© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Kreativitas Menurut Islam?

kreativitas

Kreativitas adalah salah satu yang sangat dibutuhkan di era milenial. Berbagai bidang pekerjaan dan interaksi sosial sangat menekankan kreativitas individu.

Lantas, Bagaimanakah pandangan islam terhadap kreativitas?

Kreativitas dalam Perspektif Islam

Kreativitas merupakan suatu aktivitas kogniti yang menghasilkan suatu pandangan yang baru mengenai suatu bentuk permasalahan dan tidak dibatasi pada hasil yang pragmatis. Proses kreatif bukan hanyamenghasilkan sesuatu yang bermanfaat saja. Treffinger (dalam Munandar, 2002: 54) menyatakan bahwa pribadi kreatif biasanya lebih terorganisir dalam tindakan dan rencana inovatif serta produk orisinalnya telah dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan masalah yang mungkin timbul dan implikasinya.

Orang yang kreatif memiliki rasa humor yang tinggi, dapat melihat masalah dari berbagai sudut tinjau, dan memiliki pengalaman untuk bermain dengan ide, konsep atau kemungkinan-kemungkinan yang dikhayalkan, yang kemudian terwujud menjadi karya seni, sastra atau penemuan-penemuan baru (Munandar, 2002: 54). Orang beragama maupun tidak beragama dapat menjadi kreatif adalah pernyataan yang benar, tetapi belum lengkap. Syarat menjadi pribadi kreatif adalah individu yang menggunakan potensi jiwanya (akal, hati, nafsu) secara optimal dan positif. Orang-orang beragama (Islam) maupun kurang beragama bila memiliki semangat yang kuat untuk berbuat sesuatu bagi diri dan masyarakatnya, serta menggunakan akal dan pikirannya membuka kemungkinan untuk menjadi pribadi kreatif.

Orang-orang yang beragama (Islam) yang kreatif mempergunakan akal dan qalbunya lebih optimal.

Individu tersebut memiliki wadah kognitif spiritual yang lebih luas dan individu tersebut mampu belajar bermacam-macam ilmu, dapat menyerap ilmu secara cepat dan luar biasanya banyaknya (Nashori, dalam Nur’aeni, 2008). Sesuai dengan firman Allah dalam surat al ‘Alaq ayat 1-5, sebagai berikut:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang mencuptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat tersebut juga mengajarkan kepada manusia untuk selalu mencari pengetahuan, semakin banyak kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengetahuan maka semakin baik pula dasar untuk menjadi pribadi kreatif. Aktivitas kreatif yang berarti daya cipta merupakan salah satu sifat Allah, yaitu Maha Pencipta, digambarkan dalam surat al An’am ayat 102, sebagai berikut:

“Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.”

Selain itu, digambarkan juga pada surat Yasin ayat 81 bahwasanya Allah adalah Maha Pencipta, sebagai berikut : “Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu) ? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.” Ayat di atas menjelaskan bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu yang belum ada sebelumnya, sehingga ini menunjukkan sesuatu yang bersifat baru dan bersifat original. Hal ini merupakan salah satu definisi dari kreativitas yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru.