Bagaimana Keunggulan Produk-produk Dalam Negeri?

Saat ini pertumbuhan produk-produk dalam negeri sudah mulai berkembang, banyak produk-produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Namun, Bagaimana keunggulan produk-produk dalam negeri ini?

image

Negara kita secara komparatif memiliki banyak keunggulan. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar (potensi pasar yang luar biasa) dan kekayaan hasil alam seperti migas, agribisnis, agroindustri, dan bahan baku setengah jadi yang sulit disaingi negara-negara lain baik di level ASEAN maupun dunia. Hingga tahun 2011, sektor ekonomi seperti industri makanan minuman, otomotif, besi baja dan logam masih mendongkrak pertumbuhan industri. Sektor tersebut tidak terlalu terpengaruh oleh perlambatan ekonomi yang terjadi selama periode 2009 – 2011, akibat krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan AS.

Jika ditelisik lebih rinci, ada banyak produk dalam negeri yang punya kemampuan bersaing secara internasional. Kijang Innova, misalnya, bisa dikatakan produksi nasional. Karburator mobil mewah Mercedes Benz, ternyata buatan Probolinggo, Jawa Timur. Kemudian Polytron, Maspion, dan aneka produk hasil industri kreatif yang beberapa tahun terakhir ini patut diperhitungkan eksistensinya di level internasional. Varian dari industri kreatif ini misalnya kesenian, kerajinan tangan (handycraft), fashion, musik, dan produk hasil kreatifitas lainnya yang memiliki keunikan dan ciri khas budaya Indonesia.10 Produk seperti ini jika diekspor akan memiliki nilai tambah yang besar bagi perekonomian. Selama ini Indonesia lebih dominan mengeskpor hasil produk bahan mentah seperti batu bara, kelapa sawit (CPO), dan hasil pertanian, yang nilai tambahnya kecil dan bersifat eksploitatif.

image

Di samping produk lokal, ada sekitar 20 perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing dengan perusahaan dunia. Berdasarkan hasil Survei majalah Warta Ekonomi tentang “perusahaan idaman 2010”. Beberapa dari mereka adalah Pertamina, Astra International, Telkom, Bank Central Asia, Uniliver Indonesia, Garuda Indonesia, Indosat, Bank Mandiri, PT. Bakrie & Brothers, Telkomsel, Kalbe Farma, PT. Indofood Sukses Makmur, PT. Yamaha Indonesia Motor, PT. IBM Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan PT. Adira Dinamika. Beberapa nama perusahaan tersebut juga berhasil membukukan nilai kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011.

Referensi

Rian Hilmawan dan Syaiful Anwar .2012. Perekonomian Indonesia: Beberapa Telaah Kontemporer. LPFE Universitas Borneo Tarakan .