Bagaimana gejala yang dialami hewan memamahbiak yang mengalami Obstruksi Usus?

Saat obstruksi usus, pasasi tinja tidak dapat berlangsung dan dalam waktu relatif pendek penderita akan mengalami shock. Bagaimana gejala yang menunjukkan hewan mengalami sumbatan usus?

Pada sapi, yang umumnya agak tahan terhadap rasa sakit, gejalanya dimulai dengan tanda-tanda indigesti. Pada obstruksi yang disebabkan oleh perubahan letak anatomi usus penderita memperlihatkan kegelisahan dan rasa sakit yang sangat yang tercermin dalam bentuk mengerang atau mengeretakkan gigi (kerot-kerot, Jawa). Selanjutnya, penderita berjalan tanpa tujuan tiduran kemudian bangun atau menghentak hentakkan ka kakinya di lantai. Gejala yang disebutkan terakhir terutama diamati pada kuda.

Dalam inspeksi terlihat vasa injeksi pada selaput lendir mata proses yang sudah berlangsung beberapa hari gejala sianosis dapat ditemukan. Gejala ketidak tenangan segera berubah menjadi depresi dan toksemia. Penderita lebih banyak tiduran dan biasanya dibelokkan ke belakang, ke arah perutnya. Pada pemerik saan rektal biasanya tidak ditemukan tinja di dalam rektum. atau bagian usus yang lain mengalami pembesaran, berisikan benda padat, cair ataupun gas. Pembesaran usus tersebut mungkin juga mengakibatkan membesarnya perut yang dapat diamati waktu inspeksi. Gerak rumen dan proses rumi terhenti sama sekali Pada awalnya suhu tubuh biasanya tidak banyak terpengaruh. Pulsus dalam beberapa hari akan jadi lemah dan cepat dengan frekuensi 100-120 kali per menit.

Obstruksi usus yang tidak terlalu jauh dari lambung, akan diikuti dengan regurgitasi ingesta melalui mulut dan hidung. Obstruksi usus pada kuda akan mengakibatkan kolik yang berat.

Referensi: Subronto. 1989. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.