Bagaimana Melatih Diri Agar Memiliki Jiwa Kompetitif?

kompetitif

Kompetitif (Competitiveness) – Bekerja artinya berada dalam lingkungan yang menuntut dimana kemenangan konsisten benar benar penting. Pekerjaan menuntut adanya keuletan, keberanian, ketegasan dan hasrat untuk menang dalam situasi bersaing.

1 Like

Sikap kompetitif dapat membantu kita untuk mencapai kesuksesan baik di bidang akademik, pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Berikut ini akan dipaparkan langkah-langkah yang bisa digunakan seseorang untuk menjadi kompetitif dalam pekerjaan, tanpa menciptakan musuh dalam tempat kerja.

  1. Compete Against Yourself.
    Luangkan waktu sejenak untuk menilai apakah sampai saat ini, kita telah memberikan kerya terbaik kita pada suatu pekerjaan. Menurut Rachel Bite, seorang Kepala Officer di Jobvite, daripada berpikir untuk mengalahkan dan membanding-bandingkan diri dengan orang lain, lebih baik kita fokus kepada bagaimana caranya membangun diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

  2. Remember: It’s Not About Winning, It’s About Doing Your Best.
    Dorongan untuk melakukan pekerjaan atau tantangan baru karena kesuksesan seseorang dapat menjadi salah satu faktor penyemangat untuk membantu kita menjadi lebih baik dalam pekerjaan.

  3. Use It To Help You Take Risks.
    Maksudnya adalah ketika melihat rekan kerja kita mengambil resiko yang kita masih ragu-ragu untuk mengambilnya, tetapi rekan kerja tersebut dapat menyelesaikannya dengan baik, maka gunakanlah hal tersebut sebagai motivasi untuk mulai berani melintasi garis/batasan yang kita miliki. Seperti yang dikatakan oleh Kathy Bloomgarden, seorang CEO Ruder Finn, untuk selalu siap membuat langkah berani dan menerima risiko. Oleh karena itu, terimalah tantangan tersebut.

  4. Use It To Get More Connections.
    Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat melakukan segala sesuatu sendiri. Oleh karena itu, gunakanlah kesempatan-kesempatan yang ada untuk membuat koneksi, seperti menghadiri konferensi atau pameran-pameran. Mungkin dengan adanya koneksi ini dapat membantu baik dari sisi diri kita sendiri maupun sisi perusahaan.

  5. See How You’re Different From Your Competition.
    Dengan menemukan perbedaan diri kita dengan rekan kerja dan mencari tahu apa yang membuat diri kita diperlukan oleh perusahaan, maka kita dapat mengasah kemampuan yang tidak dimiliki rekan lain dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

  6. Use Your Competitive Streak As A Chance To Learn.
    Dengan mengamati apa yang pernah dilakukan oleh pesaing, kita dapat belajar dan mencontoh hal-hal yang positif untuk memperbaiki diri sendiri.

  7. Use It As A Chance To Collab.
    Cobalah untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kita pada suatu proyek perusahaan. Dengan begitu, baik diri kita maupun rekan kita dapat mendorong satu sama lain untuk meraih pribadi yang terbaik.

Sumber: https://www.bustle.com/articles/129678-7-ways-to-be-competitive-at-work-without-being-a-jerk

2 Likes

Ketika anda lapar untuk berkompetisi, maka datanglah pada sebuah permainan dan ikut serta dalam permainan tersebut. Kompetisi yang bisa dilakukan agar kita kompetitif terdapat dalam game, kegiatan olahraga, kegiatan bisnis dan lain-lain. Berikut merupakan cara agar kita bisa kompetitif dalam sebuah kompetisi.

  1. Ketika orang lain mencapai kesuksesan yang besar, maka memotivasi anda untuk bekerja lebih keras
    Hal tersebut dapat dicontohkan dalam olahraga ataupun permainan ketika meilhat orang lain meraih kemenangan, namun tim anda mengalami kegagalan. Maka anda harus termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi, dengan tujuan kemenangan dapat anda raih.

  2. Ketika mendapat ide, berpikirlah untuk memulai
    Ide bisa didapatkan oleh semua orang, namun belum tentu ide tersebut bisa menjadi suatu produk atau jasa yang menguntungkan. Mulailah berfikir kompetitif untuk mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah produk.

  3. Hal terbesar yang membuat takut anda adalah kegagalan
    Jika suatu saat anda gagal jangan merasa takut, karena anda sudah memulai terlebih dahulu. Jika anda merasa hancur akibat kegagalan maka anda harus bangkit dan memulai kembali.

  4. Melihat kompetisi sebagai tantangan
    Sikap yang harus dimiliki yaitu kompetitif dengan berfikir tentang kompetisi secara terus menerus. Kompetisi merupakan sebuah tantangan dimana persaingan secara kompetitif dilakukan.

  5. Kegagalan memotivasi untuk membuat perubahan tertentu
    Saat menghadapi kegagalan lebih baik menyusun strategi agar kegagaln tidak terulang kembali. Namun, ketika kemunduran itu datang maka kita hanya duduk termenung memikirkan kegagalan. Jika ingin serius bersaing maka harus memastika bahwa keberhasilan ada ditanggan kita. Jangan memiliki sifat generalis yang selalu pasrah terhadap nasib.

  6. Semua teman anda kompetitif
    Jika anda dikelilingi oleh orang-orang yang membangun dirinya dengan jiwa kompetitif, maka anda juga berfikir kompetitif. Hal tersebut tumbuh karena anda melihat orang-orang dengan pola pikir yang sama. Dengan lingkungan yang kompetitif maka secara natural akan membentuk jiwa kompetitif pada diri anda.

Sumber: [http://www.inc.com/john-brandon/6-traits-of-people-who-are-unusually-competitive.html

2 Likes

“Memiliki Jiwa Kompetitif Yang Sehat”


Memiliki jiwa kompetitif dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan dan masa depan anda. Dengan memiliki jiwa kompetitif anda akan dipertimbangkan oleh orang lain bahkan menjadi orang yang terkenal dan mencapai banyak kesuksesan dalam hidup anda. Tetapi, jiwa kompetitif yang anda miliki harus dapat di kontrol dengan baik, karena jika tidak orang-orang yang bahkan disekitar anda dapat merasakan dampak buruk dari sikap tersebut.

Memiliki jiwa kompetitif harus dilakukan dengan benar agar tidak melukai atau menghancurkan karir dan usaha orang lain. Maka dari itu kita harus memiliki kontrol terhadap jiwa kompetitif yang kita miliki. Berikut beberapa cara agar kesuksesan yang anda dapat melalui jalan yang benar :

1. Menemukan motivasi sebenarnya dibalik persaingan anda

Banyak orang salah dalam mengartikan jiwa kompetitif yang mereka miliki. Sikap yang mereka miliki malah seringkali merupakan sikap iri yang berlebihan yang akhirnya menjadikan dia orang jahat yang menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang orang lain capai. Jangan sampai anda menyingkirkan segala norma yang ada pada lingkungan. Jika sikap kompetitif anda berlebihan, itu akan dapat menimbulkan perpecahan hubungan anda dengan orang lain.

2. Melihat ke dalam diri apakah tujuan hidup anda yang sebenarnya

Menemukan tujuan sebenarnya atas hal yang telah atau akan anda lakukan. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jangan sampai sikap kompetitif anda dilakukan dengan tujuan untuk mengalahkan orang lain. Bahkan dengan alasan bahwa anda gila kerja sampai melakukan hal-hal ekstrim yang akhirnya menyiksa orang-orang di sekitar anda, baik itu keluarga maupun mitra kerja.

3. Menjadi seseorang yang peka terhadap orang lain

Anda harus memastikan kesuksesan yang anda raih saat ini bukan dari hasil mengalahkan orang lain atau menghancurkan harga diri orang lain. Pastikan bahwa kesuksesan yang anda raih murni hasil kerja keras anda dan kompetensi anda. Terbukalah kepada orang lain, coba terima saran-saran yang telah mereka berikan dan saling bertukar ide maupun pendapat, dengan begitu orang-orang disekitar anda akan memahami diri anda dan apa yang telah anda lakukan, dan dengan begitu anda juga dapat menilai sikap yang anda tempuh benar dan tidak merugikan orang lain.

4. Hindari fitnah atau menjelekkan orang lain demi keberhasilan anda

Menjadikan anda tidak dihargai saat mencapai kesuksesan bisa karena kesuksesan yang anda dapatkan adalah hasil dari menghancurkan orang lain. Sikap anda yang seperti ini pada akhirnya akan menghancurkan diri anda sendiri. Orang lain tidak akan percaya dengan hasil yang anda raih adalah murni dari usaha jujur anda dan jika anda berada pada posisi yang lemah tidak akan ada orang yang akan mendukung anda lagi. Anda harus ingat bahwa kesuksesan yang anda raih juga didapatkan dari dukungan orang-orang disekitar anda.

5. Banggalah terhadap apa yang orang lain capai

Orang yang hebat adalah orang yang berani mengakui kekalahan dan memberikan selamat kepada orang lain. Sukseslah dengan jalan anda sendiri, bukan dengan cara mengambil jalan orang lain. Dengan begitu anda akan dihargai sebagai diri anda bukan sebagai orang yang merebut jalan orang lain. Orang-orang yang mendampingi anda pun akan terus berada disamping anda untuk selalu memberikan dukungannya kepada anda.

6. Gunakan kerja keras anda untuk mencapai kesuksesan anda sendiri

Hal ini berarti kita harus percaya kepada diri anda sendiri, terhadap kemampuan yang anda miliki. Daya saing mungkin dapat menjadikan nyali anda ciut, tapi jadikan sikap kompetitif anda menjadi dorongan untuk anda menjadi orang yang lebih baik dari sekarang. Jangan takut gagal pada usaha anda karena bisa jadi kegagalan itu yang nantinya akan membawa anda pada kesuksesan.

Carilah jati diri anda yang sebenarnya dan sadari apa yang akan anda capai setelahnya. Jika yang anda tuju adalah uang, sebisa mungkin hindari hal-hal curang yang dapat anda lakukan. Jangan sesekali anda menutupi kesalahan anda dengan kesalahan lain tetapi lakukan perbaikan atas kesalahan anda.

7. Berikan cukup waktu untuk mencapai tujuan anda

Kesuksesan dan kekayaan yang diperoleh semalam adalah fantasi yang jauh dari realitas saat ini. Menjadi sukses membutuhkan banyak waktu dan perjuangan. Semua hal yang baik membutuhkan waktu, termasuk persaingan yang sehat. Perilaku kompetitif perlu mendorong anda maju dengan cara yang sehat dan konsisten, tidak dengan cara serampangan dan berbahaya.

8. Realistis

Maksudnya disini adalah anda harus sadar akan kemampuan anda dan mimpi yang akan anda capai. Pelajari antara persaingan sehat dan tidak sehat atau pelajari tentang hal yang baik dilakukan atau tidak. Jika anda belum ditahap tujuan anda jangan pernah anda memaksakan untuk dapat meraihnya. Ukur kemampuan anda saat ini, pesaing terbesar karir anda bukanlah orang lain tetapi diri anda sendiri. Jangan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain karena anda dengan orang tersebut berbeda. Sukseslah dengan cara anda sendiri dengan begitu orang lain akan menghargai anda sebagai diri anda.

Sumber : http://www.wikihow.com/Be-Competitive-in-a-Non-Destructive-Way

1 Like

Cara Menjadi Kompetitif dalam Bekerja

Keunggulan dari sikap kompetitif adalah biasanya membawa ke jiwa dan pikiran sportif dalam berjuang menuju kesuksesan bekerja. Selama Anda tahu kekuatan dan kewajiban dalam situasi kompetitif, Anda berdiri diatas kesempatan yang besar untuk menaiki tangga kesuksesan di tempat Anda bekerja. Ketika kompetisi menjadi tujuan daripada menjadi sarana untuk meraih tujuan. Mungkin Anda menemukan diri Anda dalam politik yang sulit di tempat kerja. Bersaing dalam keadaan kerja dan terus menghasilkan hasil kerja positif, bagi rekan-rekan dan bisnis yang Anda kerjakan. Berikut ini adalah beberapa cara bagaimana dapat menjadi lebih kompetitif di tempat kerja:

1. Bersaing Dengan Diri Sendiri.
Tingkatkan prestasi kerja Anda. Gunakan prestasi terbaik dari rekan kerja Anda untuk menginspirasi Anda untuk menyemangati Anda agar menjadi unggul dalam tugas-tugas Anda.

2. Identifikasi Interaksi dari Rekan Kerja.
Motivasi dan taktik apa dari rekan kerja, seperti rasa takut dan pasif-agresif, mereka mengerjakan pekerjaannya. Terlibat persaingan dengan rekan-rekan dengan cara yg sehat, seperti menghadapi taktik berbasis ketakutan ketika situasi kompetitif muncul.

3. Bersaing dalam Lingkungan Team.
Gunakan persaingan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan bekerja untuk masing-masing anggota untuk mencapai hasil dan tujuan.

4. Membuat Tujuan Persaingan Sebuah Kontribusi Untuk Perusahaan.
Bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan untuk berbagi prestasi bersama rekan kerja.

1 Like

The 3 Keys to Being Competitive in Your Career—Without Creating Enemies

Untuk membuat diri anda menjadi lebih maju, anda perlu menjadikan diri anda sebagai advokat terbesar untuk diri anda sendiri. Artinya anda menjadi percaya diri, tegas dan kompetitif. Anda tidak akan berhasil dalam pekerjaan jika anda menyerah untuk berkompetisi satu sama lain. Kuncinya adalah dengan menyeimbangkan rasa kompetitif dengan mempertimbangkan orang lain.

Berikut ini merupakan tiga cara bagaimana kita bisa menemukan titik yang seimbang antara ambisi dan kerendahan hati:

1. Compete Against Yourself
Tempat kerja bukan merupakan tempat pertandingan dimana anda diharuskan untuk bersaing dan harus unggul diantara yang lain. Ketika perusahaan memperkerjakan orang yang notabene memiliki title yang sama dengan anda, bukan berarti perusahaan ingin anda bersaing dengan orang tersebut dengan harapan bahwa salah satu diantara kalian akan keluar dan siapa yang akan bertahan. Jika sebuah perusahaan memperkerjakan beberapa orang untuk beberapa posisi yang sama, biasanya berarti ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan pada posisi tersebut.

Dibandingkan dengan berpikir untuk mengalahkan orang lain, akan lebih baik jika anda mulai berkompetisi dengan diri anda sendiri. Pikirkanlah bahwa anda memiliki tujuan karir anda sendiri dan unggul dalam bidang itu. Pastikan bahwa tujuan anda realistis dan dapat dicapai serta anda memiliki langkah yang jelas untuk mencapai hal-hal tersebut. Jadi daripada berusaha untuk membandingkan diri dengan orang lain, akan jauh lebih baik jika anda fokus untuk membangun diri anda sendiri dan membuat waktu yang anda miliki menjadi lebih positif dan menyenangkan.

2. Lend a Hand
Salah satu cara terbaik untuk bersikap kompetitif adalah dengan membantu sesama rekan kerja. Bukan hanya akan membuat diri anda menjadi lebih tenang, hangat dan senang dalam bekerja, namun juga akan mengurangi kemungkinan orang lain menuduhkan hal buruk kepada anda.

Langkah yang tepat untuk mulai membimbing dan membantu adalah ketika anda berhadapan dengan orang-orang baru di kantor.ketika anda mulai membangun hubungan seperti ini, pastikan anda menjadi sosok pendengar yang baik. Berikanlah solusi atas masalah yang dialaminya. Ketika anda membantu meningkatkan kinerja anggota tim, itu dapat menjadi cerminan positif dalam diri anda. Kemudian anda akan dapat membangun hubungan profesional yang daapt bertahan lama.

3. Own Your Accomplishments—Without Shoving Them in Everyone’s Face
Ketika anda mendapatkan sebuah prestasi pastinya anda ingin semua orang tahu. Bukan berarti harus dengan memberitahu semua orang satu per satu. Namun, yang disayangkan adalah tidak akan ada yang melihat usaha kita jika kita tidak berbicara. Anda harus mampu meyakinkan diri sendiri jika karir yang anda bangun akan maju dan berjalan.

Waktu yang tepat untuk berbicara mengenai hasil yang anda peroleh adalah ketika anda sedang bersama dengan manajer anda. Anda bisa memulai percakapan dengan berbagi prestasi yang paling membanggakan bagi anda. Hal ini dapat digunakan sebagai verifikasi bahwa definisi keberhasilan yang anda miliki sama dengan definisi atasan anda. Dengan cara tersebut, atasan anda akan terkesan dengan kinerja yang anda miliki namun juga keinginan anda untuk selalu tumbuh dan belajar.

Sumber: https://www.themuse.com/advice/the-3-keys-to-being-competitive-in-your-careerwithout-creating-enemies

1 Like

Cara Melatih Diri Menjadi Kompetitif dalam Bekerja

Sumber : https://www.quora.com/How-do-I-become-a-more-ambitious-competitive-person

Menurut Rei Houghton, Graphic Designer, Science Major, Math & ACT Tutor :slight_smile:

  1. Menemukan sesuatu yang Anda benar-benar mencintai. Jalanilah pilihan yang menurut hati anda suka, atau yang anda minati, karena kalu tidak maka anda akan melukannya secara setengah-setengah.

  2. Pilihlah tujuan yang ada hubungannya dengan itu. Pilih kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung perkembangan anda tentu saja yang berhubungan dengan hal yang anda minati.

  3. Tetapkan tujuan yang lebih tinggi dari tujuan yang Anda tetapkan pada langkah 2. Bonus poin jika Anda memiliki beberapa keraguan untuk dapat mencapainya. Anda harus meningkatkan target setiap berhasil melewati tatangan, tetapi anda harus memberi bonus kepada diri anda kalau hal tersebut menurut anda mempunyai tingkat tantangan yang sangat sulit.

  4. Hindari ego yang terlalu tinggi, sehingga anda tidak menjadi orang yang angkuh. Show off atas keberhasilan kita sesekali diperbolehkan, tetapi jika sudah melibatkan orang lain dan merasa lebih diatas orang lain maka anda harus meredam ego anda.

  5. Menempatkan tujuan awal ke bagian paling belakang dari pikiran Anda dan fokus sepenuhnya pada langkah pertama. Ini harus menjadi langkah yang sangat sederhana pertama yang terdiri dari satu tindakan Anda bisa mencapai tahap ini. Misalnya, jika pendidikan formal merupakan bagian dari tujuan Anda, langkah pertama Anda bisa untuk berbicara dengan seorang konselor penerimaan.

  6. Setiap anda telah melengkapi langkah anda, anda akan merasa puas akan hal itu! Jangan melihat seberapa jauh Anda harus pergi. Merayakan kemenangan kecil, dan jangan lupa untuk menikmati proses. saat melihat ke arah yang berikutnya, ingatlah apa yang dapat Anda capai hari ini.

  7. Ketika Anda mengambil setiap hari satu langkah pada satu waktu, Anda akan menemukan orang-orang menuju ke jalan yang sama, yang telah selangkah lebih maju dari anda. Anda harus melihathal ini bahwa sebagai inspirasi, bukan malah menjadi momok yang menciutkan nyali anda, anda tidak selalu harus membandingkan diri dengan orang lain. Jadikan kesuksesan orang tersebut jadi motivasi untuk memperbaiki diri dan berusaha lebih keras lagi.

  8. Mencapai tujuan Anda (semua langkah-langkah kecil yang menambahkan dari waktu ke waktu)

  9. Ulangi. Jangan pernah merasa puas atas pencapaian anda, sesungguhnya semakin kompetitif anda maka akan semakin banyak hal yang bisa anda pelajari.

1 Like

Merubah Pola Pikir menjadi lebih Kompetitif

Di era yang semakin maju ini, setiap orang dituntut untuk menjadi orang yang lebih kompetitif. Dengan memiliki sifat yang kompetitif, pekerjaan akan terasa menjadi lebih mudah dan kita akan lebih menikmati pekerjaan tersebut. Menjadi lebih kompetitif memang bukanlah hal yang mudah. Namun, kita dapat memulainya dengan merubah pola pikir kita.

Pola pikir merupakan dasar kita dalam melakukan tindakan sehari-hari. Pola pikir seseorang yang kompetitif adalah kunci dari awal kesuksesan bisnis yang kita bangun atau kita jalani. Memiliki sebuah kompetitior dalam menjalankan bisnis sangatlah penting. Karena mereka akan selalu membuat kita berpikir untuk menjadi yang lebih baik, berpikir lebih logis dan bagaimana caranya agar kita membuat inovasi baru. Lakukan yang terbaik dan yang paling kreatif untuk bisnis kita agar tidak tersaingi oleh kompetitor yang lain. Meskipun begitu, kita juga harus menghargai kompetitor kita. Dengan adanya rasa menghargai ini, kita dapat belajar dari mereka dan buat mereka sebagai motivasi untuk membuat hal baru yang dapat menjadikan bisnis kita sebagai bisnis terbaik.

Selain pentingnya untuk memiliki sebuah kompetitior, kita juga harus berpegang teguh pada prinsip winners never quit and quitters never win. Orang yang kompetitif tidak mudah menyerah. Ini juga termasuk sebagai salah satu sifat orang yang kompetitif yaitu mudah bergaul, ambisius dan agresif. Mereka yang lebih kompetitif, tidak mudah menyerah ketika mengalami suatu kegagalan, mereka juga akan berusaha belajar untuk menjadi yang terbaik di bisnis mereka. Orang yang kompetitif akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginan mereka. Mereka sangatlah percaya diri dan dengan memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi dan rasa kegigihan untuk tidak mudah menyerah, kita dapat sukses dengan lebih cepat meskipun banyak hambatan yang menghalangi kesuksesan kita.

Kita juga harus belajar untuk mencintai kompetisi. Kita harus bisa menerima kompetisi yang ada dari bisnis kita. Jangan buat kompetisi dan kompetitor yang kita hadapi sebagai sebuah rintangan, namun buatlah keduanya menjadi motivasi yang menjadikan kita lebih baik dalam menjalani bisnis kita. Dengan begitu, kita akan dengan mudah menjadi yang terbaik dalam bisnis kita.

Jadi, kita harus berpikir untuk menjadi yang lebih baik dari kompetitor kita, namun tetap harus belajar dari mereka. Kita juga harus bisa membangun diri kita agar tidak mudah menyerah dan tidak takut untuk gagal, karena gagal adalah kunci sebuah kesuksesan. Dan yang tidak kalah penting adalah kita harus bisa mencintai kompetisi itu sendiri, untuk menjadi lebih kompetitif tentu kita harus mencintai kompetisi yang kita jalani. Karena kecintaan tersebut dapat memotivasi diri kita untuk selalu mencapai apa yang kita inginkan dengan berbagai cara.

Referensi: http://www.mentalgamecoach.com/articles/CompetitiveMindsetArticle5_02.html

1 Like

Apakah Anda percaya bahwa semangat kompetitif baik untuk bisnis?

Sebagian besar pengusaha dan manajer setuju bahwa persaingan adalah hal yang baik. Di AS, kompetisi biasanya dilihat sebagai salah satu fondasi masyarakat. Ini merupakan perdagangan bebas di mana orang dapat memilih apa yang mereka inginkan dan orang tersebut bersaing untuk menyediakan produk dan layanan yang ingin dinikmati orang lain. Persaingan biasanya mengarah ke hasil yang terbaik. Tapi persaingan yang seimbang. Bisnis memiliki persaingan lingkungan yang kompetitif dan hasil jangka pendek yang baik, tapi ada konsekuensi jangka panjang seperti taktik kotor internal dan hal-hal seperti itu. Anda juga dapat memiliki situasi di mana ada kurangnya kompetisi dalam perusahaan. Orang-orang hanya semacam mengikuti arus. Yang dapat menyebabkan kematian spiral, bahkan jika itu terjadi perlahan-lahan, bisnis yang di jalankan dapat kehilangan pasar. Jika itu yang terjadi maka saatnya untuk mencari cara untuk menempatkan semangat kompetitif kembali ke perusahaan Anda. Berikut adalah cara untuk melakukannya:

1. Team First, Individual Second

Sebuah langkah besar untuk memberikan semangat kompetitif dalam organisasi Anda adalah memastikan anggota tim berfokus pada lawan yang tepat. Hal ini baik untuk memiliki beberapa level persaingan internal. Tapi benar-benar persaingan untuk bisnis adalah untuk meningkatkan bisnis. Jika anda ingin menjadi yang terbaik anda harus emmpunyai sebuah kelompok atau tim sukses. Karena satu orang dapat mencapai banyak dalam hidup, tapi tim dapat mencapai banyak, dan banyak lagi.

2. Us vs. Them

Beberapa bisnis yang paling sukses dalam sejarah memiliki bisnis lain yang saling bersaing. Saya baru saja selesai membaca Bitter Brew, tentang kerajaan Budweiser bahwa bagian dari keberhasilan perusahaan ialah mereka yang selalu bersaing melawan pabrik bir besar lainnya di AS. Bahkan ada hal yang menarik ketika Miller mulai datang entah dari mana untuk mendapatkan pangsa pasar. Sehingga menemukan pesaing yang bergerak di bisnis yang sama bisa menjadi hal yang baik untuk bisnis anda. Tapi juga penting untuk diingat mungkin lebih baik untuk melihat dari perspektif yang lebih besar. Ketika industri anda berhasil maka anda akan sukses.

3. Constant Improvement > Perfection

Saya membaca sebuah artikel yang baik baru-baru ini tentang bahaya perfeksionisme. Ketika saya lulus SMA saya pikir kutipan kelas kami, salah satunya yang berbunyi seperti: Shoot for the moon. Even if you don’t get there you’ll still reach the stars. Anda bisa mengambil pengertian bahwa itu selalu terbaik untuk tujuandan untuk kesempurnaan. Bahkan jika Anda tidak mencapai itu Anda masih akan melakukan sesuatu yang lain. Namun, tampaknya keseimbangan diperlukan dan itu hampir terdengar kontradiktif. Sudah diputuskan bahwa menetapkan tujuan besar adalah hal yang baik, tetapi anda masih harus realistis tentang hal itu. anda masih perlu untuk menghargai hal-hal yang baik yang telah dicapai. Jadi, ketika anda meyiapkan semangat kompetitif di perusahaan Anda, Anda dapat menetapkan tujuan besar sementara masih menghargai langkah sukses sepanjang jalan. Ini lebih dari perbaikan pola pikir konstan, bukan satu yang berfokus pada kesempurnaan atau kegagalan.

4. Regular Internal Competition

Dengan semua fokus sejauh untuk menjadi sebuah tim dan mengalahkan orang lain di luar perusahaan itu masih penting untuk melihat secara internal untuk kompetisi. Tim Anda dapat bekerja sama untuk berhasil, tapi masih membutuhkan beberapa kompetisi internal. Kompetisi reguler baik bagi suatu organisasi serta jadikanlah harapan merupakan bagian dari budaya.

5. Occasional Internal Competition

Akhirnya, baik untuk meningkatkan semangat dari waktu ke waktu untuk memiliki kompetisi internal. Sebuah contoh mungkin kompetisi penjualan atau kompetisi proyek di mana tim bekerja untuk bersaing proyek lebih cepat dari yang lain. Saya katakan sesekali dalam situasi ini karena perusahaan telah mendapat masalah dengan jenis Us vs Us kompetisi. Hal ini dapat mengakibatkan hal-hal yang baik dalam jangka pendek, tetapi dapat mematahkan semangat dalam jangka panjang.

Kesimpulan
Semangat kompetitif telah menjadi bagian dari perusahaan yang sukses untuk sementara. Tapi itu butuh fokus yang tepat. Perusahaan telah berjuang denga banyaknya kompetisi. Fokus pada gambaran yang lebih besar. Fokus pada musuh bersama, tetapi juga peningkatan industri anda. Berpikir besar ketika datang ke kompetisi. Itulah cara terbaik untuk menempatkan tim anda pada hal yang sama dan bekerja sama untuk mencapai hal-hal besar.

Sumber :
https://ghostblogwriters.com/how-to-build-a-better-competitive-spirit-in-your-company

1 Like

Ketika Anda berada di peran yang sama di perusahaan yang sama untuk waktu yang lama, Anda dapat dengan mudah merasa puas. Tapi di dunia saat ini, tidak ada hal yang pasti. Anda tidak bisa membiarkan diri Anda terlalu nyaman. Anda tidak akan pernah tahu apa yang ada di depan, sehingga sangat pentinglah untuk menjaga keunggulan kompetitif.

Tips berikut akan membantu Anda tetap di atas permainan Anda. Dengan cara itu, apa pun yang terjadi, Anda tahu Anda berada dalam posisi yang kompetitif.

  1. Develop your Skills
    Anda harus selalu mencari cara untuk memperluas keterampilan profesional yang ada dan mengembangkan yang baru. Tidak peduli apa peran Anda atau berapa lama Anda menekuninya, Anda selalu memiliki ruang untuk pertumbuhan. Mencari kesempatan untuk berlatih keterampilan yang berbeda, menerapkan proses baru, mengambil tanggung jawab baru atau mencoba teknologi baru.

  2. Invest in Yourself
    Ada banyak cara untuk mengembangkan kemampuan profesional Anda, dan sebagian besar memerlukan investasi waktu, energi dan / atau uang. Jika Anda tidak bersedia untuk berinvestasi dalam diri Anda, mengapa orang lain ingin? Jika Anda tidak membuat investasi, Anda bukan profesional yang serius.

  3. Join a Professional Association
    Ketika Anda terlibat dengan sekelompok profesional pemikiran serupa, Anda mendapatkan akses ke dunia kebijaksanaan dan pengalaman. Anda menciptakan hubungan bisnis yang luar biasa dengan orang-orang yang dapat membantu Anda tumbuh, dan orang-orang yang sama dapat membantu Anda menekan baru, kesempatan yang menarik Anda akan dinyatakan tidak pernah tahu ada. Selain jaringan yang luar biasa, yang dapat diberikan oleh kelompok profesional adalah kesempatan belajar yang berharga, baik melalui speaker tampil di pertemuan, konferensi pelatihan tahunan atau newsletter menyoroti tren di bidang Anda.

  4. Volunteer
    Anda dapat mempertimbangkan memberi waktu beberapa jam seminggu dengan asosiasi komunitas yang Anda sudah sukai. Selain kepuasan pribadi, Anda juga akan mendapatkan pengalaman berharga yang dapat Anda gunakan di tempat kerja. Banyak dari apa yang Anda lakukan akan sangat berbeda dari pekerjaan Anda sehari-hari. Anda mungkin akan menemukan diri Anda melangkah keluar dari zona nyaman dan itu tanda pasti pertumbuhan.
    Tergantung pada peran Anda dan organisasi, Anda juga bisa mendapatkan beberapa kesempatan jaringan yang besar. Ingat bahwa setiap orang yang Anda temui adalah kontak bisnis potensial, sehingga ambillah pekerjaan sukarela Anda dengan serius seperti Anda mengambil pekerjaan rutin Anda.

  5. Network
    Sayangnya, terlalu banyak orang mengasosiasikan jaringan dengan mencari pekerjaan. Mereka menunggu untuk melakukannya sampai mereka membutuhkan sesuatu dari orang yang mereka temui. Itu cara yang mengerikan untuk memulai sebuah hubungan! Dan itulah yang membuat orang takut ide jaringan.Lakukan di luar sana sekarang dan mulai mengembangkan nyata, koneksi otentik dengan profesional bisnis lainnya. Membangun kepercayaan. Kenali orang untuk siapa mereka, bukan apa yang mereka dapat menawarkan Anda.

  6. Hone Your Leadership Skills
    Setiap orang dalam posisi apapun pada setiap tingkat dalam industri apapun akan mendapatkan keuntungan dari keterampilan kepemimpinan. Oleh karena itu, carilah kesempatan untuk mengambil tanggung jawab seebagai seorangpemimpin di tempat kerja, di masyarakat dan di tempat lain. Sebagai seorang pemimpin, Anda akan berlatih berbagai keterampilan, termasuk komunikasi, manajemen, negosiasi, kolaborasi dan banyak lagi. Bertindak sebagai pemimpin juga meningkatkan visibilitas Anda dan membantu Anda membangun reputasi profesional yang kuat.

  7. Challenge Yourself
    Asah Keterampilan Kepemimpinan Anda.Setiap orang dalam posisi apapun pada setiap tingkat dalam industri apapun akan mendapatkan keuntungan dari keterampilan kepemimpinan. Mencari kesempatan untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan di tempat kerja, di masyarakat dan di tempat lain. Sebagai seorang pemimpin, Anda akan berlatih berbagai keterampilan, termasuk komunikasi, manajemen, negosiasi, kolaborasi dan banyak lagi. Bertindak sebagai pemimpin juga meningkatkan visibilitas Anda dan membantu Anda membangun reputasi profesional yang kuat. Dan mari kita hadapi itu: bagian besar dari menjadi kompetitif semakin melihat di tempat pertama.

  8. Challenge Yourself
    Sangat penting untuk terus menantang diri pribadi maupun profesional. Mencari peluang untuk pertumbuhan, bahkan jika Anda tidak segera melihat bagaimana hal itu berkaitan dengan karir Anda. Semakin Anda memperluas wawasan Anda, semakin Anda di tawarkan di tempat kerja - dan Anda tidak pernah tahu bagaimana kerja keras Anda terbayar.
    Temukan sesuatu yang menginspirasi Anda dan capailah itu. Anda akan menjadi orang yang lebih baik dan, lebih baik (lebih kompetitif) profesional.

Sumber: http://www.careerattraction.com/how-to-keep-your-competitive-edge-in-the-workplace/

Ditengah persaingan para penari kerja dimana mereka dituntut untuk bekerja dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan hasil yang terbaik.untuk itu para karyawan perlu memiliki sifat kompetitif tentang bagaimana mereka bekerja dengan menunjukkan hasil yang terbaik.Namun walaupun sifat kompetitif itu diperlukan,alangkah lebih baiknya jangan sampa menimbul hal hal negatif misalnya diam-diam membenci teman kerja,bersikap sinis terhadap teman kerja,dan mencari kesempatan dalam kesemitan yang menimbulkan kerugian orang lain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diberikan pembelajaran tentang apa itu dan bagaimana sifat kompetitif.

Dalam situasi belajar mengajar, siswa akan bertindak mandiri dan bekerja sendiri dalam mencapai tujuan, sehingga tujuan yang dicapai dengan sukses dan kegagalan salah seorang kelompoknya tidak akan berpengaruh terhadap kelompoknya. Sebaliknya dalam situasi yang kooperatif, interaksi terjadi dengan menggantungkan hal sau sama lain. Dalam situasi pembelajaran terkadang yang bertanggung jawab atas pekerjaan adalah salah seorang yang mengakibatkan ketergantungan dan apabila yang ditunjuk untuk bertanggung jawab gagal.maka akan merugikan 1 kelompok

Menurut Johnson & Johnson (1994) alasan digunakannya metode kompetitif dalam praktek pembelajaran, diantara anggapan tersebut adalah:

  1. Masyarakat kita penuh dengan suasana kompetitif,dimana banyak yang saling menjatuhkan dan tidak memberi kesempatan yang lain karena itu siswa harus dipersiapkan untuk menghadapi keadaan ini

  2. Prestasi, sukses, penampilan yang terhormat, ambisi, menjadi pemimpin yang hebat, dan lain sebagainya semuanya berhubungan dengan kompetisi dengan yang lain

  3. Kompetisi membangun karakter dan memperkuat para siswa untuk hidup dalam dunia nyata sehingga mereka tetap berfikir positif dala bertindak dan tidak melakukan hal yang merugikan orang lain

  4. Para siswa lebih berhubungan dengan situasi kompetitif dimana saling berlomba memberikan hasil yang maksimal.

  5. Kompetisi mampu membangun percaya diri dan harga diri.

Competitive Strategies for SuccessGet in the Game

by Serena Kao

Jalan menuju kemenangan memang tidak mudah awalnya , jalan itu benar benar tidak nyaman , tetapi lebih buruk lagi menetap di pekerjaan yang membosankan. Jika anda memiliki perasaan yang jengkel, dan mengatakan sudah waktunya untuk tantangan baru , berjuanglah untuk itu

Gunakan lah strategi ini

  • Tentukan medali emas anda

Jacqueline Depaul menetapkan tujuan nya untuk Menjadi model pada usia 38. Dia membaca buku “ self-help” dan memulai dengan menjadi model sukarela untuk acara amal, fotografer dan desainer . dan memulai mengatur pola hidup dan berolahraga lima sampai enam hari dalam seminggu. Diusia 42 , dia mengalahkan 5000 perempuan dalam pencarian 40 model untuk memenangkan kontrak dengan agen Wilhelmina. Medali emas anda tidak harus di berikan kontes formal. Hanya isilah dan jangan biarkan kosong isi dengan “ Saya Ingin …… “

  • Trick your brain

    Setelah anda menetap kan tujuan (goal) anda , cari tahu cara untuk menggapai nya / memecahkan nya. Otak anda tidak dapat memproses tujuan yang besar, menurut Scoot Huettel,PhD, Seorang professor psikologi dan ilmu saraf di duke university. Sebaliknya anda harus mempunyai keahlian dalam memenangkan kemenangan kontes kecil sepanjang kehidupan anda , mulailah perlahan karena itu adalah tonggak atau tiang anda untuk mencapai kemenangan dan bergerak maju

  1. Put in the work

    Jangan buang waktu mengjhawatirkan apakah anda memiliki bakat yang cukup. Fokus latihan pada apa yang bisa anda tingkatkan dan apa yang anda belum bisa lakukan. Biasanya ini memerlukan waktu minimal 10.000 jam praktek , empat jam sehari , tujuh hari seminggu , 52 minggu setahun selama tujuh tahun, Menurut K. Anders Ericsson, PhD, seorang professor psikologi di Florida State University. Oke , jadi mungkin anda tidak bertujuan untuk menjadi pianis konser yang diakui. Intinya adalah keluarlah dari zona nyaman anda dan kedalam zona yang menumpahkan keringat ,beberapa darah dan air mata untuk kepentingan jangka panjang.

  2. Sign on Support

    Lupakan untuk terbang sendiri. Anda kemungkinan besar akan membutuhkan pelatih, mentor atau komunitas. Ini bisa menjadi rekan kerja , kelompok pelatihan atau bahkan jaringan social, dimana anda dapat bersaing dengan teman teman anda dan mengecek kebugaran anda, tetapi anda juga membutuhkan seseorang yang mendorong anda “ ketika anda menghadapi suatu kegagalan, sakit,dan kekecewaan, menurut Lee duckworth,PhD, Asisten professor psikologi yang mempelajari grit di University of Pennslyvania “ Sulit untuk mendapatkan diri anda melakukan itu”,” menghubungkan dengan orang lain juga dapat membantu anda mempelajari beberepa sifat kemenangan mereka.

  3. Block Stress

    Hormon kortosional stress dapat mengganggu produksi testoteron dan estrogen. Penelitian baru oleh Mehta menunjukkan bahwa pedagang saham yang melakukan latihan meditasi Mindfulness selama dua menit akan menurunkan kadar kortisol , meningkatkan hormone testoteron dan meningkatkan kinerja mereka. Bila anda membutuhkan dorongan kepercayaan diri sebelum berebut untuk promosi atau menjalankan 5K berikutnya , mengambil beberapa menit untuk menutup mata anda , focus pada pernapasan anda dan mengakui pikiran anda tanpa menghakimi diri sendiri

  4. Identify yourself

    Clements membantu atlet nya dengan datang dan menyatakan pernyataan pribadi untuk tetap focus pada point. Bermimpi memenangkan kontrak buku untuk trilogy yang laris berikutnya ? bangun setiap hari mengatakan “ Saya seorang penulis yang produktif dan penulis yang laris”. Yang menjadi jawaban untuk pertanyaan atau keraguan yang muncul di kepala anda. Anda juga dapat menggunakan isyarat khusus untuk menginspirasi diri sendiri, Taylor swift menggunakan angka 13 sebagai angka kebruntungannya ,di tulis di tangganya sebelum pergi ke panggung

  • Face your fears
    Hal apa saja yang membuat anda takut mendapatkan nya dengan cara anda sendiri ?
    Mungkin anda ingin berselancar dan mengalahkan ombak ,tapi anda takut dengan ombak dengan ketinggian 6 kaki. Hancurkan lah pikiran itu , identifikasikan kedalam komponen komponen kecil yang anda bisa lakukan , anda bisa memulai dengan ketinggian sepinggang , tapi apakah anda masih takut dengan ombak setinggi pinggang ? jika iya mulai lah dengan ombak yang lebih rendah , pokoknya temukan sesuatu yang terasa bisa anda lakukan / kelola”.

  • Embrace bad days

    Duckworth mengatakan gunakan lah hari hari yang sulit untuk meraih lebih dekat dengan kemenangan anda. “ini penting ketika anda jatuh untuk mengatakan , oke sementara aku disini , apa yang bisa saya pelajari dari hal ini “ Gallwey mengatakan “ Tanyakan pada diri sendiri ,hal berbeda apa yang akan saya lakukan selanjutnya?”

  1. Find your balance

    “Beberapa orang menjadi menjengkelkan karena harus memenangkan segalanya, termasuk setiap argument ,” Kata Leon Sloman,MD, Seorang professor psikiatri di university Toronto. Ambil dan pilihlah pertempuran anda , bersaing hanya untuk hal hal yang benar penting bagi anda dan mengambil waktu untuk Mengumpulkan keberhasilan. Jika anda selalu melihat /mencari kemenangan berikutnya, anda tidak pernah memberikan diri anda waktu untuk bersantai dan menikmati kemenangan

Menjadi Orang yang Kompetitif

Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka sudah berjiwa kompetitif, padahal belum. Mereka hanya menyukai kemenangan. Berjiwa kompetitif bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga terus mencoba dengan lebih baik walaupun dilanda kekalahan, itulah jiwa kompetitif yang sebenarnya.

Berikut adalah cara-cara yang dapat anda lakukan agar memiliki jiwa kompetitif yang sebenarnya :

1. Selalu berikan kemampuan terbaik anda

Hal ini merupakan ciri utama dari seseorang yang memiliki jiwa kompetitivitas yang tinggi. Seseorang yang kompetitif tidak hanya ingin menang, tetapi ia ingin menguji batas kemampuannya, ia selalu memberikan yang terbaik. Tidak peduli mereka dalam posisi unggul atau posisi kalah telak.

2. Bandingkan dirimu yang sekarang dengan dirimu yang dulu

Dalam menjadi individu dengan jiwa kompetitif, yakinlah terhadap satu hal : anda hanya bersaing dengan diri anda sendiri. Tidaklah berarti membandingkan diri anda dengan diri orang lain, karena orang lain tidak dapat mempengaruhi anda, tetapi anda sendirilah yang mempengaruhi pencapaian anda. Seseorang yang kompetitif mengerti bahwa pada akhirnya, mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan hal itulah yang berarti bagi mereka.

3. Tidak memikirkan kekalahan dengan berlebihan

Seseorang yang kompetitif tidak akan “hancur” secara emosional ketika dilanda kekalahan. Mereka akan terobsesi dengan kekalahan itu, terobsesi dalam artian mereka memikirkan strategi yang dapat mereka lakukan agar bisa menjadi lebih baik. Karena mereka tidak terlalu peduli tentang kemenangan, tetapi hanya peduli untuk membuat diri mereka menjadi versi terbaik yang bisa mereka capai.

4. Jangan beralasan

Seseorang yang kompetitif tidak pernah banyak alasan tentang mengapa mereka kalah ( kecuali kekalahan disebabkan oleh kecurangan ) . Jika mereka kalah, satu satunya hal yang anda akan dengar dari mereka adalah bagaimana mereka bisa tampil dengan lebih baik lagi.

5. Jangan pernah terjebak di masa lalu

Seseorang yang kompetitif sangat jarang membicarakan masa lalu mereka. Mereka selalu melihat ke masa depan dan bagaimana mereka bisa terus menjadi lebih baik. Oleh karena itu, apapun yang mereka lakukan di masa lalu tidaklah berarti. Yang penting adalah apa yang dia lakukan di masa kini berfokus untuk terus berkembang.

Sumber :http://edlatimore.com/how-to-be-competitive

Cara melatih diri agar memiliki jiwa kompetitif berdasarkan peningkatan kualitas pribadi

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada pembenahan dan peningkatan kualitas diri kita masing-masing. Dan dalam kesempatan ini, saya mencoba berbagi tips kepada anda sekalian.

1. Membaca

Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun dengan membaca banyak manfaat yang bisa kita peroleh. Membaca adalah proses input data yang terbilang akurat. Dengan membaca banyak informasi yang bisa kita peroleh. Dari membacalah seorang ahli fakir bisa mengatakan sebuah teori dengan lantang.
Tanpa membaca, otak kita akan kering, sempit dan tidak memiliki gambaran akan dunia. Membaca akan melengkapi data anda. otak akan lebih kreatif dalam menyikapi segala situasi.

2. Mendengar

Mendengar adalah pekerjaan yang sangat membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun mendengar banyak sekali manfaat yang bisa kita petik. Terbiasa mendengar, banyak informasi yang bisa kita dapatkan, yang mungkin saja, kita tidak peroleh pada buku-buku bacaan kita. mendengar akan melatih kesabaran, ketelitian dan konsentrasi. Efeknya, jika anda antusias mendengarkan uraian seseorang, maka orang tersebut akan lebih respek kepada anda. Ingat! orang besar lebih banyak mendengar daripada berbicara.

3. Menulis

Kegiatan menulis, akan menguji kita, seberapa baik kemampuan kita dalam menyerap ilmu dan informasi dari kegiatan membaca dan mendengar.
Menulis akan melatih kita menerapkan pola fakir yang kritis, dan kaya akan pengetahuan. Walau terasa berat, namun menulis sangatlah bermanfaat. Melalui tulisanlah kita bisa menuangkan ide-ide kita.
Seperti yang kita tahu, bahwa dunia pers, dalam kegitan sosial, sangatlah berperan aktif. Karena tulisan-tulisannyalah, pers menjadi sangat disegani dan dihormati. Terlepas dari pro-kontra isi penulisan. Semua itu berpulang pada masing -masing penulis.
Menulis bisa kita jadikan sarana untuk membentuk karakter, publikasi atau merupakan kesenangan tersendiri. Bahkan bisa dijadikan alternatif mata pencaharian.

4. Melakukan Sesuatu

Sebenarnya, kegiatan menulis sudah termasuk dari tips Melakukan. Namun dalam hal ini, kita mencoba melihat “kegiatan menulis” sebagai salah satu langkah peningkatan diri.
Inilah mungkin tips yang paling vital. Melakukan Sesuatu! Karena berkaitan dengan bukti. Walau seseorang telah melakukan kegiatan baca dan dengar, sebagai sarana menimbah ilmu pengetahuan. Namun tanpa mencoba untuk Melakukan Sesuatu yang diyakininya. Sesuatu yang menurutnya mampu membawanya pada gerbang kesuksesan. Maka ilmu pengetahuan yang diperolehnya, akan mengalami kekakuan. Tidak terbiasa melakukan/bertindak maka ilmu yang diperolehnya akan mubazir. Lambat laun akan melemah dan lumpuh.

5. Menghayati

Terakhir, menghayati adalah proses perenungan dari apa yeng telah dilakukan selama ini. Terbiasa menghayati setiap kegiatan, sama halnya terbiasa melakukan koreksi diri dan pembenahan dalam setiap kesempatan.
Sebagai manusia biasa, tentunya kita tak luput dari segala kesalahan. Terkadang kita melangkah dengan penuh semangat, namun lupa akan penghayatan dari apa yang kita lakukan tersebut. Sehingga kita tidak mampu melihat, sisi-sisi yang mungkin akan memberikan peluang yang luar biasa bagi kemajuan kualitas diri kita seutuhnya.

sumber : cara meningkatkan kualitas

Saat kmu bekerja di sebuah lingkungan yang kompetitif, kamu harus melompati beberapa rintangan. Rintangan seperti atasan yang sombong, politik karyawan, diskriminasi berlebihan, dan kejamnya intimidasi untuk tetap bertahan di lingkungan yang dapat menimbulkan permusuhan. Di luat itu semua kamu harus memisahkan diri dari hal negatif tersebut dan tetap menjaga integritas kompetitif ke meraka dalam keberhasilan kamu sendiri. Berikut penjelasannya:

  1. Berusaha untuk unggul
    Hati-hati dalam bertindak sesuai ambisi, dan biarkan prinsip menjadi panduannya. Jangan membicaran apa tentang apa yang akan dilakukan. Karena orang-orang dapat memutar kata-kata terutama jika kamu tidak bisa menepati janji. Maka lakukan janji pada diri sendiri. Lalu setelah kamu melakukannya, mereka akan lebih menghargai kemampuan kamu untuk tugas selanjutnya
    Belajarlah juga dari kesalahan. Jangan biarkan kesalahan kamu terpengaruh oleh rekan kerja. Abaikan komentar mereka tentang kesalahan kamu. Jadikan kesalahan sebagai pengalaman belajar. Jika orang lain yang melakukan kesalahan, berikan mereka adaptasi belajar. Jangan buang waktu untuk mengejeknya.
    Ajukan hal yang kamu yakini benar, dan tetap bangga dengan apa yang kamu kerjakan. Karena gairah dan ketekunan membuat kamu tergerak ke peringkat yang kompetitif. Terutama jika di tambah dengan integritas dan kebijaksanaan.

  2. Bangun dan membangun kembali reputasi
    Terserah kamu untuk memulai menempa ikatan kuat dengan kamu antara rekan kerjamu. Jika kamu baru memulai pekerjaan baru, kemudian itu mudah. Lakukan suatu hal yang menakjubkan di satu hari. Jika kamu melakukan sesuatu dan melakukannya secepatnya dengan antusias, reputasi anda di antara rekan-rekan kerja akan untuk secara alami.
    Beda halnya dengan bekerja di suatu perusahaan cukup lama. Mungkin saatnya kembali untuk menunjukkan reputasi kamu. Jika kamu terus melakukan hal tersebut, rekan kerja akan menghargai apa yang kamu berikan ke perusahaan. Tidak selesai di situ, kamu coba bangun keterampilan lain untuk meningkatkan profil kamu dalam perusahaan yang menjadi sebuah kebanggan tersendiri.
    Reputasi kamu terasa diantara rekan kerja jika kamu tumbuh di setiap keberhasilan suatu pencapaian. Atasanmu akan mempercaimu dengan tanggung jawab yang lebih. Tak lupa untuk mengingatkan mereka bahwa ada guru yang tidak lebih baik dari kesalahanmu.

  3. Roll with the punches
    Jika kamu merasa di sebuah kegagalan. Mulailah mencari kesempatan untuk belajar.
    Saat di tempat kerja anda melakukan kesalahan, resikonya akan turunkan jabatan bahkan sampai di pecat. Cobalah untuk berbicara dengan orang yang dipercaya atau mentor, ambilah cuti jika boleh. Atau tetapkan batas waktu sampai kapan terpuruk. Setelah kejadian itu berlalu mulailah untuk berpikir apa dari dampak yang di lakukan kedepannya.
    Jika anda berpikir untuk pindah pekerjaan, tidak perlu takut. Hanya menempatkan tempat terbaik untuk kedepan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. Kesuksesan bisan saja menunggu kamu dan memajukan karir kamu.
    Jika berpikir untuk kembali ke tempat kerja yang sama, siapkan kembali untuk menghapi semua rekan kerja kamu kembali. Loyalitas akan terlihat di dirimu, mereka akan menghargai itu.

  4. Menghargai pebedaan
    Nantinya kamu akan menemukan banyak budaya dan beragam keyakinan di tempat kerja. Perbedaan bisa menjadi indah, alami dari sebuah perusahaan. Jika orang sifatnya tertutup membuat susah untuk mengarahkan. Berlatihlah untuk terbuka pada orang lain dan tidak melebih-lebihkan ke orang lain untuk meyakinkan diri sendiri.
    Berbagai karakter orang di sekililing kamu. Tidak mudah untuk menhindarinya, tetapi kamu harus belajar untuk menerimanya apa yang terjadi. Tetap tidak terpengaruh ke dirimu dan fokus pada pekerjaan. Biarkan keberhasilan yang menceritakan kisahmu.

  5. Mengembangkan hubungan yang sehat
    Belajar bekerja dengan rekan kerja kamu pasti tidak mudah, hal tersebut patut di berikan pujian. Semua orang menginginkan pekerjaan lancar di tempat kerjanya, jadi tetap ingat itu saat kamu merasa buruk.
    Kamu akan pernah menemukan orang-orang yang tidak suka dengan kamu. Kamu tidak perlu menyenangkan merekan, kamu hanya perlu lakukan pekerjaanmu.
    Semakin tinggi posisi kamu berada pasti akan semakin dihargai oleh rekan-rekan kamu. Saat kamu mulai dipromosikan, tetaplah untuk bersyukur atas apa yang diberikan.

Sekian beberapa langkah, untuk lebih lengkapnya bisa baca disini.
Mohon maaf jika ada salah, terima kasih.

Bagaimana Menjadi Seseorang yang Kompetitif

Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka sudah kompetitif, padahal tidal. Mereka hanya ingin kemenangan. Menjadi pemenang tidak akan menjadikan mu pesaing,tetapi karena adanya pesaing kamu bisa jadi pemenang. Jangan khawatir jika kamu tidak selalu menang, karena menang bukan hanya persoalan siapa lebih dulu mencapai garis akhir. Dengan mengikuti langkah dibawah ini kamu bisa menang dimana saja

1. Bandingkan Dirimu yang Dulu Dengan yang Sekarang
Untuk menjadi kompetitif kamu harus datang untuk menunjukan kebenaran. kamu hanya bisa bersaing dengan diri sendiri. Mereka membandingkan mu dengan oranglain karena itu dasar acuan mereka, tetapi kamu bisa menjadi yang versi terbaik dari dirimu. Hal ini berguna untuk membandingkan posisi mu dijalur orang lain karena mereka tidak bisa membuat kamu menjadi lebih baik atau lebih buruk, hanya kamulah yang bisa. orang yang kompetitif tahu bahwa dihari akhir

2. Orang yang Kompetitif Tidak Pernah Beralasan
Pesaing tidak pernah beralasan mengapa mereka kalah, jika seseorang kompetitif kalah maka mereka akan berpikir bagaimana mereka harus memperbaikinya, tidak peduli apa situasinya, merak mengambil tanggung jawab penuh untuk mengambil risiko.

3. Orang yang Kompetitif Tidak Mengharapkan Imbalan
ketika pesaing menang, mereka akan berterima kasih kepada semua orang, kecuali diri mereka sendiri. mereka tidak mengharap imbalan atau hadiah. Menjadi seseorang yang kompetitif adalah pengalaman terbaik dari diri mereka sendiri, itu adalah sebuah nilai tambah tersendiri. menang atau kalah, orang yang kompetitif tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi dia akan melakukan yang lebih baik di kesempatan lain.

sumber

Jalan menuju kemenangan tidak selalu mudah – bahkan kadang-kadang tidak selalu nyaman. Dan jangan sampai stagnan dalam pekerjaan yang membosankan, hubungan yang buruk, atau kebiasaan latihan yang buruk. Bila Anda memiliki perasaan jengkel mengatakan sudah waktunya untuk tantangan baru, pergilah untuk itu. Menggunakan strategi penelitian yang didukung untuk membantu meraih predikat pemenang.

  • Masukkan ke dalam bagian pekerjaan
    Jangan buang waktu mengkhawatirkan apakah Anda memiliki bakat yang cukup. Yang paling diprediksi untuk menang, para ahli mengatakan, sering terjadi, fokus latihan pada apa yang dapat meningkatkan dan apa yang Anda belum bisa lakukan. Ini biasanya memerlukan waktu minimal 10.000 jam praktek. musisi, dan pesaing lainnya menang kompetisi internasional; itu empat jam sehari, tujuh hari seminggu, 52 minggu setahun selama tujuh tahun, menurut K. Anders Ericsson, PhD, seorang profesor psikologi di Florida State University. Oke, jadi mungkin Anda tidak bertujuan untuk menjadi pianis konser diakui. Intinya adalah, berharap untuk keluar dari zona kenyamanan Anda dan dimasukkan ke dalam beberapa usaha tinggi, memeras keringat, dan air mata untuk jangka panjang.

  • Masuk pada dukungan
    Anda kemungkinan besar akan membutuhkan pelatih, mentor, atau komunitas. Ini bisa menjadi rekan kerja, kelompok pelatihan, atau bahkan jaringan sosial, di mana Anda dapat bersaing dengan teman-teman sementara pelacakan kebugaran Anda, tetapi Anda membutuhkan seseorang untuk mendorong Anda. “Ketika Anda menghadapi kegagalan, kekecewaan, atau sakit, pasangan bisa mengatakan, ‘Saya mendengar Anda, tetapi kamu harus melakukannya lagi,’” kata Angela Lee Duckworth, PhD, asisten profesor psikologi yang mempelajari University of Pennsylvania. “Sulit untuk mendapatkan diri Anda untuk melakukan itu.” Menghubungkan dengan orang lain juga dapat membantu Anda mempelajari beberapa sifat keberhasilan dari mereka.

  • Mengidentifikasi diri
    Identifikais diri dapat membantu mengetahui seberapa jauh diri kita mampu menghadapi situasi masalah yang ada diluar .

  • Menemukan keseimbangan diri
    "Beberapa orang kadang harus tampil membawa masalah karena harus memenangkan segalanya, termasuk setiap argumen," kata Leon Sloman, MD, seorang profesor psikiatri di University of Toronto. Memilih dan melakukan pertempuran , bersaing hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi , dan mengambil waktu untuk menyerap keberhasilan . Jika Anda selalu mencari kemenangan berikutnya, Anda tidak pernah memberikan diri Anda waktu untuk bersantai dan menikmati waktu luang, itu resikonya. Lalu terus melankah maju dan tetap semangat.

https://www.quora.com/How-can-I-become-a-more-competitive-person

Menurut WikiHow, ada beberapa cara agar menjadi kompetitif yaitu :

  1. Temukan motivasi di balik tujuan kompetitif anda
    Banyak dari kita berusaha menjadi kompetitif untuk alasan yang salah, kita seharusnya menemukan motivasi terlebih dahulu agar ada alasan untuk kita menjadi kompetitif di jalan yang benar.

  2. Renungi diri dan apa tujuan hidup kita
    Melakukan suatu hal karena kita ingin melakukanya atau hanya untuk menghilangkan bebas saja semata demi memenuhi kebutuhan orang lain? seharusnya kita melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin kita lakukan, jangan hanya berdasarkan beban tanggungan saja.

  3. Peka terhadap perasaan orang lain
    Biarkan keberhasilan yang kita raih haruslah tanpa mengorbankan perasaan orang lain. Seperti misal dalam bermain game, keberhasilan yang kita raih harusnya dengan usaha keras kita sendiri tidak menggunakan program ilegal dan merusak harapan orang-orang yang ingin bermain jujur.

  4. Hindari menfitnah orang lain
    Menfitnah orang lain hanya akan menjadi bumerang karena lama-lama orang akan susah percaya kepada anda.

  5. Bangga dengan prestasi orang lain, jangan dijadikan suatu ancaman
    Kita mempunyai kemampuan sendiri-sendiri yang berbeda-beda. Kita perlu hormati keberhasilan orang lain karena kita mahluk sosial. Jadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi kita untuk berhasil.

  6. Gunakan kerja keras dan keyakinan anda untuk mencapai tujuan
    Disini berarti kita berusaha semaksimal mungkin di jalan yang benar, tanpa menempuh cara yang salah.

  7. Bohong dan Licik = Sabotase Hidup
    Lakukanlah usaha dan kerja keras secara jujur, karena bohong dan licik hanya akan merusak.

  8. Berikan ruang dan waktu untuk menggapai tujuan
    Tujuan yang digapai bukanlah suatu tujuan yang bisa dicapai hanya dalam satu malam saja, sehingga perlu diluangkan ruang dan waktu. Semua berawal dari mencoba, gagal lalu bangkit, sampai akhirnya berhasil.

3 Cara untuk Dapat Berdiri dan Didengar Ketika Berada Dalam Tim yang Kompetitif

Setiap orang pasti menginginkan untuk dapat bekerja dalam sebuah tim yang memiliki kualitas kerja yang tinggi. Hal ini dapat memotivasi anda untuk dapat bekerja dengan cerdas, berdedikasi. Namun dalam beberapa kasus terdapat tim yang didalamnya terjadi persaingan antar anggota. Mereka mulai saling menunjukan prestasi mereka dan mencoba untuk menjadi lebih unggul dari yang lain.

Linda Adams, seorang Presiden Gordon Training Internasional mengatakan bahwa “Diam diri adalah harga yang harus dibayar dengan jumlah besar”. Ketika anda bersikap pasif, maka opini anda dapat diabaikan oleh tim. Jadi apa yang dibutuhkan untuk berbicara dan memiliki suara ketika anda bekerja dalam sebuah tim yang sangat kompetitif?

Monali Jain seorang yang ahli dalam memimpin sebuah tim memaparkan 3 saran untuk dapat menjadi seseorang yang kompetitif dalam sebuah tim. Saran ini disampaikannya saat melakukan webinar. Diantaranya yaitu:

1. Take your seat at the table

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menunjukkan sikap yang benar kepada tim anda. Anda mungkin merasa terintimidasi oleh tim pada awalnya, tetapi anda harus sadar bahwa anda berada disana karena suatu alasan. Anda sudah berhasil masuk dan bergabung dalam tim, hal ini berarti ada keahlian khusus yang mereka anggap ada dalam diri anda. Dan ini yang membuat anda harus beranu berbicara. Kalaupun masih belum bisa bertanya, setidaknya anda berkontribusi penuh untuk tim anda.

2. Lean on your network

Menurut Jain, salah satu cara untuk meningkatkan tingkat kenyamanan anda dengan tim adalah dengan membangun jaringan yang sangat kuat antar anggota tim. Suatu contoh ketika anda mendapat pertanyaan sulit, maka coba untuk ulurkan tangan kepada anggota lain untuk membantu anda dalam menjawab pertanyaan tersebut. Dengan ini tim dapat bergerak bersama untuk keluar dari kebuntuan.

3. Bedakan diri anda

Jain menyarankan untuk dapat membedakan diri anda dengan yang lain, sehingga dapat saling melengkapi dan tidak merasa bersaing satu sama lain. Ketika anda berada dalam tim yang kompetitif, itu berarti anda dituntut untuk daoat berkolaborasi. Anda berada disana untuk membantu satu sama lain dan saling melengkapi.

Jadi mulai sekarang cari tahu apa yang dapat membedakan anda dengan yang lain, sehingga anda dapat berkontribusi dengan sesuatu yang unik dan berharga.

Merangkul Jiwa Kompetitif dan Temukan Gairahnya

Menurut Samantha Clayton pada situs web Discover Good yang berjudul "Embrace Your Competitive Spirit and Get Fit", ada 3 pemikiran dalam memunculkan jiwa kompetitif dari dalam diri, antara lain:

1. Dilahirkan untuk bersaing.

Manusia dirancang untuk bersaing pada tingkat tertentu. Di awal keberadaan, kita telah bersaing untuk bertahan hidup. Aktif menjadi senjata ampuh agar kita tak kalah dalam persaingan. Menurut sejarah, manusia pasif akan dengan mudah tersingkir dari peta persaingan. Tanpa disadari, hidup memang bagaikan kompetisi yang akan berubah kejam bila kita tak mau bersaing. Persaingan banyak terjadi pada apa pun. Hanya keaktifan yang bisa membuat kita terus berada di jalur kebenaran.

2. Carilah keunggulan kompetitif yang menjadi pengalaman kita.

Dalam perjalanan hidup, tentu banyak pengalaman yang bisa didapat. Dari sana lah keunggulan kompetitif bisa ditemukan. Menjadi orang kompetitif tentu kenyang akan pengalaman. Jiwa petarung adalah salah satu kekuatan besar yang dimiliki orang kompetitif. Bila keunggulan kompetitif telah ditemukan, akan mudah bagi kita bertahan dalam persaingan. Sebab, keunggulan kompetitif menjadi senjata utama dalam merubah diri ke arah yang lebih baik. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung kita dalam menemukan keunggulan kompetitif, antara lain:

  • Motivasi.
  • Inspirasi seorang pemimpin.
  • Meningkatkan kemampuan berorganisasi.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Meningkatkan kebugaran diri.
  • Konsisten pada peningkatan gizi.

3. Berkompetisi dalam hal kesehatan dapat meningkatkan kualitas hidup kita.

Melatih sikap kompetitif bisa dari hal apa saja, contohnya kesehatan. Sehat akan terasa mahal bila sedang merasakan sakit. Salah satu hal yang menjadi daya tarik seseorang adalah kualitas kesehatannya. Orang cenderung lesu bila sedang mengalami sakit. Oleh karena itu, berkompetisi dalam hal kesehatan adalah salah satu kunci agar kita dapat terus ada (eksis) dalam bidang-bidang lain. Karena dasar jiwa kompetitif berasal dari orang kuat yang tak mudah menyerah.