© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Kisah dibalik Patung H.C. Verbraak di Taman Maluku Bandung?

image

Sobat diskusi pernah mendengar tentang Taman Maluku di Bandung? Berbicara tentang Taman Maluku Bandung, disana terdapat sebuah patung yang terkenal bahkan sampai luar kota Bandung. Konon, patung ini ialah patung Pastor H.C. Verbraak yang hidup pada kisaran tahun 1835-1918. Konon Pastor ini meninggal karena pesawat yang ditumpanginya jatuh tepat di tempat berdirinya patung ini. Benar ga sih kisahnya? sobat diskusi ada yang pernah mendengar kisah mengenai tempat ini?

43_big

Legenda Patung Pastor di Bandung ini cukup menarik karena bukan hanya orang di atas ini saja namun banyak orang yang mempercayai bahwa patung ini memang bergerak di malam hari dan konon si pastor dimakamkan di bawah patung ini.

Verbraak adalah nama pastur yang patungnya berada di sudut Taman Maluku, Bandung. Nama lengkapnya Henricus Christiaan Verbraak, lahir di Rotterdam pada 24 Maret 1835. Di usia ke-34, ia diangkat menjadi seorang pendeta oleh seorang uskup dari Ascalon & Bomberg.

15 Oktober 1872, ia ditugaskan sebagai misionaris di Padang. Ini adalah penugasan pertamanya di Hindia Belanda. Belum genap ia bertugas selama 2 tahun di sana, 29 Juni 1874 ia dipindahtugaskan ke Aceh. Hampir separuh dari hidupnya ia abdikan di Tanah Aceh. Selama ia bertugas, kurang lebih ia melayani 2.000 orang. Sebanyak 75%-nya adalah tentara.

Ia memutuskan untuk pensiun di tahun 1907, setelah 33 tahun mengabdi di Tanah Aceh. Setelah pensiun ia pindah ke Magelang, sebuah kota militer yang terletak di daerah Jawa Tengah. Ia meninggal dengan tenang pada tahun 1918, dan jasadnya dikebumikan di Molukkenpark, Magelang.

Untuk mengenang jasa Verbraak, di Kota Bandung The Dutch East Indian Army mengumpulkan dana dan mendirikan patung Pastor Verbraak pada tanggal 27 Januari 1922 di sebuah taman yang pernah berjuluk ”Paradisi in Sole Paradisus Terrestris” (tanah surga di bawah cahaya matahari). Patung dari bahan tembaga ini dirancang di Belanda oleh seniman G.J.W. Rueb. Di masa pendudukan Jepang, patung ini berhasil disembunyikan. Di masa itu banyak patung tembaga yang dilelehkan untuk kemudian dijadikan amunisi. Setelah era kependudukan Jepang berakhir, patung ini dikembalikan ke tempat asalnya