Bagaimana kejadian penyakit Radang Mulut (Stomatitis) pada hewan?

Radang mulut adalah gangguan yang berupa radang pada selaput lendir rongga mulut.

gigi2

Radang pada alat tertentu dalam rongga mulut mungkin diberi istilah khusus, misalnya radang lidah (glossitis), radang gusi (gingivitis), radang langit-langit (palatitis atau lampas). Secara klinis gangguan pada mulut ditandai dengan anoreksia, parsial atau total. hipersalivasi dan sering diikuti dengan penutupan bibir agak kuat (smacking). Proses radang dapat bersifat primer ataupun sekunder, sebagai akibat ikutan dari penyakit sistemik.

Radang mulut hampir terjadi setiap waktu. Proses radang mungkin terjadi dan lolos dari pengamatan pemilik hewan penderita. Di Jawa Tengah istilah gomen digunakan oleh petani untuk menggambarkan bahwa sapinya tidak mau makan, baik dengan atau tanpa disertai hipersalivasi. Seringkali gomen disebabkan oleh radang mulut. Di daerah tertular, hewan berkuku genap yang menunjukkan hipersalivasi perlu dicurigai terhadap penyakit menular penyakit mulut dan kuku (PMK). Juga di daerah yang tertular penyakit gila anjing, pemeriksaan hewan yang menunjukkan hipersalivasi perlu disertai pengamanan secukupnya. Di beberapa bagian Indonesia misalnya Lombok dan Jawa Barat, kejadian radang mulut merupakan tanda penyakit ingusan pada kerbau dan sapi.

Pada radang primer, oleh kerjaan agens penyebab radang, akan terbentuk lesi pada selaput lendir mulut. Karena adanya radang akan terjadi kebengkakan yang disertai rasa nyeri. Hal tersebut akan merangsang keluarnya air liur berlebihan. Juga karena rasa nyeri nafsu makan akan tertekan. Untuk mengurangi rasa sakit, penderita akan mengatupkan bibirnya hingga timbul suara agak keras (smacking of the lips). Pada radang yang bersifat sekunder, sebagai akibat infeksi sistemik, patogenesisnya belum diketahui secara pasti. Apabila gambarannya cukup jelas, secara patologi-anatomis, radang mulut dibedakan ke dalam radang-radang kataral atau simpleks, aftosa (stomatitis aphthosa), nekrotik (stomatitis nekrotikans), vesikular (stomatitis vesikulosa). flegmonosa, papulosa dan mikotik. Perubahan patologi anatomis yang terdapat pada radang mulut sering dapat digunakan sebagai petunjuk atau pengenal penyebab radang.

Referensi: Subronto. 1989. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.