Bagaimana Konteks Sosial Budaya Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak?

psikologi anak

Psikologi anak adalah sebuah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang tumbuh kembang dan perilaku siapapun yang berusia di bawah 18 tahun. Dalam prakteknya, para psikolog yang mendalami tentang psikologi anak melakukan spesialisasi berdasarkan hal yang dipelajari.

Anak-anak bertumbuh dengan kondisi fisik, social, budaya, ekonomi dan latar belakang sejarah yang spesifik, untuk selanjutnya akan disebut sebagai sosio-kultural konteks. Semua dari faktor-faktor ini akan memainkan peranan penting dan mempengaruhi masa kanak-kanak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosio-kultural memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Montgomery (2008), budaya mempengaruhi bagaimana cara anak-anak berkembang, dari antara banyak kebudayaan yang ada di dunia ini, anak-anak di dalamnya berkembang dengan cara yang saling berbeda satu dengan lainnya. Berikutnya, Bowlby (1980) mengungkapkan bahwa anak yang kurang memiliki kontak dengan ibunya akan mengalami kesulitan dalam masa anak-anak mereka karena kurangnya keterikatan. Tumbuh kembang sendiri tentunya melibatkan sebuah proses belajar dan kemajuan. Seorang anak hanya dapat belajar bila ada yang lainnya yang mendukung proses belajarnya, seperti orang tua, saudara-saudara dan guru.

Dapat terlihat bahwa hal ini tidaklah bertentangan dengan teori Piaget tentang tahapan perkembangan, tetapi meluaskan teorinya tersebut untuk menjelaskan mengenai pengalaman lingkungan yang anak terima dapat membantu mereka untuk bergerak dari satu tahapan ke tahapan lainnya. Dengan demikian maka ternyata jawaban dari pertanyaan ini lebih sejalan dengan pendekatan sosio-kultural seperti yang dikemukakan oleh Vygotsky.