Bagaimana kemajuan bisnis sebuah Startup dapat dikatakan sukses dan berhasil?

main-qimg-2fa1343c26fd649645b295c30b6dc0dd-c

What is a ‘Startup’. Startup adalah sebuah perusahaan yang ada di dalam tahap pertama pengoperasiannya. Perusahaan-perusahaan ini seringkali awalnya di danai oleh para pendiri entrepreneur karena mereka berusaha untuk memanfaatkan mengembangkan produk atau layanan yang mereka percaya ada permintaan.

Membangun sebuah StartUp hingga berkembang menjadi Established Company membutuhkan waktu yang cukup lama. Lantas bagaimana kemajuan bisnis sebuah Startup dapat dikatakan sukses dan berhasil?

Berikut tujuh matriks yang menjadi ukuran kesuksesan dan keberhasillan sebuah startup (terbagi ke dalam tiga kategori: matriks penjualan, matriks pelanggan, dan matriks keuangan).

  1. Sales Metrics: Creating a Growth Engine
    Revenue Run Rate. Bagaimana tingkat pendapatan penjualan yang berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini membantu melihat berapa besar kemungkinan akan perkiraan, menangkap arah tren, mengambil pola, dan dapat memicu potensi masalah dengan strategi harga.
    ARPU (Average Revenue Per User). ARPU adalah ukuran pendapatan rata-rata terhadap pelanggan. Tingkat kenaikan berarti akan mendapatkan lebih banyak penjualan dari setiap pelanggan. Rata-rata tidak menggambarkan tentang kualitas penjualan.

  2. Customer Metrics: Building Traction
    CAC (Custom Acquisition Cost). Berapa biaya yang diperlukan untuk menarik setiap pelanggan? Ini adalah cara yang baik untuk memantau seberapa efisien proses penjualan dan tim penjualan. Jika proporsi menghabiskan waktu dan tidak meningkat dari waktu ke waktu, maka perlu membuat beberapa perubahan.
    Churn Rate. Bagaimana loyalitas basis pelanggan Anda? Hal ini menunjukkan seberapa baik retensi dari pelanggan. Nilai mutlak penting, tapi sekali lagi, tren yang utama. Hal tersebut harus turun dari waktu ke waktu.

  3. Financial Management Metrics: Cash Flow
    Burn Rate. Berapa banyak uang tunai yang keluar-masuk setiap bulan? Kehabisan uang tunai adalah nomor satu alasan startup gagal. Hal ini juga merupakan fokus penting bagi investor. Anda perlu tahu berapa banyak waktu yang tersisa sebelum Anda kehabisan uang, seberapa dekat Anda akan melanggar bahkan, dan ketika Anda akan mulai menghasilkan keuntungan.
    Operation Efficiency. Apakah Anda mendapatkan kembali pengeluaran? Rasio SGA (beban administrasi, Umum dan penjualan) untuk penjualan akan memberi Anda gambaran. Anda akan memiliki kebijaksanaan di tempat-tempat seperti penjualan, pemasaran dan penggajian, tetapi tidak untuk biaya seperti overhead dan utilitas.
    Gross Margins. Marjin kotor mengukur keuntungan operasi Anda. Tingkat dan tren yang penting. Anda harus tahu apa jenis marjin kotor khas untuk industri Anda. Gross margin akan memberitahu Anda seberapa efektif tim manajemen, penjualan dan pelanggan.

Reference

https://www.forbes.com/sites/theyec/2014/06/20/the-seven-startup-metrics-you-must-track/#5ccd8cf4725e

image

Startup yang bisa dikatakan sukses dapat kita lihat dari bagaimana startup itu dapat bertahan dipasaran sekarang ini. Yang menentukan juga adalah bagaimana sebuah startup yang selalu dapat berinovasi, mencoba hal baru dalam berbisnis, dan juga tidak cepat puas dengan apa yang ada.

Saya mengangkat studi kasus seperti GO-JEK. setelah GO-JEK sukses menjalankan bisnisnya dengan ojek online, mereka berinovasi kembali dengan menyediakan layanan GO-Food dan GO-Clean. GO-JEK sangat memperhatikan sekali apa saja kebutuhan masyarakat saat ini. Seperti banyak sekali masyarakat yang ingin serba praktis dan cepat dalam memesan dan membeli makanan karena mereka sibuk bekerja atau pun para Customer yang tidak sempat membersihkan rumah mereka karena sibuk bekerja, sehingga mereka membutuhkan jasa untuk membersihkan rumah mereka.

Akhirnya GO-JEK melakukan sebuah inovasi dengan memberikan layanan tadi. Customer mereka pun sangat antusias dan banyak yang sudah menggunakan layanan GO-JEK tersebut. Sekarang GO-JEK menjadi salah satu startup yang bisa dikatakan sukses di Indonesia. Semakin hari, layanan Gojek pun semakin berkembang mengikuti demand konsumen yang terus meningkat.

Saat masih mengedepankan layanan jasa antar pada jam sibuk dan hari kerja, rata-rata order Gojek per pengemudinya hanya mendapat tiga sampai empat kali pesanan. Setelah Gojek mengembangkan layanannya dan beroperasi setiap hari 24 jam, termasuk hari libur, rata-rata pesanan Gojek meningkat mencapai empat sampai delapan pesanan per pengemudi per hari.

Referensi

http://makruvadigital.com/blog/cerita-dibalik-kesuksesan-gojek/

Berkecimpung di dunia teknologi yang sangat mementingkan presisi dan akurasi, berbagai macam metrik digunakan untuk menyatakan keberhasilan sebuah startup. Angka-angka berupa DAU, MAU, page view, jumlah download, dan berbagai macam metrik lainnya merupakan angka keramat bagi startup Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi. Tapi, dari berbagai macam standar ukuran keberhasilan sebuah startup, apa yang paling penting?

Dalam persaingan ketat untuk merebut hari para startup investor, para pengusaha startup harus berlomba-lomba mendapatkan core user atau orang yang menggunakan produk atau jasa secara regular. Core user menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan itu benar-benar berpengaruh, memberikan nilai lebih untuk kehidupan sehari-hari. Bukankah itu tujuan utama mendirikan sebuah perusahaan startup?

Core user sangat penting karena mereka adalah patokan seberapa bermanfaatnya produk yang dirilis sebuah perusahaan startup bagi kehidupan mereka. Mereka merupakan salah satu poin yang harus kamu perhatikan untuk mendapatkan venture capital Indonesia. Terlepas dari adanya diskon, promosi, endorsement dari artis ternama yang berikan oleh produk atau perusahaan lain, core user tetap memilih suatu produk karena mereka telah merasakan kelebihan dan manfaat dari produk tersebut. Tidak sekadar memenuhi kebutuhan, mereka juga puas atas produk yang mereka gunakan dan merekomendasikan produk tersebut kepada rekan atau kerabatnya. Lebih banyak core user, para startup investor juga pasti akan mengantre untuk membiayai startup rintisanmu!

Lalu, apa yang dilakukan agar perusahaan startup mendapatkan lebih banyak core user? Pada dasarnya, kita harus memahami target pasar yang akan menjadi core user. Setelah itu, baru ikuti rumus berikut:

  1. Purpose (tujuan)
  2. Core Action (aksi inti)
  3. Cycle (jangka waktu)

Ketiga hal tersebut adalah tiga parameter utama untuk mendapatkan atau menambah jumlah core user. Purpose artinya produk yang kamu ciptakan harus bisa memenuhi kebutuhan para calon core user. Dengan begitu, mereka punya tujuan yang ingin dicapai, yang kemudian akhirnya tercapai, dengan menggunakan produk yang kamu kembangkan.

Core action membahas mengenai kegiatan inti yang mereka lakukan dengan produkmu. Apakah mereka benar-benar memanfaatkan fitur-fitur utama yang ada dalam produkmu? Jika mereka hanya menggunakan sebagian atau hanya sesekali saja menggunakan fitur utama produkmu, mereka tidak bisa digolongkan ke dalam core user.
Terakhir, cycle. Poin ini berfokus pada durasi waktu dan jumlah penggunaan produk startup. Hal ini tentunya berhubungan denga produk itu sendiri. Jika sebuah produk bisa digunakan dalam waktu 5-10 menit, 2-3 kali sehari, maka core user adalah orang-orang yang memenuhi batasan-batasan tersebut.

Referensi

http://indigo.id/blog/detail/Apa-sih-Ukuran-Keberhasilan-sebuah-Startup-Indonesia.html

A post was merged into an existing topic: Hal-hal apa saja yang mempengaruhi kesuksesan den kegagalan sebuah startup ?

A post was merged into an existing topic: Hal-hal apa saja yang mempengaruhi kesuksesan den kegagalan sebuah startup ?