Bagaimana jika kegiatan hidup kita diatur oleh algoritma?

Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan. Sehingga, algoritma pemrograman adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

Tetapi, dapatkah algoritma diterapkan dalam kehidupan kita? Apa yang terjadi jika seluruh kegiatan kita dalam satu hari ditentukan oleh algoritma?

Jika kamu berpikir bahwa kamu adalah diri kamu sendiri, pikirkan lagi. Meskipun kamu punya kemampuan untuk membuat keputusan secara independen. Kenyataannya adalah bahwa sebagian besar hal yang anda lakukan, dari mengejar kereta sampai makanan yang kamu makan, telah teroptimalkan oleh algoritma yang paling meresap di dunia.

Kamu mungkin belum pernah mendengar algoritma yang menjalankan dunia. Hanya sedikit orang pernah, meskipun hal itu bisa menentukan banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, makanan yang harus kita makan, jadwal pekerjaan, kapan kereta akan sampai ke tujuan, dll. Di suatu ruangan server di bawah tanah, algoritma tersebut mungkin sedang bekerja untuk menentukan beberapa aspek kehidupan anda besok, minggu depan, atau dalam satu tahun kedepan.

Namanya adalah algoritma simpleks, pertama muncul pada akhir 1940an dari karya seorang matematikawan Amerika Serikat bernama George Dantzig, yang telah menghabiskan waktu selama perang dunia kedua cara untuk meningkatkan efisiensi logistic dari angkatan udara Amerika Serikat. Salah satu wawasan pertama yang ia dapatkan adalah bahwa nilai optimal dari “fungsi target”, hal yang kita ingin maksimalkan atau minimalkan, dijamin terletak di salah satu sudut sebuah polytope, tapi hanya ada beberapa jumlah sudut, sehingga terbatas.

Mari kita melihat algoritma simpleks, sekarang sudah berusia lebih dari 60 tahun, yang mana sudah digunakan oleh semua orang, dari penjual buah-buahan sampai ke bank, yang digunakan untuk membuat suatu pilihan tentang masalah non-linear dengan banyak variabel dan hasil yang bisa membuat otak manusia meledak.

Seorang fund manager mungkin ingin mengatur sebuah portofolio secara optimal untuk menyeimbangkan risiko dan memperkirakan balik modal atas berbagai saham, atau seorang penyusun jadwal kereta yang memutuskan bagaimana cara menyusun kereta dan staff kerjanya, atau sebuah manajer pabrik atau rumah sakit yang berpikir bagaimana cara mengatur sumber daya mesin atau ruang bangsal. Ini adalah pekerjaan dari algoritma

https://www.newscientist.com/article/mg21528771.100-the-algorithm-that-runs-the-world/

Kemungkinannya adalah, jika kalian telah menggunakan internet dalam satu dekade terakhir, kalian telah mendengar tentang algoritma—baris kode komputer yang mengatur dan mengendalikan data, seperti layaknya resep yang mendaftar bahan-bahan makanan dan memberi tahu kita cara menyatukannya dan memasaknya.

Dalam smartphone, tablet, dan device lain di dunia digital, algoritma menyambut perjalanan uber kita, memutuskan rekomendasi pertemanan di social media, memilih acara tv, film, dan produk untuk dikonsumsi. Algoritma bahkan dapat membantu perusahaan memutuskan kandidat untuk dipekerjakan. Suatu hari, automakers berharap, algoritma yang kompleks dapat menyetir mobil dengan lebih aman daripada manusia.

Algoritma ditemukan oleh Abu Muhammad bin Musa al-Khwarizmi pada abad ke-9, Karya Al-Khwarizmi dikembangkan lebih lanjut oleh berbagai ilmuwan di era modern sampai penggunaan algoritma menjadi bahasa komputasi utama.

Bagaimana jika kegiatan hidup kita diatur oleh algoritma?


Seperti apa bila seharian diatur oleh algoritma? berikut adalah contoh:

  • 05:00 — bangun tidur dan membereskan kasur
  • 06:00 — mandi dan siap siap berangkat ke tempat kerja.
  • 08:00 — berangka dan tiba pukul 08:10
  • 08:40 — mengikuti pekerjaan dan seluruh kegiatan, di sela-sela istirahat carilah makan atau kerjakan tugas yang diberikan.
  • 17:49 — kegiatan selesai, pulang, dan mampir ke supermarket untuk membeli beberapa barang.
  • 18:00 — setelah sampai, mandi sore.
  • 19:00 — ada berita apa di twitter? cek dan telusuri berita apa yang sedang menjadi trend di twitter.
  • 20:00 — bagaimana dengan youtube? video apa yang menarik dan sedang menjadi trend?
  • 21:00 — cek email dan internet agar tidak tertinggal berita.
  • 22:00 — kerjakan tugas yang ada sebelum pergi untuk tidur.

contoh diatas adalah dengan membuat list hal-hal yang muncul di pikiran dan yang kira-kira harus di lakukan di hari itu.

Contoh lain:

  1. Berkendara
    Rute mana yang harus diambil? ada berapa lampu lalu lintas, tanda stop, perempatan disana? Pertimbangan ini sebagian besar dilakukan oleh semua sistem GPS yang kuat di mobil saat ini, namun terkadang GPS tidak memperhitungkan informasi real-time, dan kadang-kadang bisa memberi arahan yang salah (terutama saat terjadi perubahan jalan).

  2. Membuat jadwal
    Memiliki banyak acara untuk hadir dan tidak yakin yang mana yang akan dibatalkan? Jika semua acara tersebut sama pentingnya, bagaimana cara seseorang dapat menghadiri sebagian besar dari acara tersebut? Ini adalah masalah penjadwalan acara yang dapat diatasi dengan algoritma—pada setiap saat, pilih acara yang selesai lebih awal, lalu hadiri acara berikutnya, sampai semua waktu terisi. Tentu saja, ini tidak realistis ketika kita mempertimbangkan faktor kehidupan nyata seperti pentingnya acara tersebut dan waktu transportasi, tapi ini memberi satu solusi cepat yang bisa dimodifikasi.

sources

https://www.deseretnews.com/article/865675141/How-algorithms-affect-our-way-of-life.html
http://www.thewayoftheweb.net/algorithms-rule-our-lives-for-good-and-bad/
https://www.quora.com/Why-and-how-are-algorithms-are-important-in-our-daily-life