Bagaimana klasifikasi stadium hipertensi?

Hipertensi memiliki beberapa stadium dalam pembagiannya. Bagaimana klasifikasi tersebut? Apa perbedaan pada masing-masing stadium?

Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah. Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah.

Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. Sebaliknya, penurunan volume darah akan menurunkan tekanan darah (Ronny et al, 2010)

Sampai saat ini penyebab hipertensi banyak yang belum diketahui tetapi secara umum penyebab hipertensi dibedakan menjadi dua (Julianti, 2005).

  1. Hipertensi Primer (esensial)
    Hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya atau idiopatik. Faktor yang mempengaruhi hipertensi ini adalah keturunan (genetik), hiperaktivitas susunan saraf simpatis, sistem rennin-angiotensin, defek dalam ekstraksi natrium (Na), peningkatan Na dan kalsium (Ca) intraseluler, dan faktor gaya hidup (kebiasaan makan, konsumsi alkohol dan rokok). Hipertensi jenis ini lebih banyak prevalensinya.

  2. Hipertensi Sekunder (renal)
    Penyebab spesifik hipertensi ini diketahui. Diantaranya, yaitu penggunaan estrogen, penyakit ginjal, kelebihan berat badan, kelebihan kolesterol, dan hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.

The seventh Report of the Joint National Commite on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII) 2003 dan World Health Organization-International Society of Hypertension (WHO-ISH) 1999 telah memperbaharui klasifikasi, definisi, serta stratifikasi risiko untuk menentukan prognosis jangka panjang.

image
Gambar Klasifikasi Tekanan Darah menurut World Health Organization-International Society of Hypertension (WHO-ISH).

Menurut (Potter&Perry, 2005), hipertensi sistolik adalah tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih sedangkan tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Oleh karena itu, hipertensi dapat dikategorikan berdasarkan MAP (Mean Arterial Pressure).

MAP adalah tekanan darah antara sistolik dan diastolik, karena diastolik berlangsung lebih lama daripada sistolik maka MAP setara dengan 40 % tekanan sistolik ditambah 60 % tekanan diastolik (Woods, Froelicher, Motzer, & Bridges, 2009). Rentang normal MAP adalah 70 mmHg - 99 mmHg.

Rumus MAP adalah (Tekanan darah sistolik + (2 x Tekanan darah diastolik)) / 3.

Kategori hipertensi berdasarkan nilai MAP terdapat pada tabel dibawah ini

Tabel Klasifikasi tekanan darah orang dewasa berusia diatas 18 tahun berdasarkan nilai Mean Arterial Pressure.
image