Bagaimana hubungan antara aglomerasi dengan pertumbuhan ekonomi?

Bagaimana hubungan aglomerasi dengan pertumbuhan ekonomi ?

Bagaimana hubungan antara aglomerasi dengan pertumbuhan ekonomi ?

1 Like

Menurut Richardson (dalam Sigalingging, 2008), berpendapat bahwa dengan adanya persaingan antar industri maka semakin lama hal itu terjadi maka akan meningkatkan harga bahan baku dan faktor produksi, dan mengakibatkan biaya per unit mulai naik yang berdampak relokasi aktifitas ekonomi ke daerah lain yang belum mencapai skala produksi maksimum. Dengan adanya aglomerasi ekonomi di suatu wilayah akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut karena terciptanya efisiensi produksi, sedangkan pada wilayah lain yang tidak mampu bersaing akan mengalami kemunduran dalam pertumbuhan ekonominya.

Menurut Jamie Bonet (2006), menjelaskan bahwa aglomerasi (pemusatan aktifitas) produksi digunakan sebagai salah satu variabel yang digunakan untuk mengetahui kesenjangan wilayah. Aglomerasi produksi dapat mempengaruhi kesenjangan wilayah secara langsung, yaitu pada saat terjadinya hambatan mobilitas tenaga kerja antar wilayah, atau saat terjadi surplus tenaga kerja dalam perekonomian.

Menurut Bonet (dalam Sigalingging, 2008), Aglomerasi dapat diukur dengan beberapa cara, pertama adalah dengan menggunakan proporsi jumlah penduduk perkotaan dalam suatu provinsi terhadap jumlah penduduk provinsi tersebut dan yang kedua adalah dengan menggunakan konsep aglomerasi produksi. Penelitian ini menggunakan konsep aglomerasi produksi yang diukur menggunakan proporsi PDRB Kabupaten/Kota terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.

Referensi

Pambudi, E W. 2013. Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi (Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah). Skripsi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam konteks ekonomi geografi, konsep aglomerasi berkaitan dengan konsentrasi spasial
dari penduduk dan kegiatan-kegiatan ekonomi (Malmberg dan Maskell, 2001). Hal ini sejalan
dengan apa yang dikemukakan oleh Montgomery dalam Kuncoro (2002) bahwa aglomerasi
adalah konsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan karena penghematan
akibat lokasi yang berdekatan (economies of proximity) yang diasosiasikan dengan kluster
spasial dari perusahaan, para pekerja dan konsumen.

Keuntungan-keuntungan dari konsentrasi spasial sebagai akibat dari ekonomi skala (scale
economies) disebut dengan ekonomi aglomerasi (agglomeration economies). (Mills dan Hamilton, 1989). Pengertian ekonomi aglomerasi juga berkaitan dengan eksternalitas kedekatan geografis dari kegiatan-kegiatan ekonomi, bahwa ekonomi aglomerasi merupakan suatu bentuk dari eksternalitas positif dalam produksi yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan kota. (Bradley and Gans, 1996). Ekonomi aglomerasi diartikan sebagai penurunan biaya produksi karena kegiatan-kegiatan ekonomi berlokasi pada tempat yang sama. Gagasan ini merupakan sumbangan pemikiran Alfred Marshall yang menggunakan istilah localized industry sebagai pengganti dari istilah ekonomi aglomerasi.

Ahli ekonomi Hoover juga membuat klasifikasi ekonomi aglomerasi menjadi 3 jenis yaitu large scale economies merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan karena membesarnya
skala produksi perusahaan tersebut pada suatu lokasi, localization economies merupakan keuntungan yang diperoleh bagi semua perusahaan dalam industri yang sama dalam suatu lokasi dan urbanization economies merupakan keuntungan bagi semua industri pada suatu lokasi yang sama sebagai konsekuensi membesarnya skala ekonomi (penduduk, pendapatan, output atau kemakmuran) dari lokasi tersebut.

Berbeda dengan pendapat para ahli ekonomi yang lain, O’Sullivan (1996) membagi
ekonomi aglomerasi menjadi dua jenis yaitu ekonomi lokalisasi dan ekonomi urbanisasi.
Dalam hal ini yang dimaksud dengan ekonomi aglomerasi adalah eksternalitas positif dalam
produksi yaitu menurunnya biaya produksi sebagian besar perusahaan sebagai akibat dari
produksi perusahaan lain meningkat.

Ringkasan

Adisasmita, Raharjo H. 2005. Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.