© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana hakikat nikmat surga itu?

Surga

Surga adalah tempat terindah dan utama bagi umat manusia setalah mati, karena di surga tidak adalah lagi penderitaan dan kesusahan. Bagaimana hakikat dari nikmat surga itu sendiri ?

Saya akan terangkan tentang nikmat di surga agar tidak salah persepsi… Pertama saya akan terangkan penggambaran surga…

Mengapa dalam Al-Qur’an penggambaran surga itu sebagai “kebun/taman yang dibawahnya mengalir sungai-sungai”…??

Mengertilah, gambaran surga itu akan dibuat “mengikuti” citarasa, atau daya khayali masing-masing orang tentang keindahan dan kenikmatan… Suatu tempat, yang kita khayalkan paling indah, paling nikmat penuh kesejukan dan sebagainya… Di arab, keadaannya gurun pasir, panas, kering kerontang, maka secara merata, dalam benak mereka, taman-taman yang hijau, dibawahnya sungai-sungai itu adalah gambaran yang sangat indah dan menyenangkan, maka surgapun digambarkan mengikuti citarasa keindahan orang-orang di arab sana, sebab Qur’an turun di arab…

Di Indonesia, penggambaran surga mungkin berbeda sebab sungai banyak disini, taman ada dimana-mana…

Lalu bagaimana dengan gambaran tentang “bidadari2”, itu gambaran umum yang disukai kaum pria didunia, yaitu punya banyak perempuan, maka surgapun digambarkan kaum laki-laki diberi bidadari-bidadari untuk dinikmati…

Kesemuanya itu sejatinya hanyalah “gula-gula”, penyemangat saja agar orang-orang mau beribadah, karena diiming-imingi bidadari-bidadari itu, maka mereka berfikir “ibadah yang rajin ah, nanti bisa meniduri banyak bidadari kalau masuk surga”…

Bagaimana kalau iming2 itu ditiadakan???..

Mereka bisa tidak mau lagi beribadah, karena tidak ada upahnya… bagaimana kalau disurga ternyata tidak ada bidadari seperti yang di iming-imingkan??.. Mereka akan ngamuk-ngamuk, kecewa sama Allah, mengatakan Allah penipu dan tidak terima, sebab mereka sudah begitu tergiur sama iming-imingnya surga…

Lalu bagaimana nasib yang perempuan?, karena tidak ada iming-iming bidadari?.. Apa mau diiming-imingi sama gigolo?.. Mereka cendrung malah bisa lebih ikhlas beribadah, karena tidak ada iming-imingnya…

Lalu iming-iming ini begitu akut menggiurkan orang, membuat orang-orang beribadah hanya agar bisa meniduri bidadari-bidadari, pikiran seperti ini adalah pikiran yang tertipu…

Tidak demikian, namun gambaran surga itu akan mengikuti “citarasa” masing-masing tentang keindahan dan kenikmatan, dan citarasa terendah itu adalah Adn, di sebut surga Adn/eden… Yaitu “pikiran-pikiran untuk bersetubuh dengan wanita”, itulah yang sangat terendah dari “citarasa” dan penggambaran tentang surga… Hanya tertuju pada urusan selangkangan…

Lalu untuk apa kita menjadi rendahan dalam hal citarasa surga tersebut??..

Jikalau kita mampu menggapai citarasa yang lebih tinggi… Dan citarasa surga yang tertinggi adalah “illiyin”, yaitu citarasa “Ketuhanan”, maka inilah maksud perkataan bahwa nikmat tertinggi di surga itu adalah “memandang wajah Allah Azza wa Jalla”…

Untuk apa saudara memiliki citarasa Adn, kalau ada citarasa illiyin yang lebih tinggi…

Tetapi maklum-maklum saja, sebab banyak yang masih tidak mengerti… Karena masih edan eden, masih tergila-gila citarasa selangkangan… Ayo saatnya meningkatkan citarasa saudara…

:man_with_turban:‍♂Abah FK