Bagaimana Gejala Penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer adalah kelainan pada otak yang menurun fungsinya secara umum. Penurunan fungsi otak yang dimaksud meliputi kemampuan berpikir, mengolah informasi, dan mengingat. Penyakit ini juga berdampak pada kemampuan seseorang dalam berperilaku. Bagaimana Gejala Penyakit Alzheimer?

Gejala yang dialami tiap penderita penyakit Alzheimer berbeda-beda. Hal ini tidak lepas dari kondisi kesehatan secara umum, serta usia penderita. Penderita penyakit ini pada biasanya akan mengalami penurunan kualitas fungsi otak dan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, penurunan ini tidak bisa dihindari. Contoh dampak penurunan yang bisa terjadi berupa kesulitan dalam:

  • Menggunakan peralatan yang sebelumnya terbiasa digunakan, seperti kompor atau televisi.
  • Berbicara dan menulis.
  • Memberikan penilaian dan memecahkan permasalahan ringan sekalipun.
  • Mengingat tempat, waktu, dan jadwal-jadwal tertentu.
  • Perawatan diri sendiri, misalnya lupa cara mandi atau mengganti pakaian.

Penderita Alzheimer akan memisahkan diri dari komunitas atau pergaulan yang sebelumnya sering dihadiri. Kemungkinan besar hal ini dikarenakan suasana hati penderita yang dapat berubah-ubah secara cepat dan mendadak, sehingga sulit untuk mempertahankan hubungan sosial.

Meski demikian, kemampuan penderita yang diperoleh pada masa-masa awal kehidupannya (seperti kemampuan menyanyi, menjahit, merangkai bunga, atau bahkan ingatan di masa muda) merupakan hal yang baru akan menghilang pada masa akhir perkembangan Alzheimer. Bagian otak yang menyimpan informasi sejenis ini akan terkena dampak pada tahap-tahap akhir.

Gejala penyakit Alzheimer bervariasi antara individu. Gejala awal yang paling umum adalah kemampuan mengingat informasi baru secara bertahap memburuk. Berikut ini adalah gejala umum dari Alzheimer:

  1. Hilangnya ingatan yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

  2. Sulit dalam memecahkan masalah sederhana.

  3. Kesulitan menyelesaikan tugas-tugas yang akrab di rumah, di tempat kerja atau di waktu luang.

  4. Kebingungan dengan waktu atau tempat.

  5. Masalah pemahaman gambar visual dan hubungan spasial.

  6. Masalah baru dengan kata-kata dalam berbicara atau menulis.

  7. Lupa tempat menyimpan hal-hal dan kehilangan kemampuan untuk menelusuri kembali langkah-langkah.

  8. Penurunan atau penilaian buruk.

  9. Penarikan dari pekerjaan atau kegiatan sosial.

  10. Perubahan suasana hati dan kepribadian, termasuk apatis dan depresi.

Selama tahap akhir penyakit, pasien mulai kehilangan kemampuan untuk mengontrol fungsi motorik seperti menelan, atau kehilangan kontrol usus dan kandung kemih. Mereka akhirnya kehilangan kemampuan untuk mengenali anggota keluarga dan untuk berbicara. Sebagai penyakit berlangsung itu mulai mempengaruhi emosi dan perilaku seseorang dan mereka mengembangkan gejala seperti agresi, agitasi, depresi, sulit tidur.