Bagaimana epidemiologi virus Akabane?

image

Akabane adalah penyakit menular non contagious yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan adanya Arthrogryposis (AG) disertai atau tanpa Hydraencephaly (HE)

EPIDEMIOLOGI

1. Sifat Alami Agen

Virus Akabane mempunyai sifat antara lain mempunyai amplop, sensitif terhadap ether dan labil dengan pengaruh asam dan trypsin.

2. Spesies rentan

Sapi, domba dan kambing adalah spesies rentan terhadap penyakit Akabane. Di daerah yang sebagian besar ternaknya sudah terinfeksi virus Akabane pada masa mudanya, jarang sekali atau hampir tidak ada laporan tentang adanya gejala AG dan HE. Sapi, domba dan kambing bunting yang dimasukkan dari daerah bebas ke daerah terinfeksi merupakan hewan yang paling rentan dan sebagai akibatnya adalah dapat terjadi abortus, mumifi kasi, fetus lahir mati, dan fetus dengan gejala AG dan HE.

3. Sifat Penyakit

Kejadian penyakit biasanya bersifat sporadik akan tetapi kondisi ini dapat berubah menjadi kejadian penyakit yang bersifat epidemik.

4. Cara Penularan

Penularan penyakit Akabane adalah melaui gigitan vektor Culicoides sp.

Di Australia C. brevitursis adalah vektor yang utama.

5. Kejadian di Indonesia

Secara serologik ditemukan zat kebal terhadap Akabane pada sapi sapi di Indonesia.

Penyakil Akabane dicurigai di Jawa Tengah pada sapi perah impor dari Australia yang melahirkan pedet dengan gejala AG, mumifi kasi fetus, abortus dan HE yaitu pada tahun 1981.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf