Bagaimana etiologi penyakit Fasciolosis?

image

Fasciolosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit cacing trematoda Fasciola gigantica maupun F.hepatica, termasuk kelas Trematoda, filum Platyhelmintes dan genus Fasciola. Cacing tersebut bermigrasi dalam parenkim hati, berkembang dan menetap dalam saluran empedu. Jenis cacing Fasciola yang ada di Indonesia adalah Fasciola gigantica, dan siput yang bertindak sebagai inang antara adalah Lymnaea rubiginosa. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa siput L.rubiginosa merupakan siput yang resisten terhadap infeksi mirasidium F.hepatica.

Fasciolosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit cacing trematoda Fasciola gigantica maupun F.hepatica, termasuk kelas Trematoda, filum Platyhelmintes dan genus Fasciola. Cacing tersebut bermigrasi dalam parenkim hati, berkembang dan menetap dalam saluran empedu. Jenis cacing Fasciola yang ada di Indonesia adalah Fasciola gigantica, dan siput yang bertindak sebagai inang antara adalah Lymnaea rubiginosa. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa siput L.rubiginosa merupakan siput yang resisten terhadap infeksi mirasidium F.hepatica.

Gejala klinis yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah rasa sakit di daerah hati, sakit perut, diare, demam dan anemia. Pada sapi dan domba, proses terpenting adalah terjadinya fi brosis hepatis dan peradangan kronis pada saluran empedu.

Selanjutnya terjadi gangguan pertumbuhan, penurunan produksi susu dan berat badan. Gejala klinis yang menonjol adalah adanya edema di rahang bawah (submandibularis) pada hewan ruminansia yang menderita fasciolosis kronis.

Berdasarkan hasil penelitian, dari berbagai hewan ruminansia yang ada di Indonesia, telah dilaporkan bahwa domba ekor tipis merupakan domba yang resisten terhadap infeksi fasciolosis dan daya resistensi tersebut dapat diturunkan secara genetik.

Di Indonesia, secara ekonomi kerugiannya dapat mencapai Rp. 513,6 milyar/ tahun. Kerugian ini dapat berupa kematian, penurunan berat badan, hilangnya karkas/hati yang rusak, hilangnya tenaga kerja, penurunan produksi susu 10-20 % dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.

ETIOLOGI

Fasciolosis disebabkan oleh cacing hemaprodit yang cukup besar, berbentuk seperti daun dengan kutikula berduri. Fasciola gigantica secara eksklusif terdapat di daerah tropis, berukuran 25-27x 3-12 mm. Fasciola hepatica ditemukan di daerah yang beriklim sedang dengan ukuran 20-30x10 mm. Kedua spesies cacing tersebut bersifat hematopagus/pemakan darah.

F.gigantica mempunyai pundak sempit, ujung posterior tumpul, ovarium Iebih panjang dengan banyak cabang. Sedangkan F.hepatica mempunyai pundak lebar dan ujung posterior lancip. Telur Fgigantica berukuran 160-196x90 -100 mm, dan telur F.hepatica berukuran 130-148x60-90 mm.

Sifat Agen Penyakit

Penyakit ini terdapat di daerah yang lembab dan basah. F. gigantica tersebar di daerah tropis dan subtropis di Afrika dan Asia, sedangkan F. hepatica tersebar di daerah dingin dan dataran tinggi di Afrika, Asia, Australia, Amerika Utara dan Selatan. Penyakit ini sangat penting baik di negara yang beriklim tropis maupun subtropis, dan sebagai sumber perkembangbiakan adalah air.

Telur Fasciola sp. dapat bertahan selama 2-3 bulan dalam keadaan yang lembab (dalam feses) dan cepat mengalami kerusakan apabila berada dalam keadaan yang kering. Larva cacing Fasciola sp. (sporosista, redia dan serkaria) dapat bertahan selama 10-18 bulan dalam tubuh siput. Sedangkan metaserkaria yang menempel pada rerumputan mampu bertahan hidup antara 3-6 bulan apabila berada di tempat yang teduh dengan lingkungan yang lembab. Selanjutnya metaserkaria tersebut akan cepat mengalami kematian bila berada di tempat yang panas dan kering. Cacing dewasa yang terdapat di dalam hati hewan dapat hidup selama 1-3 tahun.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf