Bagaimana Dropbox sukses memperoleh feedback melalui MVP nya?

Dropbox

image

Pendiri Dropbox, Drew Houston ingin membuat layanan cloud-storage yang menawarkan solusi penyimpanan aman dan aman pula untuk pengguna yang berfokus pada kesederhanaannya. Drew memutuskan mengembangkan perusahaannya (Dropbox) secara pribadi meskipun Steve Jobs menawari akan mengakusisi Dropbox dan menjadikan Dropbox sebagai bagian integral dari iCloud Apple. Dropbox mulai membangun MVP untuk masuk ke pasar.

Dropbox

Pendiri Dropbox, Drew Houston telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membuat produk dan perusahaan yang hebat. Sejalan dengan upaya pengembangan produknya, Drew ingin umpan balik dari pelanggan tentang apa yang benar-benar penting bagi mereka. Secara khusus, Dropbox perlu menguji pertanyaan “Jika kami dapat memberikan pengalaman pelanggan yang unggul, apakah orang akan mencoba produk kami?”

Tantangannya adalah bahwa tidak mungkin untuk mendemonstrasikan perangkat lunak yang bekerja dalam bentuk prototipe. Produk tersebut mengharuskan untuk mengatasi hambatan teknis yang signifikan dan produk tersebut memiliki komponen layanan online yang membutuhkan keandalan dan ketersediaan yang tinggi. Untuk memvalidasi konsep untuk produknya yaitu Dropbox, Drew akhirnya melakukan satu teknik yang sangat mudah, yaitu membuat video. Dan disebut Dropbox MVP.

Minimum viable product (MVP) membantu pengusaha memulai proses belajar secepat mungkin dan bagaimana membangun bisnis yang berkelanjutan dengan jumlah usaha minimum. MVP dirancang tidak hanya untuk menjawab desain produk atau pertanyaan teknis. Tujuannya adalah menguji hipotesis bisnis fundamental.

Sejak awal, Dropbox mengikuti banyak teknik fundamental yang digunakan saat membangun MVP. Salah satu prinsip utama membangun MVP adalah memulai dari kecil dan menangkap minat pengguna lebih awal, dan Dropbox melakukan hal tersebut. Bahkan sebelum menempatkan produk yang bekerja ke tangan pengguna, tim tersebut membuat video 3 menit sederhana yang menunjukkan pembuatan produk pertama mereka, kemampuan produknya, menjelaskan proporsi nilai inti dari Dropbox dan menunjukkan betapa mudahnya bagi orang untuk berbagi file di perangkat mereka. Serta terdapat halaman arahan (landing page) yang menggambarkan apa yang akan dilakukan Dropbox, dan bidang yang memungkinkan orang tertarik untuk berlangganan.

Video tersebut dirilis ke target pasar Dropbox di Hacker News pada bulan april 2007 dan Dropbox menerima ribuan komentar serta feedback dari orang-orang yang tertarik. Melalui penggunaan halaman arahan (landing page), Dropbox memperoleh lebih dari 75.000 alamat email dari pelanggan yang tertarik. Penelitian tentang pelanggan yang dilakukan di awal tersebut memungkinkan tim Dropbox memvalidasi ide mereka dan mengonfirmasi bahwa ada permintaan pasar untuk produk mereka. Berdasarkan umpan balik awal ini, Dropbox meningkatkan pengembangan tidak terlalu lama setelah merilis produk ke publik.

Dalam hal ini, video adalah Minimum Viable Product (MVP). MVP memvalidasi asumsi Drew bahwa pelanggan menginginkan produk yang ia kembangkan, bukan karena analogi harapan dengan bisnis lain, tetapi karena mereka benar-benar ingin mendaftar.

Kunci Keberhasilan MVP dari Dropbox:

  1. Dropbox berhasil memvalidasi ide orisinalnya, menguji asumsi, dan meminimalkan risiko dengan melakukan riset pasar dan pelanggan yang berharga.
  2. Produk asli sangat sederhana dan hanya berisi fungsi yang paling penting.
  3. Drobox berhasil menjangkau dan berkomunikasi dengan pelanggan targetnya (orang-orang visioner) dan mendapat umpan balik (feedback) yang berharga.

Berikut video demo Dropbox:
Dropbox Demo

Sumber:
https://clearcode.cc/blog/successful-startups-minimum-viable-product/