasi yang diterima dari tubuh. jika seseorang membaca buku dengan kalimat dan kata kata yang baku lalu mempraktekannya dengan ucapan fyang cepat dan tepat dengan bahasa baku pula maka sedikit demi sedikit daya imajinasi seseoranag akan semakin tajam.

12. Mengkonsumsi makanan sehat
Mengkonsumsi makana dengan standar kesehatan yang seimbang misalnya mengandung antioksidan tinggi, ,zat besi tinggi dan omega 3 adalah sangat tepat untuk meningkatkan daya imajinasi seseorang. makanan tersebut dapat berupa Buah blackberry. kismis, strawberry atau jenis ikan ikanan.

13. Mencoba hal hal yang berhubungan dengan uji nyali
Mempertebal keberanian berarti mempertajam daya imajinasi dan memperkuat rasa percaya diri terhadapa apapun. hal hal yang berhubungan denagn uji nyali adalah olahraga yang membutuhkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. pada awalnya mungkin merasa takut tertapi jika sudah berulaangkali melaakukannya rasaa percaya diri akan terwujud dengan sendiri. pada saat itula daya imajinasi seseorang akan semakin terasah dengan baik. misalnya olahraga Arum jeram, panjat tebing, terjun payung bersama orang orang yang ahli dibidangnya dan sebagainya.

14. Menuangkan ide lewat tulisan lukisan atau syair lagu
Seseorang yang sedang gundah, kecewa, jatuh cinbta, kesal atau sedang bahagia dapat menuangkan perasaannya yang paling jujur dan tulus itu lewat tulisan, lukisan atau berupa syair lagu. ketika menuangkannya lewat karya seni maka yang akan muncul adalah hasil seni yang jujur, asli dan mempunyai nilai estetika yang sangat imajinatif dan kreatif. karena lewat cara itulah orang orang bisa memahami apa yang sedang anda rasakan tanpa harus lagi bertanya pada anda.

15. Melatih untuk berfikir positif
Hindarilah pikiran pikiran negatif atau hal hal yang dapat membuat pikiran positif anda terhambat. pikiran negartif tentang apapun juga dapat menghambat dan menyumbat kreatifitas seseorang yang sebenarnya sangat kreatif . pikiran negatif selalu menggagalkan ide ide baru yang akan muncul dan kerab menghancurkan niat hati untuk berkarya atau beraktifitas sesuai dengan kesukaan, kegemaran, bakat dan minat seseorang. mulailah berlatih untuk gemar berfikir yang baik baik , berprasangka baik pada orang lain, tidak mudah menyalahkan orang lain. pandai menghargai dan menghormati karya orang lain dan tidak menghina pendapat orang lain yang berterntangan dengan kita atau hal hal lain yang bersifat baik.

16. Istirahat yang cukup 7 sampai 8 jam
Bagi anak anak tidur yang ideal adalah 8 sampai 12 jam tetapi pada orang dewasa cukup 8 jam. Istirahat yang cukup dapat membuat daya tahan tubuh kembali stabil dan membuat jaringan otak dalam keadaan yang tenang dan lebih fokus. daya imajinasi akan semakin tajam karena pembuluh darh menuju otak dalam keadaan baik.

Sumber: Grup ppkn

Bersumber dari : Aesthetic

Mendengarkan dengan seksama. Karakterisasi disengaja. Kemampuan untuk mensintesis dan bertindak secara real time. Lewat kehidupan sehari-hari kecerdasan estetika itu dibangun. Elemen dasar kecerdasan estetis adalah Kesadaran, Orisinalitas, dan Sintesis.

  • Kesadaran. Kesadaran memungkinkan kita untuk mendengarkan secara mendalam. Kesadaran menantang kita untuk menangguhkan pikiran rutin yang ada. Kesadaran yang benar mengharuskan kita menjadi sadar akan diri, dan juga sadar mengenai pikiran terdalam serta bagaimana lingkungan sekitar. Dengan kapasitas ini, kita akan secara naluriah berhubungan dengan apa yang kita rasakan, dan mencari tahu mengapa. Kita dapat menyaksikan dampak dan pengalaman orang lain. Kita bisa mengakui, menerima, dan merangkul orang-orang dan ide-ide mereka.

  • Orisinil adalah tentang karakterisasi yang disengaja, ini mengenai bagaimana anda harus berpikir dan bertingkah, demi penikmat tertentu, untuk tujuan tertentu, pada waktu tertentu.

  • Sintesis adalah hasil alamiah dari kesadaran. Sintesis adalah waktu tindakan secara real time. Ini adalah waktu pengambilan keputusan. Hal ini dirasakan, didengar, dan dilihat.

Untuk menjadi seseorang yang cerdas secara estetis maka harus mengusai seluruh indera yang anda miliki. Hal tersebut menjadi sulit akibat dari efek sosialisasi serta edukasi yang justru bersifat tidak baik terhadap penguasaan indera yang kita miliki.

Mengapa hanya mendengar, ketika kita bisa melihat, bau, rasa, sentuhan, dan, tentu saja, intuisi? Kenapa puas untuk menjadi rasional ketika kita bisa merangkul apa yang relasional, emosional, sosial, dan fisik? Kita memahami dunia melalui indera kita, dan itu adalah melalui indera kita yang kita rasakan. Hidup ini menawarkan banyak persepsi yang menyulut permadani tanggapan yang sensual. Bayangkan kekayaan pengalaman yang menanti Anda jika Anda secara sadar menggunakan indra yang tersedia untuk Anda.